Catatan pribadi tentang apa saja
Tampilkan postingan dengan label Sekedarnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekedarnya. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Oktober 2012

Bosan

Ketika bosan atas suatu keadaan, nikmati saja
Ketika kecewa atas suatu kenyataan, nikmati saja
Ketika menyesal atas suatu tindakan, nikmati saja

Siapa pun tentu pernah mengalami kebosanan, kekecewaan, dan penyesalan. Sebagian banyak dari kita ingin membuang kenangan tentang pengalam itu karena merasa terbebani, membuat suasana tidak nyaman. Tidak di pungkiri, memang itu mengenang atau terkenang masa itu dapat membuat suasan tidak nyaman, bahkan mungkin berakibat putus-asa, pesimis, tidak percaya diri, dsb.

Tetapi, yang harus kita ingat, bosan, kecewa, sesal, duka, luka, nestapa, getir, sedih, dan segala perasaan yang tidak pernah diharapakan adalah makhluk yang di-ada-kan oleh Kholik. Bukankah tidak mungkin Dia meng-ada-kan sesuatu tanpa hikmah? Kesukaan, kesenangan, dan kebahagiaan akan kita rasakan ketika kita menyikapi keadaan, kenyataan, dan tindakan dengan suka, senang, dan bahagia.

Biarkan perasaan dan pikiran kita menikmati bosan, kecewa dan sesal hingga sampai pada pengertian yang ragam. Bukankah setiap yang dilakukan adalah akibat dari apa yang kita yakini. Tidak mungkin ketika kita yakin bahwa diri kita ragu untuk melangkah kemudian kita melangkah; kalau pun mungkin, maka kita telah terlepas dari kesadaran.
Continue Reading…

Selasa, 28 Juni 2011

Usia

Kemarin di sebuah angkot saya bertemu dengan seorang lanjut usia. Tiba-tiba fikiran saya menyelusup begitu saja memasuki kedalaman otak bagian yang ngomongin psikologi  di usia yang sudah senja, kira-kira apa yang orang-orang fikirkan? Saya sendiri sih rasanya belum pernah berandai-andai bagaimana hari tua saya nanti. 

Apakah mereka ketakutan akan datangnya nafas terakhir? Apakah mereka melakukan hal yang paling baik yang mereka bisa usahakan demi mendapat hasil yang baik pula di kehidupan mereka selanjutnya? Atau mereka memanfaatkan waktu yang tersisa untuk melakukan apapun yang mereka inginkan selagi ada kesempatan? 

Lalu mata saya kembali menatap refleksi diri pada cermin di depan. ‘Jangankan nenek itu, saya pun bisa berakhir dimana saja.’ 

Jadi, saya berfikir dengan pandangan saya sendiri. Jika saya ditanya apa yang sedang saya lakukan dengan hidup saya ini yang kapan-kapan akan berakhir, saya akan malu untuk menjawab “I’m not doing anything.” Kesempatan dalam bentuk apapun yang diberikan harus kumanfaatkan dengan baik. Jangan sampai menyesal… jangan sampai menyesal… jangan sampai menyesal… begitu saya berbisik untuk mendorong diri sendiri. 

Semoga saya bisa melakukan semua hal yang baik yang bisa memuliakan dan mempermudah segala jalan saya menuju hal yang baik pula. Usia bukanlah semata-mata jumlah angka yang pernah ditempuh dalam satu kehidupan. Tak peduli usia banyak atau usia sedikit ( tua atau muda maksudnya :D ). Maka bagi saya, USIA adalah keberartian jangka waktu yang dipercayakan Tuhan pada kita. Ah, mudah-mudahan saya dapat selalu mengingat itu untuk selalu menjadi baik.

Continue Reading…

Selamat .... anda memperoleh bonus 100 SMS...!

### mEt mLM sAYaN9.. 9iE nAPa niYH?! ###
Sebuah pesan masuk segera kaubaca . Dan serta merta jantungmu berdegup kencang membayangkan wajah polos di balik sana yang kaubayangkan pastinya juga sedang memikirkanmu. Segera kamu mengembalikan waktu kepada saat paling berkesan dengannya. Dan hatimupun telah jatuh ke dalam lingkaran waktu yang tak lagi bernama. Naluri dan akal sehatmu buta oleh persepsi yang telah kamu bangun sendiri oleh kata-kata yang tersusun dalam smsnya.

### udAh Maem LoM nYh?! mW aQ bAWaiN aPA dR sINi?J ### 
Gambar senyum di akhir kalimat smsnya menandakan betapa hatimu sedang berkaca-kaca dalam gembira. Indahnya dunia! Kali ini kamu melayang seolah sang permaisuri yang dimanja oleh sang raja. Ia sangat memperhatikan dan mengagumimu, kawan. Padahal kamu nggak pernah tahu kalau aku sedang mengirimkan sms yang sama pada sekian orang, yang kesemuanya makhluk Tuhan sepertimu. Yang paling seksi, dan seksi sekali!. Hahaha. Kenapa kamu mudah sekali tertipu oleh sanjungan basa-basiku, gadis..?! Hati-hati wahai kamu kaum perempuan, hari ini bukan lagi jaman emak atau mbah buyutmu yang seumur-umur jarang ngomongin cinta tapi sekalinya mereka ngomong cinta, cinta mereka itu beneran.

Nggak yang kayak cintanya anak sekarang yang dengan gampangnya bisa diungkapkan lewat sms seharga seratus perak, atau setangkai bunga duaribu perak, atau sebatang coklat tujuh ribu perak atau cara-cara praktis lainnya yang kamu anggap sebagai simbol perasaan mereka yang begitu besar kepadamu.

Bullshit sumpah! Ia hanya ingin membangun persepsi tertentu dimatamu.

Continue Reading…

Senin, 20 Juni 2011

Adzan

Mobil itu melaju kencang. Berpacu di jalan yang tidak mulus. Salahkan saja hujan, sebagai perusaknya. Maka semua pihak merasa senang. Di dalam mobil, dentuman album metal paling anyar domba tuhan, dengan hentakan double pedal dan irisan dawai logam membentur-benturkan kepala ketiga anak muda usia penumpangnya. 

