Catatan pribadi tentang apa saja
Tampilkan postingan dengan label Menggapai hati Nurani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menggapai hati Nurani. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2011

Adzan

Mobil itu melaju kencang. Berpacu di jalan yang tidak mulus. Salahkan saja hujan, sebagai perusaknya. Maka semua pihak merasa senang. Di dalam mobil, dentuman album metal paling anyar domba tuhan, dengan hentakan double pedal dan irisan dawai logam membentur-benturkan kepala ketiga anak muda usia penumpangnya. 

17:23. Langit pinggiran metropolitan masih dijilati matahari. Menyisakan rona senja yang memagut mata. Jalan yang dilewati mulai menyempit. Speedo meter menyusut sistematis. Musik meraung belum sampai di ujung kapasitas keeping bajakan. Adzan perlahan berkumandang mengiringi memerahnya warna langit. Di dalam mobil kini sunyi, metal domba tuhan dimatikan begitu saja. Ketiga pasang mata anak muda tampak jelalatan. Bagai elang melihat tikus tanah. Ketika sumber suara jelas menyembul di balik rimbun pepohonan, sumringah rona wajah mereka. 
Continue Reading…

Kamis, 28 Oktober 2010

Mulutmu Harimaumu Pak Ketua,, !

Bukan sok latah ikut2an mengecam pernyataan pak ketua DPR kita satu ini,tapi kayaknya harus di latahi bahkan kalau perlu di ekspos di tv biar kapok tuh..

dari ulah marzuki ali yang asal “nyeplos” ngomong pindah saja kedaratan kalau tidak ingin kena resiko tsunami,coba bilang ama warga jakarta yang kena banjir mulu,pindah saja kedesa apa mereka mau,atau gini saja khawatir kena gempa di daratan jgn tinggal didaratan tinggal aja dipegunungan, klo pegunungan khawatir meletus tinggal aja di lembah2, klo lembah khawatir kebakaran tinggal aja di pesisir, klo khawatir pesisir kebanjiran tinggal aja di pantai.... dstnya. khawatir terus kapan enaknya pak ketua?

Apa jadinya kalau pejabat sekelas Marzuki Alie tidak bisa menunjukkan rasa empatinya kepada anak negeri Sumbar yang sedang berduka karena kehilangan sanak saudara yang menjadi korban tsunami di Mentawai, selengkapnya begini pernyataanya pak ketua kita satu ini saya kutip dari sini

"Mentawai kan jauh. Itu konsekuensi kita tinggal di pulaulah," kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2010). "Kalau tahu berisiko pindah sajalah," imbuhnya. 
"Kalau rentan dengan tsunami dicarikanlah tempat. Banyak kok di daratan," sambungnya. 

Memindahkan orang, tidak sama dg mencabut pohon yg sudah berakar dari tempat tumbuhnya. Kultur budaya dan hidup di pantai tidak bisa disamakan dengan di daratan/pegunungan, begitu pula sebaliknya pak ketua.. 
Begini saja pak ketua,dari pada pak ketua koment sana-sini yang gak jelas dan menuai hujan kritik bahkan dari dalam partai anda sendiri mengkritiknya,ada baiknya saya ajari bapak membuat pernyataan yang sedikit elegant,kira-kira begini pak ketua 

Negara kita ini terletak di titik yang rawan bencana seperti gempa, tsunami, gunung berapi, topan, dll. Karena itu saya himbau kepada rakyat Indonesia agar selalu waspada dan senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pengurangan risiko bencana, bahkan sejak usia dini......

Coba pak ketua,bandingkan pernyataan bapak dengan saya enakan mana hayoo?? :P
 
Continue Reading…

Selasa, 26 Oktober 2010

Wedus Gembel

Tadi liat siaran berita tv rasanya sangat miris,
dari kemaren cuma mbaca berita isinya macet,banjir di jakarta.

Gempa Mentawai belum selesai dari tsunaminya,ayo pak presidenku cepat pulang,ini gimana? 

yang sabar ya poro sedulur kabeh.. 
teman-teman Bloger ada yang rumahnya dekat-deket gunung merapi gak?
kalau rumahku jelas dekat dengan gunung,namanya gunung slamet,berapi dan terkadang berdehem dehem mengeluarkan awan seperti wedus gembel kuwi lho,tp alhamdulilah gunung dekat rumahku itu sampai sekarang slamet-slamet saja,mungkin karena namanya Gunung slamet juga kali ye.. 

