Catatan pribadi tentang apa saja

Sabtu, 17 Oktober 2009

tentang copy paste


dalam sebuah majalah ada salah satu kolom yang bagi saya cukup menarik yaitu  tentang copy paste, dengan judul"Geliat Siswa Generasi Copy Paste",disana dijelaskan bahwa satu sisi negatif kemajuan teknologi adalah terlahirnya generasi generasi instant, bagaimana para siswa kita dengan satu klik saja dalam mesin pencari bisa mendapatkan apa yang diinginkan khususnya dalam menyelesaikan tugas tugas sekolahnya,lebih jauh disebutkan dalam artikel itu bahwa jika kecenderungan copy paste dibiarkan membudaya ,perkembangan intelektual siswa menjadi taruhan.selain berpotensi mematikan kreatifitas , juga mengindikasikan maraknya ketidakjujuran intelektual dikalangan sebagian siswa.
kira kira begitu inti dari artikel itu.

memang hebat efek dari  kemajuan teknologi,hanya dengan klik kanan siswa tidak usah repot repot pergi keperpustakaan mencari literatur2 yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugasnya.
menyalahkan sepenuhnya terhadap siswa juga rasanya tidak adil,apa lagi menyalahkan teknologi informasinya jelas tidak mungkin.seorang siswa yang bermasalah dengan ketidak jujuran intelektual bukan berarti tidak mempunyai daya kreatif, tapi karena mereka di besarkan dan terlahir oleh sebuah "sistem" pendidikan yang kurang memperhatikan wilayah kepribadian,

copy paste bukan monopoli siswa saja sebenarnya,khususnya kita para bloger mungkin sangat akrab dengan istilah ini.misalnya ada postingan "bagaimana membuat read more,atau bagaimana cara membuat smile icon pada postingan" toh dari dulu ya sama seperti itu, lalu siapa yang meng copy  dan siapa yang mem "paste'?

dan bagaimana etika copy paste yang sebenarnya? sejauh dari pengamatan penulis ada dua kelompok dalam hal ini,  

pertama.. mereka para penganut copy pasteisme, bagi mereka tidak menjadi  masalah artikelnya diunduh dengan atau tidak mencantumkan sumbernya selama itu bermanfaat bagi semuanya dan yang  
kedua.. kebalikan yag pertama,yaitu mereka2 yang "mewanti wanti" untuk tidak sembarangan copy paste,tidak sembarangan klik kanan dsb,
ketiga..setengah copy paste, maksudnya dikatakan copy paste juga ngga tapi dikatakan tidak juga ngga...para penganut paham ini biasanya mengambil tema atau inti dari pokok masalah yang ditulis atau diterjemahkan dengan bahasanya sendiri dengan kata lain mengutip..

yang jelas copy paste tidak sama dengan mengutip, menurut kamus bahasa Indonesia mengutip/kutip artinya adalah mengambil perkataan atau kalimat dr buku dsb; memetik karangan dsb; menukil; mengumpulkan dr berbagai sumber


bagaimana menurut pendapat anda?















15 komentar:

  1. yo... maksi dah komen di blog saya.... terus berkunjung ya.... berita sains

    BalasHapus
  2. salam sobat
    kalau copas artikel milik sumber lain,,boleh saja tetapi harus dicantumkan nama sumber tersebut yang dicopas,,
    menurut saya begitu etikanya.

    BalasHapus
  3. hemm... bagusnya klo gag copy paste, hehe...

    klo ina masuk kategori ke 3 nie hihihi :D
    selalu mengungkapkan kembali dengan bahasa ina sendiri hihihi :D

    nice post sobat :D

    BalasHapus
  4. budaya kecenderungan akan semakin nyata jika para siswa dibiarkan untuk klik kanan dan kopy paste.
    pemikiran untuk sebagai pasteisme bisa juga menjadi plagiator sejati.
    kebudayaan pemikiran sendiri akan semakin tenggelam jika hal ini dibiarkan.
    caranya harus dari dini di didik untuk para siswa agar mandiri, buat kliping, budaya mengarang dari pikiran sendiri, dll.
    jika masalah teknologi yang semakin canggih tapi jika ada dasar didikkan mandiri, pasti ada kecenderungan malas untuk coppy paste...
    terima kasih dan mohon maaf jika komentarnya kurang berkenan di hati sahabat...

    BalasHapus
  5. Barangkali yang terpenting sebelum mengcopy, terlebih dahulu menta ijin dan setelah mengcopy cantumkan sumbernya. Jangan kaya negara tetangga. Main kleim saja :D

    BalasHapus
  6. copy paste kan juga termasuk kreatif hihihi....

    BalasHapus
  7. @ wendy n citago ..slm kenal jg ya,
    @ mba Nura n mba eka..etikanya kopas memang begitu,jgn asal caplok
    @ ina.. klo ketiga sbnernya bkan katagori kopas,itu ngutip..aku kadang jg gitu..:D
    @ lover..setuju copas yg sdh mnjd budaya,hrs didimbangi dg budaya kemandirian jg biar imbang
    @ cari jodoh..walaupun copas jg kt mikir,kn hrs bc dulu yg mo dicopas..jd kreatip jg kok..;)

    BalasHapus
  8. he he he... apapun kemasannya... Teknologi tetap seperti belati bermata ganda. Salah satu ujungnya pasti melukai jika tidak disikapi dengan bijak dan iman tentunya. Postingan bagus temans. Keep intouch...!

    BalasHapus
  9. waduhhhh copy paste mudah2an jangan sampai kebawa dah sifat ky gtu,,,

    BalasHapus
  10. khususnya internet, kalau misalnya g bisa d copazkan g seru... apalagi internetkan menunjang berbagai macam informasi yang kita cari, kalu misalnya kita ada tugas, kebetulan tugas yg kita cari ada di internet, kalau g bisa d copaz terus gimana, masak cuma bisa d baca aja... tgs g selesai donk..

    BalasHapus
  11. Copas trus edit edit dikitlah biar kesannya kreatif gitu... hehehehe
    nice artikel om

    BalasHapus
  12. @ mba sri.. mksh komentnya y.. betul mba kt hrs berskp bijak dlm hal ini..
    @ moenas..jelek2 milik sendiri ya?? he..slm knal sobat,mksh kunjungan n komentarnya...
    @ Risky..bener jg, bwt apa kt posting2 klo di klik kanan saja ngga bs,.toh postingan kita akan memberi manfaat bwt mereka2.....
    @ dinan... ga pa2..ngedit2 jg butuh mikir kok..thanks komentnya y...

    BalasHapus
  13. Salam..
    'Copy n paste' andai dengan pengetahuan dan ijin nga' apa2. Tapi kalau melakukan dan mengatakan itu haknya, emangnya dosa besar deh. Nga' berkat rejeki dan kehidupan dunia dan akhirat..
    nga' sanggup aah.

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com