Catatan pribadi tentang apa saja
Tampilkan postingan dengan label merajut kesadaran kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label merajut kesadaran kita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Maret 2016

Setan itu bernama Medsos


Media sosial yang kian menjamur seperti facebook,twitter,line,instagram,bbm dan masih banyak lainya maka sudah menjadi keniscayaan bahwa  media sosial  menjadi konsumsi sehari-hari bagi masyarakat banyak,alasanya bisa macam-macam.

Ada yang menggunakanya sebagai ajang curhat,menambah pertemanan dan lain sebagainya.manfaat yang bisa didapat tentunya banyak,sebanyak itu pula yang harus diwaspadai,seperti misalnya terlalu berlebihanya kita mengekspresikan kemarahan dan kebencian di media sosial
Itulah fenomena yang terjadi akhir-akhir ini,si A menyindir B yang tersinggung si C ,si D ikut-ikutan baper dan mulai membuat serangan balasan ke si E ,melihat A B C D E  setan pun tertawa penuh kemenangan,apakah setan berhenti sampai disitu? tentunya tidak,maka jebakan setan yang lainpun segera dipasang,mari kita lihat


Kali ini jebakan setan dibungkus dengan baju dakwah dan ibadah,ya dakwah manis sekali mendengarnya bukan? melalui tulisan-tulisan dimedia sosial yang katanya ingin mengajak kebaikan,tapi terkadang kerap kita terjebak pada perangkap sombong karena kita sudah merasa alim ,
Continue Reading…

Kamis, 25 Februari 2016

Bukan Cerita Penggusuran

Hampir 20 tahun saya dan orang tua tinggal dan menempati rumah dinas sebuah kantor instansi pemerintah di kab pemalang,karena terlalu lamanya menempati rumah dinas itu sampai lupa bahwa sebenarnya rumah yang kami tempati hanya sementara,penggunaanya diperuntukan hanya ketika ayah saya bekerja pada instansi tersebut dan ketika mulai masuk masa pensiun maka rumah dinas itu tidak berhak kami tempati lagi ,sebagai anak ganteng yang masih tinggal dengan ortu ini, saya bisa marasakan sendiri bagaimana kesedihan dari orang-orang yang terusir.

Mungkin kalimat penggusuran terlalu berlebihan sebab menilik dari pengertian kalimatnya penggusuran  adalah pengusiran paksa baik secara langsung atau tak langsung yang dilakukan  pemerintah setempat terhadap penduduk yang menggunakan sumber daya lahan untuk keperluan hunian maupun usaha.bahasa gampangnya disuruh pindah.

Tapi instruksi "disuruh pindah" yang terlalu mendadak ini bagi kami sudah tergolong unsur pemaksaan,akhirnya menjadi kepanikan tersendiri ketika kami bahwa hari itu juga harus angkat kaki,sebenarnya ayah saya sudah memprediksi mengenai hal ini makanya setahun yang lalu sudah ada planing dan 3 bulan sebelum instruksi mendadak itu ayah saya sudah membangun rumah.ketidak siapan beres-beres dan packing terus harus nyari mobil carteran pada hari itu juga kontan membuat seluruh persendian rontok ditambah lupa untuk mencari dukun sakti yang populer disebut pawang hujan itu untuk turut serta dalam prosesi ini sehingga kami tidak basah kuyup disaat beres-beres barang itu.

Continue Reading…

Senin, 08 November 2010

Berdagang Berita


Berita buruk
adalah berita baik
Berita baik
adalah berita buruk

Jika hukum dagang Jurnalistik seperti ini saya tak perlu repot-repot ikut-ikutan mengecam salah satu stasiun televisi ketika mereka menayangkan sebuah acara infotainment,yang terkadang isinya diluar nalar manusia.