Teman-teman Bloger dari jakarta yang sabar juga ya,walaupun keadaan lagi banjir tapi tetep eksis Blogwalking,salut... 

gimana siapa saja yang rumahnya kebanjiran?siapa saja yang rumahnya kena gempa sumatra,siapa yang lagi pada ngungsi di kawasan gunung merapi...

wis ayo podo semangat lagi.......smoga smuanya baik-baik saja 

wedus gembel,kalau di BBC istilahnya apa yah??

gbr dari sini

Continue Reading…

Selasa, 19 Oktober 2010

The Miracle of Giving-nya salah tempat

Jadi kalau ada selebaran di mushola atau mesjid biasanya isinya tentang khutbah-khutbah,atau informasi ada kegiatan pengajian ,tapi selebaran ini yang saya dapat beberapa hari lalu waktu sholat jum'at agak sedikit aneh. 

The Miracle of Giving-Nikmatnya Sedekah lengkap dengan foto diri dari Ust.Yusuf mansyur.mari kita buka perhalaman selebaran itu;diawal halaman disana ada artikel yang membahas tentang khasiat sedekah dan mengutip beberapa khadits dan ayat tentang sedekah,halaman berikutnya ada testimoni-testimoni,tunggu ada yang kelewat! di cover depan ada tulisan ;Program ini dapat di ikuti oleh semua orang tanpa pandang bulu..bla..bla dan ini berlanjut sampai ke halaman 5 dan kesimpulan saya,selebaran ini tentang sedekah bersama.

Sedekah bersama? sound cool... apa coba yang nggak bagus dari sedekah,bersama-sama pula.Tapi,bukan seperti yang saya bayangkan rupanya.Program sedekah disini adalah program sedekah untuk siapa,mampu atau tidak dan sangat mengharapkan balasan dari orang lain.dengan cara kerja yang hampir sama dengan MLM.cari orang sebanyak-banyaknya biar semakin banyak balasan yang di dapat.

mau di katakan penipuan,ya bukan penipuan,pembodohan kalau menurut saya lebih tepatnya.disana juga tertera angka2 rupiah yang begitu menggiurkan sebagai total dari pendapatan yang di peroleh... busettttttttt saya kaga tega untuk menuliskan angka nominalnya.

kasian ustad yusuf masnyur namanya dibawa-bawa

ada-ada saja sih orang-orang sekarang bikin kayak ginian,benar-benar merusak makna sedekah yang sebenarnya,,, eh emangnya makna sedekah apa yak...*kabur*


Continue Reading…

Minggu, 10 Oktober 2010

Siapa yang menggoda syetan

Siapa yang Menggoda Syetan? Syetan rupanya sangat bangga dengan tugasnya, menggoda manusia untuk berbuat jahat. Namun manusia yang satu ini rupanya juga penasaran. Kalau begitu, siapa yang menggoda syetan? katanya dalam hati. 

Orang itu tak lain Mukidin, pertugas pentakmir masjid di dekat rumahnya. Dia sekarang makmur karena bisa korupsi di sana sini. 

Suatu ketika Mukidin bertanya pada seorang Kiai Sufi. “Pak Kiai, syetan itu kan punya tugas menggoda manusia, lalau siapa yang menggoda syetan?” tanyanya agak sombong 
“Ya kamu itu yang menggoda syetan!” kata Kiai seraya mengumbar tawa. 

Mukidin pun ikut tertawa sampai-sampai perutnya yang buncit itu berguncang-guncang. Suasana sejenak hening, dan Mukidin hanya tertunduk sambil merenungi dirinya. Benarkah dirinya bisa menggoda syetan, sedangkan syetan dari ujung rambut hingga kakinya pun belum ia kenal? Setelah beberapa bulan ia menyadari akan tindakan buruknya selama ini, ia bertobat lalu mendatangi Kiai Sufi itu. 