17:23. Langit pinggiran metropolitan masih dijilati matahari. Menyisakan rona senja yang memagut mata. Jalan yang dilewati mulai menyempit. Speedo meter menyusut sistematis. Musik meraung belum sampai di ujung kapasitas keeping bajakan. Adzan perlahan berkumandang mengiringi memerahnya warna langit. Di dalam mobil kini sunyi, metal domba tuhan dimatikan begitu saja. Ketiga pasang mata anak muda tampak jelalatan. Bagai elang melihat tikus tanah. Ketika sumber suara jelas menyembul di balik rimbun pepohonan, sumringah rona wajah mereka. 
Continue Reading…

Rabu, 15 Juni 2011

Mulai

dan sebuah catatan ingin ku tuliskan bukan bermaksud untuk bermain kata atau menumpahkan rasa..entah hanya saja ku hanya bisa berkata lewat tulisan saja,tapi mau ngomong apa yak??terakhir mbuka halaman ini november 2010,hampir setengah taun aku menghilang dari hiruk pikuk perngeblogan baik nasional maupun internasional,halah!

Ibarat sebuah perjalanan, satuannya adalah lancar sampai macet. Di antaranya bisa padat merayap sampai tersendat-sendat. Itulah perjalanan, itulah hidup. Jangan pernah berharap linear. Lurus, mulus, halus, lancar-car-car-car. Karena hidup memiliki dimensi, terikat aturan dan ketentuan. Maka membutuhkan kekuatan. Bukan untuk mengalahkan, apalgi saling menundukkan.

Maka kekuatan yang tak terkalahkan adalah ketabahan. Karena ketabahan adalah elastisitas. Ketika mengisi berarti dia mengosongkan, ketika mengosongkan berarti mengisi. Itulah dimensi hidup.

semoga tidak macet lagi,ngeblognya :P
Continue Reading…

Sabtu, 13 November 2010

Malam bagiku


Setiap orang akan berbeda dalam menyikapi berbagai gejolak hidupnya. Menyikapi hidup terkadang gampang-gampang susah. Gampang untuk bicara, susah untuk dijalankan. Adakalanya kita bisa berpikiran jernih sehingga semuanya nampak indah, dan adakalanya hati kita dalam keadaan gelap sehingga keluh kesah pun tak dapat dihindari. Keluh kesah dan ketenangan silih berganti menyelimuti perjalanan hidup kita. Dan semuanya sudah menjadi hukum Tuhan bahwa kehidupan ini memang selalu berputar, yang menjadikannya sebagai ujian, pelajaran, cobaan dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir.

Continue Reading…

Kamis, 11 November 2010

Bukan Soal Keyakinan,tapi tentang Perilaku...met pagi pak tif

Sementara Obama sudah meninggalkan Indonesia tapi pernak pernik beritanya masih saja di putar ulang,di komentarin banyak narasumber layaknya pertandingan sepakbola apalagi di jagat maya ini,
pun sebuah dagelan yang gak penting-penting amat kita bahas karena imbas kedatangan obama itu salah satunya adalah tentang tragedi "salamanya"pak tifatul ini.tidak tanggung-tanggung media internasionalpun ikut-ikutan ngebahasnya Media seperti Huffivgton Post,New York Post dan washinton post ramai-ramai mengritik hal ini,acara talkshow bergensi "The Colbert Report" bahkan menjadikan "tragedi salamanya" pak tif ini sebagai topik untuk di bahas dan kemudian di tertawakan bersama,simak video ini 

Continue Reading…

Senin, 08 November 2010

Berdagang Berita


Berita buruk
adalah berita baik
Berita baik
adalah berita buruk

Jika hukum dagang Jurnalistik seperti ini saya tak perlu repot-repot ikut-ikutan mengecam salah satu stasiun televisi ketika mereka menayangkan sebuah acara infotainment,yang terkadang isinya diluar nalar manusia.

Selalu terjadi lagi... Stasiun Televisi berbuat salah, dan kemudian cukup dengan meminta maaf,sesederhana itu, karena tidak ada sanksi lebih dari itu dan di lain waktu dan lain cerita, mereka akan kembali seenaknya menjual berita demi pendapatan dari iklan, Itu akan terus terjadi jika mental mereka para pekerja berita masih seperti sekarang ini:BERDAGANG BERITA

Continue Reading…

Sabtu, 06 November 2010

Menantang Matahari

Imbauan pemerintah untuk menghemat listrik tampaknya tidak berlaku buat sosok yang satu ini,"Lampu Jalan" Lampu jalan disini tidak pernah mati, walaupun disiang hari,sungguh lampu jalan yang baik dan tulus bekerja siang malam tak pernah lelah :( , 

Ia seolah olah menantang matahari yang sudah terang benderang menerangi bumi membantu manusia untuk bisa berjalan biar tidak tabrakan Mungkin ini berita basi,sebuah lampu nyala di siang hari bolong,sementara di beberapa tempat ritual "byar pet!"masih sering kerap terjadi walaupun "byar"nya masih lebih banyak dari "pet"nya tapi tetep Namun yang membuat aku jengkel petnya itu kadang terjadi ketika warga sangat membutuhkan penerangan, yaitu menjelang maghrib hingga jam sembilan malam.

Kembali ke Lampu Jalan yang nyala di siang hari bolong dengan anggunya.. :(  


Benarkah Lampu jalan itu benar-benar luar biasa?jawabanya luar biasa memang,luar biasa borosnya,mungkin lampu jalan yang saya temui ini tidak menggunakan sensor cahaya yang berfungsi agar lampu-lampu tersebut nyala atau padam dengan sendirinya ketika lingkungan di sekitar kita menjadi gelap. 

cara ngecek sebuah lampu jalan menggunakan sensor cahaya atau tidak,gampang saja tinggal dilihat di siang hari kalau cuaca tiba-tiba mendung dan gelap lampu-lampu itu akan menyala secara otomatis,nah kalau disiang hari masih menyala berarti kerusakan bukan pada pesawat televisi anda,,lho eh :P 

Harusnya sih pihak yang terkait secara berkala melakukan pengecekan atau istilah kerenya tera (kalibrasi) ulang sensor cahaya yang ada pd lampu-lampu jalan tersebut,sangat aneh jika pemerintah atau yang lagi memerintah atau calon pemerintah mendatang berbusa busa megkampanyekan hemat ini itu,tp dia nya sendiri borosnya naudzubilah!

ah lampu-lampu jalan yang terlalu baik hati. Engkau beramal cahaya yang sia-sia...


