Catatan pribadi tentang apa saja
Tampilkan postingan dengan label Mentari Pagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mentari Pagi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juni 2011

Selamat .... anda memperoleh bonus 100 SMS...!

### mEt mLM sAYaN9.. 9iE nAPa niYH?! ###
Sebuah pesan masuk segera kaubaca . Dan serta merta jantungmu berdegup kencang membayangkan wajah polos di balik sana yang kaubayangkan pastinya juga sedang memikirkanmu. Segera kamu mengembalikan waktu kepada saat paling berkesan dengannya. Dan hatimupun telah jatuh ke dalam lingkaran waktu yang tak lagi bernama. Naluri dan akal sehatmu buta oleh persepsi yang telah kamu bangun sendiri oleh kata-kata yang tersusun dalam smsnya.

### udAh Maem LoM nYh?! mW aQ bAWaiN aPA dR sINi?J ### 
Gambar senyum di akhir kalimat smsnya menandakan betapa hatimu sedang berkaca-kaca dalam gembira. Indahnya dunia! Kali ini kamu melayang seolah sang permaisuri yang dimanja oleh sang raja. Ia sangat memperhatikan dan mengagumimu, kawan. Padahal kamu nggak pernah tahu kalau aku sedang mengirimkan sms yang sama pada sekian orang, yang kesemuanya makhluk Tuhan sepertimu. Yang paling seksi, dan seksi sekali!. Hahaha. Kenapa kamu mudah sekali tertipu oleh sanjungan basa-basiku, gadis..?! Hati-hati wahai kamu kaum perempuan, hari ini bukan lagi jaman emak atau mbah buyutmu yang seumur-umur jarang ngomongin cinta tapi sekalinya mereka ngomong cinta, cinta mereka itu beneran.

Nggak yang kayak cintanya anak sekarang yang dengan gampangnya bisa diungkapkan lewat sms seharga seratus perak, atau setangkai bunga duaribu perak, atau sebatang coklat tujuh ribu perak atau cara-cara praktis lainnya yang kamu anggap sebagai simbol perasaan mereka yang begitu besar kepadamu.

Bullshit sumpah! Ia hanya ingin membangun persepsi tertentu dimatamu.

Continue Reading…

Rabu, 15 Juni 2011

Mulai

dan sebuah catatan ingin ku tuliskan bukan bermaksud untuk bermain kata atau menumpahkan rasa..entah hanya saja ku hanya bisa berkata lewat tulisan saja,tapi mau ngomong apa yak??terakhir mbuka halaman ini november 2010,hampir setengah taun aku menghilang dari hiruk pikuk perngeblogan baik nasional maupun internasional,halah!

Ibarat sebuah perjalanan, satuannya adalah lancar sampai macet. Di antaranya bisa padat merayap sampai tersendat-sendat. Itulah perjalanan, itulah hidup. Jangan pernah berharap linear. Lurus, mulus, halus, lancar-car-car-car. Karena hidup memiliki dimensi, terikat aturan dan ketentuan. Maka membutuhkan kekuatan. Bukan untuk mengalahkan, apalgi saling menundukkan.

Maka kekuatan yang tak terkalahkan adalah ketabahan. Karena ketabahan adalah elastisitas. Ketika mengisi berarti dia mengosongkan, ketika mengosongkan berarti mengisi. Itulah dimensi hidup.

semoga tidak macet lagi,ngeblognya :P
Continue Reading…

Kamis, 11 November 2010

Bukan Soal Keyakinan,tapi tentang Perilaku...met pagi pak tif

Sementara Obama sudah meninggalkan Indonesia tapi pernak pernik beritanya masih saja di putar ulang,di komentarin banyak narasumber layaknya pertandingan sepakbola apalagi di jagat maya ini,
pun sebuah dagelan yang gak penting-penting amat kita bahas karena imbas kedatangan obama itu salah satunya adalah tentang tragedi "salamanya"pak tifatul ini.tidak tanggung-tanggung media internasionalpun ikut-ikutan ngebahasnya Media seperti Huffivgton Post,New York Post dan washinton post ramai-ramai mengritik hal ini,acara talkshow bergensi "The Colbert Report" bahkan menjadikan "tragedi salamanya" pak tif ini sebagai topik untuk di bahas dan kemudian di tertawakan bersama,simak video ini 

Continue Reading…

Sabtu, 06 November 2010

Menantang Matahari

Imbauan pemerintah untuk menghemat listrik tampaknya tidak berlaku buat sosok yang satu ini,"Lampu Jalan" Lampu jalan disini tidak pernah mati, walaupun disiang hari,sungguh lampu jalan yang baik dan tulus bekerja siang malam tak pernah lelah :( , 

Ia seolah olah menantang matahari yang sudah terang benderang menerangi bumi membantu manusia untuk bisa berjalan biar tidak tabrakan Mungkin ini berita basi,sebuah lampu nyala di siang hari bolong,sementara di beberapa tempat ritual "byar pet!"masih sering kerap terjadi walaupun "byar"nya masih lebih banyak dari "pet"nya tapi tetep Namun yang membuat aku jengkel petnya itu kadang terjadi ketika warga sangat membutuhkan penerangan, yaitu menjelang maghrib hingga jam sembilan malam.

Kembali ke Lampu Jalan yang nyala di siang hari bolong dengan anggunya.. :(  


Benarkah Lampu jalan itu benar-benar luar biasa?jawabanya luar biasa memang,luar biasa borosnya,mungkin lampu jalan yang saya temui ini tidak menggunakan sensor cahaya yang berfungsi agar lampu-lampu tersebut nyala atau padam dengan sendirinya ketika lingkungan di sekitar kita menjadi gelap. 

cara ngecek sebuah lampu jalan menggunakan sensor cahaya atau tidak,gampang saja tinggal dilihat di siang hari kalau cuaca tiba-tiba mendung dan gelap lampu-lampu itu akan menyala secara otomatis,nah kalau disiang hari masih menyala berarti kerusakan bukan pada pesawat televisi anda,,lho eh :P 

Harusnya sih pihak yang terkait secara berkala melakukan pengecekan atau istilah kerenya tera (kalibrasi) ulang sensor cahaya yang ada pd lampu-lampu jalan tersebut,sangat aneh jika pemerintah atau yang lagi memerintah atau calon pemerintah mendatang berbusa busa megkampanyekan hemat ini itu,tp dia nya sendiri borosnya naudzubilah!

ah lampu-lampu jalan yang terlalu baik hati. Engkau beramal cahaya yang sia-sia...


