Catatan pribadi tentang apa saja

Kamis, 03 Desember 2009

Sang pemimpi

      "pakne, sampeyan ki kenapa to..? setiap tidur kok ngigau sendiri ga jelas" yu munah mengadukd ngaduk nasi di dalam panci yang masih di tanak,api kayu bakar di tungku hampir padam,di tiupnya dengan alat tiup sederhana yang terbuat dari bambu hingga asap mengepul memenuhi dapur,dinding yang terbuat dari bambu dan sudah bolong bolong,justru membantu asap lebih cepat keluar.
       "pak..di tanya kok malah bengong " sambil terbatuk batuk karena asap yang mengepul , yu munah mengulangi pertanyaanya kepada kang nasrul suaminya yang daro tadi cuma terdiam,seolah olah ada yang dipikirkanya,
      "jangan terlalu besar apinya, bu.." yu munah mengangguk,beberapa ranting diletakan diatas api kecil itu,di tiupnya lagi dia menjaga agar api tidak menyala besar.
 
   "pakne ki..belum njawab pertanyaanku" sambil mendekati suaminya yang duduk di dipan . kretek kretek dipan itu berbunyi
      "akhir akhir ini aku lagi mimpi aneh,bune.."sambil menarik napas dalam dalam kang nasrul mulai cerita


membuka pembicaraan, berulang ulang bunyi kretek kretek dari dipan setiap kali kang nasrul berganti posisi duduk
   " kamu angkat dulu nasinya, bapak udah lapar nih, aminah belum pulang to bune??" dilihatnya matahari sudah tepat diatas ubun ubun,itu pertanda sudah waktunya makan siang.
     "eaalah pakne..pakne, wong cuman mimpi kok, kirain ono opo.., " dia mengangkat panci dibuka tutupnya,uap menyebarkan aroma harum nasi yang di tanaknya. "ngga usah dipikirin yang macam macam pak, ini makan dulu mumpung masih anget, aminah tadi pamit katanya pulangnya agak sorean, ada les katanya pak, kan sebentar lagi dia mau ada UAN "
   " tapi mimpiku ini aneh , bunee" kata kang nasrul sambil nyruput teh buatan istrinya
   " sampeyan yang aneh kok, namanya mimpi itu kan cuma bunganya orang tidur, udah lah pak ngga usah di bahas,ngimpi kok dibahas, sekarang yang perlu dipikirin tuh anak kita satu satunya aminah, dia udah kelas 3 sma loh pak.."
        bagi yu munah yang berpikiran rasioanal,mimpi suaminya hanya peristiwa umum biasa yang dialami orang ketika tidur,tapi tidak bagi kang nasrul, baginya mimpi dianggap istimewa, karena dari mimpi kadang terkandung makna kejadian yang akan datang,menurutnya mimpi adalah blue print dari realita hidup,dia juga ingat betul bimbingan belajar tempat anaknya les yang didirikan oleh Purdi E chandra katanya berawal dari sebuah impian,

          setelah makan siang kang nasrul pergi keluar rumah,kali ini kepergianya tidak ke pasar membawa pisang untuk di jual.
           "aku metu sek,,bu"sambil pamit kang nasrul menuju kesamping rumah,diambilnya sepeda onta miliknya, ngleyerlah kang nasrul,sementara yu munah yang masih di belakang cuma bisa njawab "iyo pak.." bagi orang desa seperti yu munah dia tidak tahu kegiatan suaminya selain berjualan pisang,jika suaminya bilang bisnis itu sudah cukup baginya,dia ngga mau tahu bisnis apa, tapi insya Allah bisnis yang di jalani suaminya halal
     dengan sepeda ontanya kang nasrul mengayuh,menyusuri jalanan desa,jalan itu tidak begitu rame,pohon pohon mahoni di sepanjang pinggir jalan memberikan hawa yang sejuk , disisi lain hamparan padi yang menghijau menambah indahnya panorama desa itu.
    "..eit..eit..hampir jatuh aku.." akar pohon asam hampir membuat sepedanya oleng,di pinggir jalan menuju desa perbatasan tampaklah sebuah rumah sederhana,berderet mobil parkir di halaman rumah itu, kalau di lihat dari nomor kendaraan tampaknya banyak juga yang berasal dari luar kota , bahkan ada yang berplat merah.
   "..wah ini pasti rumahnya mbah darmo yang terkenal itu.." gumam kang nasrul,di desanya nama mbah darmo sudah sangat terkenal, kata orang orang mbah darmo itu orang pintar atau lebih tepatnya dukun. setelah memarkir sepeda ontanya, kang nasrulpun memberanikan diri menemui mbah darmo sekalian mau konsultasi tentang mimpinya,kang nasrulpun menyampaikan maksud dan tujuan kedatanganya.