“Benar Pak Kiai, saya memang sering menggoda syetan,” katanya. “Ya, kalau kamu tidak menggodanya, syetan tidak berani menggodamu,” kata Kiai itu yang disambut manggut-manggut Mukidin 

Continue Reading…

Senin, 04 Oktober 2010

Si Mahal Menubruk si Murah

hari-hari ini topik pembicaraan yang sedang hangat di SEKITAR KITA adalah apalagi kalau bukan tragedi kecelakaan KA di petarukan,pemalang.agak spesial karena saya sendiri rumahnya di daerah deket2 petarukan pemalang.saya kira semuanya sudah pada tahu tentang tragedi itu karena hampir semua media baik cetak,elektronik,maupun online serentak menurunkan laporan tentang kecelakaan itu,dan banyak cerita menarik yang tidak terungkap oleh media.

jam setengah empat pagi dini hari 2 oktbr tidak seperti biasanya banyak ambulan dan mobil polisi lalu lalang di sekitar jl.pemuda,tetangga bilang ada kecelakaan di petarukan,mulanya saya pikir kecelakaan biasa,setelah liat breaking news di salah satu stasiun TV baru saya tau telah terjadi musibah kecelakaan KA di petarukan

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UUN semoga arwah beliau-beliau diterima di sisi Allah sesuai amal kebajikan mereka di dunia. semoga para keluarga dan handai taulan mereka diberi kesabaran, keikhlasan, dan ketabahan menghadapi musibah ini,begitu reaksi spontan saya ketika mengunjungi TKP sekitar pukul 01.00 sabtu siang.

jujur saya cuman menonton di antara ratusan penonton lainya,udara yang panas,bau anyir dan gosong,ceceran darah adalah situasi siang itu.subhanallah inikah kalau kiamat itu terjadi?tak terasa buluk kudukpun berdiri.

seumur-umur saya belum pernah naik kereta,paling banter naek yang kelas ekonomi dan ini tidak saya hitung pernah naik kereta tapi naek gerobak..biarin! lho apa bedanya KA yang kelas ekonomi sama gerobak? jwbnya sama....*sama-sama gak ada bedanya

dan  kecelakaan kemaren di daerah saya bukan kelas ekonomi tapi satu kelas di atasnya dan yang menabrak satu kelas lebih tinggi dari yang di tabrak.saya kutip statusnya mas prie.Gs di pesbuk,bgini stats beliau

Tabrakan kereta di Pemalang Jawa Tengah itu sungguh mengerikan. Bukan cuma karena akibatnya, tetapi juga karena penyebabnya. Bayangkan, ada kereta murah yang berhenti untuk mengalah demi memberi jalan kepada kereta mahal. Bukan rasa terimakasih yang ia
terima tetapi malah ditabraknya. Sungguh simbol keadaan.

simbol keadaan?yap.. yang kaya menendang si miskin,yang tinggi mendepak yang di bawah bukankah keadaan-keadaan ini sudah menjadi hal yang lumrah terjadi di negeri ini.kecelakaan itu mari kita maknai bukan sebagai jalan tercepat menuju sorga,seperti ideologi para teroris itu,tapi mari kita sikapi sebagai momentum untuk kita merenung bersama bahwa ada hikmah di balik semua musibah


.
Continue Reading…

Jumat, 01 Oktober 2010

Selamat datang di negeri spanduk dan Baliho (Jelang pilkada kab.Pemalang)


Indonesia adalah sebuah negeri spanduk dan baliho. Itu barangkali sudah kita anggap lazim karena sudah berlangsung lama, sehingga mata kita terbiasa menatap jalanan yang hiruk-pikuk oleh spanduk dan baliho warna-warni. Jika dibanndingkan dengan suasana di negara lain — tak usah jauh-jauh, Malaysia atau Singapura misalnya — jalan raya kita memang sangatlah meriah. Baliho iklan, papan pengumuman, spanduk penuh jargon, dan semacamnya, adalah penghias yang membuat jalan raya kita tampak penuh sesak.
spanduk-spanduk itu kerap mengundang senyum. Misalnya, teman saya tiap kali mudik dan keluar dari Bandara Juanda di Surabaya,sering melihat spanduk besar milik Polda Jatim, berisikan seruan (atau komitmen?) untuk memerangi narkoba. Spanduk semacam ini rada menggelikan,komentarnya.. sebab siapapun tahu bahwa narkoba tak akan bisa dibasmi dengan spanduk, melainkan dengan membabat para pengedar yang sebagian dibekingi oleh aparat keamanan sendiri.
 