 
Continue Reading…

Minggu, 31 Oktober 2010

Hot Spotan di Pekalongan untuk siapa?

Oleh : Blog'de
 
Kalau jalan-jalan ke kota-kota atau Kabupaten hal yang menarik dan pertama saya cari adalah alun-alunya,di alun-alun ini biasanya saya duduk santai sambil menikmati segala yang ada,biasanya sebuah alun-alun kota/kab adalah representasi dari kota/kab itu sendiri,kita bisa menemukan kekhasan daerah tersebut dari alun-alunya
 
Kali ini saya berada di Kota batik Pekalongan,melihat tampilan alun-alun kota Pekalongan saat ini sungguh menyegarkan mata. Lapak-lapak pedagang kaki lima dan kantong-kantong parkir yang dulu tampak "mengotori" kawasan alun-alun, kini telah tertata rapi di seputaran lapangan. Di tengah lapangan, hanya ada hamparan rumput hijau yang terpotong rapi. Pemerintah kota tampaknya serius menangani penanda kota ini.
 
Saat saya menghidupkan perangkat wi-fi di laptop, tampak indikator jaringan hotspot berkedip-kedip. Ada empat sinyal wi-fi gratis di alun-alun Pekalongan, dengan kecepatan akses yang lumayan. Namun, keasyikan berselancar agak terganggu dengan kehadiran seseorang tak dikenal yang mendadak menghampiri dan mengamati gerak-gerik saya.

Saya pun melihat sekeliling, dan ternyata, hanya saya sendirian yang membawa laptop. Tidak ada gerombolan muda-mudi yang kerap saya temui di tempat-tempat yang menyediakan hot spot gratisan. Khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan, saya pun segera mengemasi barang-barang, dan beranjak ke mal yang berada tak jauh dari alun-alun.

Pemerintah memang telah menata ulang alun-alun serta memberikan fasilitas hotspot gratis. Namun, rupanya, fasilitas itu belum menarik minat para "hotspoters" Pekalongan. Buktinya, tak banyak pengunjung yang memanfaatkan jaringan internet gratis ini. Mereka lebih banyak terlihat bergerombol di kafe-kafe yang menyediakan fasilitas serupa.

Padahal, bila mau, para pengguna laptop dapat berselancar dengan sinyal wi-fi tak berbayar, sembari menikmati suasana serta sajian makanan dan minuman di seputaran alun-alun kota. Namun, ketidaknyamanan menjadi alasan para hostpoters ini enggan berlama-lama di rerumputan hijau alun-alun yang menggoda itu.

Ketiadaan petugas keamanan yang berkeliling di sekitar alun-alun menjadi salah satu alasan, mengapa kawasan ini "terlihat" tidak aman. Peran petugas kemanan ini penting, untuk memberikan kepastian kepada pengunjung bahwa kawasan ini benar-benar dijaga oleh pihak yang berwenang.

Selain petugas keamanan, rasa nyaman bisa dibentuk dengan "pengamanan bersama". Artinya, para pengunjung secara bersama-sama menjaga keamanan mereka sendiri. Caranya, tentu saja, dengan saling berinteraksi. Bila komunikasi telah terjalin, rasa saling percaya akan muncul. Tidak akan ada rasa curiga kepada orang di sekitar.

Untuk menumbuhkan ini, dibutuhkan waktu tidak sedikit. Diperlukan pula kontribusi pemerintah untuk menyediakan infrastruktur yang memadai agar menarik semakin banyak orang berlama-lama menghabiskan waktu di alun-alun.

Saat ini, memang, kawasan itu telah tertata rapi. Rerumputan hijau itu pun cukup nyaman untuk disinggahi. Namun, belum ada bangku-bangku taman di bawah rindangnya beringin besar di sudut dan pinggir lapangan. Di siang yang terik, kehadiran bangku di bawah rerimbunan pohon, pasti akan sangat menarik.

Bangku-bangku taman, juga lebih berguna bagi pengunjung ketimbang videotron raksasa di sisi timur lapangan yang hampir sepanjang hari menyiarkan iklan dari sponsor.

Pasokan listrik juga menjadi hal penting bagi para pemburu hotspot. Sebab, daya tahan baterai laptop seringkali tak maksimal. Soal ini, Pemkot dapat belajar dari Pemkab Batang. Di alun-alun kota tetangga itu, disediakan ratusan stop kontak beraliran listrik bagi pedagang dan pengunjung. Pedagang yang memanfaatkan listrik itu dimintai retribusi Rp 1.000 perhari. Sementara, para pengunjung yang mengecas laptopnya tak dikenai biaya.

Bila memang pemerintah serius mengolah kawasan alun-alun kota, maka hal-hal "perinthilan" macam ini pun seharusnya menjadi perhatian. Jadi, bukan hanya menyediakan fasilitas dan lantas mengabaikan efektivitas penggunaannya. Evaluasi harus terus dikalukan, agar proyek berbiaya mahal itu tak hanya menjadi sekadar "proyek mercusuar".
*foto dr sini 
Continue Reading…

Selasa, 26 Oktober 2010

KAU BALUT LUKA DENGAN JILBABMU


Ya Allah aku tak kuasa melihatnya, wajah putihnya berubah merah. Bagai kepiting rebus lunak siap santap. Karena air mata yang tertahan di pelupuk mata. Ingin aku menenggelamkannya ke dadaku agar segala beban tersandar, agar segala kerinduan tercurahkan. Agar dia tahu ada aku yang selalu ada untuknya ada aku yang akan menghapus air matanya.
“kenapa minta pulang?”
“capek, disini dari sore. lagian kalo pulangnya telat entar kena marah sama bunda”
Nesya berlalu menuju parkiran, kutarik tangannya, dia menoleh. Aku melihat air matanya terjatuh membasahi pipi, dagu dan jilbab yang dikenakannya.

