Catatan pribadi tentang apa saja

Minggu, 05 April 2009

Ketika kita kehilangan (2)

Hampir sepekan pasca kejadian situ gintung,menurut catatan hampir 100 orang yang meninggal dan masih banyak yang belum ketemu/hilang,sementara kerugian imateri mungkin lebih banyak dari kerugian materi.Rumah rata dengan tanah di sapu air yang jebol dari bendungan yang disebut situ itu,bingung ,panik, sedih mungkin seperti itu gambaran perasaan mereka yang menjadi korban.
Pemberitaan musibah ini hampir disetiap stasiun TV menyiarkanya,aku sendiri mengikutinya khususnya di tv one .
Mengutip pernyataan Ust.Arifin ilham dalam acara dzikir yang disiarkan langsung oleh stasiun itu,,"dibalik musibah ada rahmat..dibalik musibah ada hikmah..dibalik kematian ada Ampunan dosa..dari macam macam Musibah ada Tarbiyah Rabbaniyah ? pendidikan keagamaan"
sedangkan menurut Ust Jefry "musibah ini hendaknya menjadi cermin bagi kita semua untuk ,melihat diri kita sesungguhnya,kita bisa belajar kesabaran dari mereka ( para korban )
Bagi aku pribadi itulah bukti kebesaran Allah,mungkin juga mengingatkan kita semua ketika manusia merasa besar sendiri,ternyata ada yang Maha Besar.Ketika tangan - tangan manusia sudah tidak menghargai alam,ketika itu Allah memberi peringatan pada kita semua.Bukankah sudah jelas dalam Al Qur'an sendiri telah digambarkan bahwa kerusakan yang terjadi di muka buni ini karena ulah tangan manusia sendiri.

belasungkawa dan empati yang sebesar besarnya untuk para korban

Foto foto situ gintung sumber :




3 komentar:

  1. Menyerahkan semuanya pd yg maha esa

    BalasHapus
  2. Memang kita harus mengambil hikmahnya

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com