Catatan pribadi tentang apa saja

Jumat, 18 Juni 2010

Teh Poci



Kalau berkunjung ke Tegal,mampirlah untuk mencoba teh Poci yang banyak di jual di warung2 makan atau warung2 lesehan sepanjang jalan kota itu.Identitas warteg (warung tegal) serasa kurang pas jika tak menyuguhkan Teh Poci.Teh Poci yaitu teh diseduh dalam poci (cerek kecil) dari tanah liat dan ditambah dengan gula batu dan diminum panas-panas, minuman ini sangat disukai oleh masyarakat Tegal, Slawi, Pemalang, Brebes dan sekitarnya.

Ada istilah teh poci "WASGITEL" singkatan dari wangi, panas, sepet, legi, lan (dan) kentel (kental), yang artinya teh panas, manis, wangi beraroma bunga melati dan berwarna hitam pekat/kental. 

Teh Poci biasanya menggunakan teh (hijau) melati yang mengeluarkan aroma yang khas,Poci yang digunakan untuk menyeduh teh poci biasanya bagian dalam pocinya tidak pernah dicuci tetapi cukup dibuang sisa tehnya saja. Hal ini dipercaya masyarakat Tegal kerak sisa teh tadi akan menambah cita rasa dan aroma teh poci menjadi semakin enak.Di luar daerah Tegal teh poci dapat dijumpai di warteg (Warung Tegal). Perangkat minum teh poci yang asli adalah poci (cerek kecil) dan cangkir dari tanah liat.

Nikmatnya teh poci dari Kota tegal memang tak terkalahkan.... banyak juga lho turis jauh-jauh datang ke jawa hanya untuk mencoba mencicipi nikmatnya teh satu ini bahkan mereka membawa pulang set poci dari tanah liat untuk oleh-oleh dan souvenir. Tidak ada jam yang tepat untuk menikmati teh ini layaknya di jepang dengan upacara minum tehnya atau di inggris tiap sore.

Continue Reading…

Selasa, 15 Juni 2010

Tentang Video Porno,Santai saja.. (?)

gambar disamping ini saya ambil dari detik edisi 15/06/'10 sebuah judul yang menurut saya agak sedikit lebay mode;on..tapi bukan media namanya kalo ngga' bikin yang heboh2 ..


Heboh video seks yang dinisbahkan kepada artis-artis kondang, Ariel Peterpan  dengan Luna Maya  dan Cut Tari, sudah menciptakan wacana publik dan aksi pro kontra yang memiliki dampak sosial, budaya, dan politik sangat serius. Publik tentu menyikapi fenomena ini sesuai dengan ukuran-ukuran moral dan kemampuan penalaran mereka masing-masing berikut implikasinya baik yang dimaksudkan maupun yang tak dimaksudkan. 

Menariknya, para pelaku yang sekarang sudah dipanggil oleh penegak hukum (Polri) tampaknya menyikapinya secara sangat kalem dan tanpa ada bayang-bayang kecemasan, apalagi perasaan malu, sebagaimana yang diperlihatkan oleh bahasa tubuh, ucapan, maupun tampilan wajah mereka. Ini sangat berbeda dengan respons yang biasanya muncul manakala kasus semacam video seks seperti ini muncul di publik. Para pelaku atau yang disangka pelaku, umumnya mencoba menghindar dari media dan publik dan kalaupun harus berurusan dengan Polisi, mereka umumnya sangat khawatir identitas dan sosoknya diketahui. Ini tentu bukan karena ketiga orang pencipta video tersebut merasa difitnah atau karena video tersebut palsu. Saya sangat percaya keterangan ahli IT yang juga anggota DPR-RI, Roy Suryo , bahwa keaslian video tersebut 100%, bukan hanya 99% seperti kesaksian dari ahli lain. Karena itu, menurut hemat saya, sikap ketiga artis tersebut harus dijelaskan dari perspektif lain. 

Bagi mereka, apa yang mereka lakukan bukanlah sesuatu yang harus disesali atau dianggap melanggar norma karena berada dalam domain pribadi. Dalam wawancara di TV One, malahan kesan saya, mereka merasa menjadi korban dari penyebaran video yang dianggap sebagai bagian dari ranah "privasi" atau hak pribadi mereka. 

