Suatu ketika saya berdebat dengan seorang teman tentang surga dan
neraka. Ia berpendapat, orang masuk surga karena amalnya. Saya menolak
pandangan itu. Bagi saya, orang masuk surga karena rahmat-Nya. Karena
cakupan pandangan ini lebih etis dan luas, seperti kemahaluasan Tuhan
itu sendiri.
Teman saya masih bersikeras. Katanya, jika menurut
pada pendapat saya tentang rahmat Tuhan, berarti sia-sia saja orang
beramal shalih. Saya bilang, sama sekali tidak! Mungkin yang sia-sia itu
niatnya: ingin masuk surga.
Untuk mendukung pendapat, saya
ceritakan sebuah riwayat yang biasa kita dengar. Seorang pelacur masuk
surga karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Padahal dirinya
juga bernasib sama. Sampai kemudian si pelacur tadi meninggal. Hanya
karena rahmat Tuhan lah, yang menentukan nasib pelacur itu. sifat-Nya
yang rahman-rahim itu menyelamatkannya dari api neraka.
Kemarin ngalor ngidul dengan rekan kerja tentang betapa patuhnya
orang orang beragama islam untuk menjalankan ibadah puasa. Pertanyaannya
kenapa tidak mudah untuk patuh agar tidak melakukan korupsi atau yang
lebih sederhana lagi semisal kepatuhan untuk mentaati aturan berlalu
lintas.
Sampai hari ini bangsa kita memiliki prestasi yang bagus
dalam hal bangsa dengan ranking korupsi tertinggi didunia, tentunya
mengalahkan tetangga kita Malaysia dalam hal ini. Sayangnya tema seperti
ini jarang diangkat dibulan puasa. Yang terdengar lagi lagi kang setan
maupun kang iblis yang telah kadung apes sebagai sikambing hitam.
Walaupun
dalam sejarahnya tidak pernah ada kisah nyata tentang para iblis yang
melakukan tindak pidana korupsi, melakukan pembunuhan atas manusia atau
tindak kejahatan lainnya, segala perbuatan buruk pastilah ditimpakan
kepada sang iblis. Artinya manusia disini diposisikan dipengaruhi, tidak
pernah ada ajaran yang mengajak manusia mempengaruhi sang iblis agar
menjadi iblis yang baik dan santun.
Tags Mentari Pagi, Sekedarnya, sekitar kita, Serambi
K
alau urusan mendesain isi rumah nyokap jagonya,jelas ini tidak ada hubunganya dengan yang namanya fengshui apalagi desain tata ruang.yang di lakukan beliau sebenarnya sederhana saja misalnya merubah posisi kursi di ruang tamu dari yang tadinya menghadap ke barat-timur sekarang di geser menghadap selatan-utara,begitu juga yang terjadi di ruangan tengah semua posisi perabot dan pernak-pernik sekarang sudah berganti posisi, " biar hidup lebih hidup..." kata nyokap. " duuuuhhh....! "![]()
nggak masalah sih sebenarnya bagi gue,cuman bokap aja yang harus banyak menyesuaikan diri dengan situasi sekarang,apalagi sejak ada peraturan baru "di larang merokok di ruang tengah" . cuman gue heran aja sama nyokap soal hobi barunya ini,pagi masih posisi biasa sorenya pas gue pulang kerja udah rubah posisi dan gue nggak habis pikir dapat kekuatan dari mana nyokap mampu nggesar geser lemari,tv,meja,kursi yang beratnya kadang lebih berat dari berat badanya. " Inilah emansipasi wanita an.." kata bokap, yang jelas gue amini pernyataan itu sambil meneriakan yel-yel "...hidup Ibu kita megawati...!!!" ![]()
Tags Sekedarnya
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda