Catatan pribadi tentang apa saja

Selasa, 28 Juni 2011

Usia

Kemarin di sebuah angkot saya bertemu dengan seorang lanjut usia. Tiba-tiba fikiran saya menyelusup begitu saja memasuki kedalaman otak bagian yang ngomongin psikologi  di usia yang sudah senja, kira-kira apa yang orang-orang fikirkan? Saya sendiri sih rasanya belum pernah berandai-andai bagaimana hari tua saya nanti. 

Apakah mereka ketakutan akan datangnya nafas terakhir? Apakah mereka melakukan hal yang paling baik yang mereka bisa usahakan demi mendapat hasil yang baik pula di kehidupan mereka selanjutnya? Atau mereka memanfaatkan waktu yang tersisa untuk melakukan apapun yang mereka inginkan selagi ada kesempatan? 

Lalu mata saya kembali menatap refleksi diri pada cermin di depan. ‘Jangankan nenek itu, saya pun bisa berakhir dimana saja.’ 

Jadi, saya berfikir dengan pandangan saya sendiri. Jika saya ditanya apa yang sedang saya lakukan dengan hidup saya ini yang kapan-kapan akan berakhir, saya akan malu untuk menjawab “I’m not doing anything.” Kesempatan dalam bentuk apapun yang diberikan harus kumanfaatkan dengan baik. Jangan sampai menyesal… jangan sampai menyesal… jangan sampai menyesal… begitu saya berbisik untuk mendorong diri sendiri. 

Semoga saya bisa melakukan semua hal yang baik yang bisa memuliakan dan mempermudah segala jalan saya menuju hal yang baik pula. Usia bukanlah semata-mata jumlah angka yang pernah ditempuh dalam satu kehidupan. Tak peduli usia banyak atau usia sedikit ( tua atau muda maksudnya :D ). Maka bagi saya, USIA adalah keberartian jangka waktu yang dipercayakan Tuhan pada kita. Ah, mudah-mudahan saya dapat selalu mengingat itu untuk selalu menjadi baik.

Continue Reading…

Selamat .... anda memperoleh bonus 100 SMS...!

### mEt mLM sAYaN9.. 9iE nAPa niYH?! ###
Sebuah pesan masuk segera kaubaca . Dan serta merta jantungmu berdegup kencang membayangkan wajah polos di balik sana yang kaubayangkan pastinya juga sedang memikirkanmu. Segera kamu mengembalikan waktu kepada saat paling berkesan dengannya. Dan hatimupun telah jatuh ke dalam lingkaran waktu yang tak lagi bernama. Naluri dan akal sehatmu buta oleh persepsi yang telah kamu bangun sendiri oleh kata-kata yang tersusun dalam smsnya.

### udAh Maem LoM nYh?! mW aQ bAWaiN aPA dR sINi?J ### 
Gambar senyum di akhir kalimat smsnya menandakan betapa hatimu sedang berkaca-kaca dalam gembira. Indahnya dunia! Kali ini kamu melayang seolah sang permaisuri yang dimanja oleh sang raja. Ia sangat memperhatikan dan mengagumimu, kawan. Padahal kamu nggak pernah tahu kalau aku sedang mengirimkan sms yang sama pada sekian orang, yang kesemuanya makhluk Tuhan sepertimu. Yang paling seksi, dan seksi sekali!. Hahaha. Kenapa kamu mudah sekali tertipu oleh sanjungan basa-basiku, gadis..?! Hati-hati wahai kamu kaum perempuan, hari ini bukan lagi jaman emak atau mbah buyutmu yang seumur-umur jarang ngomongin cinta tapi sekalinya mereka ngomong cinta, cinta mereka itu beneran.

Nggak yang kayak cintanya anak sekarang yang dengan gampangnya bisa diungkapkan lewat sms seharga seratus perak, atau setangkai bunga duaribu perak, atau sebatang coklat tujuh ribu perak atau cara-cara praktis lainnya yang kamu anggap sebagai simbol perasaan mereka yang begitu besar kepadamu.

Bullshit sumpah! Ia hanya ingin membangun persepsi tertentu dimatamu.

Continue Reading…

Senin, 20 Juni 2011

Adzan

Mobil itu melaju kencang. Berpacu di jalan yang tidak mulus. Salahkan saja hujan, sebagai perusaknya. Maka semua pihak merasa senang. Di dalam mobil, dentuman album metal paling anyar domba tuhan, dengan hentakan double pedal dan irisan dawai logam membentur-benturkan kepala ketiga anak muda usia penumpangnya. 

17:23. Langit pinggiran metropolitan masih dijilati matahari. Menyisakan rona senja yang memagut mata. Jalan yang dilewati mulai menyempit. Speedo meter menyusut sistematis. Musik meraung belum sampai di ujung kapasitas keeping bajakan. Adzan perlahan berkumandang mengiringi memerahnya warna langit. Di dalam mobil kini sunyi, metal domba tuhan dimatikan begitu saja. Ketiga pasang mata anak muda tampak jelalatan. Bagai elang melihat tikus tanah. Ketika sumber suara jelas menyembul di balik rimbun pepohonan, sumringah rona wajah mereka. 
Continue Reading…

Rabu, 15 Juni 2011

Mulai

dan sebuah catatan ingin ku tuliskan bukan bermaksud untuk bermain kata atau menumpahkan rasa..entah hanya saja ku hanya bisa berkata lewat tulisan saja,tapi mau ngomong apa yak??terakhir mbuka halaman ini november 2010,hampir setengah taun aku menghilang dari hiruk pikuk perngeblogan baik nasional maupun internasional,halah!

Ibarat sebuah perjalanan, satuannya adalah lancar sampai macet. Di antaranya bisa padat merayap sampai tersendat-sendat. Itulah perjalanan, itulah hidup. Jangan pernah berharap linear. Lurus, mulus, halus, lancar-car-car-car. Karena hidup memiliki dimensi, terikat aturan dan ketentuan. Maka membutuhkan kekuatan. Bukan untuk mengalahkan, apalgi saling menundukkan.

Maka kekuatan yang tak terkalahkan adalah ketabahan. Karena ketabahan adalah elastisitas. Ketika mengisi berarti dia mengosongkan, ketika mengosongkan berarti mengisi. Itulah dimensi hidup.

semoga tidak macet lagi,ngeblognya :P
Continue Reading…

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com