Selalu terjadi lagi... Stasiun Televisi berbuat salah, dan kemudian cukup dengan meminta maaf,sesederhana itu, karena tidak ada sanksi lebih dari itu dan di lain waktu dan lain cerita, mereka akan kembali seenaknya menjual berita demi pendapatan dari iklan, Itu akan terus terjadi jika mental mereka para pekerja berita masih seperti sekarang ini:BERDAGANG BERITA

Continue Reading…

Sabtu, 06 November 2010

Menantang Matahari

Imbauan pemerintah untuk menghemat listrik tampaknya tidak berlaku buat sosok yang satu ini,"Lampu Jalan" Lampu jalan disini tidak pernah mati, walaupun disiang hari,sungguh lampu jalan yang baik dan tulus bekerja siang malam tak pernah lelah :( , 

Ia seolah olah menantang matahari yang sudah terang benderang menerangi bumi membantu manusia untuk bisa berjalan biar tidak tabrakan Mungkin ini berita basi,sebuah lampu nyala di siang hari bolong,sementara di beberapa tempat ritual "byar pet!"masih sering kerap terjadi walaupun "byar"nya masih lebih banyak dari "pet"nya tapi tetep Namun yang membuat aku jengkel petnya itu kadang terjadi ketika warga sangat membutuhkan penerangan, yaitu menjelang maghrib hingga jam sembilan malam.

Kembali ke Lampu Jalan yang nyala di siang hari bolong dengan anggunya.. :(  


Benarkah Lampu jalan itu benar-benar luar biasa?jawabanya luar biasa memang,luar biasa borosnya,mungkin lampu jalan yang saya temui ini tidak menggunakan sensor cahaya yang berfungsi agar lampu-lampu tersebut nyala atau padam dengan sendirinya ketika lingkungan di sekitar kita menjadi gelap. 

cara ngecek sebuah lampu jalan menggunakan sensor cahaya atau tidak,gampang saja tinggal dilihat di siang hari kalau cuaca tiba-tiba mendung dan gelap lampu-lampu itu akan menyala secara otomatis,nah kalau disiang hari masih menyala berarti kerusakan bukan pada pesawat televisi anda,,lho eh :P 

Harusnya sih pihak yang terkait secara berkala melakukan pengecekan atau istilah kerenya tera (kalibrasi) ulang sensor cahaya yang ada pd lampu-lampu jalan tersebut,sangat aneh jika pemerintah atau yang lagi memerintah atau calon pemerintah mendatang berbusa busa megkampanyekan hemat ini itu,tp dia nya sendiri borosnya naudzubilah!

ah lampu-lampu jalan yang terlalu baik hati. Engkau beramal cahaya yang sia-sia...


 
Continue Reading…

Minggu, 10 Oktober 2010

Siapa yang menggoda syetan

Siapa yang Menggoda Syetan? Syetan rupanya sangat bangga dengan tugasnya, menggoda manusia untuk berbuat jahat. Namun manusia yang satu ini rupanya juga penasaran. Kalau begitu, siapa yang menggoda syetan? katanya dalam hati. 

Orang itu tak lain Mukidin, pertugas pentakmir masjid di dekat rumahnya. Dia sekarang makmur karena bisa korupsi di sana sini. 

Suatu ketika Mukidin bertanya pada seorang Kiai Sufi. “Pak Kiai, syetan itu kan punya tugas menggoda manusia, lalau siapa yang menggoda syetan?” tanyanya agak sombong 
“Ya kamu itu yang menggoda syetan!” kata Kiai seraya mengumbar tawa. 

Mukidin pun ikut tertawa sampai-sampai perutnya yang buncit itu berguncang-guncang. Suasana sejenak hening, dan Mukidin hanya tertunduk sambil merenungi dirinya. Benarkah dirinya bisa menggoda syetan, sedangkan syetan dari ujung rambut hingga kakinya pun belum ia kenal? Setelah beberapa bulan ia menyadari akan tindakan buruknya selama ini, ia bertobat lalu mendatangi Kiai Sufi itu. 