 
Continue Reading…

Minggu, 31 Oktober 2010

Hot Spotan di Pekalongan untuk siapa?

Oleh : Blog'de
 
Kalau jalan-jalan ke kota-kota atau Kabupaten hal yang menarik dan pertama saya cari adalah alun-alunya,di alun-alun ini biasanya saya duduk santai sambil menikmati segala yang ada,biasanya sebuah alun-alun kota/kab adalah representasi dari kota/kab itu sendiri,kita bisa menemukan kekhasan daerah tersebut dari alun-alunya
 
Kali ini saya berada di Kota batik Pekalongan,melihat tampilan alun-alun kota Pekalongan saat ini sungguh menyegarkan mata. Lapak-lapak pedagang kaki lima dan kantong-kantong parkir yang dulu tampak "mengotori" kawasan alun-alun, kini telah tertata rapi di seputaran lapangan. Di tengah lapangan, hanya ada hamparan rumput hijau yang terpotong rapi. Pemerintah kota tampaknya serius menangani penanda kota ini.
 
Saat saya menghidupkan perangkat wi-fi di laptop, tampak indikator jaringan hotspot berkedip-kedip. Ada empat sinyal wi-fi gratis di alun-alun Pekalongan, dengan kecepatan akses yang lumayan. Namun, keasyikan berselancar agak terganggu dengan kehadiran seseorang tak dikenal yang mendadak menghampiri dan mengamati gerak-gerik saya.

Saya pun melihat sekeliling, dan ternyata, hanya saya sendirian yang membawa laptop. Tidak ada gerombolan muda-mudi yang kerap saya temui di tempat-tempat yang menyediakan hot spot gratisan. Khawatir terjadi sesuatu yang tak diinginkan, saya pun segera mengemasi barang-barang, dan beranjak ke mal yang berada tak jauh dari alun-alun.

Pemerintah memang telah menata ulang alun-alun serta memberikan fasilitas hotspot gratis. Namun, rupanya, fasilitas itu belum menarik minat para "hotspoters" Pekalongan. Buktinya, tak banyak pengunjung yang memanfaatkan jaringan internet gratis ini. Mereka lebih banyak terlihat bergerombol di kafe-kafe yang menyediakan fasilitas serupa.

Padahal, bila mau, para pengguna laptop dapat berselancar dengan sinyal wi-fi tak berbayar, sembari menikmati suasana serta sajian makanan dan minuman di seputaran alun-alun kota. Namun, ketidaknyamanan menjadi alasan para hostpoters ini enggan berlama-lama di rerumputan hijau alun-alun yang menggoda itu.

Ketiadaan petugas keamanan yang berkeliling di sekitar alun-alun menjadi salah satu alasan, mengapa kawasan ini "terlihat" tidak aman. Peran petugas kemanan ini penting, untuk memberikan kepastian kepada pengunjung bahwa kawasan ini benar-benar dijaga oleh pihak yang berwenang.

Selain petugas keamanan, rasa nyaman bisa dibentuk dengan "pengamanan bersama". Artinya, para pengunjung secara bersama-sama menjaga keamanan mereka sendiri. Caranya, tentu saja, dengan saling berinteraksi. Bila komunikasi telah terjalin, rasa saling percaya akan muncul. Tidak akan ada rasa curiga kepada orang di sekitar.

Untuk menumbuhkan ini, dibutuhkan waktu tidak sedikit. Diperlukan pula kontribusi pemerintah untuk menyediakan infrastruktur yang memadai agar menarik semakin banyak orang berlama-lama menghabiskan waktu di alun-alun.

Saat ini, memang, kawasan itu telah tertata rapi. Rerumputan hijau itu pun cukup nyaman untuk disinggahi. Namun, belum ada bangku-bangku taman di bawah rindangnya beringin besar di sudut dan pinggir lapangan. Di siang yang terik, kehadiran bangku di bawah rerimbunan pohon, pasti akan sangat menarik.

Bangku-bangku taman, juga lebih berguna bagi pengunjung ketimbang videotron raksasa di sisi timur lapangan yang hampir sepanjang hari menyiarkan iklan dari sponsor.

Pasokan listrik juga menjadi hal penting bagi para pemburu hotspot. Sebab, daya tahan baterai laptop seringkali tak maksimal. Soal ini, Pemkot dapat belajar dari Pemkab Batang. Di alun-alun kota tetangga itu, disediakan ratusan stop kontak beraliran listrik bagi pedagang dan pengunjung. Pedagang yang memanfaatkan listrik itu dimintai retribusi Rp 1.000 perhari. Sementara, para pengunjung yang mengecas laptopnya tak dikenai biaya.

Bila memang pemerintah serius mengolah kawasan alun-alun kota, maka hal-hal "perinthilan" macam ini pun seharusnya menjadi perhatian. Jadi, bukan hanya menyediakan fasilitas dan lantas mengabaikan efektivitas penggunaannya. Evaluasi harus terus dikalukan, agar proyek berbiaya mahal itu tak hanya menjadi sekadar "proyek mercusuar".
*foto dr sini 
Continue Reading…

Kamis, 28 Oktober 2010

Mulutmu Harimaumu Pak Ketua,, !

Bukan sok latah ikut2an mengecam pernyataan pak ketua DPR kita satu ini,tapi kayaknya harus di latahi bahkan kalau perlu di ekspos di tv biar kapok tuh..

dari ulah marzuki ali yang asal “nyeplos” ngomong pindah saja kedaratan kalau tidak ingin kena resiko tsunami,coba bilang ama warga jakarta yang kena banjir mulu,pindah saja kedesa apa mereka mau,atau gini saja khawatir kena gempa di daratan jgn tinggal didaratan tinggal aja dipegunungan, klo pegunungan khawatir meletus tinggal aja di lembah2, klo lembah khawatir kebakaran tinggal aja di pesisir, klo khawatir pesisir kebanjiran tinggal aja di pantai.... dstnya. khawatir terus kapan enaknya pak ketua?