Saya membayangkan, sekiranya kasus ini terjadi pada dua dasawarsa yang lalu, bukan saja pandangan ini tidak akan bisa ditampilkan di depan media dan publik dengan begitu terang-terangan, bahkan untuk mereka tampil ke ruang publik pun rasanya sangat sulit. Kondisi seperti ini menunjukkan bagaimana persepsi sebagian dari anggota masyarakat kita terhadap seksualitas, pornografi, dan moralitas, sudah sangat berbeda dengan yang selama ini ingin dipercayai dan ditampilkan. Penampilan ketiga artis yang sama-sama tampil "biasa-biasa saja" dalam menyikapi kehebohan ini, adalah sesuatu yang harus disikapi secara rasional, bukan hanya sumpah serapah atau penilaian moral yang buruk. Kalau toh pada akhirnya mereka bertiga dan yang lain harus berhadapan dengan hukum dan sanksi hukum, maka hal tersebut memang merupakan sebuah konsekuensi dari sebuah tindakan yang melanggar hukum. Sebab, fenomena ini sejatinya bukan hal yang sama sekali baru. 

Saya punya asumsi bahwa ada banyak kejadian yang mirip seperti ini, namun tidak sampai menjadi konsumsi publik. Ia menjadi indikator bahwa kemajemukan paradigma dan persepsi serta prilaku mengenai masalah seks, moral, agama dsb memang tak dapat dielakkan dalam sebuah masyarakat terbuka dan majemuk di negeri ini. Hal itu membawa konsekuensi bahwa masyarakat Indonesia harus mampu menciptakan perangkat-perangkat sosial, politik, hukum, dan budaya yang dapat menyiasati dan mengatur perkembangan pesat dari kemajemukan di masa datang. Kalau tidak, maka yg terjadi adalah semakin lebarnya jarak antara persepsi dengan realita yang pada ujungnya membuka peluang bagi pengambilan keputusan atau kebijakan yang mengarah pada ketidaksiapan menghadapi perubahan atau hipokrisi. 

Kalaupun moralitas publik yang menolak prilaku dari ketiga artis tersebut ingin diberlakukan, setidaknya harus tetap melalui proses-proses yang tidak menutup kemungkinan bagi ketiganya untuk menyampaikan pandangan mereka. Sebab bisa jadi apa yang mereka lakukan adalah sebuah kenyataan riil yang ada ( kendati menurut anggapan masyarakat sangat menyeleweng), dan memiliki komunitasnya sendiri. Jika demikian halnya, maka hak-hak dasar dan pribadi mereka pun sejauh mungkin harus diayomi tanpa harus mengorbankan apa yang dianggap sebagai konsensus atau kesepakatan publik dalam hal moralitas dan kesopanan publik.

Kasus video seksual ini tentu juga sebuah kabar buruk bagi mereka yang menghendaki keseragaman, baik dalam pikiran maupun prilaku dalam masyarakat pluralistis seperti kita. Bisa saja orang-orang seperti para artis ini dihujat dan ditindas, namun eksistensi mereka tidak akan hilang begitu saja. Teknologi informasi dan jejaring sosial yang makin canggih, kian hari kian menuntut redifinisi terhadap apa yang dianggap wajar dan tidak, apa yang secara moral diterima dan tidak.

Para pemimpin agama, cendekiawan, guru, dan tokoh-tokoh informal serta para penguasa akan dihadapkan dengan tantangan yang muncul dari perubahan sebagai akibat makin cairnya batas-batas yang selama ini kita pakai. Tak mungkin lagi kita menengok kebelakang dan mengharap bahwa cara-cara penyelesaian masalah sosial dapat ditemukan rujukannya secara pasti.

 
Continue Reading…

Jumat, 11 Juni 2010

Rehat sejenak,liat bola

Kepada Siapa saja, curilah waktu barang sejenak dari kuasa kerja dan info-info serius. Seperti dulu di sekolah, teng…teng…teng - bel istirahat – kesempatan saya dan teman-teman sekelas bernafas lega. Menghambur serius keluar kelas, bersorak “Selamat tinggal rumus, huruf dan angka-angka serius!”

Layaknya Bis antar kota, saya dan Anda selalu butuh terminal. Harus ada tanggal merah di kalender kita, interval saat pertandingan serius. Penyanyi yang tersenyum dan menyapa saat reffrein, seperti petinju boleh bermanja duduk di sudut ring saat jeda antara ronde ke ronde. Siapa saja butuh jeda waktu untuk istirahat, rekreasi pergi ke “suasana lain”.

