Catatan pribadi tentang apa saja

Sabtu, 05 Maret 2016

Smartphone:Menjauhkan yang dekat atau Mendekatkan yang jauh?

Model celana dengan ujung melebar kayak sapu jalan pernah eksis di tahun 70an,sementara rock and roll Berjaya di amerika di th 70an dan identik dengan kaum gipsy.tentunya antara generasi tahun 70an berbeda dengan 80an ,begitu seterusnya generasi 90an tentu berbeda dengan 2000an,perbedaan itu ditandai banyak hal mulai dari mode celana,selera music dan lain lain

Lalu apa yang membedakan generasi sekarang dengan generasi dulu? yap smartphone

Bisa dipastikan tidak sulit menememui kaum muda dengan smartphone nyaman didalam kantongnya,dan bisa dipastikan pula sangat sulit menemukan kaum muda tanpa smartphone.

Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat smartphone hadir sebagai alat yang tidak melulu untuk komunikasi tapi  lebih dari itu,segalanya bisa dilakukan dengan smartphone.bahkan karena sifatnya vital beberapa orang menjadi kecanduan,satu hari saja tidak pegang smartphone badan terasa pegal-pegal,pada tingkat tertentu efek kecanduan akan mendekati level parah

Continue Reading…

Jumat, 04 Maret 2016

Setan itu bernama Medsos


Media sosial yang kian menjamur seperti facebook,twitter,line,instagram,bbm dan masih banyak lainya maka sudah menjadi keniscayaan bahwa  media sosial  menjadi konsumsi sehari-hari bagi masyarakat banyak,alasanya bisa macam-macam.

Ada yang menggunakanya sebagai ajang curhat,menambah pertemanan dan lain sebagainya.manfaat yang bisa didapat tentunya banyak,sebanyak itu pula yang harus diwaspadai,seperti misalnya terlalu berlebihanya kita mengekspresikan kemarahan dan kebencian di media sosial
Itulah fenomena yang terjadi akhir-akhir ini,si A menyindir B yang tersinggung si C ,si D ikut-ikutan baper dan mulai membuat serangan balasan ke si E ,melihat A B C D E  setan pun tertawa penuh kemenangan,apakah setan berhenti sampai disitu? tentunya tidak,maka jebakan setan yang lainpun segera dipasang,mari kita lihat


Kali ini jebakan setan dibungkus dengan baju dakwah dan ibadah,ya dakwah manis sekali mendengarnya bukan? melalui tulisan-tulisan dimedia sosial yang katanya ingin mengajak kebaikan,tapi terkadang kerap kita terjebak pada perangkap sombong karena kita sudah merasa alim ,
Continue Reading…

Kamis, 25 Februari 2016

Bukan Cerita Penggusuran

Hampir 20 tahun saya dan orang tua tinggal dan menempati rumah dinas sebuah kantor instansi pemerintah di kab pemalang,karena terlalu lamanya menempati rumah dinas itu sampai lupa bahwa sebenarnya rumah yang kami tempati hanya sementara,penggunaanya diperuntukan hanya ketika ayah saya bekerja pada instansi tersebut dan ketika mulai masuk masa pensiun maka rumah dinas itu tidak berhak kami tempati lagi ,sebagai anak ganteng yang masih tinggal dengan ortu ini, saya bisa marasakan sendiri bagaimana kesedihan dari orang-orang yang terusir.

Mungkin kalimat penggusuran terlalu berlebihan sebab menilik dari pengertian kalimatnya penggusuran  adalah pengusiran paksa baik secara langsung atau tak langsung yang dilakukan  pemerintah setempat terhadap penduduk yang menggunakan sumber daya lahan untuk keperluan hunian maupun usaha.bahasa gampangnya disuruh pindah.

Tapi instruksi "disuruh pindah" yang terlalu mendadak ini bagi kami sudah tergolong unsur pemaksaan,akhirnya menjadi kepanikan tersendiri ketika kami bahwa hari itu juga harus angkat kaki,sebenarnya ayah saya sudah memprediksi mengenai hal ini makanya setahun yang lalu sudah ada planing dan 3 bulan sebelum instruksi mendadak itu ayah saya sudah membangun rumah.ketidak siapan beres-beres dan packing terus harus nyari mobil carteran pada hari itu juga kontan membuat seluruh persendian rontok ditambah lupa untuk mencari dukun sakti yang populer disebut pawang hujan itu untuk turut serta dalam prosesi ini sehingga kami tidak basah kuyup disaat beres-beres barang itu.

Continue Reading…

Sabtu, 20 Februari 2016

Luar Biasa akhirnya terkuak !

Senin 22 Oktober 2012 ini adalah tanggal terakhir postingan di Blog ini,dan sekarang tahun 2016 berarti dalam kurun waktu 4 tahun Blog ini hidup segan matipun hayuk.si pemilik berkhianat pada Blognya sendiri,sumpah setia sehidup semati seperti yang sudah di ikrarkan pada masa awal pembentukan blog inipun sudah tak ada artinya.

Blog yang beralamat di http://aanworld.blogspot.com, dengan kalimat "Sekitar Kita" sampai detik ini gak ngeh apa artinyapun menjadi yatim.sebagai Blog yang dikhianati majikanya sendiri dan mendapat predikat "yatim" maka bisa dipastikan blog ini berjalan tak tentu arah,tidak ada yang menyuapi dalam bentuk postingan,tidak ada yang secara rutin memeriksa dan mengajak konsultasi ke dokter tutorial,tidak lagi di ajak ritual BW berkunjung dan silaturahmi ke blog tetangga juga sekedar meninggalkan jejak dan komentar basa basi.
 
