Catatan pribadi tentang apa saja

Sabtu, 29 Mei 2010

Banalitas kasus Lapindo

Kalau kita mau jujur, sejatinya masalah Lapindo bukanlah hanya terletak pada PT Lapindo Minarak dan pemilik saham terbesarnya, Aburizal Bakri. Sejak 2006 ketika banjir lumpur mulai menenggelamkan sebagian desa-desa di Porong, prediksi keilmuan dan teknologi baik yang dibuat oleh pakar dari dalam dan luar negeri telah sepakat bahwa bahaya banjir lumpur akan bersifat long term dan karenanya perlu penanganan dari Pemerintah Pusat. Magnitude dari bencana banjir lumpur tersebut jelas sangat luas: setidaknya karena lumpur tidak akan terhenti kendati dilakukan penyumbatan, sehingga diperlukan relokasi perumahan penduduk yang sesuai dengan keperluan dan besaran yang ada. Jika tidak, maka masalah banjir lumpur ini bukan hanya soal kerusakan lingkungan, tetapi juga kerusakan sosial dan kemanusiaan.

di ambil dari detik Sabtu, 29/05/2010
Namun perkembangan sejak enam tahu lalu tampaknya tidak menunjukkan adanya penanganan yang tepat. Justru sebaliknya, sampai kini, bukan saja bencana itu telah merusak lingkungan dan prasarana transportasi dan ekonomi di Jatim, tetapi yang paling menyedihkan adalah penanganan bencana kemasyarakatan dan kemanusiaan yang belum tuntas. Malahan, berbagai berita mengenai kondisi para korban bencana Lapindo tersebut makin hari makin menunjukkan kecenderungan impunitas dari para penanggungjawab, di samping penderitaan manusia yang mengenaskan. Hari ini ada berita di koran bahwa beberapa korban bencana Lapindo terpaksa menjadi PSK karena kesulitan dalam kehidupan mereka setelah peristiwa tersebut. Jika berita ini benar adanya, eskalasi dari korban lumpur Lapindo telah semakin meluas, yaitu sampai kepada korban harga diri manusia (human dignity), bukan hanya soal harta benda dan ekonomi belaka. Nah, menurut hemat saya, semestinya negara sejak awak harus bertindak dan memaksa PT. Lapindo bertanggungjawab terhadap masalah relokasi tersebut. Sayangnya justru di sinilah persoalan kemudian menjadi berbelit-belit ketika aparatur negara baik pusat maupun daerah, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, hanya berfikir dan bekerja secara sektoral dan menggunakan sudut pandang sempit masing-masing sebagai acuan. Ujung-ujungnya, PT Lapindo yang memiliki dukungan politik sangat kuat dapat mempengaruhi kebijaksanaan publik secara sistematis dan menyiasati opini masyarakat secara massif melalui media massa yang dapat dibeli untuk iklan dan pengerahan pendapat para pakar dan pembuat opini.
warga porong peringati 4 th lumpur lapindo di ambil dr sini
Begitu pula, PT Lapindo telah mampu memegang para tokoh kunci serta ormas besar yang memiliki pengaruh di jatim melalui kooptasi. Sebagai contoh, ketika Pemilukada Gubernur Jatim berlangsung pada 2008, tak seorangpun calon yang bertarung yang memiliki agenda cukup serius untuk melakukan upaya politik dan hukum thd PT Lapindo sebagai platform politiknya. Sulit untuk menghilangkan kesan bahwa calon-calon yang berkompetisi pada saat itu sudah mendapatkan sesuatu sebagai imbalan untuk tidak mengutik-utik masalah yang satu ini sebagai bahan kampanye. Konsekuensinya, amanat penderitaan korban banjir Lapindo makin terlupakan karena semua yang memiliki kekuasaan telah terbungkam atau terhegemoni oleh kekuatan uang. Bahkan DPR yang mula-mula seolah punya keinginan untuk membuat semacam Tim ad hoc untuk masalah ini ternyata hanya tinggal bunyi janji kosong melompong. Toh rakyat Jatim yang ada di sekitar daerah bencana tersebut tetap saja memilih mereka kembali untuk duduk di DPR. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi apa yang disebut sebagai "banalitas" kasus Lapindo, sehingga kendati semua orang tahu bahwa para korban tetap belum disantuni dengan baik, tetapi tak ada keinginan untuk menggugat.