Belakangan di banyak daerah, kemeriahan jalan raya itu masih ditambah dengan baliho besar berpampangkan foto-foto para pejabat politik. teknologi digital dan percetakan telah sangat memungkinkan setiap orang untuk membuat baliho dengan foto diri berukuran cukup besar, dengan biaya yang meski cukup mahal namun bisa dijangkau oleh mereka yang memiliki cukup anggaran. Para pejabat daerah (bupati, gubernur, sekda), atau mereka yang sedang mengincar posisi-posisi publik atau kepala daerah dalam pilkada, berlomba-lomba unjuk diri lewat baliho berpampangkan foto mereka, disertai kalimat-kalimat jargonis yang — seperti biasa — kerap minim makna.
tujuan utama baliho semacam ini sangat jelas: mengenalkan para pejabat publik, atau mereka yang mengincar jabatan publik, kepada masyarakat yang telah atau akan menjadi target konstituen mereka. oleh karena itu, terpampangnya wajah para tokoh ini jauh lebih penting ketimbang pesan ideologis atau program untuk disampaikan pada masyarakat.
apa sajakah implikasi fenomena ini? Ada beberapa hal. Pertama, membanjirnya baliho dengan foto besar para tokoh ini sangat mungkin mengindikasikan masih jauhnya langkah untuk membangun sistem politik yang terstruktur.Pola komunikasi politik yang dibangun lewat baliho-baliho bergambar itu sangat jelas memampangkan politik yang masih belum beranjak dari mekanisme personal, dimana pribadi seorang tokoh lebih dipentingkan ketimbang visi dan programnya.

Baliho-baliho ini tanpa ragu berpijak pada misi utama untuk menonjolkan bentuk fisik seorang tokoh, serta penjejalan sosok sang tokoh ke dalam memori masyarakat luas. Tentu saja, para politisi ini belajar dari pengalaman pemilu, pilpres dan pilkada sebelumnya, dimana kerapkali kebagusan dan kecantikan tampang seorang tokoh jauh lebih menentukan kemenangannya ketimbang faktor-faktor lain. Dengan kata lain, baliho-baliho narsistik ini mengindikasikan masih belum matangnya perilaku politik para kandidat dan para pemilih.

Kedua, baliho-baliho jual tampang itu menambah lagi variabel yang menyebabkan mahalnya prosedur demokrasi di negeri tercinta. Prosedur-prosedur demokrasi yang kita pilih semenjak tahun 1998 memang membuka peluang partisipasi politik yang kian luas dan transparan. Sayangnya, prosedur-prosedur tersebut juga berbiaya sangat tinggi.

Pilpres secara langsung misalnya, jelas-jelas menguras anggaran negara secara luar biasa signifkan. Pilkada langsung juga demikian halnya. Dalam satu pemilihan bupati/walikota oleh DPRD misalnya, sebuah kabupaten mengeluarkan biaya sekian ratus juta rupiah. Tentu saja ini biaya formal yang belum termasuk anggaran para calon untuk urusan money politics. Biaya formal ini telah membengkak hingga puluhan kali lipat ketika rakyat memilih bupati/walikotanya secara langsung. Kita tentu sangat paham bahwa biaya pemilihan gubernur secara langsung di propinsi seperti Jabar dan Jatim menelan biaya ratusan milyar rupiah. Jika harus terjadi pemilihan putaran kedua seperti di Jatim, biayanya juga kian membengkak.

Sekali lagi, itu baru biaya formal yang terkait dengan logistik pilkada langsung. Biaya lain yang juga sangat besar terkait dengan upaya peraupan suara oleh para politisi dan calon politisi. Tingginya biaya kampanye mereka, baik yang resmi maupun yang tidak resmi, bisa mengundang decak heran yang tak ada habisnya.
salah satu yang menyumbang pada pembengkakan biaya peraupan suara itu adalah narsisme para politisi dan tokoh yang kini berlomba-lomba memasang tampang di baliho-baliho di jalan raya. Akan kian runyam kalau kita amati bahwa sangat boleh jadi, sebagian biaya baliho itu dibebankan pada anggaran negara. Para politisi yang tengah menjabat kerap muncul di balik unjuk prestasi pembangunan daerah, yang ditampilkan dengan foto mereka secara sangat dominan. Anggaran dinas telah digunakan untuk ditumpangi dengan tujuan-tujuan narsistik para politisi.