Karena  prihatin dengan kondisi seperti itu,pura-pura prihatin lebih tepatnya,maka setelah mengingat dan seterusnya,mempertimbangkan dan seterusnya,akhirnya memutuskan dan menetapkan bahwa  si pemilik berjanji untuk kembali merawat dan mengasuh blog ini (katanya).Inilah ikrar untuk kedua kalinya.yang membedakan ikrar kali ini dengan ikrar tahun sebelumnya adalah untuk ikrar kali ini tidak ada klausul "sehidup semati".si pemilik takut untuk berkhianat kembali dan juga takut tidak bisa memenuhi janjinya,si pemilik blog ini ingin mempraktekan pepatah cina kuno yang mengatakan bahwa "jika engkau tak bisa memenuhi janjimu lebih baik ngopi saja
Continue Reading…

Senin, 22 Oktober 2012

Bosan

Ketika bosan atas suatu keadaan, nikmati saja
Ketika kecewa atas suatu kenyataan, nikmati saja
Ketika menyesal atas suatu tindakan, nikmati saja

Siapa pun tentu pernah mengalami kebosanan, kekecewaan, dan penyesalan. Sebagian banyak dari kita ingin membuang kenangan tentang pengalam itu karena merasa terbebani, membuat suasana tidak nyaman. Tidak di pungkiri, memang itu mengenang atau terkenang masa itu dapat membuat suasan tidak nyaman, bahkan mungkin berakibat putus-asa, pesimis, tidak percaya diri, dsb.

Tetapi, yang harus kita ingat, bosan, kecewa, sesal, duka, luka, nestapa, getir, sedih, dan segala perasaan yang tidak pernah diharapakan adalah makhluk yang di-ada-kan oleh Kholik. Bukankah tidak mungkin Dia meng-ada-kan sesuatu tanpa hikmah? Kesukaan, kesenangan, dan kebahagiaan akan kita rasakan ketika kita menyikapi keadaan, kenyataan, dan tindakan dengan suka, senang, dan bahagia.

Biarkan perasaan dan pikiran kita menikmati bosan, kecewa dan sesal hingga sampai pada pengertian yang ragam. Bukankah setiap yang dilakukan adalah akibat dari apa yang kita yakini. Tidak mungkin ketika kita yakin bahwa diri kita ragu untuk melangkah kemudian kita melangkah; kalau pun mungkin, maka kita telah terlepas dari kesadaran.
Continue Reading…

Selasa, 28 Juni 2011

Usia

Kemarin di sebuah angkot saya bertemu dengan seorang lanjut usia. Tiba-tiba fikiran saya menyelusup begitu saja memasuki kedalaman otak bagian yang ngomongin psikologi  di usia yang sudah senja, kira-kira apa yang orang-orang fikirkan? Saya sendiri sih rasanya belum pernah berandai-andai bagaimana hari tua saya nanti. 

Apakah mereka ketakutan akan datangnya nafas terakhir? Apakah mereka melakukan hal yang paling baik yang mereka bisa usahakan demi mendapat hasil yang baik pula di kehidupan mereka selanjutnya? Atau mereka memanfaatkan waktu yang tersisa untuk melakukan apapun yang mereka inginkan selagi ada kesempatan? 

Lalu mata saya kembali menatap refleksi diri pada cermin di depan. ‘Jangankan nenek itu, saya pun bisa berakhir dimana saja.’ 

Jadi, saya berfikir dengan pandangan saya sendiri. Jika saya ditanya apa yang sedang saya lakukan dengan hidup saya ini yang kapan-kapan akan berakhir, saya akan malu untuk menjawab “I’m not doing anything.” Kesempatan dalam bentuk apapun yang diberikan harus kumanfaatkan dengan baik. Jangan sampai menyesal… jangan sampai menyesal… jangan sampai menyesal… begitu saya berbisik untuk mendorong diri sendiri. 

Semoga saya bisa melakukan semua hal yang baik yang bisa memuliakan dan mempermudah segala jalan saya menuju hal yang baik pula. Usia bukanlah semata-mata jumlah angka yang pernah ditempuh dalam satu kehidupan. Tak peduli usia banyak atau usia sedikit ( tua atau muda maksudnya :D ). Maka bagi saya, USIA adalah keberartian jangka waktu yang dipercayakan Tuhan pada kita. Ah, mudah-mudahan saya dapat selalu mengingat itu untuk selalu menjadi baik.

Continue Reading…

Selamat .... anda memperoleh bonus 100 SMS...!

### mEt mLM sAYaN9.. 9iE nAPa niYH?! ###
Sebuah pesan masuk segera kaubaca . Dan serta merta jantungmu berdegup kencang membayangkan wajah polos di balik sana yang kaubayangkan pastinya juga sedang memikirkanmu. Segera kamu mengembalikan waktu kepada saat paling berkesan dengannya. Dan hatimupun telah jatuh ke dalam lingkaran waktu yang tak lagi bernama. Naluri dan akal sehatmu buta oleh persepsi yang telah kamu bangun sendiri oleh kata-kata yang tersusun dalam smsnya.

### udAh Maem LoM nYh?! mW aQ bAWaiN aPA dR sINi?J ### 
Gambar senyum di akhir kalimat smsnya menandakan betapa hatimu sedang berkaca-kaca dalam gembira. Indahnya dunia! Kali ini kamu melayang seolah sang permaisuri yang dimanja oleh sang raja. Ia sangat memperhatikan dan mengagumimu, kawan. Padahal kamu nggak pernah tahu kalau aku sedang mengirimkan sms yang sama pada sekian orang, yang kesemuanya makhluk Tuhan sepertimu. Yang paling seksi, dan seksi sekali!. Hahaha. Kenapa kamu mudah sekali tertipu oleh sanjungan basa-basiku, gadis..?! Hati-hati wahai kamu kaum perempuan, hari ini bukan lagi jaman emak atau mbah buyutmu yang seumur-umur jarang ngomongin cinta tapi sekalinya mereka ngomong cinta, cinta mereka itu beneran.