“secapek apa sih? Sampai Nesya nangis kaya gini?
“siapa yang nangis. Tadi kena debu tahu!”
“ya udah kalo nggak mau ngaku. Kalo ntar dada kamu meledak gak sah minta tolong ya!”
“yyyeeeeeeeeee,,,,,,,,,,,,,,,,,, bom waktu kali!”

Ku stater motorku meninggalkan cafe faforit kita. Berjalan ke arah selatan menyusuri jalan penuh kenangan . kami bisu diantara lalu lalang kendaraan. Sebenarnya banyak pertanyaan di benakku. Apa yang terjadi pada Nesya? Kulihat traffic lamp berwarna merah. Aku mengerem motorku tepat di tangah-tengah pengemudi kendaraan yang lain.

“Kita belok kiri aja.”
“Belok kiri??? Kita kan mau pulang. Kalo mau belok kiri ngapain tadi kita berhenti?”
“Halooo Rama yang super cute. Yang berhenti kamu kaliiiii bukan kita! Lagian supirnya siapa lagi. Aku belon pengin pulang. Masih pengin di sini ngademin ati”
“Ya udah pulang aja sana! Masukin frezer”

Aku jadi kaya orang utan yang baru masuk kota melihat traffic lamp, buta huruf lagi. Sudah jelas ada tulisan KIRI JALAN TERUS la ini belok kiri pake acara berhenti nungguin trafic lamp berubah kuning . rasa-rasanya semua pengendara di sekitarku menertawaiku tanpa ampun. Aku masih menyusuri jalanan kota yang ramai. Ya tentunya masih ada sikecil Nesya di belakangku. Kenapa aku menyebutnya kecil??? Ya..............memang dia kecil. Bayangkan. Tinggi badan 148cm di umur 19th dengan berat badan 40kg. Kadang aku menyebutnya kurcaci. Sudah barang tentu dia marah. Tapi dia nggak akan marah disebut ‘cah cilik’. Dia bilang itu fakta. Bagiku Nesya adalah sahabat,adik,sodara bahkan kadang-kadang jadi musuh (kalo lagi berantem). Dari orok kita sudah bareng. Nesya lahir saat aku mulai balajar merangkak, kata ibu usiaku 2bulan. Dari belajar berjalan, dari TK sampai SMP bahkan di TPQ kita selalu bersama.

Kata Bapak Ibu guru kami, di sekolah maupun di TPQ aku jauh lebih pandai dari Nesya. Hal itu memang terbukti dari hasil rapor kami. Tapi nesya hebat dia selalu berusaha untuk jadi yang lebih unggul dari aku.walupun usahanya bisa dibilang sia-sia. Setiap penerimaan rapor kami selalu punya perjanjian. Siapapun yang lebih unggul dia berhak mendapatkan coklat merek terlezat dari yang tertinggal. Tentu saja aku yang selalu mendapatkan coklat tersebut.tapi aku tidak pernah menikmatinyya sendiri, aku selalu membaginya sama nesya.walaupun aku tidak membaginnya Nesya selalu memintanya secara paksa.
Kita masih melenggang diatas jalan raya. Melewati sebuah bangunan klise. Dulu aku sama Nesya belajar bersama selama enam tahundengan seragam merah putih kebanggaan kami. 

“Jadi inget Rama dulu, masih ingusan”
“Sekarang sya???”
“Sekarang upilan. Tu jorok banget!”
“Hihhh,,,,,,,,,,,,,,,,ngatain orang. Dasar!”
“Hahahahahahahaha,,,,,,,,,,,”

Anganku terbang bersama gelak tawa Nesya. Andai kita tidak terpisah saat SMA. Aku pasti bisa ngemong dia dengan jarak yang sangat dekat dan intensif. Tapi apa boleh buat, aku cuma bisa memandang kesemrawutan nesya dengan jarak jauh. Nesya yang cuek, Nesya yang nakal. Sebenernya kita terpisah bukan karena sekolah kita berbeda tapi karena sudah ada yang menjaga nesya. Aku cuma mundur teratur. Tapi jangan salah, Nesya sekarang adalah manusia reingkarnasi dengan perubahan 180 . Biar tetep cerewet tetapi selalu mengontrol tutur kata. Kemanapun pergi jilbab selalu jadi tutup kepala. Sekarang waktu menyatukan kita. Ya walaupun sama-sama sibuk kuliah tapi selalu nyempetin ketemu, biasanya sih malam minggu kaya gini. Sekarang aku akan menjaga nesyaku, menjaga sobat kecilku. Syukur-syukur dia memang amanat dari Tuhanku untuk hidupku.

Aku marasakan pundakku mendapatkan sebuah beban, membuyarkan lamunan yang telah jauh menggantung bersama angin. Aku mencoba memeriksanya lewat kaca sepionku, sepertinya aku menemukan sesuatu disana.

“Ram,,,,,,,,,,,,,aku bolehkan pinjem pundakmu?”
Suara nesya mengagetkanku bersama dengan teriakan perempuan didepanku.
“Awassssssssssssssssssssssssssssssss,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Dan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,brakkkkk aku menabrak becak dengan penumpang perempuan paruh baya.
“Rama hati-hati dong.” Lanjut nesya

Kuhentikan motorku. Alhamdulillah tidak ada korban. Baik luka ringan, berat maupun korban jiwa. Cuma dadaku sekarang dagdigdug kenceng banget.melebihi nara pidana yang akan dieksekusi mati,. Melebihi pengantin pria yang akan mengikrarkan ijab kabul. Bukan karena abang becak yang ngomel-ngomel memarahiku. Tapi karena nesya, nesya menyandarkan diri sepenuhnya kepudakku, eeeee gak ding Cuma kening doang.
Kita masih diam memandangi keramaian lalu lalang orang yang bermalam mingguan. Kata Jamal mirdad “malam minggu malam yang panjang, malam yang asik buat pacaran” tapi itu tidak berlaku buat aku. Malam minggu kaya gini aku harus nemenin nesya yang manyun, menekuk wajah seperti burung hantu. Diketawain orang ditengah lampu merah, kena marah sama abang becak gara-gara naik motor meleng. Nesya turun dari motorku. Duduk disebuah bangku kecil dibawah pohon beringin.