Sampai berapa lama, saya dan Anda mampu meladeni rutinitas serius? Kuat menahan akibat serius dari lingkungan sosial yang menyulap Siapa saja menjadi robot bernyawa? Perlu saling mengingatkan, tidaklah perlu melancong jauh dengan biaya mahal. Maka butuh jiwa kreatif mengemas peran teman, rumah, kantor dan lingkungan, sekaligus manfaat sebagai ruang rekreasi kita. Terlebih, bagi yang trauma bepergian, lantaran berita kecelakaan darat, laut, dan udara mirip arisan. 

Lupakan dulu berita soal videonya abang saya ariel gosip murahan ini cuekin aja,ngga perlu pusing juga mikirin penolakan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melakukan upaya hukum melalui deponeering terhadap putusan hukum dari PN Jakarta Selatan dan PT Jakarta Pusat terhadap gugatan pra -peradilan para pengacara Anggodo,endapkan saja dulu berita soal dana anggaran aspirasi yg diusulkan Golkar tapi....

lihatlah malam ini adalah kick off pertandingan Piala Dunia Sepakbola 2010 di Afrika Selatan, sebuah negeri yang sejak awal1990-an tak henti-hentinya telah menjadi sorotan ummat manusia sejagat..Lihatlah kemajuan tim "Bafana-Bafana" Afsel yang malam ini akan menjamu Mexico dalam pembukaan pertandingan yang disaksikan sendiri oleh Bapak Afsel, Nelson Mandela. Tim yang semula tidak begitu meyakinkan (peringkat 83 menurut FIFA), setelah dibesut oleh pelatih Carlos Alberto Parreira (CAP) dari Brazil, ternyata mampu membuat decak kagum lawan--lawannya: 12 kali bertanding tak terkalahkan secara berturut-turut termasuk melawan Timnas Denmark (1:0) pekan lalu! Kini Bafana-Bafana akan bermain di depan Sang Penakluk Apartheid, Nelson Mandela, sudah pasti akan semakin habis-habisan menampikan kebolehannya di lapangan hijau karena ini bukan sekedar olehraga, tetapi juga sebuah persembahan kepada sang Idola.


sekalian majang award dari Nuansa pena,Kian home,dan Oom Rame 
ucapan terimakasih yang tak terhingga bwt ketiga sahabat tadi dan bwt sahabat2 smuanya, hpy bloging :)






Continue Reading…

Senin, 07 Juni 2010

Kita dan tertawa


Duluuuu sekali,untuk waktu yang lama,,
rasanya tertawa menjadi barang yang sangat murah..
tampaknya kita tidak pernah memikirkan berapa lama kita butuh waktu untuk tertawa..
kalau perlu,menangis pun dengan tertawa..

tapi..semakin waktu beranjak,semakin kita mengenal dunia,yaa...sebutlah begitu..
rasanya tertawa menjadi sangat mahal..
tampaknya tertawa menjadi hal yang sangat langka...

begitu langkanya,terkadang kita mentertawakan diri sendiri, atau mungkin mentertawakan masalah yang sedang bertamu di kehidupan kita..
yaaa...mungkin itu cara terbaik,karena sulit rasanya menemukan celah untuk benar2 tertawa diatas waktu yang mengikat, dan dibalik masalah-masalah yang telah menjadi teman hidup kita..

akhirnya,pertanyaan2 berikut ini pun selalu menari di hati dan pikiran ku...
apakah sudah tidak ada lagi hal menarik di dunia ini?atau sudah sulit bagi kita untuk membedakan hal yang lucu dan bodoh?
oooohhh,,atau barangkali otot perut kita sudah kaku,,sehingga untuk digelitik saja sudah tidak mau berkerjasama dengan rahang mulut kita..
kapan terakhir aku tertawa..???
terlalu menyedihkan rasanya jika jawaban sesederhana itu saja tidak bisa aku ingat..
haaaahh,,, aku sangat rindu tertawa.... :)





Continue Reading…

Jumat, 04 Juni 2010

Obama Tolak tiga

Gagal lagi, gagal lagi. Presiden AS, Barack Hussein Obama, untuk ketiga kalinya menunda kunjungan beliau ke Indonesia. Sebelumnya, sudah dua kali dilakukan penundaan dengan alasan masih belum jelasnya hubungan politik antara Gedung Putih dengan Capitol Hill mengenai masalah-masalah yang terkait dengan krisis ekonomi dan juga UU Jamkesnas di AS. 

