Catatan pribadi tentang apa saja

Sabtu, 06 Maret 2010

Kemanusiaan dan Kematian Sang Kucing

Sore itu saya berniat berolahraga. Kaos dan celana pendek beserta sepatu kets, itu yang saya kenakan. Di tepi jalan raya yang ramai, sekonyong-konyong saya melihat sesosok anak kucing berbulu putih dan bertubuh kurus kering tinggal tulang menerobos menyeberang jalan raya yang ramai oleh hilir mudik sepeda motor dan mobil. 

Firasat saya mengatakan bahwa saya terlambat sepersekian menit di tepian jalan raya itu. Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, kucing kecil itu terlindas sepeda motor yang melintas. Hati saya berdegup kencang. Di tepian jalan raya tersebut, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri saat kucing kecil tersebut menggelepar dan berdarah-darah, menunggu waktu untuk meregang nyawa. Saya pindahkan kucing malang itu dari tepian jalan ke dekat halte bercat merah.

Saya hanya diam terperangah dan tertegun. Saya pernah mempelajari pertolongan pertama pada kecelakaan, tapi teori yang saya pelajari itu untuk manusia, bukan untuk hewan! Ada panduan untuk menghentikan perdarahan di leher, tapi itu untuk manusia! Saya tidak tahu menghentikan perdarahan di leher kucing kecil tersebut karena kucing itu terlindas di bagian leher. Sekali lagi saya tertegun melihat kejadian itu dan tak kuasa memberikan pertolongan. Di hadapan saya, kucing itu meregang nyawa. Bukan sekali ini saya melihat kematian, apalagi kematian hewan, tapi yang ini berbeda! Saya pernah sekali waktu memegangi kepala kambing jantan untuk disembelih dan melihat kambing itu meregang nyawa. Kambing ini memang disembelih untuk kurban, tetapi kucing kecil yang terlindas itu mati di hadapan saya. sungguh suatu proses kematian yang berbeda.

Tak lama, pengemudi sepeda motor yang melindas kucing kecil tersebut menyusul ke belakang saya dan menanyakan apa yang terjadi. Saya bisa merasakan wajahnya begitu pucat. Bukan rahasia lagi bagi orang Jawa, ada semacam kepercayaan bahwa menabrak kucing sampai mati akan membawa sial. Itu kalau menabrak, dalam kasus ini pengemudi melindas, bukan lagi menabrak. Bisa dua kali lipat sialnya, barangkali. 

Kebetulan pengemudi ini berboncengan dan dua-duanya adalah perempuan. Dua wajah perempuan yang pucat dan sedikit ketakutan memandangi tubuh kucing malang yang sudah berhenti menggelepar itu. Sesaat saya sadar bahwa saya waktu masih sekolah ikut Pramuka. Saya belum dan tidak pernah lupa salah satu satya dari Tri Satya yang saya ulangi melafalkan setiap tahun pada malam 14 Agustus, potongan salah satu satya itu berbunyi "menolong sesama hidup". 

Dengan perasaan agak bersalah karena tidak bisa menolong kucing kecil tersebut, saya memutuskan untuk memberikan sebuah penghormatan terakhir yang bisa saya berikan yaitu menguburkanya dengan layak. Tubuh kucing yang telah membeku itu saya angkat dan saya bawa ke sawah .

Dua orang perempuan pelaku "tabrak tidak lari", untuk membedakanya dengan tabrak lari, mengikuti saya dari belakang. Saya putuskan meminjam cangkul dan mencari lokasi yang cukup baik untuk menguburkanya. Dengan berbekal kemampuan mencangkul, saya membuat lubang yang kira-kira kedalamanya cukup untuk mengubur kucing tersebut. Belum lagi selesai mengubur, tiba-tiba ada orang yang menghampiri dan menyampaikan bahwa apabila menabrak kucing sampai mati maka saat menguburkanya harus dibungkus dengan kain putih.

Tak ayal, dua perempuan tadi mengiyakan dan langsung bergegas mencari kain putih. Entah beli entah meminjam saya tidak tahu dan tidak mau tahu. Kain putih itu pun datang. Saya masukkan kucing malang tersebut ke dalam kain lalu saya kubur. Dua perempuan tadi pun mengucapkan terimakasih dan segera menghilang dari pandangan. 