Apa jadinya kalau pejabat sekelas Marzuki Alie tidak bisa menunjukkan rasa empatinya kepada anak negeri Sumbar yang sedang berduka karena kehilangan sanak saudara yang menjadi korban tsunami di Mentawai, selengkapnya begini pernyataanya pak ketua kita satu ini saya kutip dari sini

"Mentawai kan jauh. Itu konsekuensi kita tinggal di pulaulah," kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2010). "Kalau tahu berisiko pindah sajalah," imbuhnya. 
"Kalau rentan dengan tsunami dicarikanlah tempat. Banyak kok di daratan," sambungnya. 

Memindahkan orang, tidak sama dg mencabut pohon yg sudah berakar dari tempat tumbuhnya. Kultur budaya dan hidup di pantai tidak bisa disamakan dengan di daratan/pegunungan, begitu pula sebaliknya pak ketua.. 
Begini saja pak ketua,dari pada pak ketua koment sana-sini yang gak jelas dan menuai hujan kritik bahkan dari dalam partai anda sendiri mengkritiknya,ada baiknya saya ajari bapak membuat pernyataan yang sedikit elegant,kira-kira begini pak ketua 

Negara kita ini terletak di titik yang rawan bencana seperti gempa, tsunami, gunung berapi, topan, dll. Karena itu saya himbau kepada rakyat Indonesia agar selalu waspada dan senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pengurangan risiko bencana, bahkan sejak usia dini......

Coba pak ketua,bandingkan pernyataan bapak dengan saya enakan mana hayoo?? :P
 
Continue Reading…

Selasa, 26 Oktober 2010

Wedus Gembel

Tadi liat siaran berita tv rasanya sangat miris,
dari kemaren cuma mbaca berita isinya macet,banjir di jakarta.

Gempa Mentawai belum selesai dari tsunaminya,ayo pak presidenku cepat pulang,ini gimana? 

yang sabar ya poro sedulur kabeh.. 
teman-teman Bloger ada yang rumahnya dekat-deket gunung merapi gak?
kalau rumahku jelas dekat dengan gunung,namanya gunung slamet,berapi dan terkadang berdehem dehem mengeluarkan awan seperti wedus gembel kuwi lho,tp alhamdulilah gunung dekat rumahku itu sampai sekarang slamet-slamet saja,mungkin karena namanya Gunung slamet juga kali ye.. 

Teman-teman Bloger dari jakarta yang sabar juga ya,walaupun keadaan lagi banjir tapi tetep eksis Blogwalking,salut... 

gimana siapa saja yang rumahnya kebanjiran?siapa saja yang rumahnya kena gempa sumatra,siapa yang lagi pada ngungsi di kawasan gunung merapi...

wis ayo podo semangat lagi.......smoga smuanya baik-baik saja 

wedus gembel,kalau di BBC istilahnya apa yah??

gbr dari sini

Continue Reading…

KAU BALUT LUKA DENGAN JILBABMU


Ya Allah aku tak kuasa melihatnya, wajah putihnya berubah merah. Bagai kepiting rebus lunak siap santap. Karena air mata yang tertahan di pelupuk mata. Ingin aku menenggelamkannya ke dadaku agar segala beban tersandar, agar segala kerinduan tercurahkan. Agar dia tahu ada aku yang selalu ada untuknya ada aku yang akan menghapus air matanya.
“kenapa minta pulang?”
“capek, disini dari sore. lagian kalo pulangnya telat entar kena marah sama bunda”
Nesya berlalu menuju parkiran, kutarik tangannya, dia menoleh. Aku melihat air matanya terjatuh membasahi pipi, dagu dan jilbab yang dikenakannya.

“secapek apa sih? Sampai Nesya nangis kaya gini?
“siapa yang nangis. Tadi kena debu tahu!”
“ya udah kalo nggak mau ngaku. Kalo ntar dada kamu meledak gak sah minta tolong ya!”
“yyyeeeeeeeeee,,,,,,,,,,,,,,,,,, bom waktu kali!”

Ku stater motorku meninggalkan cafe faforit kita. Berjalan ke arah selatan menyusuri jalan penuh kenangan . kami bisu diantara lalu lalang kendaraan. Sebenarnya banyak pertanyaan di benakku. Apa yang terjadi pada Nesya? Kulihat traffic lamp berwarna merah. Aku mengerem motorku tepat di tangah-tengah pengemudi kendaraan yang lain.

“Kita belok kiri aja.”
“Belok kiri??? Kita kan mau pulang. Kalo mau belok kiri ngapain tadi kita berhenti?”
“Halooo Rama yang super cute. Yang berhenti kamu kaliiiii bukan kita! Lagian supirnya siapa lagi. Aku belon pengin pulang. Masih pengin di sini ngademin ati”
“Ya udah pulang aja sana! Masukin frezer”

Aku jadi kaya orang utan yang baru masuk kota melihat traffic lamp, buta huruf lagi. Sudah jelas ada tulisan KIRI JALAN TERUS la ini belok kiri pake acara berhenti nungguin trafic lamp berubah kuning . rasa-rasanya semua pengendara di sekitarku menertawaiku tanpa ampun. Aku masih menyusuri jalanan kota yang ramai. Ya tentunya masih ada sikecil Nesya di belakangku. Kenapa aku menyebutnya kecil??? Ya..............memang dia kecil. Bayangkan. Tinggi badan 148cm di umur 19th dengan berat badan 40kg. Kadang aku menyebutnya kurcaci. Sudah barang tentu dia marah. Tapi dia nggak akan marah disebut ‘cah cilik’. Dia bilang itu fakta. Bagiku Nesya adalah sahabat,adik,sodara bahkan kadang-kadang jadi musuh (kalo lagi berantem). Dari orok kita sudah bareng. Nesya lahir saat aku mulai balajar merangkak, kata ibu usiaku 2bulan. Dari belajar berjalan, dari TK sampai SMP bahkan di TPQ kita selalu bersama.

Kata Bapak Ibu guru kami, di sekolah maupun di TPQ aku jauh lebih pandai dari Nesya. Hal itu memang terbukti dari hasil rapor kami. Tapi nesya hebat dia selalu berusaha untuk jadi yang lebih unggul dari aku.walupun usahanya bisa dibilang sia-sia. Setiap penerimaan rapor kami selalu punya perjanjian. Siapapun yang lebih unggul dia berhak mendapatkan coklat merek terlezat dari yang tertinggal. Tentu saja aku yang selalu mendapatkan coklat tersebut.tapi aku tidak pernah menikmatinyya sendiri, aku selalu membaginya sama nesya.walaupun aku tidak membaginnya Nesya selalu memintanya secara paksa.
Kita masih melenggang diatas jalan raya. Melewati sebuah bangunan klise. Dulu aku sama Nesya belajar bersama selama enam tahundengan seragam merah putih kebanggaan kami. 

