Catatan pribadi tentang apa saja

Sabtu, 26 Desember 2009

stefanus

lagi santai begini jadi teringat teman lama  waktu sma dulu, yah..jelek" begini aku makan bangku sekolahan juga lho..teman aku itu namanya stefanus,biasa aku panggil dengan steffen, dengan tinggi rata" orang indonesia,rambut sedikit ikal,diatas hidungnya bertengger sebuah kaca mata bersahabat denganya sejak  kelas 1-3,terkadang kita curahat" apa saja,walaupun kita beda agama,aku muslim dan dia (steffen) beragama non muslim.
        kami sering bercakap cakap,berhubungan berdasarkan ketulusan yang kami miliki,kami biasa bertukar pikiran dalam segala aspek kehidupan tanpa harus menyinggung perasaan satu sama lain,tanpa harus
melihat asal usul,etnis,ras atau agama bahkan tidak jarang kita ngobrol" memasuki wilayah teologis,yang oleh kebanyakan orang masih dianggap tabu pada waktu itu.
      prinsip yang kami gunakan,khususnya aku sebagai seorang muslim adalah dengan semangat lakum diinukum waliyadiin Bagimu agamamu dan bagiku agamaku tidak pernah terbesit dibenak masing" untuk saling memaksakan kehendak atau berusaha mempengaruhi keyakinan lawan bicara, kami bisa saling memahami pemahaman orang lain tanpa harus mengikuti pemahaman itu


selain itu kami mengutamakan aspek substansi,itulah mengapa terkadang pembicaraan menyentuh hal peka, karena ada titik temu pada aspek substansi itu, misalnya : Bahwa yang terpenting dari riwayat Ibrahim (umat kristiani menyebutnya Abraham )adalah kepasrahan total dan pengorbanan hamba kepada Allah swt, tentang mana yang benar Ismail atau Ishak maka jalan yang ditempuh adalah dengan mengambil hikmah dari riwayat tersebut.
     begitu juga ketika perbincangan menyinggung soal Nabi Isa a.s (umat kristiani menyebutnya Yesus ) kami tidak mempersoalkan perbedaan pandangan tentang apakah Isa itu anak Tuhan,anak Allah atau bukan tapi kami sama" sepakat bahwa ajaran Isa tentang Cinta kasih memang seyogyanya ditiru oleh siapa saja dengan semangat seperti itu kami bisa bertukar pikiran dengan jernih

Toleransi
menurut kamus Besar bahasa Indonesia to·le·ran·si n 1 sifat atau sikap toleran: dua kelompok yg berbeda kebudayaan itu saling berhubungan dng penuh --; 2 batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yg masih diperbolehkan; 3 penyimpangan yg masih dapat diterima dl pengukuran kerja;
ber·to·le·ran·si v bersikap toleran: sifat fanatik dan tidak ~ menjadi penghambat perundingan ini;
Islam adalah agama yang paling toleran,sebagai agama terkahir Islam mengakui kenabian dan kerasulan sebelumnya,suatu hal yang belum tentu bisa dilakukan oleh pemeluk agama lain.pertanyaanya sekarang apakah sikap toleran itu hanya bisa datang dari umat yang secara kebetulan menjadi mayoritas? tentu saja tidak,toleransi harus muncul dari kedua belah pihak mayoritas maupun minoritas, sering kali kita masih terpaku pada kesan bahwa seolah olah toleransi itu hanya perlu dilakukan oleh umat mayoritas,padahal apakah mereka sudah menerapkan sikap" toleransi yang memadai? semoga sikap toleran yang sudah baik ini akan terus terjaga,sehingga tidak akan tercampur oleh kepentingan"politik seperti dekade sebelumnya.


ilustrasi gbr by http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://zakydanwimba.files.wordpress.com/2008/12/0342.jpg&

23 komentar:

  1. sudah saya follow..tukeran link pleas

    BalasHapus
  2. makasih elyas, link udah saya tancapkan dengan suksesnya,,link back konfirm segera
    mksh

    BalasHapus
  3. Semoga keberagaman kita senantiasa menjadi motivasi untuk senantiasa toleransi terhadap umat yang lain.
    Nice poat sobat.
    Izin Follow...