Nggak yang kayak cintanya anak sekarang yang dengan gampangnya bisa diungkapkan lewat sms seharga seratus perak, atau setangkai bunga duaribu perak, atau sebatang coklat tujuh ribu perak atau cara-cara praktis lainnya yang kamu anggap sebagai simbol perasaan mereka yang begitu besar kepadamu.

Bullshit sumpah! Ia hanya ingin membangun persepsi tertentu dimatamu.

Continue Reading…

Senin, 20 Juni 2011

Adzan

Mobil itu melaju kencang. Berpacu di jalan yang tidak mulus. Salahkan saja hujan, sebagai perusaknya. Maka semua pihak merasa senang. Di dalam mobil, dentuman album metal paling anyar domba tuhan, dengan hentakan double pedal dan irisan dawai logam membentur-benturkan kepala ketiga anak muda usia penumpangnya. 

17:23. Langit pinggiran metropolitan masih dijilati matahari. Menyisakan rona senja yang memagut mata. Jalan yang dilewati mulai menyempit. Speedo meter menyusut sistematis. Musik meraung belum sampai di ujung kapasitas keeping bajakan. Adzan perlahan berkumandang mengiringi memerahnya warna langit. Di dalam mobil kini sunyi, metal domba tuhan dimatikan begitu saja. Ketiga pasang mata anak muda tampak jelalatan. Bagai elang melihat tikus tanah. Ketika sumber suara jelas menyembul di balik rimbun pepohonan, sumringah rona wajah mereka. 
Continue Reading…

Rabu, 15 Juni 2011

Mulai

dan sebuah catatan ingin ku tuliskan bukan bermaksud untuk bermain kata atau menumpahkan rasa..entah hanya saja ku hanya bisa berkata lewat tulisan saja,tapi mau ngomong apa yak??terakhir mbuka halaman ini november 2010,hampir setengah taun aku menghilang dari hiruk pikuk perngeblogan baik nasional maupun internasional,halah!

Ibarat sebuah perjalanan, satuannya adalah lancar sampai macet. Di antaranya bisa padat merayap sampai tersendat-sendat. Itulah perjalanan, itulah hidup. Jangan pernah berharap linear. Lurus, mulus, halus, lancar-car-car-car. Karena hidup memiliki dimensi, terikat aturan dan ketentuan. Maka membutuhkan kekuatan. Bukan untuk mengalahkan, apalgi saling menundukkan.

Maka kekuatan yang tak terkalahkan adalah ketabahan. Karena ketabahan adalah elastisitas. Ketika mengisi berarti dia mengosongkan, ketika mengosongkan berarti mengisi. Itulah dimensi hidup.

semoga tidak macet lagi,ngeblognya :P
Continue Reading…

Minggu, 28 November 2010

PERGILAH BERSAMA BAYANGAN ADAM

 Oleh :Hikmah
Gemericik air diatas bebatauan yang rindang. Bening. Mengalir tanpa beban yag berarti. Mengukir celah demi celah yang di lewati tanpa rencana, tanpa duka dan kecewa tentunya. Air itu pasrah saja kemana anak sungai membawanya bermuara. Pada jurang yang terjal sekalipun. justru keadaan itulah yang membuatnya makin bermakna. Menciptakan keindahan di alam semesta.

Sesekali Adnan melempar kerikil kecil ke arah sungai yang di anggapnya dalam. Berharap seseorang, mugkin juga malaikat, setidaknya ikan-ikan kecil muncul dari balik air sungai kemudian menghiburnya dari kegundahan penantian selama 30menit ini. Adnan tetap saja melantunkan lamunan panjang beriring gemericik sungai. Tanpa menyadari ada langkah kaki menghampiri.

Continue Reading…

Sabtu, 13 November 2010

Malam bagiku


Setiap orang akan berbeda dalam menyikapi berbagai gejolak hidupnya. Menyikapi hidup terkadang gampang-gampang susah. Gampang untuk bicara, susah untuk dijalankan. Adakalanya kita bisa berpikiran jernih sehingga semuanya nampak indah, dan adakalanya hati kita dalam keadaan gelap sehingga keluh kesah pun tak dapat dihindari. Keluh kesah dan ketenangan silih berganti menyelimuti perjalanan hidup kita. Dan semuanya sudah menjadi hukum Tuhan bahwa kehidupan ini memang selalu berputar, yang menjadikannya sebagai ujian, pelajaran, cobaan dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir.

Continue Reading…

Kamis, 11 November 2010

Bukan Soal Keyakinan,tapi tentang Perilaku...met pagi pak tif

Sementara Obama sudah meninggalkan Indonesia tapi pernak pernik beritanya masih saja di putar ulang,di komentarin banyak narasumber layaknya pertandingan sepakbola apalagi di jagat maya ini,
pun sebuah dagelan yang gak penting-penting amat kita bahas karena imbas kedatangan obama itu salah satunya adalah tentang tragedi "salamanya"pak tifatul ini.tidak tanggung-tanggung media internasionalpun ikut-ikutan ngebahasnya Media seperti Huffivgton Post,New York Post dan washinton post ramai-ramai mengritik hal ini,acara talkshow bergensi "The Colbert Report" bahkan menjadikan "tragedi salamanya" pak tif ini sebagai topik untuk di bahas dan kemudian di tertawakan bersama,simak video ini 

Continue Reading…

Senin, 08 November 2010

Berdagang Berita


Berita buruk
adalah berita baik
Berita baik
adalah berita buruk

Jika hukum dagang Jurnalistik seperti ini saya tak perlu repot-repot ikut-ikutan mengecam salah satu stasiun televisi ketika mereka menayangkan sebuah acara infotainment,yang terkadang isinya diluar nalar manusia.