“Jadi inget Rama dulu, masih ingusan”
“Sekarang sya???”
“Sekarang upilan. Tu jorok banget!”
“Hihhh,,,,,,,,,,,,,,,,ngatain orang. Dasar!”
“Hahahahahahahaha,,,,,,,,,,,”

Anganku terbang bersama gelak tawa Nesya. Andai kita tidak terpisah saat SMA. Aku pasti bisa ngemong dia dengan jarak yang sangat dekat dan intensif. Tapi apa boleh buat, aku cuma bisa memandang kesemrawutan nesya dengan jarak jauh. Nesya yang cuek, Nesya yang nakal. Sebenernya kita terpisah bukan karena sekolah kita berbeda tapi karena sudah ada yang menjaga nesya. Aku cuma mundur teratur. Tapi jangan salah, Nesya sekarang adalah manusia reingkarnasi dengan perubahan 180 . Biar tetep cerewet tetapi selalu mengontrol tutur kata. Kemanapun pergi jilbab selalu jadi tutup kepala. Sekarang waktu menyatukan kita. Ya walaupun sama-sama sibuk kuliah tapi selalu nyempetin ketemu, biasanya sih malam minggu kaya gini. Sekarang aku akan menjaga nesyaku, menjaga sobat kecilku. Syukur-syukur dia memang amanat dari Tuhanku untuk hidupku.

Aku marasakan pundakku mendapatkan sebuah beban, membuyarkan lamunan yang telah jauh menggantung bersama angin. Aku mencoba memeriksanya lewat kaca sepionku, sepertinya aku menemukan sesuatu disana.

“Ram,,,,,,,,,,,,,aku bolehkan pinjem pundakmu?”
Suara nesya mengagetkanku bersama dengan teriakan perempuan didepanku.
“Awassssssssssssssssssssssssssssssss,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Dan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,brakkkkk aku menabrak becak dengan penumpang perempuan paruh baya.
“Rama hati-hati dong.” Lanjut nesya

Kuhentikan motorku. Alhamdulillah tidak ada korban. Baik luka ringan, berat maupun korban jiwa. Cuma dadaku sekarang dagdigdug kenceng banget.melebihi nara pidana yang akan dieksekusi mati,. Melebihi pengantin pria yang akan mengikrarkan ijab kabul. Bukan karena abang becak yang ngomel-ngomel memarahiku. Tapi karena nesya, nesya menyandarkan diri sepenuhnya kepudakku, eeeee gak ding Cuma kening doang.
Kita masih diam memandangi keramaian lalu lalang orang yang bermalam mingguan. Kata Jamal mirdad “malam minggu malam yang panjang, malam yang asik buat pacaran” tapi itu tidak berlaku buat aku. Malam minggu kaya gini aku harus nemenin nesya yang manyun, menekuk wajah seperti burung hantu. Diketawain orang ditengah lampu merah, kena marah sama abang becak gara-gara naik motor meleng. Nesya turun dari motorku. Duduk disebuah bangku kecil dibawah pohon beringin.

“Jangan disitu entar dikira anak tuyul ilang. Lagian tu rebutan O2 sama om pohon, entar pingsan repot deh bawa pulangnya.”
“Ihhh ngasal banget sih. Biarinlah mati juga gak papa besok-besok malah mo bawa tambang kesini”
“Yeeeee,,,,,,inget kamu punya utang ma aku Rp10000 makan bakso kemarin. Bayar dulu baru mati”
“Ya Allah pelit banget sih. Duit Rp10000 ja di ributin”
“Bukan pelit. Justru aku sayang kamu karena duit Rp10000 itu bisa menghambat perjalanan kamu di akherat”
“Ram kalo kamu marasakan kerinduan diatas kebencian apa yang kamu lakukan?”
“Mang kangen sama sapa sih???”
“Seseorang yang dulu mengaku kalo aku segalanya.tapi sayang tidak ada yang abadi di dunia ini”
“Ihhh ngomong yang jelas dong!!! Mang siapa sih???”
“Aduhhhhhhhhh.”
“kenapa Sya?”
“Pengin pipis. Ketoilet dulu ya. Rama tunggu sini, nitip tas”

Nesya ngeloyor pergi sambil melempar tasnya. Aku Cuma bisa geleng-geleng kepala ngeliat tingkah nesya yang aneh. Susah ditebak. Memandang tas nesya seperti ada magnet yang menuntun tanganku untuk membukanya. Entah kenapa aku bener-bener penasaran ingin mengetahui isi tasnya. Eitsssss tunggu dulu aku bukan klepto lo. Aku Cuma pengin tahu aja, benda-benda penghuni tas nesya itu apa aja sih? Dengan seribu keberanian kubuka resleting tasnya. Mungkin aku nekad, tapi biarlah. Toh nyatanya rasa penasaranku mengalahkan segala rasa didalam diriku. Aku menemukan minyak angin dengan botol kecil, imut. Aku sempat terkekeh mendapatinya, mungkin orang-orang pikir aku gila, tapi biarlah yang apenting aku puas. Tu anak kaya nenek-nenek pikirku. Aku melihat dompet panjang dengan warna coklat muda bergambar tedy bear, dengan tangan gemetar aku raih benda itu. Sekali lagi aku tidak ada minat untuk mencuri, nyolong atau apalah. Aku sendiri masih heran kenapa rasa penasaranku sebegini besarnya? Kubuka dompet itu perlahan, Subhanaallah aku benar-benar tidak tertarik dengan sejumlah uang yang ada di dompet nesya, kartu ATM? Apa lagi KTP? Gak penting. Tapi aku benar-benar terkejut mendapati sebuah foto dengan wajah ceria nesya dengan seorang cowok.