    BalasHapus
  4. @ setia dirgantara smoga mas.. hakekat kita beragama ya hidup rukun..
    makasih kunjungan dan komentnya , silahkan follow sy jg ijin masang link-nya ya mas :D

    BalasHapus
  5. cerita yg bngat mngandung makna...

    BalasHapus
  6. @ fais..makna yang terpenting dari curhatku ini adalah "mari kita jalin peersatuan dan kesatuan" kaya semboyan TVRI jaman dulu inget ngga? :D

    BalasHapus
  7. keren juaga, sekalian neeh mau ninggalin jejak sapa tau ada yang klik hehehehee...

    BalasHapus
  8. Negara kita ini mempunyai berbagai macam agama, tidak hanya islam dan kristen aja, namun semuanya itu berbasis KETUHANAN YANG MAHA ESA, seperti sila pertama pancasila. Meski dengan cara yang berbeda tapi intinya hanya satu, menyembah Sang Pencipta jagat raya dan seisinya, yakni Tuhan Yg Maha Esa. Oleh karena itu saling bertoleransi sangatlah penting, agar tercipta kerukunan hidup beragama.

    BalasHapus
  9. menarik sob...
    namun sayang,di skolah ku masih tetep ada yg membeda-bedakan agama,suku sama ras....

    BalasHapus
  10. :) indahnya perbedaan...

    btw, ngomenin ini nih "dari pada corat coret di tembok lebih baik corat coret disini"

    hohoho,saya demen banget tuh coret2 dinding apalagi wkt kecil...skrg malu ah sama umur,,,jadi pindah ke blog :D :D

    thx for visiting
    i follow u ya

    BalasHapus
  11. ayu mari kita hidupkan tereransi sesama umat beragama...

    BalasHapus
  12. salam sobat
    sungguh kenangan indah ya,,dengan sahabat,walaupun beda agama.
    benar mas AAN,,kita hormati dan hargai orang lain.
    orang lainpun akan begitu terhadap kita.

    BalasHapus
  13. @ gadis..tinggalkan jejakmu jgn sungkan2,,;)
    @ mba lina..wah masih apal pancasila ternyata,,hikz, walopun gw lupa sila2nya tp gw kn mengamalkanya mba (narcis ) :D
    @ mino mino betulll masa udah gede masih coret2 didinding,,kn ga lucuuu :))
    @ moenas,,yuk mareee ;)
    @ caca n mba Nura,,makasih ya :D

    BalasHapus
  14. Nice story. Jadi teringat teman lama di masa SMA dulu. Persis posisi kami seperti kamu dgn Stefanus. Tp ttp akuuurrr. Sayang, sjk tamat SMA g' kedengeran berita na.
    BTW...Award na sdh d posting.
    Big syukron
    Jazakillahi Khairan Katsira

    BalasHapus
  15. @ Sharing is fun,,sama temenku itu juga dah lama ngga ada kabarnya, mksh ya awardku jadi penutup akhir tahun,, Big syukron too,;)

    BalasHapus
  16. bertoleransi dan saling menghargai... bila kedua hal itu bisa terwujud, alangkah indahnya kehidupan ini...

    BalasHapus
  17. @ mas goen,betull , pelangi indah karena semakin banyak warna

    BalasHapus
  18. Salut dengan persahabatan kalian! Kita memang harus menghargai keyakinan masing-masing bila ingin hidup damai!

    BalasHapus
  19. Pagi mas ... sangat menarik postingannya, ...Siiip :thumbsup:

    BalasHapus
  20. Wah2.. Persahabatan di waktu SMA yah..

    seru juga, kyk yg sedang aku alamin....

    hehehee.....

    BalasHapus
  21. @ nuansa pena, indahnya kebersamaan indahnya perbedaan...

    @ syahida..pagi juga makasih y atas thumbsupnya..

    @ Facehan .. gitu yak, okelah klo begitu , pesenku bertemanlah yang rukun2 jangan pada tawuran

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com