Selalu terjadi lagi... Stasiun Televisi berbuat salah, dan kemudian cukup dengan meminta maaf,sesederhana itu, karena tidak ada sanksi lebih dari itu dan di lain waktu dan lain cerita, mereka akan kembali seenaknya menjual berita demi pendapatan dari iklan, Itu akan terus terjadi jika mental mereka para pekerja berita masih seperti sekarang ini:BERDAGANG BERITA

Continue Reading…

Sabtu, 06 November 2010

Menantang Matahari

Imbauan pemerintah untuk menghemat listrik tampaknya tidak berlaku buat sosok yang satu ini,"Lampu Jalan" Lampu jalan disini tidak pernah mati, walaupun disiang hari,sungguh lampu jalan yang baik dan tulus bekerja siang malam tak pernah lelah :( , 

Ia seolah olah menantang matahari yang sudah terang benderang menerangi bumi membantu manusia untuk bisa berjalan biar tidak tabrakan Mungkin ini berita basi,sebuah lampu nyala di siang hari bolong,sementara di beberapa tempat ritual "byar pet!"masih sering kerap terjadi walaupun "byar"nya masih lebih banyak dari "pet"nya tapi tetep Namun yang membuat aku jengkel petnya itu kadang terjadi ketika warga sangat membutuhkan penerangan, yaitu menjelang maghrib hingga jam sembilan malam.

Kembali ke Lampu Jalan yang nyala di siang hari bolong dengan anggunya.. :(  


Benarkah Lampu jalan itu benar-benar luar biasa?jawabanya luar biasa memang,luar biasa borosnya,mungkin lampu jalan yang saya temui ini tidak menggunakan sensor cahaya yang berfungsi agar lampu-lampu tersebut nyala atau padam dengan sendirinya ketika lingkungan di sekitar kita menjadi gelap. 

cara ngecek sebuah lampu jalan menggunakan sensor cahaya atau tidak,gampang saja tinggal dilihat di siang hari kalau cuaca tiba-tiba mendung dan gelap lampu-lampu itu akan menyala secara otomatis,nah kalau disiang hari masih menyala berarti kerusakan bukan pada pesawat televisi anda,,lho eh :P 

Harusnya sih pihak yang terkait secara berkala melakukan pengecekan atau istilah kerenya tera (kalibrasi) ulang sensor cahaya yang ada pd lampu-lampu jalan tersebut,sangat aneh jika pemerintah atau yang lagi memerintah atau calon pemerintah mendatang berbusa busa megkampanyekan hemat ini itu,tp dia nya sendiri borosnya naudzubilah!

ah lampu-lampu jalan yang terlalu baik hati. Engkau beramal cahaya yang sia-sia...


 
Continue Reading…

Minggu, 31 Oktober 2010

Hot Spotan di Pekalongan untuk siapa?

Oleh : Blog'de
 
Kalau jalan-jalan ke kota-kota atau Kabupaten hal yang menarik dan pertama saya cari adalah alun-alunya,di alun-alun ini biasanya saya duduk santai sambil menikmati segala yang ada,biasanya sebuah alun-alun kota/kab adalah representasi dari kota/kab itu sendiri,kita bisa menemukan kekhasan daerah tersebut dari alun-alunya
 
Kali ini saya berada di Kota batik Pekalongan,melihat tampilan alun-alun kota Pekalongan saat ini sungguh menyegarkan mata. Lapak-lapak pedagang kaki lima dan kantong-kantong parkir yang dulu tampak "mengotori" kawasan alun-alun, kini telah tertata rapi di seputaran lapangan. Di tengah lapangan, hanya ada hamparan rumput hijau yang terpotong rapi. Pemerintah kota tampaknya serius menangani penanda kota ini.
 
Saat saya menghidupkan perangkat wi-fi di laptop, tampak indikator jaringan hotspot berkedip-kedip. Ada empat sinyal wi-fi gratis di alun-alun Pekalongan, dengan kecepatan akses yang lumayan. Namun, keasyikan berselancar agak terganggu dengan kehadiran seseorang tak dikenal yang mendadak menghampiri dan mengamati gerak-gerik saya.

Saya pun melihat sekeliling, dan ternyata, hanya saya sendirian yang membawa laptop. Tidak ada gerombolan muda-mudi yang kerap saya temui di tempat-tempat yang menyediakan hot spot gratisan. Khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan, saya pun segera mengemasi barang-barang, dan beranjak ke mal yang berada tak jauh dari alun-alun.

Pemerintah memang telah menata ulang alun-alun serta memberikan fasilitas hotspot gratis. Namun, rupanya, fasilitas itu belum menarik minat para "hotspoters" Pekalongan. Buktinya, tak banyak pengunjung yang memanfaatkan jaringan internet gratis ini. Mereka lebih banyak terlihat bergerombol di kafe-kafe yang menyediakan fasilitas serupa.

Padahal, bila mau, para pengguna laptop dapat berselancar dengan sinyal wi-fi tak berbayar, sembari menikmati suasana serta sajian makanan dan minuman di seputaran alun-alun kota. Namun, ketidaknyamanan menjadi alasan para hostpoters ini enggan berlama-lama di rerumputan hijau alun-alun yang menggoda itu.