Kini, bukankah sudah waktunya bagi kita untuk memikirkan prosedur demokrasi yang lebih ramah anggaran?

Wallahu a’lam bissawab.
 
Continue Reading…

Selasa, 21 September 2010

Erianto Annas Memang Bloger sesat!!!

pertama kali menemukan Blogernas kesan pertama yang saya tangkap adalah bahwa blog ini memang sesat dan menyesatkan,anda lihat judul di atas di belakang kata "sesat" saya tambahkan tanda seru (!!!) tiga kali,ini menandakan kegeraman saya yang sangat akut terhadap blog ini.


bagaimana tidak geram,Blogernas telah dengan suksesnya menjungkirbalikan paradigma saya mengenai beberapa hal yang selama ini saya anut.dalam hal bloging misalnya saya sudah tersesatkan dengan beberapa postinganya yang kerap di lakukan bloger sebut saja postingan-postingan bernada "menggugat" seperti serial kentut banyak sentilan diserial ini tentang aktifitas komentar dan blog walking.atau postingan yang di beri label serial konyol,khusus di serial ini kalau saya pribadi mbacanya kepala saya terasa pening pengen muntah dan selanjutnya saya manggut-manggut saja sambil berkata "luar biasa".


dari segi bahasa dan pemilihan judul anda harus sepakat dengan saya,bahwa blog ini unik dan piawai dalam mempengaruhi emosi pembacanya,maka anda jangan heran jika dalam beberapa postinganya banyak sekali perdebatan di sana sini.dan yang lebih seru dan menarik adalah postingan blogernas mengenai Al-qur'an,sebelum saya mengelupas blogernas,saya sajikan dulu beberapa judul postinganya di bawah ini,pesan saya siapkan iman anda terlebih dahulu dan masih banyak lagi judul-judul postingan yang menyesatkan lainya yang saya sendiri tidak tega untuk menulisnya karena dengan menulis postingan inipun akan menyebarkan kesesatan blogernas lebih luas lagi!

sekali lagi saya sarankan kepada anda semua di larang mengunjungi blognya,terlebih lagi bagi anda yang (sekali lagi) tipis iman dan bagi anda yang terbiasa membaca sesuatu secara tekstual.sekali lagi sangat terlarang..kenapa?

karena sangat berbahaya,bayangkan anda menilai sesuatu hanya sebatas "kulit" tanpa menyentuh "isi",ketika "kulit" yang anda kira sebagai "isi" kemudian anda terburu buru menyimpulkan,saya tidak mengatakan bahwa pemahaman saya pada isi blogernas lebih mumpuni dari pada anda tapi lebih ke arah keprihatinan saya terhadap mereka yang telah "menyesatkan" blogernas,kegeraman saya kepada mereka yang seolah olah mengaku umat yang beragama dan pembela Tuhan tapi komentarnya di Blogernas tidak mencerminkan itu.saya kira masih banyak cara yang lebih beradab dari pada sesat menyesatkan,kenapa mereka tidak mengambil hikmah dan pelajaran saja dari postingan blogernas,kenapa emosi yang di kedepankan dalam berkomentar? haram hukumnya bagi saya tunduk menunduk terhadap pemahaman seseorang apa lagi tanduk menanduk dan sesat menyesatkan.

dengan tingkat pemahaman orang yang berbeda-beda mungkin yang perlu menjadi catatan bagi blogernas adalah karena judulnya yang terlalu "kontroversi",apalagi menyangkut tema-tema agama yang sangat sensitif.apakah ini strategi beliau dalam mendongkrak blognya atau ada motif lainya saya kira ini bukan wilayah saya untuk menilainya.

