"ketokohan" saya itu kerap menjadi bahan rujukan atau pertimbangan bagi siapa saja yang membutuhkan pendapat saya,suatu ketika dalam sebuah interview di stasiun tv saya dimintai pendapat tentang bagaimana mengatasi korupsi di negeri impian ini,pada saat itu negeri saya tengah dijangkiti penyakit dan paham aneh,,apalagi kalau bukan KORUPSI pilis dan KORUPSI isme.
"..saya kira wajar wajar saja harusnya 20 m.."
itulah inti statement saya.ketika di mintai pendapat mengenai penyimpangan yang di tengarai merugikan uang negara impian berjumlah 10 m.bisa di prediksi pernyataan saya menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak,di tengah-tengah semangat pemberantasan korupsi pernyataan saya bisa di bilang melawan arus,banyak orang yang mencemooh saya,bahwa saya sudah kehilangan kiblat,tidak lagi memihak rakyat banyak.
kenapa saya bersikap demikian?
pertama,karena saya sudah tidak berdaya melawan hegemoni kekuasaan dan
kedua,sikap saya terlahir dari kebuntuan mencari solusi
ketika saya "mengiyakan" bahkan di lain waktu saya malah berkomentar


Adalah Westword, harian lokal di Denver, Colorado, telah memasang
sepotong iklan bagi mereka yang ingin melamar sebagai penulis resensi
mengenai ganja.