Ketiadaan petugas keamanan yang berkeliling di sekitar alun-alun menjadi salah satu alasan, mengapa kawasan ini "terlihat" tidak aman. Peran petugas kemanan ini penting, untuk memberikan kepastian kepada pengunjung bahwa kawasan ini benar-benar dijaga oleh pihak yang berwenang.

Selain petugas keamanan, rasa nyaman bisa dibentuk dengan "pengamanan bersama". Artinya, para pengunjung secara bersama-sama menjaga keamanan mereka sendiri. Caranya, tentu saja, dengan saling berinteraksi. Bila komunikasi telah terjalin, rasa saling percaya akan muncul. Tidak akan ada rasa curiga kepada orang di sekitar.

Untuk menumbuhkan ini, dibutuhkan waktu tidak sedikit. Diperlukan pula kontribusi pemerintah untuk menyediakan infrastruktur yang memadai agar menarik semakin banyak orang berlama-lama menghabiskan waktu di alun-alun.

Saat ini, memang, kawasan itu telah tertata rapi. Rerumputan hijau itu pun cukup nyaman untuk disinggahi. Namun, belum ada bangku-bangku taman di bawah rindangnya beringin besar di sudut dan pinggir lapangan. Di siang yang terik, kehadiran bangku di bawah rerimbunan pohon, pasti akan sangat menarik.

Bangku-bangku taman, juga lebih berguna bagi pengunjung ketimbang videotron raksasa di sisi timur lapangan yang hampir sepanjang hari menyiarkan iklan dari sponsor.

Pasokan listrik juga menjadi hal penting bagi para pemburu hotspot. Sebab, daya tahan baterai laptop seringkali tak maksimal. Soal ini, Pemkot dapat belajar dari Pemkab Batang. Di alun-alun kota tetangga itu, disediakan ratusan stop kontak beraliran listrik bagi pedagang dan pengunjung. Pedagang yang memanfaatkan listrik itu dimintai retribusi Rp 1.000 perhari. Sementara, para pengunjung yang mengecas laptopnya tak dikenai biaya.

Bila memang pemerintah serius mengolah kawasan alun-alun kota, maka hal-hal "perinthilan" macam ini pun seharusnya menjadi perhatian. Jadi, bukan hanya menyediakan fasilitas dan lantas mengabaikan efektivitas penggunaannya. Evaluasi harus terus dikalukan, agar proyek berbiaya mahal itu tak hanya menjadi sekadar "proyek mercusuar".
*foto dr sini 
Continue Reading…

Kamis, 28 Oktober 2010

Mulutmu Harimaumu Pak Ketua,, !

Bukan sok latah ikut2an mengecam pernyataan pak ketua DPR kita satu ini,tapi kayaknya harus di latahi bahkan kalau perlu di ekspos di tv biar kapok tuh..

dari ulah marzuki ali yang asal “nyeplos” ngomong pindah saja kedaratan kalau tidak ingin kena resiko tsunami,coba bilang ama warga jakarta yang kena banjir mulu,pindah saja kedesa apa mereka mau,atau gini saja khawatir kena gempa di daratan jgn tinggal didaratan tinggal aja dipegunungan, klo pegunungan khawatir meletus tinggal aja di lembah2, klo lembah khawatir kebakaran tinggal aja di pesisir, klo khawatir pesisir kebanjiran tinggal aja di pantai.... dstnya. khawatir terus kapan enaknya pak ketua?

Apa jadinya kalau pejabat sekelas Marzuki Alie tidak bisa menunjukkan rasa empatinya kepada anak negeri Sumbar yang sedang berduka karena kehilangan sanak saudara yang menjadi korban tsunami di Mentawai, selengkapnya begini pernyataanya pak ketua kita satu ini saya kutip dari sini

"Mentawai kan jauh. Itu konsekuensi kita tinggal di pulaulah," kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2010). "Kalau tahu berisiko pindah sajalah," imbuhnya. 
"Kalau rentan dengan tsunami dicarikanlah tempat. Banyak kok di daratan," sambungnya. 

Memindahkan orang, tidak sama dg mencabut pohon yg sudah berakar dari tempat tumbuhnya. Kultur budaya dan hidup di pantai tidak bisa disamakan dengan di daratan/pegunungan, begitu pula sebaliknya pak ketua.. 
Begini saja pak ketua,dari pada pak ketua koment sana-sini yang gak jelas dan menuai hujan kritik bahkan dari dalam partai anda sendiri mengkritiknya,ada baiknya saya ajari bapak membuat pernyataan yang sedikit elegant,kira-kira begini pak ketua 

Negara kita ini terletak di titik yang rawan bencana seperti gempa, tsunami, gunung berapi, topan, dll. Karena itu saya himbau kepada rakyat Indonesia agar selalu waspada dan senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pengurangan risiko bencana, bahkan sejak usia dini......

Coba pak ketua,bandingkan pernyataan bapak dengan saya enakan mana hayoo?? :P
 
Continue Reading…

Selasa, 26 Oktober 2010

Wedus Gembel

Tadi liat siaran berita tv rasanya sangat miris,
dari kemaren cuma mbaca berita isinya macet,banjir di jakarta.

Gempa Mentawai belum selesai dari tsunaminya,ayo pak presidenku cepat pulang,ini gimana? 

yang sabar ya poro sedulur kabeh.. 
teman-teman Bloger ada yang rumahnya dekat-deket gunung merapi gak?
kalau rumahku jelas dekat dengan gunung,namanya gunung slamet,berapi dan terkadang berdehem dehem mengeluarkan awan seperti wedus gembel kuwi lho,tp alhamdulilah gunung dekat rumahku itu sampai sekarang slamet-slamet saja,mungkin karena namanya Gunung slamet juga kali ye.. 