Bagi saya, kasus Lapindo adalah petunjuk paling jelas telah terjadinya proses pembusukan dalam politik di Indonesia paska reformasi. Pembiaran atau impunitas yang dilakukan aparat negara terhadap rakyatnya dan kemudian di "setujui" baik oleh seluruh komponen elite politik itu, sungguh merupakan sebuah kejahatan kemanusiaan yang mengerikan. Yang lebih mengerikan bagi saya, pada tataran masyarakat sendiri, tidak ada pula suatu greget atau rasa bahwa telah terjadi sebuah ketidak adilan terhadap sebagian dari saudara-saudara mereka. Mayoritas rakyat di jatim dan bahkan di daerah bencana tetap menganggap para politisi atau parpol yang bersekutu melakukan pembiaran layak dipilih sebagi wakil mereka di eksekutif dan legislatif. Quo vadis, kasus Lapindo?



ilustrasi gbr dari sini



Continue Reading…

Kamis, 27 Mei 2010

Let's go to colorful life

Kalo dipikir-pikir ga' semua bahasa Inggris itu cocok atau kedengaran 
enak di telinga kalo diartikan dalam bahasa Indonesia ataupun sebaliknya, apalagi bahasa anak muda sekarang alias bahasa gaulnya ala anak muda Indo.saya suka senyum2 sendiri kalo coba2 untuk terjemahin bahasa gaul kita ke dlm bahasa Inggris dan sebaliknya.

Ini saya kasih contoh sedikit ya.... Bhs gaulnya kita org Indo, kalo lagi kesal ama teman : " Ke laut aja lu " nah kita artikan ke bhs Inggris "You, go to the ocean " agak2 ga' nyambung kan ? terdengar aneh di telinga. ...

Kalo lagi ngerayu ato di rayu pasangan, bhs Inggris : " I love you baby " kedengaran romantik kan ? nah coba artikan ke bhs Indo : " Saya cinta kamu bayi "haaaa...lucu kan ?ada lagi nih..."

Oh so sweet " bhs Indo : " Oh manis banget " kalo yg ini mah biasa aja gitu, ada lagi nih...kalo mo ke Diskotik...anak muda sekarang bilang "Kita DUGEM yuk "DUGEM/ Dunia Gemerlap, artikan ke Bhs Inggris " Let's go, to colorful life", bingung kan ? sama, saya aja yang nulis sampe puyeng... btw, apa kalian juga punya kata2 gaul yg kalo diartikan agak2 aneh
atau ga' nyambung...?
 
Continue Reading…

Selasa, 25 Mei 2010

Terkait Whistle Blower

Inilah yang pernah saya khawatirkan akan terjadi terhadap Susno Duaji (SD) ketika dia mulai meniup peluitnya mengenai kasus-kasus korupsi yang membawa institusi Polri ke publik. Terlepas dari apakah perbuatan SD itu heroik atau tidak, yang sejak awal saya kemukakan adalah "backlash" (pukulan balik) yang akan diterima dari lembaganya, karena SD akan dianggap sebagai orang yang tidak mampu menjaga loyalitas, martabat, dan kehormatan corp. 

Di manapun di dunia ini, masalah yang satu ini sangat kontroversial dan dilematis. Kontroversial, karena ia pasti menciptakan pro dan kontra baik di dalam korps maupun di ruang publik. bagi yang pro, sikap SD memang sudah semestinya dilakukan karena kebenaran bagaimanapun mesti diungkap, no matter what! Bagi yang kontra, sikap SD adalah bertentangan dengan loyalitas dan kehormatan lembaga yang harus dijaga, kalau perlu dengan segala cara. Kebenaran, kalau toh itu memang ada, harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, misalnya dampaknya pengungkapan tersebut terhadap moral para anggota Polri.