Sebelum itu saya menenangkan hati mereka agar tetap tenang dan tidak berpikir negatif mengenai kesialan setelah melindas kucing sampai mati. Saya merenung setelah penguburan tadi. Ini baru kucing yang kecelakaan, bagaimana kalau manusia? Hal apakah yang bisa kita bantu saat ada sosok manusia yang mengalami kecelakaan? Akankah kita hanya berpangku tangan atau menunggu orang lain yang menolong? Sedetik awal pertolongan pertama sepengetahuan saya sangat berarti dalam menolong korban kecelakaan, tapi kita kadang membiarkan detik-detik itu berlalu begitu saja dengan dalih menunggu bantuan. Membiarkan detik berlalu dengan alasan menunggu bantuan itu sama saja seperti kejadian saya di atas yang akhirnya menyaksikan kucing itu meregang nyawa. Itu baru mengenai pertolongan awal. Saya belum dan tidak memikirkan kepercayaan orang Jawa mengenai kesialan akibat menabrak kucing sampai mati. Begitu juga dengan ritual-ritual yang harus dilakukan,Bukan apa-apa, saya terus terang saja tidak tahu dengan kepercayaan seperti itu. Saya memang orang Jawa, tapi mungkin saja belum "njawani", terbukti dari ketidaktahuan saya tentang ritual-ritual semacam itu.

Akhir kata, saya ingin memberikan pertanyaan kepada pembaca. Sudahkah kita peduli dengan sesama hidup yang sama-sama diciptakan oleh Sang Maha Pencipta? Hari ini apakah kita sudah menolong orang lain? Ah, saya jadi ingat prinsip dalam memberikan pertolongan. Sebelum menolong orang lain, tolonglah dirimu sendiri terlebih dahulu. Ternyata menolong orang lain tidak mudah.



*foto model,kucing saya sendiri di foto beberapa jam yang lalu

33 komentar:

  1. LOKOMOTIF, datang!! ijin parkir dulu yaaa....

    BalasHapus
  2. ngeri menyaksikaqn kejadian seperti itu
    eh, miris apa ngeri ya?? akh...ga da bedanya.

    BalasHapus
  3. "Sebelum menolong orang lain, tolonglah dirimu sendiri terlebih dahulu"

    Keren banget sob...

    BalasHapus
  4. pernh masuk pramuka ya kak! hafal dasadarma!

    BalasHapus
  5. nolong diri sendiri aja belum bisa, gimana mau nolong orang lain *kena timpuk*

    kalau cewek lebih cenderung sensitive sama keadaan di sekitarnya, jadi upaya bantu membantu orang lain itu bukan hal yang sulit, bahkan udah hampir jadi kebiasaan.. contohnya, nolong temen saat ujian gyahahaaaa..

    mkashy postingannya keren.. ^ ^

    semoga kucing itu bisa tenang di sana, dan yang ngubur dapet pahala.. aaaamiiiin

    BalasHapus
  6. salam sahabat
    ehm kok bisa gitu ya?lha akhirnya gimana?btw kucingnya saya suka he..he..imut imut

    BalasHapus
  7. @ Fi_kanvas virtual..lokomotif?silahkan parkir,bebas biaya parkir kok
    @ Rock,n elok ,,maksdnya apa yah,,gw juga susah njelasinya,,hikz nolong temen saat ujian?baguslaah tolong menolonglah..hehe
    @ wawan,,sebagai pramuka sejati harus apaal doonk,,haiah!
    @ dhana,ya gitu mba kelanjutanya kucingnya mati terus di kubur,,udah dech,tapi bukan kucing yg di foto itu loh,,kalo itu mah masih idup

    :42

    BalasHapus
  8. Luar biasa sahabatku ini, padahal belum tentu org lain mau melakukannya.
    Saya juga nggak terlalu paham soal kepercayaan2 itu tapi yang saya lihat di sini soal kepedulian kita kepada yang membutuhkan pertolongan.
    Nggak disangkal kita sering terlambat memberikan pertolongan pertama, mungkin karena alasan bingung, atau nggak punya bekal ilmu, atau bahkan nggak memiliki jiwa peduli.

    Btw, tadi aku dah baca serius dan terharu sampai di alinea aku ngakak juga. Itu loh yang: "foto model: kucing saya sendiri* hehehehe

    BalasHapus
  9. Yah..pd bagian akhir ketauan y, d Tag about your self sdh bo'ong neh. kt na g py 'pet', tp itu modelnya py capa. hayooo..??

    Anyway..gemes lo lht 'model' na 'n miris baca artikel na. hiks..1001x

    Keep intouch

    BalasHapus
  10. @ ica..paling ngga kita punya rasa peri kehewanan gituu
    @ sri,,hehe udah di klarifikasi soal itu mba

    BalasHapus
  11. salahsatu contoh kepedulian kita ni thdp binatang,

    ssstt...
    sikucingnya main gitar thu,,,,
    nyanyi apa yaaa,,,?

    BalasHapus
  12. @ Hdscene..kita harus peduli thd sesama..
    kucingnya lagi "nyetem" gitar broo..

    :29

    BalasHapus
  13. :19 kita punya pengalaman yang sama, ini membuat pandi teringat masa lalu yang sangat mengharukan, tiada yang bisa terucap kecuali doa yang akan selalu menyertai kepergiannya.. :28

    BalasHapus
  14. @ pandy gw kasian banget tuh sama si kucing,belom smpet gw tanyain namanya..:56

    BalasHapus
  15. salam sobat
    walaupun seekor kucing yg mati,terlindas motor,, tetap dikuburkan...kasihan kan..