“Rama ko’ gitu si?!?!?” tiba-tiba nesya datang. Marah. Aku jadi celungukan. Aku bener-bener bodoh diantara orang bodoh. Aku kayak maling yang aketangkap sama tuan rumah.
“Maf sya a,,,,,,,,,,a,,,,,,,,,aku tidak,,,,,,,,,,,”
“Aku ngarti, kamu nggak mungkin nyolong!!!!! Tapi aku gak suka kamu kaya gitu!!! Melanggar privasi tauuu”
“ Iya sya maaaf,,,,,,,,,,tapi jangan ujan lokal gitu dong”
“Mau tak banjiri sekalian!!!” 

kami berdua terdiam. Aku nggak perduli nesya marah atau nganggep aku kurang ajar. Yang merajai pikiranku sekarang adalah foto di dompet itu. Aku kenal cowok itu. Seperti halnya keberanianku mengobrak-abrik tas nesya. Aku pun harus punya keberanian untuk menanyakan hal ini. 

“Cowok itu siapa sya?”
“Dia yang dulu mengaku aku adalah segalanya. Tapi tidak ada yang abadi ram”
“jadi ini yang bikin nesya nangis, minta pulang dari kafe?”
“cewek mana yang tahan ngeliat orang yang pernah menyakitinya jalan sama cewek lain. Sama sepupu kamu. Sedang dalam segala perubahanku aku masih selalu memohon pada Allah, agar dia kembali lagi sama aku.”
“Kamu berubah karena dia, bukan karena Allah?”
“Entahlah. Aku jadikan jilbab ini sebagai benteng bukan tameng (kedok). Dalam keadaan sepertiku setan mudah mempengaruhi, jadi aku harus punya pegangan yang kokoh. Agama. Tapi sekarang semuanya berakhir. Aku kecewa karena lukaku sendiri.”

“Setetes embun untuk hati yang gersang.
Semoga”
Continue Reading…

Selasa, 19 Oktober 2010

The Miracle of Giving-nya salah tempat

Jadi kalau ada selebaran di mushola atau mesjid biasanya isinya tentang khutbah-khutbah,atau informasi ada kegiatan pengajian ,tapi selebaran ini yang saya dapat beberapa hari lalu waktu sholat jum'at agak sedikit aneh. 

The Miracle of Giving-Nikmatnya Sedekah lengkap dengan foto diri dari Ust.Yusuf mansyur.mari kita buka perhalaman selebaran itu;diawal halaman disana ada artikel yang membahas tentang khasiat sedekah dan mengutip beberapa khadits dan ayat tentang sedekah,halaman berikutnya ada testimoni-testimoni,tunggu ada yang kelewat! di cover depan ada tulisan ;Program ini dapat di ikuti oleh semua orang tanpa pandang bulu..bla..bla dan ini berlanjut sampai ke halaman 5 dan kesimpulan saya,selebaran ini tentang sedekah bersama.

Sedekah bersama? sound cool... apa coba yang nggak bagus dari sedekah,bersama-sama pula.Tapi,bukan seperti yang saya bayangkan rupanya.Program sedekah disini adalah program sedekah untuk siapa,mampu atau tidak dan sangat mengharapkan balasan dari orang lain.dengan cara kerja yang hampir sama dengan MLM.cari orang sebanyak-banyaknya biar semakin banyak balasan yang di dapat.

mau di katakan penipuan,ya bukan penipuan,pembodohan kalau menurut saya lebih tepatnya.disana juga tertera angka2 rupiah yang begitu menggiurkan sebagai total dari pendapatan yang di peroleh... busettttttttt saya kaga tega untuk menuliskan angka nominalnya.

kasian ustad yusuf masnyur namanya dibawa-bawa

ada-ada saja sih orang-orang sekarang bikin kayak ginian,benar-benar merusak makna sedekah yang sebenarnya,,, eh emangnya makna sedekah apa yak...*kabur*


Continue Reading…

Minggu, 10 Oktober 2010

Siapa yang menggoda syetan

Siapa yang Menggoda Syetan? Syetan rupanya sangat bangga dengan tugasnya, menggoda manusia untuk berbuat jahat. Namun manusia yang satu ini rupanya juga penasaran. Kalau begitu, siapa yang menggoda syetan? katanya dalam hati. 

Orang itu tak lain Mukidin, pertugas pentakmir masjid di dekat rumahnya. Dia sekarang makmur karena bisa korupsi di sana sini. 

Suatu ketika Mukidin bertanya pada seorang Kiai Sufi. “Pak Kiai, syetan itu kan punya tugas menggoda manusia, lalau siapa yang menggoda syetan?” tanyanya agak sombong 
“Ya kamu itu yang menggoda syetan!” kata Kiai seraya mengumbar tawa. 

Mukidin pun ikut tertawa sampai-sampai perutnya yang buncit itu berguncang-guncang. Suasana sejenak hening, dan Mukidin hanya tertunduk sambil merenungi dirinya. Benarkah dirinya bisa menggoda syetan, sedangkan syetan dari ujung rambut hingga kakinya pun belum ia kenal? Setelah beberapa bulan ia menyadari akan tindakan buruknya selama ini, ia bertobat lalu mendatangi Kiai Sufi itu. 

“Benar Pak Kiai, saya memang sering menggoda syetan,” katanya. “Ya, kalau kamu tidak menggodanya, syetan tidak berani menggodamu,” kata Kiai itu yang disambut manggut-manggut Mukidin 

Continue Reading…

Senin, 04 Oktober 2010

Si Mahal Menubruk si Murah

hari-hari ini topik pembicaraan yang sedang hangat di SEKITAR KITA adalah apalagi kalau bukan tragedi kecelakaan KA di petarukan,pemalang.agak spesial karena saya sendiri rumahnya di daerah deket2 petarukan pemalang.saya kira semuanya sudah pada tahu tentang tragedi itu karena hampir semua media baik cetak,elektronik,maupun online serentak menurunkan laporan tentang kecelakaan itu,dan banyak cerita menarik yang tidak terungkap oleh media.

jam setengah empat pagi dini hari 2 oktbr tidak seperti biasanya banyak ambulan dan mobil polisi lalu lalang di sekitar jl.pemuda,tetangga bilang ada kecelakaan di petarukan,mulanya saya pikir kecelakaan biasa,setelah liat breaking news di salah satu stasiun TV baru saya tau telah terjadi musibah kecelakaan KA di petarukan

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UUN semoga arwah beliau-beliau diterima di sisi Allah sesuai amal kebajikan mereka di dunia. semoga para keluarga dan handai taulan mereka diberi kesabaran, keikhlasan, dan ketabahan menghadapi musibah ini,begitu reaksi spontan saya ketika mengunjungi TKP sekitar pukul 01.00 sabtu siang.