Perkara meniup peluit macam SD ini juga dilematis. Di satu pihak, keinginan menumpas kejahatan korupsi adalah komitmen seluruh anak bangsa dan juga Pemerintah. Oleh sebab itu apa yang dilakukan SD adalah momentum yang barangkali tak akan terjadi lagi dan harus dimanfaatkan demi kemaslahatan bangsa. Di pihak lain, jika proses pemberantasan ini tidak terukur, maka akan membuat lembaga Polri sebagai sasaran tembak utama yang implikasinya akan bersifat nasional serta dapat memperlemah lembaga penegak hukum secara keseluruhan.

Bisa dibayangkan manakala Polri kehilangan otoritas moralnya secara nasional, maka seluruh proses penegakan hukum plus para penegak hukum Polri akan menjadi bulan-bulanan. Tak peduli apakah mereka Polisi baik atau setengah baik atau tidak baik, karena telah terjadi demoralisasi secara institusional, maka penegakan hukum menjadi goyah. Hasilnya adalah kondisi anarkis yang hanya membuat senang musuh-musuh bangsa ini. Karena itulah sejak awal saya sangat menyayangkan langkah "bombastis" yang ditempuh SD, kendati saya juga tak akan bisa dan tak mungkin mencegah. 

layaknya sebuah perumpamaan Jawa "kriwikan dadi grojogan" atau aliran air yang kecil, menjadi air terjun. dengan kata lain, masalah yang mula-mula bisa diselesaikan dengan resolusi konflik internal Polri, lantas out of control karena terbuka blak. Publik yang sedang marah dengan berbagai kasus korupsi dan inkompetensi para penegak hukum (bukan cuma Polri tetapi juga Kejagung, MA, Kehakiman, dsb) tentu akan makin marak kemarahannya dengan pelbagai issu yang dibuka oleh SD. Ketidak mampuan kepemimpinan Polri dan Pemerintah untuk mengelola persoalan, pada akhirnya mengarah kepada cara klasik untuk menghentikan masalah sekali pukul, yaitu jusrus membunuh seekor tikus dengan membakar lumbung! 

Saya melihat dengan menjadikan SD sebagi tersangka dalam dua kasus (Arwana dan Pemilukada Jabar) merupakan langkah kepepet dari Polri untuk menyelamatkan lembaga dari kerusakan lebih lanjut. SD lantas menjadi ikon dari mimpi paling buruk seluruh lembaga ini: keterpurukan martabat dan kehormatan korps, serta potensi ketidak loyalan yang akan menghancurkan kekuatan moral korps. 

Jika Pemerintah dan khususnya Presiden (yang notabene adalah atasan langsung Kapolri) diam saja dengan alasan menjaga netralitas, maka saya yakin sikap Polri akan semakin vulgar dan cenderung habis-habisan! Ibaratnya, Polri berada dalam kondisi "to be or not to be" ketika SD ternyata makin "ngeyel", tak mau berkompromi, menantang dan, ini yang repot, semakin mendapat banyak dukungan dari publik yang makin marah! Irasionalitas pembelaan korps akan bertabrakan langsung dengan irasionalitas publik yang marah dan haus akan "hasil" pemberantasan korupsi. 

Saya bisa saja salah. Bisa saja SD makin moncer dan Polri bisa ditundukkan publik. Atau Polri akan membungkam SD, lalu semua menjadi tenang kembali. Kalu itu skenarionya maka masalah ini akan berakhir manis. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana kalau dari "kriwikan" malah jadi "grojogan" lalu makin besar menjadi air bah yang akan memporak-porandakan Republik ini? 

Wallahu a'lam.

source : 
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/25/145064/16/1/Susno-Jadi-Tersangka-Kasus-Dana-Pemilu-Kada-Jabar
http://www.detiknews.com/read/2010/05/25/225233/1364087/10/pengacara-susno-nilai-polri-rekayasa-kasus-hukum-susno?991101605
http://suar.okezone.com/read/2010/03/24/59/315703/susno-pahlawan-kesiangan

 
Continue Reading…

Minggu, 23 Mei 2010

Perkenalkan ini selingkuhan saya..

