Catatan pribadi tentang apa saja

Rabu, 22 September 2010

Kearifan Untuk Indonesia

Beberapa waktu lalu, stigma (negatif) sempat menggempur Kepolisian Indonesia,karena keterlibatan sejumlah oknum polisi dalam kasus Korupsi & Suap.Tapi tidak jarang,POLISI JUJUR juga mndapatkan tuduhan tendesius yang lebih buruk dari yang sebenarnya.

Kini, kepolisian diuji dengan kebiadaban kelompok bersenjata.Terpojok karena kepercayaan masyrakat tidak lagi penuh kepada penegak hukum,geram karena teroris kerap mengancam rasa aman masyarakat & BeRDUKA karena rekan mereka gugur dalam tugas (dalam penyerangan ke Mapolsek Hamparan Perak, Medan, SUMUT 22/09/10).

3 perasaan ini, yang MUNGKIN saja dirasakan oleh kepolisian saat ini.Kalau polisi mengundurkan diri dari POLRI kira-kira kepada siapa masyarakat menyampaikan pengaduan? siapa yang akan mengatur lalu lintas agar kita bisa sampai segera ketempat tujuan atau mengurai kemacetan ketika malam hari di hari raya idul fitri (ditengah hujan deras atau panas yang menyengat) ? mengurus jenazah di TKP? mengungkap krminalitas, jaringan narkotika dan terorisme? menertibkan kerusuhan antar warga atau konser?melerai sengketa di masyarakat? datang pertama di lokasi kecelakaan lalulintas?

lalu,masihkah POLRI kita banggakan? masihkah kita butuhkan? Polri milik anda,saya dan kita, INDONESIA.Untuk itu, tidakkah arif,Mencintai, mengawasi dan menjaga apa yang kita miliki, seperti halnya POLRI?

7 komentar:

  1. bener nih mas... tanpa adanya POLRI, rasanya kita pasti akan terus-menerus dicekam ketakutan... oleh karena itu ayo kita dukung terus POLRI agar semakin baik dalam tugas dan karya...

    BalasHapus
  2. tetep dukung POLRI entah siapapun Kapolri-nya :D

    BalasHapus
  3. iya,,se bobrok2nya polri,, mereka tetap berjasa mengamankn indonesia,.

    memperbaiki dalah lebih baik daripada hanya mengecam dan menggunjing..

    kunjungan perdana ni pak..slm knal..

    BalasHapus
  4. Q masih cayang ma paolisi, biar tetap mengayomi dan melindungi masyarakat

    BalasHapus
  5. akan sangat teramat sulit merubah stigma yang sudah terlanjur melekat...

    polisi=pemeras
    polisi=preman berseragam
    polisi=bajingan jalanan..
    polisi=hantu bagi awam...
    dst..dan masih banyak lagi julukan untuk polisi..

    itu tidak bisa semudah membalik telapak tangan jika mau merubahnya...
    ada api ada asap,semua pasti ada yang memulai,masyarakat tidak akan memberi cap busuk kepada polisi jika tidak di mulai oleh polisi sendiri....

    BalasHapus
  6. @albertus,TRIMATRA,faiza,Parenting..sepatutnya kita apresiasi kinerja polri,hidup kepolisian Indonesiaa.. :)

    @ widodo..betul sekali mas,stigma itu terlanjur "hidup"di masyarakat kita,polisi sendirilah yg harus memperbaikinya,tp tidak fair jg kalo kita "gebyah uyah" kpd polisi,polisi bukan malaikat.

    terimakasih bwt smuanya salam hangat dan sukses selalu

    BalasHapus
  7. lalu,masihkah POLRI kita banggakan? masihkah kita butuhkan? Polri milik anda,saya dan kita, INDONESIA.Untuk itu, tidakkah arif,Mencintai, mengawasi dan menjaga apa yang kita miliki, seperti halnya POLRI?

    menanggapi ini Kalau menurut aku "Masih" , hanya semua system in progress jadi , harapan kita Citra POLRI akan kembali baik , sebagainmana yang kita Harapkan.

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com