jujur saya cuman menonton di antara ratusan penonton lainya,udara yang panas,bau anyir dan gosong,ceceran darah adalah situasi siang itu.subhanallah inikah kalau kiamat itu terjadi?tak terasa buluk kudukpun berdiri.

seumur-umur saya belum pernah naik kereta,paling banter naek yang kelas ekonomi dan ini tidak saya hitung pernah naik kereta tapi naek gerobak..biarin! lho apa bedanya KA yang kelas ekonomi sama gerobak? jwbnya sama....*sama-sama gak ada bedanya

dan  kecelakaan kemaren di daerah saya bukan kelas ekonomi tapi satu kelas di atasnya dan yang menabrak satu kelas lebih tinggi dari yang di tabrak.saya kutip statusnya mas prie.Gs di pesbuk,bgini stats beliau

Tabrakan kereta di Pemalang Jawa Tengah itu sungguh mengerikan. Bukan cuma karena akibatnya, tetapi juga karena penyebabnya. Bayangkan, ada kereta murah yang berhenti untuk mengalah demi memberi jalan kepada kereta mahal. Bukan rasa terimakasih yang ia
terima tetapi malah ditabraknya. Sungguh simbol keadaan.

simbol keadaan?yap.. yang kaya menendang si miskin,yang tinggi mendepak yang di bawah bukankah keadaan-keadaan ini sudah menjadi hal yang lumrah terjadi di negeri ini.kecelakaan itu mari kita maknai bukan sebagai jalan tercepat menuju sorga,seperti ideologi para teroris itu,tapi mari kita sikapi sebagai momentum untuk kita merenung bersama bahwa ada hikmah di balik semua musibah


.
Continue Reading…

Rabu, 22 September 2010

Kearifan Untuk Indonesia

Beberapa waktu lalu, stigma (negatif) sempat menggempur Kepolisian Indonesia,karena keterlibatan sejumlah oknum polisi dalam kasus Korupsi & Suap.Tapi tidak jarang,POLISI JUJUR juga mndapatkan tuduhan tendesius yang lebih buruk dari yang sebenarnya.

Kini, kepolisian diuji dengan kebiadaban kelompok bersenjata.Terpojok karena kepercayaan masyrakat tidak lagi penuh kepada penegak hukum,geram karena teroris kerap mengancam rasa aman masyarakat & BeRDUKA karena rekan mereka gugur dalam tugas (dalam penyerangan ke Mapolsek Hamparan Perak, Medan, SUMUT 22/09/10).

3 perasaan ini, yang MUNGKIN saja dirasakan oleh kepolisian saat ini.Kalau polisi mengundurkan diri dari POLRI kira-kira kepada siapa masyarakat menyampaikan pengaduan? siapa yang akan mengatur lalu lintas agar kita bisa sampai segera ketempat tujuan atau mengurai kemacetan ketika malam hari di hari raya idul fitri (ditengah hujan deras atau panas yang menyengat) ? mengurus jenazah di TKP? mengungkap krminalitas, jaringan narkotika dan terorisme? menertibkan kerusuhan antar warga atau konser?melerai sengketa di masyarakat? datang pertama di lokasi kecelakaan lalulintas?

lalu,masihkah POLRI kita banggakan? masihkah kita butuhkan? Polri milik anda,saya dan kita, INDONESIA.Untuk itu, tidakkah arif,Mencintai, mengawasi dan menjaga apa yang kita miliki, seperti halnya POLRI?
Continue Reading…

Selasa, 14 September 2010

Sms Lebaran (2)

Lain dulu lain sekarang, jaman sudah berubah. Silaturahmi bisa lewat SMS. Tinggal tulis satu pesan, pilih nomor teman, kerabat, saudara, KIRIM. That’s OK. Beres.
 
Suasana lebaran masih terasa sampai saat ini. Berbagai media masih menanyangkan situasi arus mudik maupun arus balik dari dan menuju ibu kota. Masih ada beberapa orang yang memakai baju koko baru dan kaum hawa yang berkerudung kesana kemari sekedar saling berkunjung dan bersilaturahmi saling bermaafan. "Beberapa orang?" Ya, saya perhatikan semakin tahun jumlah orang yang saling berkunjung semakin berkurang.

Lebaran tahun ini seperti lebaran-lebaran sebelumnya di warnai peluk cium melepas rasa rindu dan saling memaafkan antara sanak keluarga melengkapi hari kemenangan. Suara dering handphone berkali–kali terdengar dari saku mereka semua. SMS lebaran! Hampir semua anggota keluarga mengantongi yang namanya hape. Jaman sekarang siapa sih yang gak punya hape?

Meskipun sudah berkali-kali saya juga menerima dan mengirimkan SMS yang sama, tapi baru kali ini terpikirkan oleh saya. Di jaman yang semakin modern ini, apa sih yang gak mungkin? Apa sih yang susah? Bahkan silaturahmi untuk meminta maaf pun bisa lewat SMS. Lalu ke mana nilai kesakralan dari makna silaturahmi?
Continue Reading…

Senin, 13 September 2010

Sms Lebaran

Salah satu kegiatan Lebaran yang mustahil diabaikan adalah membalas dan mengirim SMS Lebaran. Luar biasa peran SMS ini dalam menyiapkan paket lebaran yang praktis, efisien dan murah.

Begitu praktisnya hingga sekian silaturahmi hanya butuh sekian pencetan. Begitu efisien karena hanya dengan mengetik satu ucapan kita bisa menduplikasi sebanyak yang kita suka. Begitu murah karena hanya cukup dengan ratusan perak, kita bisa menjangkau seseorang yang malah sedang pergi ke lain benua. ‘’Saya sedang di Roma,’’ balas seorang teman cuma dalam hitungan menit.

Tapi begitulah galibnya sebuah berkah, ia sekaligus juga menggandeng musibah. Karena begitu praktisnya sehingga yang praktis itu malah demikian menyita kegiatan kita. Karena praktis, gampanglah kita melakukannya. Karena gampang, seringlah kita melakukannya. Karena sering jadilah kita selalu melakukannya. Karena selalu, jadilah waktu kita habis untuk melakukannya.