“Benar Pak Kiai, saya memang sering menggoda syetan,” katanya. “Ya, kalau kamu tidak menggodanya, syetan tidak berani menggodamu,” kata Kiai itu yang disambut manggut-manggut Mukidin 

Continue Reading…

Senin, 04 Oktober 2010

Si Mahal Menubruk si Murah

hari-hari ini topik pembicaraan yang sedang hangat di SEKITAR KITA adalah apalagi kalau bukan tragedi kecelakaan KA di petarukan,pemalang.agak spesial karena saya sendiri rumahnya di daerah deket2 petarukan pemalang.saya kira semuanya sudah pada tahu tentang tragedi itu karena hampir semua media baik cetak,elektronik,maupun online serentak menurunkan laporan tentang kecelakaan itu,dan banyak cerita menarik yang tidak terungkap oleh media.

jam setengah empat pagi dini hari 2 oktbr tidak seperti biasanya banyak ambulan dan mobil polisi lalu lalang di sekitar jl.pemuda,tetangga bilang ada kecelakaan di petarukan,mulanya saya pikir kecelakaan biasa,setelah liat breaking news di salah satu stasiun TV baru saya tau telah terjadi musibah kecelakaan KA di petarukan

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UUN semoga arwah beliau-beliau diterima di sisi Allah sesuai amal kebajikan mereka di dunia. semoga para keluarga dan handai taulan mereka diberi kesabaran, keikhlasan, dan ketabahan menghadapi musibah ini,begitu reaksi spontan saya ketika mengunjungi TKP sekitar pukul 01.00 sabtu siang.

jujur saya cuman menonton di antara ratusan penonton lainya,udara yang panas,bau anyir dan gosong,ceceran darah adalah situasi siang itu.subhanallah inikah kalau kiamat itu terjadi?tak terasa buluk kudukpun berdiri.

seumur-umur saya belum pernah naik kereta,paling banter naek yang kelas ekonomi dan ini tidak saya hitung pernah naik kereta tapi naek gerobak..biarin! lho apa bedanya KA yang kelas ekonomi sama gerobak? jwbnya sama....*sama-sama gak ada bedanya

dan  kecelakaan kemaren di daerah saya bukan kelas ekonomi tapi satu kelas di atasnya dan yang menabrak satu kelas lebih tinggi dari yang di tabrak.saya kutip statusnya mas prie.Gs di pesbuk,bgini stats beliau

Tabrakan kereta di Pemalang Jawa Tengah itu sungguh mengerikan. Bukan cuma karena akibatnya, tetapi juga karena penyebabnya. Bayangkan, ada kereta murah yang berhenti untuk mengalah demi memberi jalan kepada kereta mahal. Bukan rasa terimakasih yang ia
terima tetapi malah ditabraknya. Sungguh simbol keadaan.

simbol keadaan?yap.. yang kaya menendang si miskin,yang tinggi mendepak yang di bawah bukankah keadaan-keadaan ini sudah menjadi hal yang lumrah terjadi di negeri ini.kecelakaan itu mari kita maknai bukan sebagai jalan tercepat menuju sorga,seperti ideologi para teroris itu,tapi mari kita sikapi sebagai momentum untuk kita merenung bersama bahwa ada hikmah di balik semua musibah


.
Continue Reading…

Rabu, 22 September 2010

Kearifan Untuk Indonesia

Beberapa waktu lalu, stigma (negatif) sempat menggempur Kepolisian Indonesia,karena keterlibatan sejumlah oknum polisi dalam kasus Korupsi & Suap.Tapi tidak jarang,POLISI JUJUR juga mndapatkan tuduhan tendesius yang lebih buruk dari yang sebenarnya.

Kini, kepolisian diuji dengan kebiadaban kelompok bersenjata.Terpojok karena kepercayaan masyrakat tidak lagi penuh kepada penegak hukum,geram karena teroris kerap mengancam rasa aman masyarakat & BeRDUKA karena rekan mereka gugur dalam tugas (dalam penyerangan ke Mapolsek Hamparan Perak, Medan, SUMUT 22/09/10).

