Catatan pribadi tentang apa saja

Minggu, 19 September 2010

Di Balik Senyum Petugas Pom Bensin

Ketika mengisi bensin, saya sering kali ngobrol dengan petugas pom bensinnya. Kebiasaan saya memang suka mengobrol dengan siapa saja. Sering kalinya saya hanya ingin menambah wawasan saja dari hal-hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya.

Kembali ke soal perbincangan saya dengan beberapa petugas pom bensin. Hal yang beberapa bulan ini saya tanyakan ke mereka di berbagai tempat pom bensin adalah apakah mereka tidak pusing mencium bau bensin setiap hari dan kenapa mereka tidak memakai masker penutup hidung agar mengurangi uap bensin yang terhirup.

Hal tersebut saya tanyakan, karena saya saja yang berdiri sebentar sambil ngobrol, sudah langsung pusing karena menghirup bau bensin tersebut.

Mereka, yang saya tanyakan semuanya menjawab bahwa sebenarnya mereka juga pusing. Mereka merasakan dada yang sesak. Dan makin parah lagi kalau pas mereka sedang sakit, katakan saja flu, perasaan sakit di dada semakin menjadi.
Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban mereka semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan.
Perusahaan melarang mereka memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan. Mereka diwajibkan untuk tetap tersenyum ketika melayani pelanggan. Dan sambil berkata "dimulai dari nol ya, Pak/Bu". Mereka bilang, kalau mereka pakai masker, mereka tidak bisa lagi menunjukkan senyum mereka ke para pelanggan, dan itu akan dianggap tidak sopan karena tidak menghargai pelanggan.

Saya kaget mendengar jawaban mereka. Jawaban mereka semuanya seragam. Jawaban mereka pun semakin diperkuat dengan iklan Pertamina di televisi yang mengutamakan senyum petugasnya ketika melayani pelanggan.

Ironisnya, di balik senyum yang mereka berikan, ada derita yang harus mereka tanggung dengan mencium uap bensin setiap hari yang dapat memberikan gangguan yang serius kepada kesehatan mereka, khususnya paru-paru dan otak mereka.

Saya sudah mulai merasa tidak nyaman karena tahu di balik senyuman petugas pom bensin ada derita yang harus mereka tanggung akibat menghirup uap bensin.

Sekedar tambahan catatan, untuk pom bensin yang buka 24 jam, diterapkan tiga shift kerja. Kurang lebih mereka bekerja seharinya sekitar 8-9 jam. Jumlah jam yang cukup lama untuk menghirup uap bensin terus menerus.

11 komentar:

  1. salam sahabat
    ehm ternyata senyum mereka membarikan makna tersendiri yach?adouh semoga mereka juga tetep tersenyum dikala kontra pertamina good luck mas aan

    BalasHapus
  2. wah, dulu ya sebelum iklan dimulai dari 0 itu, saya banyak melihat petugas pom bensin menggunakan masker. sekarang2 udh ngga ada yg pake. kasian yah..

    BalasHapus
  3. @ dhana,,iya mbak bnyak makna di balik senyumnya :),apresiasi bwt mereka,
    thanks mbak

    @ meutia..ntar kalo pake masker nggak bisa senyum dong..

    BalasHapus
  4. Ini mungkin merupakan salah satu Jargon Pertamina yang sedang di sosialisasikan ke publik, SENYUM ITU IBADAH!
    hehehe...

    BalasHapus
  5. pekerjaan mereka menjadi ibadah sampai2 uap yg mereka hirup tidak di hiraukan lagi...

    BalasHapus
  6. waduh gawat juga nih..,

    padahal salah satu kewajiban perusahaan kan menjamin keselamatan kerja bagi para pekerjanya..,
    sekarang jadi tahu, ternyata di balik senyum mereka yang ramah, mereka sebenarnya harus menderita, padahal biasanya ada juga org yg cuek saja sama mereka (gak ngebalas senyum) ck ck..,

    mudah2an ada org pertamina yang baca postingannya sob.., biar kebijakan senyumnya diganti saja, keselamatan para pekerja yg paling penting.., :D

    BalasHapus
  7. @ denok,Ibadah tapi harus ikhlas mbak.. :)

    @ asadisae,karena tuntuan pekerjaan ,mau apa lagi?

    @ awaludin,terimakasih mas..mudah2an ini menjadi perhatian bersama termasuk UMR nya mungkin, :)

    mksh smuanya ,
    salam

    BalasHapus
  8. padahal salah satu kewajiban perusahaan kan menjamin keselamatan kerja bagi para pekerjanya.

    BalasHapus
  9. di balik senyuman_nya kadang kala senyuman_yang terpaksa,,,..,,karna etika krja,,

    BalasHapus
  10. Pendapat bodoh.... Mobil anda Malah menyumbang polusi lebih banyak drpd di pom bensin

    BalasHapus
  11. Pendapat bodoh.... Mobil anda Malah menyumbang polusi lebih banyak drpd di pom bensin

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com