Erianto Anas demikian pemilik Blogernas ini,yang banernya sudah saya pajang di blog ini walaupun beliau mungkin tidak tahu bagi saya pribadi adalah layaknya dosen dalam kuliah online,guru yang tidak menggurui,dan master yang tidak melulu mengumbar istilah canggih dan sejumlah puja puji lainya yang inipun saya tidak tega untuk menuliskanya karena takutnya nanti beliau jadi sombong.


  
Continue Reading…

Sabtu, 21 Agustus 2010

Mengapa Umat Islam Cenderung Reaktif ?

Suatu ketika saya berdebat dengan seorang teman tentang surga dan neraka. Ia berpendapat, orang masuk surga karena amalnya. Saya menolak pandangan itu. Bagi saya, orang masuk surga karena rahmat-Nya. Karena cakupan pandangan ini lebih etis dan luas, seperti kemahaluasan Tuhan itu sendiri.

Teman saya masih bersikeras. Katanya, jika menurut pada pendapat saya tentang rahmat Tuhan, berarti sia-sia saja orang beramal shalih. Saya bilang, sama sekali tidak! Mungkin yang sia-sia itu niatnya: ingin masuk surga.

Untuk mendukung pendapat, saya ceritakan sebuah riwayat yang biasa kita dengar. Seorang pelacur masuk surga karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Padahal dirinya juga bernasib sama. Sampai kemudian si pelacur tadi meninggal. Hanya karena rahmat Tuhan lah, yang menentukan nasib pelacur itu. sifat-Nya yang rahman-rahim itu menyelamatkannya dari api neraka.

Continue Reading…

Selasa, 17 Agustus 2010

Saum

Kemarin ngalor ngidul dengan rekan kerja tentang betapa patuhnya orang orang beragama islam untuk menjalankan ibadah puasa. Pertanyaannya kenapa tidak mudah untuk patuh agar tidak melakukan korupsi atau yang lebih sederhana lagi semisal kepatuhan untuk mentaati aturan berlalu lintas.
 
Sampai hari ini bangsa kita memiliki prestasi yang bagus dalam hal bangsa dengan ranking korupsi tertinggi didunia, tentunya mengalahkan tetangga kita Malaysia dalam hal ini. Sayangnya tema seperti ini jarang diangkat dibulan puasa. Yang terdengar lagi lagi kang setan maupun kang iblis yang telah kadung apes sebagai sikambing hitam.
 
Walaupun dalam sejarahnya tidak pernah ada kisah nyata tentang para iblis yang melakukan tindak pidana korupsi, melakukan pembunuhan atas manusia atau tindak kejahatan lainnya, segala perbuatan buruk pastilah ditimpakan kepada sang iblis. Artinya manusia disini diposisikan dipengaruhi, tidak pernah ada ajaran yang mengajak manusia mempengaruhi sang iblis agar menjadi iblis yang baik dan santun.

Continue Reading…

Sabtu, 14 Agustus 2010

Ceritaku dan Cerita Alena

[Cerita Alena] 
Sudah hampir 3 bulan aku berkeliling di rimba beton metropolitan,lelah,capek apalagi saat ini aku terjebak dalam benda seperti kaleng biskuit yang di beri roda,kopaja 45 yang penuh sesak membawaku terseok-seok menerobos kemacetan jakarta. 
" Kenapa sedih ? baru di usir majikan yah?" tanya seorang perempuan berdandan menor yang duduk di sebelahku 
" tak usah sedih ,aku bisa carikan kamu majikan baru,berapa gaji yang kamu minta? " di tanya seperti itu aku hanya menahan napas dan rasa dongkol sambil berdoa mudah-mudahan Bus reyot ini segera sampai ke tujuan dan perempuan di sebelahku ini segera enyah dari hadapanku.tak kuhiraukan ocehan perempuan itu,kulirik sebentar akhirnya perempuan itu diam sendiri, hufht..! kuraih hpku ku sms dia...

Continue Reading…

Senin, 09 Agustus 2010

Safari

Kalo sebagian dari kita ada yang lagi menikmati Keong racun,sementara IHSG sedang merespon Redenominasi,sementara saya cukup merespon banyaknya iklan sirop di tivi sebagai tanda kalo bentar lagi puasa.

Puluhan tahun yang lalu...
Sudah menjadi tradisi bahwa setiap bulan Ramadhan Pak Camat beserta jajaranya selalu mengadakan kegiatan turba (turun kebawah),menyerap aspirasi dari masyarakat dan bersilaturahmi dengan warganya selanjutnya kegiatan ini di namakan Safari Ramadhan.