3 perasaan ini, yang MUNGKIN saja dirasakan oleh kepolisian saat ini.Kalau polisi mengundurkan diri dari POLRI kira-kira kepada siapa masyarakat menyampaikan pengaduan? siapa yang akan mengatur lalu lintas agar kita bisa sampai segera ketempat tujuan atau mengurai kemacetan ketika malam hari di hari raya idul fitri (ditengah hujan deras atau panas yang menyengat) ? mengurus jenazah di TKP? mengungkap krminalitas, jaringan narkotika dan terorisme? menertibkan kerusuhan antar warga atau konser?melerai sengketa di masyarakat? datang pertama di lokasi kecelakaan lalulintas?

lalu,masihkah POLRI kita banggakan? masihkah kita butuhkan? Polri milik anda,saya dan kita, INDONESIA.Untuk itu, tidakkah arif,Mencintai, mengawasi dan menjaga apa yang kita miliki, seperti halnya POLRI?
Continue Reading…

Kamis, 29 Juli 2010

Birokrasi oh birokrasi

   G ue masih ngebayangin kenapa dulu kita nggak di jajah sama Inggris saja,kenapa Inggris dulu harus menyerahkan kembali Indonesia ke tangan belanda pada tahun 1816 itu? hitung-hitungan kasar gue sih kalo yang njajah kita Inggris,mungkin negara kita akan makmur,basa Inggris mungkin jadi bahasa resmi ke dua,rakyatnya tiap hari ber cas cis cus ngomong inggris mulu..dan survei membuktikan daerah bekas jajahan Inggris rata-rata makmur,hmm gue nggak akan mengkuliahi anda tentang pelajaran sejarah.

Adalah teman gue namanya Banjar yang harus banting tulang menjadi pelayan di sebuah restoran masakan Indonesia di kota Rijswijk (belanda), menjadi mahasiswa di negeri orang,Pemuda itu  harus membanting tulang dan merasakan lelah nya bekerja sebagai part time untuk menambah uang saku untuk menambah biaya hidup,agar bisa bekerja di restoran itu Banjar harus menunjukan surat keterangan tinggal sbg pelajar Indonesia,nah untuk mengurus surat itu banjar harus ke KBRI dg syarat harus membawa "sebuah- surat-lagi" terus untuk mendapatkan "sebuah-surat-lagi" banjar juga harus menunjukan "sebuah-surat-lagi-dan-lagi" , bisa kebayang kan gimana ribetnya urusan birokrasi disana?
Continue Reading…

Selasa, 30 Maret 2010

Rumahmu (Bukanlah) Surgamu

sebelum.....
sesudah....
RUMAHMU bukanlah surgamu, terutama kalau engkau bangun dari duit yang keliru. Misalnya, dari hasil menggelapkan pajak atau jadi makelar kasus. Rumah itu, akhirnya hanya akan dipotret wartawan bukan untuk dikagumi, melainkan untuk dicurigai. Untuk dibanding-bandingkan dengan berapa besar gajimu, lalu pantaskah dengan gaji sebesar itu engkau punya rumah semewah itu. Dan rumah itu akhirnya hanya akan engkau kosongkan karena ia sama sekali tak mendatangkan ketenteraman.

Continue Reading…

Jumat, 26 Maret 2010

Lukisan yang rusak

Suatu hari ada seorang pelukis terkenal sedang menyelesaikan lukisannya dan lukisan ini adalah lukisan yang sangat bagus. Sang pelukis ketika menyelesaikan lukisannya sangat senang dan memandangi lukisan yang berukuran 2×8 m dan sambil memandanginya pelukis tersebut berjalan mundur. dan ketika berjalan mundur pelukis tersebut tidak melihat ke belakang. dia terus berjalan mundur dan dibelakang adalah ujung dari gedung tersebut yang tinggi sekali dan tinggal satu langkah lagi dia mengakhiri hidupnya.