Maka tak aneh, jika sudah jauh-jauh kita mudik, sudah capek kita muter menemui kerabat dan saudara, tapi setelah ketemu, kerjaan kita cuma memencet-mencet keypad handphone belaka. Suami mencet, anak-anak mencet, istri mencet, maka lupalah kita pada saudara jauh yang tengah berada di depan mata. Tapi ooo, saudara itu pun manusia biasa seperti kita. Jika kita ber-handphone, mereka punya juga. Jika kita mencet, mereka mencet juga. Jadi, susah-susah kita saling ketemu, akhirnya cuma saling menghabiskan waktu untuk saling pencet bagi seseorang yang jauh dan tidak sedang di depan kita. Inilah paradoks handphone itu, ia mendekatkan orang jauh dan menjauhkan orang dekat.

Continue Reading…

Sabtu, 14 Agustus 2010

Ceritaku dan Cerita Alena

[Cerita Alena] 
Sudah hampir 3 bulan aku berkeliling di rimba beton metropolitan,lelah,capek apalagi saat ini aku terjebak dalam benda seperti kaleng biskuit yang di beri roda,kopaja 45 yang penuh sesak membawaku terseok-seok menerobos kemacetan jakarta. 
" Kenapa sedih ? baru di usir majikan yah?" tanya seorang perempuan berdandan menor yang duduk di sebelahku 
" tak usah sedih ,aku bisa carikan kamu majikan baru,berapa gaji yang kamu minta? " di tanya seperti itu aku hanya menahan napas dan rasa dongkol sambil berdoa mudah-mudahan Bus reyot ini segera sampai ke tujuan dan perempuan di sebelahku ini segera enyah dari hadapanku.tak kuhiraukan ocehan perempuan itu,kulirik sebentar akhirnya perempuan itu diam sendiri, hufht..! kuraih hpku ku sms dia...

Continue Reading…

Senin, 09 Agustus 2010

Safari

Kalo sebagian dari kita ada yang lagi menikmati Keong racun,sementara IHSG sedang merespon Redenominasi,sementara saya cukup merespon banyaknya iklan sirop di tivi sebagai tanda kalo bentar lagi puasa.

Puluhan tahun yang lalu...
Sudah menjadi tradisi bahwa setiap bulan Ramadhan Pak Camat beserta jajaranya selalu mengadakan kegiatan turba (turun kebawah),menyerap aspirasi dari masyarakat dan bersilaturahmi dengan warganya selanjutnya kegiatan ini di namakan Safari Ramadhan.

Desa Nestapa Jaya dengan Bpk Drs Suka miskin sebagai kepala desanya akan menjadi target pertama untuk safari kali ini,desa itu tergolong desa "miskin".maka setelah membentuk semacam Pansaf (panitia safari),di adakanlah persiapan untuk mulai kegiatan itu,nah secara kebetulan Kang Sukar di rekrut menjadi panitia sebagai asisten driver,atau bahasa ilmiahnya "kenek".kawan,ijinkanlah hamba menggambarkan barang sebentar sosok kang sukar ini,karena tokoh kita yang satu ini akan menentukan jalanya cerita selanjutnya

Continue Reading…

Sabtu, 07 Agustus 2010

Belajar Pemilu dari Kota Bikini Bottom

Bikini Bottom, Bikini Bottomshire tepatnya.. adalah sebuah kota yang unik. 
Sebagian besar penghuninya adalah jenis ikan dan makhluk laut lain. Bikini Bottom juga dihuni beberapa makhluk asing bagi dunia laut, misal sebuah spons dan seekor tupai. Kehidupan di Bikini Bottom berlangsung seperti halnya tempat-tempat lain. Ada cita, harapan, cinta dan pernak-pernik kehidupan lainnya.

Hingga pada suatu saat sebuah peradaban manusia menyentuh Bikini Bottom. Sebuah peradaban yang bernama "Pemilihan Pemimpin Kota" atau mereka lebih suka menyebut pemilihan "Major of Bikini Bottom". Sebuah survey dilaksanakan untuk menjaring kandidat-kandidat. Survey dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran major yang sesuai pilihan nurani warga Bikini Bottom. Juga untuk mendapatkan alasan-alasan pemilihan tokoh tersebut. Dan survey menunjukkan tokoh yang dinilai tepat adalah Spongebob Squarepants. Mengapa justru si spons kuning ini yang oleh warga Bikini Bottom paling tepat, berikut beberapa alasan mereka.

Continue Reading…

Sabtu, 17 Juli 2010

Mumpung belum naek

      Dulu waktu harga BBM mau naek,tetangga gue serta merta melibatkan diri dalam antrean panjang di pom bensin,dengan dua jerigen besar yang ia naikan ke becak pinjam dari temanya,terasa aneh perbuatan tidak senonoh itu,karena tetangga gue tidak punya kios bensin,terus ngapain dia beli bensin banyak-banyak? emang sih tidak ada larangan untuk itu,di Pom Bensin juga nggak ada tulisan  "Dilarang mengantri bagi yang tidak punya kios" yang ada paling tulisan "Dilarang Merokok".akhirnya setelah bensin di dapat maka ia pun pulang dengan hati riang gembira ,tapi itu tidak berlangsung lama karena setelah mendapat kabar bahwa pemerintah tidak jadi menaikan harga BBM ia malah sedih,pemerintah tidak konsisten katanya,aneh kan? tapi yang lebih aneh lagi kejadian keesokan harinya,setelah ngliat brita di tipi bahwa pemerintah akhirnya jadi menaikan harga BBM,eh..dia malah gembira tiada tara.." ini baru namanya pemerintah,yang slalu ngertiin rakyatnya,BBM naek kan gue udah ada persediaan..cihuuy.." 
     
      Niat baik memang tidak selamanya menghasilkan hasil baik,niat baek pemerintah terkadang tidak selamanya di tanggapi dengan baek pula oleh rakyatnya,dan niat baik gue yang tadinya mau beberes rumah kemaren ternyata salah kaprah dan ini berbuntut panjang,nyokap lagi muring2 nih gara-garanya gue lupa ngangkat sertikaan  dan ini menyebabkan kerudung kesayanganya yang biasanya beliau pake buat acara pengajian ibu-ibu komplek jadi ada bekas sertikaanya,dan ini yang menyebabkan tante gue kemaren tereak-tereak..bukan karena ngliat sertikaanya yang udah ngeluarin asap dan bau gosong itu tapi ngliat kerudung putih yang udah berubah jadi belang.
      "fiuhhhh alhamdulilah..." gumam gue sambil mengatur napas
      "heh kok malah alhamdulilah siy..?!! " 
      "alhamdulilah karena nggak bolong tante,,," jawab gue sekenanya,dan sebenarnya gue pengen kabur dari situasi seperti ini,liat aja muka nyokap gue udah panik gitu,tapi gue nggak bisa lari dari kenyataan ini,mungkin ini sudah menjadi suratan takdir...*halaah.! satu-satunya yang bisa gue lakukan di saat situasi genting ini adalah memasang muka sebego dan sepolos mungkin sambil berdoa mengharapkan kedatangan Doraemon yang akan meminjamkan baling-baling dari bambunya..hehe kan gue bisa kaburrr !