Selingkuh?kaya' yang punya cewe' aja,walaupun saya sering baca2 tips n trik menggaet cewe tp entah kenapa keberuntungan belum berpihak,mungkin belum jodoh kali ya...Ngomong2 soal jodoh, saya sebenarnya sudah lama menjomblo, bahkan saya tidak pernah pacaran seumur hidup saya, entah karena saya kurang tampan atau saya kurang kaya. Padahal saya sudah berikhtiar dengan membuat semua akun di internet mulai dari facebook, friendster, hi5, mySpace, plurk, twiter, blog, multiply, hingga temanster. Saya juga sudah nge add friend semua cewe2 cantik dan artis2 imut mulai dari wulan guritno, dhea imut, Risty tagor, dian sastro, titi kamal, dewi persik, julia perez, hingga afgan. Tapi tak ada satupun yang nyantol sama saya..(Ini kutipan dari status apdet Fbnya Adi surya)

Selingkuhan saya ini bernama Merpati balap,panggil saja merpati.bukan cewe' apalagi cowo',bukan dari kalangan manusia apalagi golongan jin,tapi dari penyedia layanan blog gratis Wordpress.semuanya terjadi begitu saja,susah untuk di jelaskan dengan kata-kata itu kalau kau tanya mengapa saya selingkuh.Indah..ya selingkuh itu indah,apalagi melihat rumput tetangga lebih hijau,ada sensasi luar biasa,kenikmatan tersendiri dan rasa yang berbeda,maka ijinkanlah saya untuk bernarcis ria soal merpatiku ini.

Merpati lahir kemaren dari sebuah proses yang tidak terduga (baca:ngasal) dengan tujuan yang mulia untuk meramaikan hiruk pikuk dunia perblogeran baik nasional maupun Internasional,kau sendiri tau kan setiap hari beribu ribu blog baru lahir baik dari Wp maupun Blogspot,maka merpati ditakdirkan untuk menambah kesumpekan di ranah Blogosphere. 

tentang sejarah nama merpati,bisa kau baca sendiri dalam postingan perdananya yang berjudul "pertamah" postingan yang lain seperti :cerita tentang si Bram,semacam puisi,dan ada yang telanjang,

belum banyak memang, kan saya sudah bilang dia masih hijau..ah masa kau lupa sih..tapi yang jelas postingan2 yang berkesan "mengolok-ngolok bangsanya sendiri" seperti yang ada di blog ini,tak akan kau temui di blognya merpati.
dari tampilan dasbornya kau akan di manjakan dengan berbagai fiturnya,mau liat statistik?WP sudah menyediakan defaultnya.mau liat apdetan bloger lain?bisa..semua sudah di sediakan,tak perlu repot2 kau memajang foto diri di kotak follow.....dan juga file2 javascript sangat di haramkan di Wp,maka hampir semua blog dengan model WP loadingnya relatif cepat..rumput tetangga memang lebih hijau! ini contohnya..




 

ini cuman iseng,anggap saja kayak launching gitu atau latihan ngereview blog walaupun blog sendiri ,sungguh tidak ada maksud agar kau selingkuh juga...


tapi rumput tetangga lebih hijau..




Continue Reading…

Sabtu, 22 Mei 2010

Bocah Ajaib atau Media yang Ajaib

Bukan Media massa namanya kalau tidak senang membuat sensasi. Setelah beberapa waktu lalu media memberitakan ada anak yang menggunakan batu meteor bisa menyembukan penyakit (di daerah Jombang), kini muncul lagi di Bogor.berita selengkapnya disini atau di sini


Klik untuk memperbesar

Sudah berapa kali muncul fenomen histeria massa gara-gara berita seperti ini yang ujung-ujungnya makin membuat sakit bangsa ini makin parah. Sakit yang saya maksud, tidak bisa disembuhkan sejuta anak ajaib dari Bogor maupun Jombang (atau darimana lagi yang lainnya), karena ini adalah penyakit sosial, penyakit kultur. Gejalanya adalah, semua mau instant, semua mau cepat, dan semua mau sukses tanpa repot-repot usaha.