Continue Reading…

Minggu, 21 Maret 2010

Gagasan Elegan Melalui Tulisan

Coba bayangkan, seandainya kemampuan menyampaikan kritik melalui tulisan dosen kita tinggi, bisa jadi aksi jalanan yang terkesan “urakan” yang terjadi dalam aksi mahasiswa di beberapa daerah beberapa waktu yang lalu tak akan terjadi. Karena bagaimanapun, bukankah esensi dari aksi tersebut adalah menyampaikan gagasan dan aspirasi? Dan bukankah pula solusi yang disampaikan dengan kesantunan akan lebih menarik simpati dan terkesan elegan?

Sejarah telah mencatat hal tersebut. Bagaimana Multatuli, nama samaran Douwes Dekker melawan kolonialisme Belanda terhadap pertiwi lewat tulisan yang berisi sindiran atas kesewenangan kolonial Belanda terhadap pribumi. Simak juga Soekarno, Hatta, Natsir, Chairil Anwar, mereka senantiasa melakukan protes dan kritik sosialnya melalui tulisan-tulisan yang tajamnya melebihi sangkur senapan.


Continue Reading…

Sabtu, 20 Maret 2010

Senin, 15 Maret 2010

Mahasiswa Rusuh.......... (lagi)

Entah apa yang merasuki para mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, sehingga mereka melakukan amuk dalam forum pemaparan visi dan missi calon Rektormya? Yang jelas, kalau menyimak dari berita di bawah ini, para mahasiswa tersebut tidak puas dengan jalannya pemilihan kandidat Rektor yang, konon, tidak melibatkan mereka atau mahasiswa.
berita selengkapnya disini



mereka pun segera menuntut agar para Kandidat membuat "kontrak politik" dengan para mahasiswa tersebut dan, karena ditegur oleh moderator, mereka pun mengamuk! Apakah memang ada SOP yang mengatakan bahwa dalam pemilihan Rektor di negeri ini, mahasiswa menjadi bagian yang harus selalu dilibatkan? Saya tidak tahu. Tetapi bagi saya adalah absurd apabila mahasiswa menuntut "persamaan hak" dengan cara membuat kontrak politik.

Continue Reading…

Sabtu, 09 Januari 2010

PT Rekayasa Semesta

melalui suatu rekayasa bersama
berdirilah PT kita
dan melalui istikharah ulamayang terekayasa
akhirnya kita beri nama
PT Rekayasa Semesta

Mulai komisaris dan direktur kita
hingga pengurus pangurus lainya
telah berhasil ditetapkan berdasarkan rekayasa
PT bergerak disegala bidang usaha
mulai dari merekayasa benda benda
sampai manusia


Continue Reading…

Minggu, 15 November 2009

Mendengar


sederhana sekali mendengar!hal yang sepele tapi tidak semua orang bisa melakukanya,bukan karena ia tuli secara indrawi,tapi sebagian besar orang lebih suka berbicara dari pada mendengarkan orang lain,manusiawi memang ketika sebagian orang memiliki dorongan yang lebih besar untuk mengungkapan perasaan,pikiran,dan kehendaknya dari pada untuk mendengarkan perasaan,pikiran dan kehendak orang lain.
dari dulu kita diajari untuk lebih banyak berbicara dari pada mendengar,masih ingat ketika pertama kali saya duduk di bangku sekolah,pelajaran pertama yang saya dapat adalah bagaimana berbicara yang baik,bukan bagaimana mendengar yang baik..
"ini Budi,.ini Ibu Budi" dan sang gurupun merasa senang dengan metode seperti itu,dari pada misalnya dengan metode mendengarkan cerita guru kemudian menceritakan kembali cerita itu.
kitapun acap merasa lega karena sukses berdiskusi,apalagi bila orang yang kita ajak berdiskusi mengangguk angguk dan bertepuk tangan mendengar pendapat kita, dalam situasi 'terkini"  tampaknya masih banyak yang gemar berbicara, sehingga sangat sulit untuk menentukan siapa yang benar dan  siapa yang salah.

 selanjutnya Betrand russel,seorang fisuf dari inggris mengatakan :
Continue Reading…