Desa Nestapa Jaya dengan Bpk Drs Suka miskin sebagai kepala desanya akan menjadi target pertama untuk safari kali ini,desa itu tergolong desa "miskin".maka setelah membentuk semacam Pansaf (panitia safari),di adakanlah persiapan untuk mulai kegiatan itu,nah secara kebetulan Kang Sukar di rekrut menjadi panitia sebagai asisten driver,atau bahasa ilmiahnya "kenek".kawan,ijinkanlah hamba menggambarkan barang sebentar sosok kang sukar ini,karena tokoh kita yang satu ini akan menentukan jalanya cerita selanjutnya

Continue Reading…

Jumat, 07 Mei 2010

Temuan KPK tentang Pemborosan biaya Haji

Saya jadi teringat dengan sebuah guyonan begini: "Nanti di akhirat, bisa jadi Tuhan akan menyediakan neraka khusus untuk sebagian besar orang-orang yang ketika hidup pekerjaannya mengurusi Ibadah Haji, dan ternyata yang paling banyak berada di sana dulunya bekerja di departemen Agama."

Ketika saya membaca berita ini, pikiran saya melayang kepada guyonan "hitam" itu tadi. Soalnya, mengerikan benar bahwa menurut Wakil Ketua KPK terdapat indikasi pemborosan RATUSAN Miliar di Depag, khususnya dalam masalah penyelenggaraan haji..(berita detik 06/05/2010) Tentu saja semua ini bukan rahasia lagi, karena sepanjang sejarah mulai Orba sampai sekarang, hakekatnya penyelenggaraan haji Indoneisa, menurut pengamatan saya, adalah sebuah proses sistematis pemerasan plus penindasan yang dilakukan elite Penguasa (atas nama negara) terhadap rakyat, khususnya ummat Islam yang ingin menunaikan ibadah agar sempurna keislaman mereka.


Continue Reading…

Rabu, 17 Februari 2010

Tragedi Bani Sadum

     Adalah Bani Sadum umat Nabi Luth as,menurut riwayat Bani Sadum amat memuja kepuasan seksual,muda-mudinya bergaul bebas,kapan dan dimana saja menghendaki,laki-laki menggoda perempuan dan langsung berhubungan.Bila laki-lakinya suatu saat kurang bernafsu,perempuanlah yang mengambil inisiatif menggoda.yang namanya nafsu tak akan pernah puas,merekapun menggunakan cara baru yakni laki-laki bersebadan dengan laki-laki,perempuan bermain cinta dengan perempuan.pemusnahan kaum Nabi Luth ini terekam dalam Al- Qur'an " Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu (terjungkir-balik sehingga) yang di atas ke bawah, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.." (Surat Huud ayat 82).dan menurut kitab Perjanjian Lama, kaum Nabi Luth ini tinggal di sebuah kota bernama Sodom. Sehingga karena itu praktek homoseksual saat ini kerap disebut juga sodomi.(sumber:harunyahya.com)

Continue Reading…

Selasa, 16 Februari 2010

Perundungan atau Pelecehan seksual?

         Maka sangatlah mengejutkan ketika saya membaca berita yang mengaitkan Pak Anand dengan tindak pidana pelecehan seksual itu. Saya kira normal saja jika reaksi pertama ketika mambaca berita detik.com itu adalah "ini fitnah keji apa lagi?". Toh, saya tetap lanjutkan untuk mengikuti perkembangan kabar ini karena hal ini sangat penting artinya serta luas dampaknya bagi kredibilitas tokoh spiritual dan masyarakat pendukung perdamaian dan HAM. Memang sebagai seorang tokoh yang populer, fitnah dan tuduhan adalah makanan sehari-hari bagi orang sepeti Pak Anand,saya sangat mengenal beliau,tentunya perkenalan saya melalui buku-bukunya.sebagaimana kita ketahui bersama Pak Anand dilaporkan oleh TR dan SM, korban yang mengaku mendapat pelecehan seksual dari tokoh spiritual Anand Krishna 

Continue Reading…

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Check Page Rank
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com