Bayangkan kalau di negeri ini ada seratus saja anak yang punya kemampuan seperti itu (dan betul), maka tutup sudah semua RS dan Kementerian Kesehatan RI. Indonesia akan menjadi tempat tujuan para penceari kesembuhan di seluruh jagad, lalu semua RS dan Fakultas kedokteran yang sudah dibangun ribuan tahun lamanya dinyatakan tidak ada gunanya. Semua gara-gara batu meteor dan anak ajaib.

Kalau bangsa ini selalu dicekoki dengan sensasi macam ini (dan dimotori oleh media yang konon paling rasional dan bertanggungjawab) maka sudah bisa dibayangkan betapa makin parahnya sakit bangsa ini. Saya tidak bisa dan tidak boleh melarang orang yang percaya terhadap fenomena ini, tetapi ya mbok mohon dihentikan sensasi-sensasi begini, khususnya oleh media massa. Peran anda adalah mendidik bangsa, bukan malah membuat bangsa ini makin menjadi irasional dan sakit. 



Continue Reading…

Kamis, 20 Mei 2010

Menyikapi "Everybody Draw Mohammed Day!."

Hari ini, 20 Mei 2010, selagi bangsa Indonesia merayakan Hari Kebangkitan Nasional, ummat Islam di seluruh dunia memprotes jejaring sosial Facebook. Alasan protest massif tersebut adalah pemuatan sebuah halaman (page) yang mengajak pengguna Fb (fbers) untuk menggambar Nabi Besar Muhammad saw, yang disebut "Everybody Draw Mohammed Day!." 

Pembuat halaman tersebut, konon, tidak bermaksud melakukan pelecehan dan penghujatan kepada agama Islam, tetapi sebagai pernyataan bahwa ia tidak takut kepada ancaman dari pihak atau kelompok yang menghalangi kebebasan berbicara. Reaksi terhadap halaman fb ini telah mulai menyebar ke seluruh dunia, dan khusunya negara-negara yang memiliki penduduk mayoritas Muslim, dapat dipastikan reaksi tersebut negatif. 

Persoalan ini merupakan sebuah issu yang sangat sensitif dan kompleks. Di satu pihak, ia berkaitan dengan keimanan  ummat Islam yang sejatinya merupakan hak dasar yang harus dilindungi. Namun di pihak lain ada pula hak dasar yang disebut kebebasan berbicara, yang juga harus dilindungi. Tabrakan seperti inilah yang  memerlukan kemampuan resolusi, apalagi bila issu ini telah mengglobal. Terlepas apakah statemen pembuat halaman tadi tulus, ataukah ada niat jahat dari pihak lain yg ingin mendompleng issu ini, yang pasti adalah munculnya keresahan yang sangat serius dari ummat Islam yang bisa jadi berdampak eksplosif.

Continue Reading…

Rabu, 19 Mei 2010

Yang Miring Gedungnya atau...?

saya sebagai rakyat yang mempunyai wakil di DPR , belum mengerti mengapa harus ada pembangunan gedung baru yang harganya "nggegirisi",  adanya kabar bahwa gedung Nusantara I itu, konon, sudah miring. Sepengetahuan saya, di mana-mana sebelum pembangunan gedung bertingkat tinggi dilakukan, pasti sudah ada hitung-hitungannya yang termasuk (tapi tak terbatas pada) usia dan kemampuan bangunan tersebut, serta kekuatannya.