  " jadi begini mbah..tadi malam aku mimpi berada di pasar " kata kang nasrul membuka pembicaraan
  sambil komat kamit ,sesekali memejamkan mata, mbah darmopun berkata :

".. itu tandanya kamu akan jadi menteri ekonomi, yang tugasnya ngurusin pasar ekonomi  di negara kita"


"..tapi mbah,, sesampainya di pasar,aku malah di kejar kejar orang banyak, langsung aku lari sekencang kencangnya, lagi pula apa sih enaknya jadi mentri jaman sekarang mbah...salah ngambil kebijakan saja langsung dituntut mundur!... "

"..kalo kamu lari lari dalam mimpimu berarti kau akan jadi atlet nasional.."

"..tapi mbah ternyata orang yang ngejar ngejar aku malah di tembakin orang orang tidak di kenal, lalu aku gantian ngejar si penembak itu,aku sidang dia ditempat,aku marahin dia habis habisan, jadi atlet mbah?? wah ngga mau ah,,apa enaknya jadi atlet, begitu masa jayanya lewat maka tamatlah riwayatku ibarat pepatah habis manis di buang.."
       mbah darmo langsung memejamkan mata,dikeluarkan alat prakteknya berupa kalung rantai, konon kalung rantai ini bisa menerawang siapa saja yang kedapatan mencuri uang, maka tidak heran mbah darmo terkenal seperti sekarang ini, semenjak di dapuk untuk menyelesaikan kekisruhan bank desa, nama banknya "bank leknury" popularitasnya semakin meningkat khususnya di dunia perdukunan. dengan bantuan benda keramat itu mbah darmo dapat menguraikan kekisruhan di bank leknury itu,dia dapat menguraikan kemana aliran dana,siapa saja yang menerimanya dan buat apa dana itu,semuanya terungkap dengan hanya bantuan mbah darmo, tanpa harus membentuk pansus desa.
mulut mbah darmo masih komat kamit,mencoba menafsirkan arti mimpi nya kang nasrul

"..berarti kau akan jadi hakim nanti, tadi kan kau bilang "menyidang" si penambak itu kan??"

kang nasrul cemberut,ia teringat adanya mafia peradilan yang selain melibatkan polisi,jaksa,pengacara,bahkan hakim itu sendiri.
    "..tidak mau mbah..bukan begitu, si penembak itu lolos saat sidang di tempat,padahal tugas hakim kan menyelesaikan perkara,begitu tau dia lolos aku tak putus asa, kukejar ia sampai jembatan..!! "

"..berarti kau akan jadi anggota dewan,yang berfungsi sebagai jembatan kepentingan rakyat"

"..wah jangan mbah,,jadi anggota dewan itu terlalu berat dan aku belum bisa membedakan mana kepentingan pribadi,mana kepentingan rakyat dan mena kepentingan partai..lagi pula dalam mimpi itu aku tak berhenti di jembatan itu, aku terus mengamati gerak gerak si penembak itu dari atas sebuah pohon .."

"..hmmm,, mungkin kau akan jadi pengamat politik.." kembali mbah dukun memberikan penafsiran tentang mimpi kang nasrul yang sedari tadi ngga ada yang pas,dan ini sangat berbahaya bagi reputasi mbah darmo yang terkenal sakti itu

     "..tidak mbah aku ngga mau jadi pengamat politik,jaman sekarang sudah banyak yang jadi pengamat politik mbah,,semuanya pada ngomongin politik,lagian dalam mimpi itu pohon yang aku panjat tumbang.."