“Jangan disitu entar dikira anak tuyul ilang. Lagian tu rebutan O2 sama om pohon, entar pingsan repot deh bawa pulangnya.”
“Ihhh ngasal banget sih. Biarinlah mati juga gak papa besok-besok malah mo bawa tambang kesini”
“Yeeeee,,,,,,inget kamu punya utang ma aku Rp10000 makan bakso kemarin. Bayar dulu baru mati”
“Ya Allah pelit banget sih. Duit Rp10000 ja di ributin”
“Bukan pelit. Justru aku sayang kamu karena duit Rp10000 itu bisa menghambat perjalanan kamu di akherat”
“Ram kalo kamu marasakan kerinduan diatas kebencian apa yang kamu lakukan?”
“Mang kangen sama sapa sih???”
“Seseorang yang dulu mengaku kalo aku segalanya.tapi sayang tidak ada yang abadi di dunia ini”
“Ihhh ngomong yang jelas dong!!! Mang siapa sih???”
“Aduhhhhhhhhh.”
“kenapa Sya?”
“Pengin pipis. Ketoilet dulu ya. Rama tunggu sini, nitip tas”

Nesya ngeloyor pergi sambil melempar tasnya. Aku Cuma bisa geleng-geleng kepala ngeliat tingkah nesya yang aneh. Susah ditebak. Memandang tas nesya seperti ada magnet yang menuntun tanganku untuk membukanya. Entah kenapa aku bener-bener penasaran ingin mengetahui isi tasnya. Eitsssss tunggu dulu aku bukan klepto lo. Aku Cuma pengin tahu aja, benda-benda penghuni tas nesya itu apa aja sih? Dengan seribu keberanian kubuka resleting tasnya. Mungkin aku nekad, tapi biarlah. Toh nyatanya rasa penasaranku mengalahkan segala rasa didalam diriku. Aku menemukan minyak angin dengan botol kecil, imut. Aku sempat terkekeh mendapatinya, mungkin orang-orang pikir aku gila, tapi biarlah yang apenting aku puas. Tu anak kaya nenek-nenek pikirku. Aku melihat dompet panjang dengan warna coklat muda bergambar tedy bear, dengan tangan gemetar aku raih benda itu. Sekali lagi aku tidak ada minat untuk mencuri, nyolong atau apalah. Aku sendiri masih heran kenapa rasa penasaranku sebegini besarnya? Kubuka dompet itu perlahan, Subhanaallah aku benar-benar tidak tertarik dengan sejumlah uang yang ada di dompet nesya, kartu ATM? Apa lagi KTP? Gak penting. Tapi aku benar-benar terkejut mendapati sebuah foto dengan wajah ceria nesya dengan seorang cowok.

“Rama ko’ gitu si?!?!?” tiba-tiba nesya datang. Marah. Aku jadi celungukan. Aku bener-bener bodoh diantara orang bodoh. Aku kayak maling yang aketangkap sama tuan rumah.
“Maf sya a,,,,,,,,,,a,,,,,,,,,aku tidak,,,,,,,,,,,”
“Aku ngarti, kamu nggak mungkin nyolong!!!!! Tapi aku gak suka kamu kaya gitu!!! Melanggar privasi tauuu”
“ Iya sya maaaf,,,,,,,,,,tapi jangan ujan lokal gitu dong”
“Mau tak banjiri sekalian!!!” 

kami berdua terdiam. Aku nggak perduli nesya marah atau nganggep aku kurang ajar. Yang merajai pikiranku sekarang adalah foto di dompet itu. Aku kenal cowok itu. Seperti halnya keberanianku mengobrak-abrik tas nesya. Aku pun harus punya keberanian untuk menanyakan hal ini. 

“Cowok itu siapa sya?”
“Dia yang dulu mengaku aku adalah segalanya. Tapi tidak ada yang abadi ram”
“jadi ini yang bikin nesya nangis, minta pulang dari kafe?”
“cewek mana yang tahan ngeliat orang yang pernah menyakitinya jalan sama cewek lain. Sama sepupu kamu. Sedang dalam segala perubahanku aku masih selalu memohon pada Allah, agar dia kembali lagi sama aku.”
“Kamu berubah karena dia, bukan karena Allah?”
“Entahlah. Aku jadikan jilbab ini sebagai benteng bukan tameng (kedok). Dalam keadaan sepertiku setan mudah mempengaruhi, jadi aku harus punya pegangan yang kokoh. Agama. Tapi sekarang semuanya berakhir. Aku kecewa karena lukaku sendiri.”

“Setetes embun untuk hati yang gersang.
Semoga”
Continue Reading…

Selasa, 19 Oktober 2010

The Miracle of Giving-nya salah tempat

Jadi kalau ada selebaran di mushola atau mesjid biasanya isinya tentang khutbah-khutbah,atau informasi ada kegiatan pengajian ,tapi selebaran ini yang saya dapat beberapa hari lalu waktu sholat jum'at agak sedikit aneh. 

The Miracle of Giving-Nikmatnya Sedekah lengkap dengan foto diri dari Ust.Yusuf mansyur.mari kita buka perhalaman selebaran itu;diawal halaman disana ada artikel yang membahas tentang khasiat sedekah dan mengutip beberapa khadits dan ayat tentang sedekah,halaman berikutnya ada testimoni-testimoni,tunggu ada yang kelewat! di cover depan ada tulisan ;Program ini dapat di ikuti oleh semua orang tanpa pandang bulu..bla..bla dan ini berlanjut sampai ke halaman 5 dan kesimpulan saya,selebaran ini tentang sedekah bersama.