Minggu, 08 November 2009

Paradok masa kini


kita mempunyai gedung yang semakin tinggi
tapi kesabaran yang semakin rendah
jalan yang semakin lebar
tapi sudut pandang yang semakin sempit
semakin banyak membelanjakan
tapi semakin sedikit yang dimiliki
semakin banyak membeli
tapi semakin sedikit yang dimiliki

punya rumah yang semakin besar
tapi kehidupan rumah tangga yang semakin terpencil
semakin banyak tersedia kesenangan
tetapi semakin sedikit waktu untuk menikmatinya
semakin banyak pengetahuan
tapi semakin sedikit kebijaksanaan
semakin banyak para ahli
tapi justru semakin banyak masalah
semakin banyak obat
Continue Reading…

Sabtu, 17 Oktober 2009

tentang copy paste


dalam sebuah majalah ada salah satu kolom yang bagi saya cukup menarik yaitu  tentang copy paste, dengan judul"Geliat Siswa Generasi Copy Paste",disana dijelaskan bahwa satu sisi negatif kemajuan teknologi adalah terlahirnya generasi generasi instant, bagaimana para siswa kita dengan satu klik saja dalam mesin pencari bisa mendapatkan apa yang diinginkan khususnya dalam menyelesaikan tugas tugas sekolahnya,lebih jauh disebutkan dalam artikel itu bahwa jika kecenderungan copy paste dibiarkan membudaya ,perkembangan intelektual siswa menjadi taruhan.selain berpotensi mematikan kreatifitas , juga mengindikasikan maraknya ketidakjujuran intelektual dikalangan sebagian siswa.
kira kira begitu inti dari artikel itu.

memang hebat efek dari  kemajuan teknologi,hanya dengan klik kanan siswa tidak usah repot repot pergi keperpustakaan mencari literatur2 yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugasnya.
menyalahkan sepenuhnya terhadap siswa juga rasanya tidak adil,apa lagi menyalahkan teknologi informasinya jelas tidak mungkin.seorang siswa yang bermasalah dengan ketidak jujuran intelektual bukan berarti tidak mempunyai daya kreatif, tapi karena mereka di besarkan dan terlahir oleh sebuah "sistem" pendidikan yang kurang memperhatikan wilayah kepribadian,
Continue Reading…

Minggu, 05 April 2009

Ketika kita kehilangan (2)

Hampir sepekan pasca kejadian situ gintung,menurut catatan hampir 100 orang yang meninggal dan masih banyak yang belum ketemu/hilang,sementara kerugian imateri mungkin lebih banyak dari kerugian materi.Rumah rata dengan tanah di sapu air yang jebol dari bendungan yang disebut situ itu,bingung ,panik, sedih mungkin seperti itu gambaran perasaan mereka yang menjadi korban.
Pemberitaan musibah ini hampir disetiap stasiun TV menyiarkanya,aku sendiri mengikutinya khususnya di tv one .
Mengutip pernyataan Ust.Arifin ilham dalam acara dzikir yang disiarkan langsung oleh stasiun itu,,"dibalik musibah ada rahmat..dibalik musibah ada hikmah..dibalik kematian ada Ampunan dosa..dari macam macam Musibah ada Tarbiyah Rabbaniyah ? pendidikan keagamaan"
sedangkan menurut Ust Jefry "musibah ini hendaknya menjadi cermin bagi kita semua untuk ,melihat diri kita sesungguhnya,kita bisa belajar kesabaran dari mereka ( para korban )
Bagi aku pribadi itulah bukti kebesaran Allah,mungkin juga mengingatkan kita semua ketika manusia merasa besar sendiri,ternyata ada yang Maha Besar.Ketika tangan - tangan manusia sudah tidak menghargai alam,ketika itu Allah memberi peringatan pada kita semua.Bukankah sudah jelas dalam Al Qur'an sendiri telah digambarkan bahwa kerusakan yang terjadi di muka buni ini karena ulah tangan manusia sendiri.

belasungkawa dan empati yang sebesar besarnya untuk para korban

Foto foto situ gintung sumber :




Continue Reading…

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Check Page Rank
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com