    BalasHapus
  16. Cerita yg bermutu dari Kawan blogger yang pandai berolah raga, pandai menolong korban kecalakaan, pandai mencangkul, dan ini nih.. pandai menulis.
    Hebat euy!!! bagi atuhlah ilmu-ilmunya

    BalasHapus
  17. Innalillahi wa innailaihi raji'un.. Duh .. kasihan sekali, klo istri sy sampe tahu bisa nangis dia..

    BalasHapus
  18. Wah saya seperti ikut merasakan yang diceritakan itu. Dan terlepas dari permasalahan percaya-tidaknya tentang menabrak kucing, salut untuk tindakan mengubur tersebut. Kepedulian seperti ini kontras dengan menonjolnya sifat individualistis akhir-akhir ini.
    Ohya, tentang Radit, persan moralnya terkait beda merak jantan dan betina. Yang terkenal indah itu adalah merak jantan. kalau betina dikatakan tidak menarik. Lengkapnya sudah saya jawab di sana, karena panjang..heheheh.
    Terima kasih sobat. Sukses selalu utk blognya.

    BalasHapus
  19. Selamat pagi kawand... hadir lagi disini...

    BalasHapus
  20. Innalillahi wa innalillahi roji'un.
    untung yang nabrak tidak lari-lari.
    eh, tidak tabrak lari maksutna.
    moga tidak terjadi apa² pada yang nabrak..

    BalasHapus
  21. satu hal yang pasti perbuatan sahabat sangat mulia ...

    BalasHapus
  22. ketika banyak orang tidak perduli terhadap sesamanya, sahabat telah melakukan tindakan yang luar biasa dan patut menjadi contoh bagi yang lain.

    BalasHapus
  23. Hikz.. hikz..
    Uwaaaaaaaaaaa :19

    dhe sayang banget sama kucing. pernah liat kucing tertabrak, ampe nangis sekuat2nya..

    btw.. kucingnya lucu banget (yg dipoto)

    salam kenal^^ dr ungaran :D

    BalasHapus
  24. saya sendiri terkadang heran, terkadang jika ada org yang menabrak kucing takutnya luar biasa, tetapi jika menabrab manusia...dia kabur tdk bertanggung jawab, padahal manusia adalah mahluk Tuhan paling sempurna

    BalasHapus
  25. :16 Kucingku mati juga ditabrak sepeda motor, Alhamdulillah sekarang dapat lagi si belangtelon!

    BalasHapus
  26. :26 Dalam menolong kita memang tidak dapat memaksakan orang lain, hanya mereka yang punya naluri menolong saja yang bakal cepat bertindak! Ayo kita saling tolong menolong selagi kita bisa melakukannya!

    BalasHapus
  27. lucu brow kucingnya, mending miara kucing anggora lebih lucu lg brow

    BalasHapus
  28. yg sial tuh kucingnya sam... :28

    BalasHapus
  29. :19 jadi inget, waktu kucing item saya mati. Saya sendiri yang menguburkannya :19

    Kepedulian dan empati kepada sesama makhluk hidup kadang masing kurang (ini untuk diri saya sendiri. Dengan cerita ini, semoga saya bisa mengambil hikahnya. Insya Allah...

    BalasHapus
  30. daku punya kucing lohh... :P

    BalasHapus
  31. baik hati banget nih mas aan.. manusia emang harus gitu yah, tidak cukup hanya memiliki sifat berprikemanusiaan tapi juga berprikebinatangan.. hehehe

    BalasHapus
  32. aq salut ama kamu sob, bicara kucing jadi ingat waktu aq masih kecil yg belum ngerti apa2, saat itu aq lagi main cat, dan kebetulan ada kucing tetangga q yg lewat depan aq, kucing tersebut baru beberpa hari lahir ke dunia, iseng aja, maklumlah masih kecil, kucing tersebut aq ilesin cat, ternyata sorenya kucing tersebut mati dan aq dmarahin aama pemiliknya, pengalaman yg g akan pernah aq lupakan sampai saat ini.... y mang kucing kata orang jawa itu malati, g tau apa sebabnya.... ada juga yg cerita waktu aq masih sekolah dulu kalau kucing itu kawulane sahabatnya Nabi Muhammad SAW "Abu Hurairah" kucing itu binatang kesayangannya Abu Hurairah

    BalasHapus
  33. Bike Attachments : What youre saying is completely true.
    Dog Crates Article I know that everybody must say the same thing, but I just think that you put it in a way that everyone can understand. I also love the images you put in here. They fit so well with what youre trying to say. Im sure youll reach so many people with what youve got to say. Diamond Blizz

    Kind Regard

    Juns

    Best to Download

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com