Sedekah bersama? sound cool... apa coba yang nggak bagus dari sedekah,bersama-sama pula.Tapi,bukan seperti yang saya bayangkan rupanya.Program sedekah disini adalah program sedekah untuk siapa,mampu atau tidak dan sangat mengharapkan balasan dari orang lain.dengan cara kerja yang hampir sama dengan MLM.cari orang sebanyak-banyaknya biar semakin banyak balasan yang di dapat.

mau di katakan penipuan,ya bukan penipuan,pembodohan kalau menurut saya lebih tepatnya.disana juga tertera angka2 rupiah yang begitu menggiurkan sebagai total dari pendapatan yang di peroleh... busettttttttt saya kaga tega untuk menuliskan angka nominalnya.

kasian ustad yusuf masnyur namanya dibawa-bawa

ada-ada saja sih orang-orang sekarang bikin kayak ginian,benar-benar merusak makna sedekah yang sebenarnya,,, eh emangnya makna sedekah apa yak...*kabur*


Continue Reading…

Jumat, 01 Oktober 2010

Selamat datang di negeri spanduk dan Baliho (Jelang pilkada kab.Pemalang)


Indonesia adalah sebuah negeri spanduk dan baliho. Itu barangkali sudah kita anggap lazim karena sudah berlangsung lama, sehingga mata kita terbiasa menatap jalanan yang hiruk-pikuk oleh spanduk dan baliho warna-warni. Jika dibanndingkan dengan suasana di negara lain — tak usah jauh-jauh, Malaysia atau Singapura misalnya — jalan raya kita memang sangatlah meriah. Baliho iklan, papan pengumuman, spanduk penuh jargon, dan semacamnya, adalah penghias yang membuat jalan raya kita tampak penuh sesak.
spanduk-spanduk itu kerap mengundang senyum. Misalnya, teman saya tiap kali mudik dan keluar dari Bandara Juanda di Surabaya,sering melihat spanduk besar milik Polda Jatim, berisikan seruan (atau komitmen?) untuk memerangi narkoba. Spanduk semacam ini rada menggelikan,komentarnya.. sebab siapapun tahu bahwa narkoba tak akan bisa dibasmi dengan spanduk, melainkan dengan membabat para pengedar yang sebagian dibekingi oleh aparat keamanan sendiri.
 

Belakangan di banyak daerah, kemeriahan jalan raya itu masih ditambah dengan baliho besar berpampangkan foto-foto para pejabat politik. teknologi digital dan percetakan telah sangat memungkinkan setiap orang untuk membuat baliho dengan foto diri berukuran cukup besar, dengan biaya yang meski cukup mahal namun bisa dijangkau oleh mereka yang memiliki cukup anggaran. Para pejabat daerah (bupati, gubernur, sekda), atau mereka yang sedang mengincar posisi-posisi publik atau kepala daerah dalam pilkada, berlomba-lomba unjuk diri lewat baliho berpampangkan foto mereka, disertai kalimat-kalimat jargonis yang — seperti biasa — kerap minim makna.
tujuan utama baliho semacam ini sangat jelas: mengenalkan para pejabat publik, atau mereka yang mengincar jabatan publik, kepada masyarakat yang telah atau akan menjadi target konstituen mereka. oleh karena itu, terpampangnya wajah para tokoh ini jauh lebih penting ketimbang pesan ideologis atau program untuk disampaikan pada masyarakat.
apa sajakah implikasi fenomena ini? Ada beberapa hal. Pertama, membanjirnya baliho dengan foto besar para tokoh ini sangat mungkin mengindikasikan masih jauhnya langkah untuk membangun sistem politik yang terstruktur.Pola komunikasi politik yang dibangun lewat baliho-baliho bergambar itu sangat jelas memampangkan politik yang masih belum beranjak dari mekanisme personal, dimana pribadi seorang tokoh lebih dipentingkan ketimbang visi dan programnya.

Baliho-baliho ini tanpa ragu berpijak pada misi utama untuk menonjolkan bentuk fisik seorang tokoh, serta penjejalan sosok sang tokoh ke dalam memori masyarakat luas. Tentu saja, para politisi ini belajar dari pengalaman pemilu, pilpres dan pilkada sebelumnya, dimana kerapkali kebagusan dan kecantikan tampang seorang tokoh jauh lebih menentukan kemenangannya ketimbang faktor-faktor lain. Dengan kata lain, baliho-baliho narsistik ini mengindikasikan masih belum matangnya perilaku politik para kandidat dan para pemilih.

Kedua, baliho-baliho jual tampang itu menambah lagi variabel yang menyebabkan mahalnya prosedur demokrasi di negeri tercinta. Prosedur-prosedur demokrasi yang kita pilih semenjak tahun 1998 memang membuka peluang partisipasi politik yang kian luas dan transparan. Sayangnya, prosedur-prosedur tersebut juga berbiaya sangat tinggi.

Pilpres secara langsung misalnya, jelas-jelas menguras anggaran negara secara luar biasa signifkan. Pilkada langsung juga demikian halnya. Dalam satu pemilihan bupati/walikota oleh DPRD misalnya, sebuah kabupaten mengeluarkan biaya sekian ratus juta rupiah. Tentu saja ini biaya formal yang belum termasuk anggaran para calon untuk urusan money politics. Biaya formal ini telah membengkak hingga puluhan kali lipat ketika rakyat memilih bupati/walikotanya secara langsung. Kita tentu sangat paham bahwa biaya pemilihan gubernur secara langsung di propinsi seperti Jabar dan Jatim menelan biaya ratusan milyar rupiah. Jika harus terjadi pemilihan putaran kedua seperti di Jatim, biayanya juga kian membengkak.

Sekali lagi, itu baru biaya formal yang terkait dengan logistik pilkada langsung. Biaya lain yang juga sangat besar terkait dengan upaya peraupan suara oleh para politisi dan calon politisi. Tingginya biaya kampanye mereka, baik yang resmi maupun yang tidak resmi, bisa mengundang decak heran yang tak ada habisnya.
salah satu yang menyumbang pada pembengkakan biaya peraupan suara itu adalah narsisme para politisi dan tokoh yang kini berlomba-lomba memasang tampang di baliho-baliho di jalan raya. Akan kian runyam kalau kita amati bahwa sangat boleh jadi, sebagian biaya baliho itu dibebankan pada anggaran negara. Para politisi yang tengah menjabat kerap muncul di balik unjuk prestasi pembangunan daerah, yang ditampilkan dengan foto mereka secara sangat dominan. Anggaran dinas telah digunakan untuk ditumpangi dengan tujuan-tujuan narsistik para politisi.