Sekarang alasan belum diketahui oleh publik, karena Presiden Obama telepon langsung kepada Pak SBY. Mungkin kita, publik dan warganegara Indonesia, tidak akan pernah tahu alasan yang sebenarnya. Kita mungkin hanya akan diberikan versi Deplu atau Istana Negara mengenai penundaan ini. Hanya yang jelas, kali ini tidak ada tawaran mengenai alternatif jadwal. Jadi bisa saja Presiden Obama tidak akan pernah ke Indonesia. Tentu ada pihak yang kecewa dan gembira (bahkan bersujud syukur) dengan pembatalan ke tigakali ini. Bagi kelompok yang kecewa dengan pembatalan ini,kunjungan kenegaraan Presiden Obama. di rasa sangat penting, bukan saja bagi RI tetapi juga AS yang selama lebih dari lima tahun belakangan semakin mendapatkan rapor jeblok di mata masyarakat Muslim, termasuk di Indonesia.

Kunjungan ini juga penting untuk membuat AS memahami betapa penting melakukan pergeseran kebijakan  yang terlalu berorientasi hard power (kekuatan keras) dan menjadi yang lebih beroientasi soft power (kekuatan lunak), dengan membuat Indonesia sebagai partner yang lebih produktif di bidang-bidang seperti pendidikan, budaya, anti kekerasan, deradikalisasi, dst. AS dan bukan hanya Indonesia yang akan sangat diuntungkan oleh kunjungan ini, karena kendati Obama sudah melakukan berbagai langkah pendekatan baru terhadap dunia Islam, tetapi beliau belum benar-benar bicara langsung dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dan yang mayoritas memiliki pandangan dan penghayatan keislaman yang moderat.Indonesia jelas memerlukan peningkatan dan kedekatan dengan negara-negara besar seperti AS ini untuk mempercepat pemulihan dan pengembangan diri ke depan. Indonesia juga memerlukan jejaring Internasional bagi kiprahnya dalam percaturan antar-bangsa agar kembali berperan seperti masa-masa Republik ini memimpin kelompok negara-negara Non-Blok. Peningkatan posisi tawar terhadap AS menjadi salah satu jalan yang bisa dipergunakan negeri ini secara efektif, khususnya jika Ri mampu menjadi mitra bagi penyelesaian konflik di berbagai kawasan yang sulit ditembus oleh AS selama ini. Last but not the least, hubungan psikologis Obama dengan Indonesia yang pernah mengalami masa kecilnya di Jakarta akan bisa menjadi modal bagi dialog-dialog antara kedua negara berkaitan dengan isu-isu vital seputar HAM, demokrasi, kerjasama militer, pemberantasan terorisme, hubungan lintas agama, dsb. 

Tertundanya kunjungan ini, sayangnya, bakal membuat sebagian kelompok yang anti-AS memanfaatkannya untuk menunjukkan bahwa pengaruh politik mereka cukup signifikan. Apalagi kalau nanti alasan yang dipakai Pemerintah untuk menjelaskan penundaan kunjungan ini tidak cukup beralasan atau jauh dari frame of thought publik. Justru spekulasi akan timbul, misalnya, jangan-jangan ini gara-gara Pemerintah SBY tidak dapat menyelesaikan soal Centurygate yang menyebabkan Sri Mulyani Indrawati (SMI), yang notabene memiliki raport yang bagus di AS, hengkang ke World Bank. Publik akan menganggap urungnya kunjungan Obama adalah sebagai isyarat bahwa Pemerintah AS kehilangan trustnya kepada Pemerintah SBY. Atau spekulasi dikaitkan dengan insiden penyerangan pasukan komando AL Israel terhadap para relawan kemanusiaan untuk Gaza di perairan Internasional yang menewaskan belasan orang. 

Jika Pemerintah tidak mampu menerangkan dengan baik bahwa gagalnya kunjungan Obama tidak ada kaitannya dengan peristiwa tersebut, maka makin sulit bagi pemerintah Indonesia menempatkan diri pada posisi netral. Sebaliknya, Pemerintah akan menjadi bulan-bulanan tudingan dan hujatan kelompok-2 yang menentang kehadiran Obama sebagai tamu dari salah satu negara sahabat RI yang paling dekat selama ini. Dan ini berarti akan lebih mempersulit penyiapan kunjungan Presiden AS tersebut di masa-masa yang akan datang.. 

well,jadi engga nya Oom Bery dateng kesini bagi saya pribadi engga terlalu berpengaruh bagi kehidupan perngeblogkan saya..toh saya masih kesulitan menyisihkan waktu barang 30 menit untuk Blog walking (BW)..*jelas ini perumpamaan yang tidak nyambung blass... :D

 
Continue Reading…

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com