    ternyata setelah melalui penyelidikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya kesalahan gue tidak hanya lupa ngangkat sertikaan tapi ada beberapa kasus lain yang berjudul "lupa" seperti ;

1.gue lupa matiin sanyo kamar mandi,aer udah kemana-mana tau dan ini yang sangat amat tidak lucu sama sekali ketika hari lagi panas-panasnya rumah gue kebanjiran,tapi bagian dapur doang siy..ketinggian aer kira-kira sebatas leher...*lehernya ayam

2.gue lupa matiin dispenser,niatnya sih bikin kopi ntar kalo udah selesai nyertika dan lampu ijo yang menandakan dispenser itu udah mendidih udah nyala sejak kapan tau

3.gue juga lupa matiin kompor,air jg udah mendidih sejak taun 1928,niat gue semula masak aer ntar di ademin trs mo bikin es batu.


      " maap..maap...namanya juga manusia,tempatnya khilaf dan dosa" itu gue yang ngomong masih masang muka polosnya.
      " penyakit lupamu kayaknya udah semakin parah deh an..nggak kebayang deh kalo nanti punya istri terus jalan-jalan ke mall tau-tau istrimu nggak ada di rumah,dan kamu baru nyadar dari penyakit lupa  kalo istrimu ketinggalan di mall.." sebuah lelucon yang kurang pas walau di ungkapkan oleh sule,tukul arwana atau ajis gagap sekalipun di situasi seperti ini,dan sikap yang paling aman adalah "diam".silent is gold itu ada benernya juga siy..sebab kalo lelucon si tante gue ladenin,yang terjadi berikutnya adalah pertanyaan-pertanyaan tidak manusiawi dari nyokap seperti ;
           "mana calonmu..? "  
          " sekali-kai dong ajak ke rumah.." 
          " eh an,,anaknya pak haji salim kayaknya cantik deh,mau nggak mama kenalin..? "
           "udah embaaat ajaah,mama sih setu-setuju ajah.." tapi untungnya hal itu tidak terjadi,dan gue senyum penuh kemenangan.

       "heh..malah senyum-senyum sendiri,mana penjelasan yang sok ilmiahmu itu,nggak tau apa yah sekarang harga listrik udah mau naek,kamu malah seenak-enaknya maen lupa-lupa nggak jelas.." cecar nyokap gue sambil memandangi kerudung putihnya,kalo ngliat wajahnya seolah-olah ingin berkata " ohh..si putih kesayanganku,kenapa kamu jadi belang gini,gara-gara si aan lupa ngangkat sertikaan.."
      ".. tenang mam,justru karena tarif dasar listrik mo naek..makanya gunakan listrik sepuasnya sebelum naek.." jawab gue sok serius
     " .. owalah an..an.. tau kenapa Indonesia nggak maju-maju?
     " .. mang kenapa mam ? "
     " .. ya karena masyarakatnya pola pikirnya kayak kamu " kata nyokap sambil ngeloyor mau pergi sambil mbawa tas belanjaan
     " .. lho mam mo kemana ? "
     " .. mo ke mesjid..ya mo ke pasar lah ,blanja nggak liat apa dah mbawa tas gini"
     " .. lho bukanya tadi pagi udah beli sayuran,kok beli lagi siy..? "
     " .. iya buat persediaan,mumpung harga-harga sayuran belom naek "
Continue Reading…

Senin, 17 Mei 2010

Hujan

minggu yang basah,
Hujan semakin deras mengguyur diluar sana,kali ini angin kencang ikut bercengkrama bersama bulir hujan.gumpalan awan hitam semakin ramai berarah di muka langit,beberapa sayatan keperakan terlihat berkilau di kaki langit diantara warna kelam yang membungkus wajah langit petang ini. 

kalo lagi hujan-hujan gini selalu jadi alasan bermalas-malasan,apalagi hari minggu,sedikit memanjakan diri dengan berleha-leha . Hmm, udara pagi yang sejuk dan ‘basah’ adalah harta karun terindah bagi siapapun yang bosan dengan cuaca panas,apalagi di daerah saya tinggal walaupun bukan kota yang besar-besar amat tapi kalau hari sedang panas,saya biasa buka tutup pintu kulkas sampai beberapa kali,tapi pemandangan pagi ini berbeda,menjadi alasan pembenaran ketika ibuku teriak-teriak "..bajunya kapan di cuci..?"maka saya jawab seperti Ibu Guru SD ku dulu memberi pelajaran caranya membuat kalimat "jika dan hanya jika" jika hari hujan maka saya tidak mencuci baju.Itulah yang terjadi pagi ini.

Continue Reading…

Jumat, 07 Mei 2010

Temuan KPK tentang Pemborosan biaya Haji

Saya jadi teringat dengan sebuah guyonan begini: "Nanti di akhirat, bisa jadi Tuhan akan menyediakan neraka khusus untuk sebagian besar orang-orang yang ketika hidup pekerjaannya mengurusi Ibadah Haji, dan ternyata yang paling banyak berada di sana dulunya bekerja di departemen Agama."

Ketika saya membaca berita ini, pikiran saya melayang kepada guyonan "hitam" itu tadi. Soalnya, mengerikan benar bahwa menurut Wakil Ketua KPK terdapat indikasi pemborosan RATUSAN Miliar di Depag, khususnya dalam masalah penyelenggaraan haji..(berita detik 06/05/2010) Tentu saja semua ini bukan rahasia lagi, karena sepanjang sejarah mulai Orba sampai sekarang, hakekatnya penyelenggaraan haji Indoneisa, menurut pengamatan saya, adalah sebuah proses sistematis pemerasan plus penindasan yang dilakukan elite Penguasa (atas nama negara) terhadap rakyat, khususnya ummat Islam yang ingin menunaikan ibadah agar sempurna keislaman mereka.


Continue Reading…

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Check Page Rank
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com