Teman-teman Bloger dari jakarta yang sabar juga ya,walaupun keadaan lagi banjir tapi tetep eksis Blogwalking,salut... 

gimana siapa saja yang rumahnya kebanjiran?siapa saja yang rumahnya kena gempa sumatra,siapa yang lagi pada ngungsi di kawasan gunung merapi...

wis ayo podo semangat lagi.......smoga smuanya baik-baik saja 

wedus gembel,kalau di BBC istilahnya apa yah??

gbr dari sini

Continue Reading…

KAU BALUT LUKA DENGAN JILBABMU


Ya Allah aku tak kuasa melihatnya, wajah putihnya berubah merah. Bagai kepiting rebus lunak siap santap. Karena air mata yang tertahan di pelupuk mata. Ingin aku menenggelamkannya ke dadaku agar segala beban tersandar, agar segala kerinduan tercurahkan. Agar dia tahu ada aku yang selalu ada untuknya ada aku yang akan menghapus air matanya.
“kenapa minta pulang?”
“capek, disini dari sore. lagian kalo pulangnya telat entar kena marah sama bunda”
Nesya berlalu menuju parkiran, kutarik tangannya, dia menoleh. Aku melihat air matanya terjatuh membasahi pipi, dagu dan jilbab yang dikenakannya.

“secapek apa sih? Sampai Nesya nangis kaya gini?
“siapa yang nangis. Tadi kena debu tahu!”
“ya udah kalo nggak mau ngaku. Kalo ntar dada kamu meledak gak sah minta tolong ya!”
“yyyeeeeeeeeee,,,,,,,,,,,,,,,,,, bom waktu kali!”

Ku stater motorku meninggalkan cafe faforit kita. Berjalan ke arah selatan menyusuri jalan penuh kenangan . kami bisu diantara lalu lalang kendaraan. Sebenarnya banyak pertanyaan di benakku. Apa yang terjadi pada Nesya? Kulihat traffic lamp berwarna merah. Aku mengerem motorku tepat di tangah-tengah pengemudi kendaraan yang lain.

“Kita belok kiri aja.”
“Belok kiri??? Kita kan mau pulang. Kalo mau belok kiri ngapain tadi kita berhenti?”
“Halooo Rama yang super cute. Yang berhenti kamu kaliiiii bukan kita! Lagian supirnya siapa lagi. Aku belon pengin pulang. Masih pengin di sini ngademin ati”
“Ya udah pulang aja sana! Masukin frezer”

Aku jadi kaya orang utan yang baru masuk kota melihat traffic lamp, buta huruf lagi. Sudah jelas ada tulisan KIRI JALAN TERUS la ini belok kiri pake acara berhenti nungguin trafic lamp berubah kuning . rasa-rasanya semua pengendara di sekitarku menertawaiku tanpa ampun. Aku masih menyusuri jalanan kota yang ramai. Ya tentunya masih ada sikecil Nesya di belakangku. Kenapa aku menyebutnya kecil??? Ya..............memang dia kecil. Bayangkan. Tinggi badan 148cm di umur 19th dengan berat badan 40kg. Kadang aku menyebutnya kurcaci. Sudah barang tentu dia marah. Tapi dia nggak akan marah disebut ‘cah cilik’. Dia bilang itu fakta. Bagiku Nesya adalah sahabat,adik,sodara bahkan kadang-kadang jadi musuh (kalo lagi berantem). Dari orok kita sudah bareng. Nesya lahir saat aku mulai balajar merangkak, kata ibu usiaku 2bulan. Dari belajar berjalan, dari TK sampai SMP bahkan di TPQ kita selalu bersama.

Kata Bapak Ibu guru kami, di sekolah maupun di TPQ aku jauh lebih pandai dari Nesya. Hal itu memang terbukti dari hasil rapor kami. Tapi nesya hebat dia selalu berusaha untuk jadi yang lebih unggul dari aku.walupun usahanya bisa dibilang sia-sia. Setiap penerimaan rapor kami selalu punya perjanjian. Siapapun yang lebih unggul dia berhak mendapatkan coklat merek terlezat dari yang tertinggal. Tentu saja aku yang selalu mendapatkan coklat tersebut.tapi aku tidak pernah menikmatinyya sendiri, aku selalu membaginya sama nesya.walaupun aku tidak membaginnya Nesya selalu memintanya secara paksa.
Kita masih melenggang diatas jalan raya. Melewati sebuah bangunan klise. Dulu aku sama Nesya belajar bersama selama enam tahundengan seragam merah putih kebanggaan kami. 

“Jadi inget Rama dulu, masih ingusan”
“Sekarang sya???”
“Sekarang upilan. Tu jorok banget!”
“Hihhh,,,,,,,,,,,,,,,,ngatain orang. Dasar!”
“Hahahahahahahaha,,,,,,,,,,,”

Anganku terbang bersama gelak tawa Nesya. Andai kita tidak terpisah saat SMA. Aku pasti bisa ngemong dia dengan jarak yang sangat dekat dan intensif. Tapi apa boleh buat, aku cuma bisa memandang kesemrawutan nesya dengan jarak jauh. Nesya yang cuek, Nesya yang nakal. Sebenernya kita terpisah bukan karena sekolah kita berbeda tapi karena sudah ada yang menjaga nesya. Aku cuma mundur teratur. Tapi jangan salah, Nesya sekarang adalah manusia reingkarnasi dengan perubahan 180 . Biar tetep cerewet tetapi selalu mengontrol tutur kata. Kemanapun pergi jilbab selalu jadi tutup kepala. Sekarang waktu menyatukan kita. Ya walaupun sama-sama sibuk kuliah tapi selalu nyempetin ketemu, biasanya sih malam minggu kaya gini. Sekarang aku akan menjaga nesyaku, menjaga sobat kecilku. Syukur-syukur dia memang amanat dari Tuhanku untuk hidupku.