Kini, bukankah sudah waktunya bagi kita untuk memikirkan prosedur demokrasi yang lebih ramah anggaran?

Wallahu a’lam bissawab.
 
Continue Reading…

Rabu, 22 September 2010

Kearifan Untuk Indonesia

Beberapa waktu lalu, stigma (negatif) sempat menggempur Kepolisian Indonesia,karena keterlibatan sejumlah oknum polisi dalam kasus Korupsi & Suap.Tapi tidak jarang,POLISI JUJUR juga mndapatkan tuduhan tendesius yang lebih buruk dari yang sebenarnya.

Kini, kepolisian diuji dengan kebiadaban kelompok bersenjata.Terpojok karena kepercayaan masyrakat tidak lagi penuh kepada penegak hukum,geram karena teroris kerap mengancam rasa aman masyarakat & BeRDUKA karena rekan mereka gugur dalam tugas (dalam penyerangan ke Mapolsek Hamparan Perak, Medan, SUMUT 22/09/10).

3 perasaan ini, yang MUNGKIN saja dirasakan oleh kepolisian saat ini.Kalau polisi mengundurkan diri dari POLRI kira-kira kepada siapa masyarakat menyampaikan pengaduan? siapa yang akan mengatur lalu lintas agar kita bisa sampai segera ketempat tujuan atau mengurai kemacetan ketika malam hari di hari raya idul fitri (ditengah hujan deras atau panas yang menyengat) ? mengurus jenazah di TKP? mengungkap krminalitas, jaringan narkotika dan terorisme? menertibkan kerusuhan antar warga atau konser?melerai sengketa di masyarakat? datang pertama di lokasi kecelakaan lalulintas?

lalu,masihkah POLRI kita banggakan? masihkah kita butuhkan? Polri milik anda,saya dan kita, INDONESIA.Untuk itu, tidakkah arif,Mencintai, mengawasi dan menjaga apa yang kita miliki, seperti halnya POLRI?
Continue Reading…

Selasa, 21 September 2010

Erianto Annas Memang Bloger sesat!!!

pertama kali menemukan Blogernas kesan pertama yang saya tangkap adalah bahwa blog ini memang sesat dan menyesatkan,anda lihat judul di atas di belakang kata "sesat" saya tambahkan tanda seru (!!!) tiga kali,ini menandakan kegeraman saya yang sangat akut terhadap blog ini.


bagaimana tidak geram,Blogernas telah dengan suksesnya menjungkirbalikan paradigma saya mengenai beberapa hal yang selama ini saya anut.dalam hal bloging misalnya saya sudah tersesatkan dengan beberapa postinganya yang kerap di lakukan bloger sebut saja postingan-postingan bernada "menggugat" seperti serial kentut banyak sentilan diserial ini tentang aktifitas komentar dan blog walking.atau postingan yang di beri label serial konyol,khusus di serial ini kalau saya pribadi mbacanya kepala saya terasa pening pengen muntah dan selanjutnya saya manggut-manggut saja sambil berkata "luar biasa".


dari segi bahasa dan pemilihan judul anda harus sepakat dengan saya,bahwa blog ini unik dan piawai dalam mempengaruhi emosi pembacanya,maka anda jangan heran jika dalam beberapa postinganya banyak sekali perdebatan di sana sini.dan yang lebih seru dan menarik adalah postingan blogernas mengenai Al-qur'an,sebelum saya mengelupas blogernas,saya sajikan dulu beberapa judul postinganya di bawah ini,pesan saya siapkan iman anda terlebih dahulu dan masih banyak lagi judul-judul postingan yang menyesatkan lainya yang saya sendiri tidak tega untuk menulisnya karena dengan menulis postingan inipun akan menyebarkan kesesatan blogernas lebih luas lagi!

sekali lagi saya sarankan kepada anda semua di larang mengunjungi blognya,terlebih lagi bagi anda yang (sekali lagi) tipis iman dan bagi anda yang terbiasa membaca sesuatu secara tekstual.sekali lagi sangat terlarang..kenapa?

karena sangat berbahaya,bayangkan anda menilai sesuatu hanya sebatas "kulit" tanpa menyentuh "isi",ketika "kulit" yang anda kira sebagai "isi" kemudian anda terburu buru menyimpulkan,saya tidak mengatakan bahwa pemahaman saya pada isi blogernas lebih mumpuni dari pada anda tapi lebih ke arah keprihatinan saya terhadap mereka yang telah "menyesatkan" blogernas,kegeraman saya kepada mereka yang seolah olah mengaku umat yang beragama dan pembela Tuhan tapi komentarnya di Blogernas tidak mencerminkan itu.saya kira masih banyak cara yang lebih beradab dari pada sesat menyesatkan,kenapa mereka tidak mengambil hikmah dan pelajaran saja dari postingan blogernas,kenapa emosi yang di kedepankan dalam berkomentar? haram hukumnya bagi saya tunduk menunduk terhadap pemahaman seseorang apa lagi tanduk menanduk dan sesat menyesatkan.

dengan tingkat pemahaman orang yang berbeda-beda mungkin yang perlu menjadi catatan bagi blogernas adalah karena judulnya yang terlalu "kontroversi",apalagi menyangkut tema-tema agama yang sangat sensitif.apakah ini strategi beliau dalam mendongkrak blognya atau ada motif lainya saya kira ini bukan wilayah saya untuk menilainya.

Erianto Anas demikian pemilik Blogernas ini,yang banernya sudah saya pajang di blog ini walaupun beliau mungkin tidak tahu bagi saya pribadi adalah layaknya dosen dalam kuliah online,guru yang tidak menggurui,dan master yang tidak melulu mengumbar istilah canggih dan sejumlah puja puji lainya yang inipun saya tidak tega untuk menuliskanya karena takutnya nanti beliau jadi sombong.


  
Continue Reading…

Sabtu, 21 Agustus 2010

Mengapa Umat Islam Cenderung Reaktif ?