    "...terus karepmu piye??" dengan sedikit emosi mbah darmo membentak kang nasrul "..udah sana minggir,gantian sama yang lain..."
".. satu pertanyaan lagi  mbah.." kata kang nasrul dengan perasaan was2 kalau salah ucap bisa bisa di bentak lagi
'..yo wis nanya opo..??" kata mbah darmo sambil sesekali menebar kemenyan ke tungku kecil di depanya.

"..anu mbah,, itu yang mobil plat merah itu mobilnya siapa mbah,dan ada keperluan apa kok banyak mobil berplat merah sowan ke tempatnya mbah.."
sementara mulut mbah darmo komat kamit,tidak mau menjawab pertanyaan kang nasrul, ia pun pergi begitu saja meninggalkan mbah darmo.



source pict by
http://rickyhandoko.files.wordpress.com/2008/09/dream.jpg

11 komentar:

  1. stop dream start action, tp segala sesuatu itu muncul bermula dari mimpi, membayangkan, berandai2 lalu d realisasikan gt

    BalasHapus
  2. ck,ck,ck....bisaaaa ajha bang aan ni!

    bagusnya bang nasrul tetep jadi tukang jualan pisang aja yak...he,he,he *ngga akan ada lagi yang protes*

    BalasHapus
  3. "...karena dari mimpi kadang terkandung makna kejadian yang akan datang,menurutnya mimpi adalah blue print dari realita hidup...", ini kata kang nasrul sesuai cerita di atas,,

    makasih komentnya kawand..

    BalasHapus
  4. >> bung becce.. iyah, memang kodratnya bang nasrul tetep jadi penjual pisang, nggak neko neko gitu..

    BalasHapus
  5. terkadang mimpi bisa memotifasi semangat seseorang

    BalasHapus
  6. nama'y jg tiDur jD ga' sadar dech kLo ngigau...

    BalasHapus
  7. hihihi.... lagi ngritik ya bang? Ntar ada yang baca lho!!!! Eh... tapi keren kok... gimana kalo Mbah Darmo diusulin jadi penasehat Pansus Bank Century... wah.. pasti bisa kelar tuh masalah....

    BalasHapus
  8. hmmmm, gan, pa nie ada kaitannya ma cerita di novel y?? koq kyaknya ceritanya tu hidup gtu....
    nice artikel gan....
    kunjung balik yak....

    ------------:::::::::::c4pt41n:::::::::----------

    BalasHapus
  9. apik2 kang critamu,,,,

    marak ke mesam mesem kie,,,

    he he he he,,,,
    di lanjut bae lah kang

    BalasHapus
  10. mimpinya kok puanjang banget gitu.. apa tidurnya dr pagi sampe balik pagi lagi yah ? hehehehe.. tp ceritanya bagus tuh, rada nyentil2 gitu..

    BalasHapus
  11. >> wilyo,,betul sob,kisah kisah orang sukses semua berawal dari mimpi..

    >> fais, klo ngigau ngga tidur bukan tidur namanya,,hehe

    >> mas goen,ini cuman coretan rekayasa kok,kalau ada persamaan nama ya itu khilafnya sang penulis..hehe

    >> mba lina..mimpinya cuman simple senernya mba, ketemu orang di pasar,terus dikejar kejar sama orang pasar,orang pasar yg ngejar ngejar dia malah di tembak orang yang ngga di kenal..udah,,tapi kok malah jadi panjang gini ya?? hehe...

    >> captain..ngga ada kaitanya sama novel sob,tapi kalau ceritanya agak nyrempet2 ke novel karena ini aku lagi belajar bikin cerita jadi masih ngekor ke salah satu novel tapi murni ide cerita dari aku..mksh komentnya yah..

    >> hss...info ojo mesem2 dewe' ntar jadi gimanaa gituuu..

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com