Aku marasakan pundakku mendapatkan sebuah beban, membuyarkan lamunan yang telah jauh menggantung bersama angin. Aku mencoba memeriksanya lewat kaca sepionku, sepertinya aku menemukan sesuatu disana.

“Ram,,,,,,,,,,,,,aku bolehkan pinjem pundakmu?”
Suara nesya mengagetkanku bersama dengan teriakan perempuan didepanku.
“Awassssssssssssssssssssssssssssssss,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Dan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,brakkkkk aku menabrak becak dengan penumpang perempuan paruh baya.
“Rama hati-hati dong.” Lanjut nesya

Kuhentikan motorku. Alhamdulillah tidak ada korban. Baik luka ringan, berat maupun korban jiwa. Cuma dadaku sekarang dagdigdug kenceng banget.melebihi nara pidana yang akan dieksekusi mati,. Melebihi pengantin pria yang akan mengikrarkan ijab kabul. Bukan karena abang becak yang ngomel-ngomel memarahiku. Tapi karena nesya, nesya menyandarkan diri sepenuhnya kepudakku, eeeee gak ding Cuma kening doang.
Kita masih diam memandangi keramaian lalu lalang orang yang bermalam mingguan. Kata Jamal mirdad “malam minggu malam yang panjang, malam yang asik buat pacaran” tapi itu tidak berlaku buat aku. Malam minggu kaya gini aku harus nemenin nesya yang manyun, menekuk wajah seperti burung hantu. Diketawain orang ditengah lampu merah, kena marah sama abang becak gara-gara naik motor meleng. Nesya turun dari motorku. Duduk disebuah bangku kecil dibawah pohon beringin.

“Jangan disitu entar dikira anak tuyul ilang. Lagian tu rebutan O2 sama om pohon, entar pingsan repot deh bawa pulangnya.”
“Ihhh ngasal banget sih. Biarinlah mati juga gak papa besok-besok malah mo bawa tambang kesini”
“Yeeeee,,,,,,inget kamu punya utang ma aku Rp10000 makan bakso kemarin. Bayar dulu baru mati”
“Ya Allah pelit banget sih. Duit Rp10000 ja di ributin”
“Bukan pelit. Justru aku sayang kamu karena duit Rp10000 itu bisa menghambat perjalanan kamu di akherat”
“Ram kalo kamu marasakan kerinduan diatas kebencian apa yang kamu lakukan?”
“Mang kangen sama sapa sih???”
“Seseorang yang dulu mengaku kalo aku segalanya.tapi sayang tidak ada yang abadi di dunia ini”
“Ihhh ngomong yang jelas dong!!! Mang siapa sih???”
“Aduhhhhhhhhh.”
“kenapa Sya?”
“Pengin pipis. Ketoilet dulu ya. Rama tunggu sini, nitip tas”

Nesya ngeloyor pergi sambil melempar tasnya. Aku Cuma bisa geleng-geleng kepala ngeliat tingkah nesya yang aneh. Susah ditebak. Memandang tas nesya seperti ada magnet yang menuntun tanganku untuk membukanya. Entah kenapa aku bener-bener penasaran ingin mengetahui isi tasnya. Eitsssss tunggu dulu aku bukan klepto lo. Aku Cuma pengin tahu aja, benda-benda penghuni tas nesya itu apa aja sih? Dengan seribu keberanian kubuka resleting tasnya. Mungkin aku nekad, tapi biarlah. Toh nyatanya rasa penasaranku mengalahkan segala rasa didalam diriku. Aku menemukan minyak angin dengan botol kecil, imut. Aku sempat terkekeh mendapatinya, mungkin orang-orang pikir aku gila, tapi biarlah yang apenting aku puas. Tu anak kaya nenek-nenek pikirku. Aku melihat dompet panjang dengan warna coklat muda bergambar tedy bear, dengan tangan gemetar aku raih benda itu. Sekali lagi aku tidak ada minat untuk mencuri, nyolong atau apalah. Aku sendiri masih heran kenapa rasa penasaranku sebegini besarnya? Kubuka dompet itu perlahan, Subhanaallah aku benar-benar tidak tertarik dengan sejumlah uang yang ada di dompet nesya, kartu ATM? Apa lagi KTP? Gak penting. Tapi aku benar-benar terkejut mendapati sebuah foto dengan wajah ceria nesya dengan seorang cowok.

“Rama ko’ gitu si?!?!?” tiba-tiba nesya datang. Marah. Aku jadi celungukan. Aku bener-bener bodoh diantara orang bodoh. Aku kayak maling yang aketangkap sama tuan rumah.
“Maf sya a,,,,,,,,,,a,,,,,,,,,aku tidak,,,,,,,,,,,”
“Aku ngarti, kamu nggak mungkin nyolong!!!!! Tapi aku gak suka kamu kaya gitu!!! Melanggar privasi tauuu”
“ Iya sya maaaf,,,,,,,,,,tapi jangan ujan lokal gitu dong”
“Mau tak banjiri sekalian!!!” 

kami berdua terdiam. Aku nggak perduli nesya marah atau nganggep aku kurang ajar. Yang merajai pikiranku sekarang adalah foto di dompet itu. Aku kenal cowok itu. Seperti halnya keberanianku mengobrak-abrik tas nesya. Aku pun harus punya keberanian untuk menanyakan hal ini. 