Suatu ketika saya berdebat dengan seorang teman tentang surga dan neraka. Ia berpendapat, orang masuk surga karena amalnya. Saya menolak pandangan itu. Bagi saya, orang masuk surga karena rahmat-Nya. Karena cakupan pandangan ini lebih etis dan luas, seperti kemahaluasan Tuhan itu sendiri.

Teman saya masih bersikeras. Katanya, jika menurut pada pendapat saya tentang rahmat Tuhan, berarti sia-sia saja orang beramal shalih. Saya bilang, sama sekali tidak! Mungkin yang sia-sia itu niatnya: ingin masuk surga.

Untuk mendukung pendapat, saya ceritakan sebuah riwayat yang biasa kita dengar. Seorang pelacur masuk surga karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Padahal dirinya juga bernasib sama. Sampai kemudian si pelacur tadi meninggal. Hanya karena rahmat Tuhan lah, yang menentukan nasib pelacur itu. sifat-Nya yang rahman-rahim itu menyelamatkannya dari api neraka.

Continue Reading…

Selasa, 17 Agustus 2010

Saum

Kemarin ngalor ngidul dengan rekan kerja tentang betapa patuhnya orang orang beragama islam untuk menjalankan ibadah puasa. Pertanyaannya kenapa tidak mudah untuk patuh agar tidak melakukan korupsi atau yang lebih sederhana lagi semisal kepatuhan untuk mentaati aturan berlalu lintas.
 
Sampai hari ini bangsa kita memiliki prestasi yang bagus dalam hal bangsa dengan ranking korupsi tertinggi didunia, tentunya mengalahkan tetangga kita Malaysia dalam hal ini. Sayangnya tema seperti ini jarang diangkat dibulan puasa. Yang terdengar lagi lagi kang setan maupun kang iblis yang telah kadung apes sebagai sikambing hitam.
 
Walaupun dalam sejarahnya tidak pernah ada kisah nyata tentang para iblis yang melakukan tindak pidana korupsi, melakukan pembunuhan atas manusia atau tindak kejahatan lainnya, segala perbuatan buruk pastilah ditimpakan kepada sang iblis. Artinya manusia disini diposisikan dipengaruhi, tidak pernah ada ajaran yang mengajak manusia mempengaruhi sang iblis agar menjadi iblis yang baik dan santun.

Continue Reading…

Sabtu, 07 Agustus 2010

Belajar Pemilu dari Kota Bikini Bottom

Bikini Bottom, Bikini Bottomshire tepatnya.. adalah sebuah kota yang unik. 
Sebagian besar penghuninya adalah jenis ikan dan makhluk laut lain. Bikini Bottom juga dihuni beberapa makhluk asing bagi dunia laut, misal sebuah spons dan seekor tupai. Kehidupan di Bikini Bottom berlangsung seperti halnya tempat-tempat lain. Ada cita, harapan, cinta dan pernak-pernik kehidupan lainnya.

Hingga pada suatu saat sebuah peradaban manusia menyentuh Bikini Bottom. Sebuah peradaban yang bernama "Pemilihan Pemimpin Kota" atau mereka lebih suka menyebut pemilihan "Major of Bikini Bottom". Sebuah survey dilaksanakan untuk menjaring kandidat-kandidat. Survey dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran major yang sesuai pilihan nurani warga Bikini Bottom. Juga untuk mendapatkan alasan-alasan pemilihan tokoh tersebut. Dan survey menunjukkan tokoh yang dinilai tepat adalah Spongebob Squarepants. Mengapa justru si spons kuning ini yang oleh warga Bikini Bottom paling tepat, berikut beberapa alasan mereka.

Continue Reading…

Minggu, 01 Agustus 2010

Gesar Geser

   K alau urusan mendesain isi rumah nyokap jagonya,jelas ini tidak ada hubunganya dengan yang namanya fengshui apalagi desain tata ruang.yang di lakukan beliau sebenarnya sederhana saja misalnya merubah posisi kursi di ruang tamu dari yang tadinya menghadap ke barat-timur sekarang di geser menghadap selatan-utara,begitu juga yang terjadi di ruangan tengah semua posisi perabot dan pernak-pernik sekarang sudah berganti posisi, " biar hidup lebih hidup..." kata nyokap. " duuuuhhh....! "bingung
 
nggak masalah sih sebenarnya bagi gue,cuman bokap aja yang harus banyak menyesuaikan diri dengan situasi sekarang,apalagi sejak ada peraturan baru "di larang merokok di ruang tengah" . cuman gue heran aja sama nyokap soal hobi barunya ini,pagi masih posisi biasa sorenya pas gue pulang kerja udah rubah posisi dan gue nggak habis pikir dapat kekuatan dari mana nyokap mampu nggesar geser lemari,tv,meja,kursi yang beratnya kadang lebih berat dari berat badanya. " Inilah emansipasi wanita an.." kata bokap, yang jelas gue amini pernyataan itu sambil meneriakan yel-yel "...hidup Ibu kita megawati...!!!" tersenyum lebar

Continue Reading…

Minggu, 25 Juli 2010

Responden

P olling sebagai metode penjaringan data untuk kepentingan tertentu entah valid atau tidak yang jelas sampai saat ini masih kerap di gunakan baik di lakukan oleh lembaga peneliti maupun yang di selenggarakan media massa baik cetak maupun elektronik.
tak seperti biasanya kali ini nyokap tercinta sedang serius mode on,alisnya sedikit naek keningnya berkerut .. "an ini lho ada pertanyaan yang harus di jawab " kata beliau sambil menyerahkan secarik kertas yang berisi sejumlah pertanyaan.Gue raih kertas itu dan membacanya .. 

" oalah pertanyaan gampang ini kok nggak bisa njawab,kan udah ada jawabanya tinggal nglingkari doang ..." itu gue yang ngomong.
" nglingkarinya sih gampang,tapi milih yang mau di lingkari itu lho yang susah.." kalo ini nyokap.Gue tak langsung berkomentar,heran ajah kenapa untuk menjawab pertanyaan yang sudah ada jawabanya semacam itu merasa kesulitan.

Continue Reading…

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Check Page Rank
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com