Kalau sebuah bangunan seperti itu lantas sudah melampaui usia, biasanya dia akan di rubuhkan karena akan berbahaya. Atau kalau benar-benar berubah menjadi miring pun memang logis utk diganti. Masalahnya adalah, berita kemiringan gedung DPR itu tidak ada verivikasi ilmiah atau teknis yang bisa diketahui publik. Beda, misalnya, dengan gedung BPPT yang memang sudah melalui berbagai test yang bisa dipercaya, memang mengalami kemiringan. Dan mestinya Gedung BPPT itulah yang segera direhab atau kalau perlu diganti dengan yang baru. Sebab ini menyangkut nyawa ribuan manusia dan harta benda. Kalau yang ada di Gedung BPPT misalnya, cuma ayam, ya mungkin tidak terlalu mahal. Tapi ini kan para scientists dan para teknolog yang luar biasa dan tak ternilai harganya. Sayangnya, sampai sekarang gedung BPPT itu masih "meger-meger" dan tampaknya tidak ada setitikpun perhatian. Mungkin menunggu sampai ada peristiwa ulangan Gedung WTC runtuh seperti di New York, baru Pemerintah cawe-cawe.

Continue Reading…

Senin, 17 Mei 2010

Hujan

minggu yang basah,
Hujan semakin deras mengguyur diluar sana,kali ini angin kencang ikut bercengkrama bersama bulir hujan.gumpalan awan hitam semakin ramai berarah di muka langit,beberapa sayatan keperakan terlihat berkilau di kaki langit diantara warna kelam yang membungkus wajah langit petang ini. 

kalo lagi hujan-hujan gini selalu jadi alasan bermalas-malasan,apalagi hari minggu,sedikit memanjakan diri dengan berleha-leha . Hmm, udara pagi yang sejuk dan ‘basah’ adalah harta karun terindah bagi siapapun yang bosan dengan cuaca panas,apalagi di daerah saya tinggal walaupun bukan kota yang besar-besar amat tapi kalau hari sedang panas,saya biasa buka tutup pintu kulkas sampai beberapa kali,tapi pemandangan pagi ini berbeda,menjadi alasan pembenaran ketika ibuku teriak-teriak "..bajunya kapan di cuci..?"maka saya jawab seperti Ibu Guru SD ku dulu memberi pelajaran caranya membuat kalimat "jika dan hanya jika" jika hari hujan maka saya tidak mencuci baju.Itulah yang terjadi pagi ini.

Continue Reading…

Jumat, 14 Mei 2010

Polri Lawan Teroris Jago, Lawan Markus Loyo


Dahsyat! Barangkali itu semua ucapan yang pantas diberikan kepada Polri yang Tim Densus 88 nya berhasil membekuk sebegitu banyak tersangka teroris dalam seminggu. Bahkan hari ini, menurut siaran pers Kapolri, 5 teroris ditembak mati dan satu ditangkap hidup-hidup, di Cikampek dan Cawang. 

Saya berharap, semoga publik tidak mengaitkan penggrebekan yang satu ini dengan rame-rame kabar ditahannya Susno Duaji (SD) setelah diperiksa di Kantor Bareskrim kemarin. Sepintas, memang kecepatan dan kelihaian Polri dalam melakukan penggrebekan dan penangkapan para tersangka teroris harus diacungi jempol. Sayangnya, dalam situasi seperti sekarang, ada saja orang yang masih usil meragukan kinerja Polri, khususnya Densus 88 tersebut. Malah ada juga yang komentar, bahwa kalau tersangka teroris dapat ditangkap segitu banyak dalam seminggu saja, alangkah banyak jumlah teroris di negeri ini. Jangan-jangan memang teroris dan jejaringnya di seluruh Nusantara ini sudah berbilang ribuan, bukan hanya ratusan orang?