“Cowok itu siapa sya?”
“Dia yang dulu mengaku aku adalah segalanya. Tapi tidak ada yang abadi ram”
“jadi ini yang bikin nesya nangis, minta pulang dari kafe?”
“cewek mana yang tahan ngeliat orang yang pernah menyakitinya jalan sama cewek lain. Sama sepupu kamu. Sedang dalam segala perubahanku aku masih selalu memohon pada Allah, agar dia kembali lagi sama aku.”
“Kamu berubah karena dia, bukan karena Allah?”
“Entahlah. Aku jadikan jilbab ini sebagai benteng bukan tameng (kedok). Dalam keadaan sepertiku setan mudah mempengaruhi, jadi aku harus punya pegangan yang kokoh. Agama. Tapi sekarang semuanya berakhir. Aku kecewa karena lukaku sendiri.”

“Setetes embun untuk hati yang gersang.
Semoga”
Continue Reading…

Selasa, 19 Oktober 2010

The Miracle of Giving-nya salah tempat

Jadi kalau ada selebaran di mushola atau mesjid biasanya isinya tentang khutbah-khutbah,atau informasi ada kegiatan pengajian ,tapi selebaran ini yang saya dapat beberapa hari lalu waktu sholat jum'at agak sedikit aneh. 

The Miracle of Giving-Nikmatnya Sedekah lengkap dengan foto diri dari Ust.Yusuf mansyur.mari kita buka perhalaman selebaran itu;diawal halaman disana ada artikel yang membahas tentang khasiat sedekah dan mengutip beberapa khadits dan ayat tentang sedekah,halaman berikutnya ada testimoni-testimoni,tunggu ada yang kelewat! di cover depan ada tulisan ;Program ini dapat di ikuti oleh semua orang tanpa pandang bulu..bla..bla dan ini berlanjut sampai ke halaman 5 dan kesimpulan saya,selebaran ini tentang sedekah bersama.

Sedekah bersama? sound cool... apa coba yang nggak bagus dari sedekah,bersama-sama pula.Tapi,bukan seperti yang saya bayangkan rupanya.Program sedekah disini adalah program sedekah untuk siapa,mampu atau tidak dan sangat mengharapkan balasan dari orang lain.dengan cara kerja yang hampir sama dengan MLM.cari orang sebanyak-banyaknya biar semakin banyak balasan yang di dapat.

mau di katakan penipuan,ya bukan penipuan,pembodohan kalau menurut saya lebih tepatnya.disana juga tertera angka2 rupiah yang begitu menggiurkan sebagai total dari pendapatan yang di peroleh... busettttttttt saya kaga tega untuk menuliskan angka nominalnya.

kasian ustad yusuf masnyur namanya dibawa-bawa

ada-ada saja sih orang-orang sekarang bikin kayak ginian,benar-benar merusak makna sedekah yang sebenarnya,,, eh emangnya makna sedekah apa yak...*kabur*


Continue Reading…

Sabtu, 16 Oktober 2010

Facebook;ajang manipulasi diri??

Apakah anda pernah menulis status facebook misalnya ingin bolos kerja atau misalnya lagi anda berkeluh kesah di status facebook tentang atasan anda yang mengesalkan karena memberikan tugas yang berlebihan?sekali lagi ini cuman misalnya,tapi kalau jawabanya iya maka anda harus berhati hati mulai dari sekarang karena banyak intel-intel yang sedang memata-matai anda.

Publikasi Tempo (27 sept'2010) menyebutkan bahwa beberapa perusahaan pencari kerja memanfaatkan facebook untuk mengetahui seperti apa background seseorang,bagaimana interaksinya sehari-hari serta apa saja tema-tema yang menjadi minatnya,tempo mencatat beberapa perusahaan besar di jakarta facebook dan twitter menjadi komponen utama yang di gunakan divisi HRD untuk memantau kualifikasi seseorang,memantau apakah seseorang layak untuk menyandang posisi tertentu. Mungkin anda bisa saja memberikan jawaban yang standar ketika proses interview berlangsung dan memanipulasi diri,tapi anda tidak bisa berkelit ketika di hadapan anda disodorkan print out hasil status-status facebook atau twitter,pihak perusahaan akan menganalisa siapa diri anda sebenarnya dari status-status itu. duuh segitu pentingnya yak? 

Penting banget menurut saya pribadi, sebab semua yang anda tuliskan di status adalah jejak yang menjelaskan siapa anda sesungguhnya.bahkan anda tidak butuh seorang sherlock Holmes untuk mengetahui semua fakta itu,anda hanya cukup mengumpulkan semua status saja dan kemudian di kaitkan satu sama lain,saya jamin anda sudah bisa mengetahui karakter seseorang hanya melalui apdet status, masih nggak percaya? mari saya tunjukan bukti yang lain.

Coba lihat saja kerja seorang psikolog/psikoanalisa untuk menganalisa kepribadian mereka mencatat semua struktur kalimat yang anda lepaskan lalu menganalisanya secara mendalam dan seksama bukankah hal itu dilakukan dengan mengamati status facebook seseorang?anda boleh saja tidak setuju dengan saya karena semuanya bisa di manipulasi mulai dari poto profil,info,status hubungan, dll, oke itu hak anda tapi ingat ketika anda memanipulasi sesuatu ,semua itu harus berjalan konsisten dan terus menerus,pertanyaanya adalah seberapa konsistenkah anda dengan memanipulasi diri di facebook?lebih berbahaya lagi nanti kalau ada peneliti yang menyimpulkan bahwa tatkala kita memanipulasi diri di facebook maka itu adalah cerminan diri kita juga,

nah sekarang marilah kita berefeksi seperti apa posisi sosial kita di dalam facebook ?

Continue Reading…

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Check Page Rank
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com