Continue Reading…

Rabu, 12 Mei 2010

Saga Pak Susno ,part 2

Sebenarnya, kasihan juga Pak Susno Duaji (SD) ini, andainya beliau bukan seorang jenderal polisi berbintang tiga. Orang sehebat beliau ternyata begitu mudahnya terkecoh oleh mainan politik yang bernama "Satgas Anti Mafia Hukum."(selanjutnya kita sebut Sargas saja). Bukankah semua orang yang rada berpikir sudah bicara dan memperingatkan, bahwa barang ini cuma mainan untuk mengecoh masyarakat agar mereka tidak lagi mempersoalkan follow up kasus Centurygate? Kalau soal kemampuan dan efektifitasnya memberantas korupsi dan mafia hukum, anak belum sekolah pun pasti sudah tahu, bahwa Satgas gak punya gigi. Ia bukan lembaga penegak hukum. Ia juga tidak punya kapasitas untuk melakukan peyidikan, penangkapan, maupun penahanan. Apalagi membantu seseorang yang sedang kena masalah hukum, seperti Pak SD. Satgas, tak lebih adalah semacam decoy atau alat untuk mengalihkan perhatian publik dari urusan besar dan maha serius dan punya implikasi politik luas: Centurygate dan sebelumnya tentu adalah Cicak vs Buaya.

Continue Reading…

Minggu, 09 Mei 2010

Ketika Celebs Nyalon


mengenai judul di atas "nyalon" tidak sama artinya dengan pergi ke salon untuk perawatan diri yah..,nyalon ya nyalon ato mencalonkan diri..maaf saya tidak bisa membuat judul yang baik  dan benar apa lagi seo friendly

Bukannya mau ikut ngurus rumah tangga atau pribadi orang, cuma karena tertarik mengikuti para celebs yang semakin banyak menghiasi wacana dan kegiatan politik di negeri ini. Terus terang saja, secara prinsip, saya sama sekali tak punya keberatan apapun dengan membludagnya para celebs dalam parpol, sebagai wakil rakyat seperti Rachel Maryam calon eksekutif daerah seperti Jupe, Inul, dst, eksekutif daerah (Dede Yusuf, Rano Karno), dll. Ini pertanda positif bahwa demokrasi benar-benar membuka pintu bagi mereka yang punya keinginan dan kemampuan berkiprah dalam politik. 



Continue Reading…

Jumat, 07 Mei 2010

Temuan KPK tentang Pemborosan biaya Haji

Saya jadi teringat dengan sebuah guyonan begini: "Nanti di akhirat, bisa jadi Tuhan akan menyediakan neraka khusus untuk sebagian besar orang-orang yang ketika hidup pekerjaannya mengurusi Ibadah Haji, dan ternyata yang paling banyak berada di sana dulunya bekerja di departemen Agama."

Ketika saya membaca berita ini, pikiran saya melayang kepada guyonan "hitam" itu tadi. Soalnya, mengerikan benar bahwa menurut Wakil Ketua KPK terdapat indikasi pemborosan RATUSAN Miliar di Depag, khususnya dalam masalah penyelenggaraan haji..(berita detik 06/05/2010) Tentu saja semua ini bukan rahasia lagi, karena sepanjang sejarah mulai Orba sampai sekarang, hakekatnya penyelenggaraan haji Indoneisa, menurut pengamatan saya, adalah sebuah proses sistematis pemerasan plus penindasan yang dilakukan elite Penguasa (atas nama negara) terhadap rakyat, khususnya ummat Islam yang ingin menunaikan ibadah agar sempurna keislaman mereka.


Continue Reading…

Senin, 03 Mei 2010

berbagi kebahagiaan ..


kuteruskan saja jari ini menari di atas tombol keyboard,dari pada ngupil ngga jelas..hehe,sementara topik diarahkan ke hal-hal apa yah? untuk kesekian kalinya menulis dan untuk keberapa kalinya pula gonta-ganti templte, maruk??!! heuheu… tujuan sebenarnya ingin membuat suasana biar tidak bosan,ngga tau kenapa kayaknya dirikuh sedang mengalami titik jenuh yang paling tinggi..*hualah,serius euy!,padahal kalau lagi semangat 45,sehari ngga ketemu sama yang namanya blog badan rasanya pegel-pegel gimana gituuuu...*ber-lebay-an ah...
coretan sebelum masuk dapur redaksi blog..hehe

Continue Reading…

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com