Catatan pribadi tentang apa saja

Rabu, 30 Desember 2009

Mobil baru di jalan bopeng

beberapa waktu lalu saya diajak sama teman jalan  jalan keluar kota,kota yang saya maksud masih seputar jateng, saya pun meng "iya" kan ajakan teman saya itu dalam pikiranku kapan lagi bisa jalan jalan naek mobil gratis pula.
disalah satu ruas jalan kami mendapati bahkan kerap menjumpai jalan jalan bopeng (berlubang),disana juga kami menjumpai sejumlah pemuda yang mengacung acungkan ember sambil menunjuk nunjuk bopeng jalan yang telah mereka tutup seadanya dengan bongkahan batu,tanah,atau batu kerikil.mereka yang mengaku mengklaim diri sebagai pemberi jasa bagi pengguna jalan raya dengan menutup bopeng jalan secara ala kadarnya itu.akhirnya pertanyaan remeh temehpun mengganggu pikiran saya , beberapa pertanyaan pertanyaan  itu adalah :






Pertama, mengapa terasa berat hanya untuk memberikan uang atau koin kepada pemuda" itu,seolah olah saya tidak ikhlas mengeluarkan sedikit uang untuk mereka yang berpanas panasan,terkadang hujan hujanan di jalan hampir sepanjang jalan itu?
kedua,jaman sekarang kok masih ada jalan bopeng?
kemungkinan jawaban untuk pertanyaan pertanyaan itu  adalah :
        pertama, bisa jadi saya tidak menemukan layanan jasa apapun untuk kami (pengguna jalan), jawaban yang lebih extrim lagi " mereka (pemuda"itu) hanya berpura pura bekerja banyak contoh" lain ; berapa banyak orang yang mengais ngais diperempatan jalan dengan berpura pura mengerjakan sesuatu;mengamen tanpa menimbulkan suara;mengelap kaca tanpa membersihkan kaca itu;mengemis mengharapkan belas kasihan orang padahal badanya masih segar bugar penuh tenaga.
kalau meminjam istilahnya Karlk mark mereka itu tergolong kaum Lumpen proletariat,kelas bawah yang tak punya pekerjaan,tidak tertampung oleh lapangan kerja yang makin terbatas, yang kualitas hidupnya lebih buruk dibanding kaum pabrik/proletariat yang di tindas di pabrik pabrik dan lapangan kerja.
apakah mereka salah? tentu saja tidak. mereka hanya mencontek (meniru) para elit elit politik di negeri ini yang menyelesaikan masalah hanya sepotong potong dengan mengabaikan akar masalahnya

      kedua, adalah kewajiban pemerintah setempat dalam hal ini pemda dan DPU terkait bopengnya jalan untuk memperbaikinya,toh saya mungkin kita telah ikut menanggung pembiayaan negara dengan berbagai cara. dan pemuda pemuda itu yang menutup bopeng jalan sesungguhnya telah mengaburkan pertanggung jawaban yang mestinya dipikul oleh pihak pihak terkait
         di jalan raya inilah kita bisa melihat "wajah"masyarakat kita sesungguhnya, di jalan raya pula merupakan sarana belajar yang efektif  bagaimana kita bisa membangun rasa sabar: kemacetan,kesemrawutan,banyaknya copet,rampok bahkan kita mesti extra sabar ketika kita (pengguna jalan) harus menunggu iring iringan pejabat yang lewat beserta rombongan yang panjang,tak ketinggalan  sirine yang meraung raung.
       apakah pertanyaan pertanyaan saya itu menunjukan bahwa saya atau barangkali kita merupakan representasi dari publik kritis yang sekarang sedang tumbuh dalam masyarakat? saya sendiri tidak tau,saya hanya rakyat jelata yang melihat jalan bopeng,dan tidak tau bahkan tidak mau peduli apakah jalan bopeng itu berdampak sistemik atau tidak sistemik, hanya bisa menghimbau kepada para pejabat" itu
"mbok sekali kali kesini,pakai mobil baru itu,lewati jalan bopeng ini dan jangan lupa ngajak saya"










nb, gbr hanya ilustrasi dari berbagai sumber (aslinya mah..lebihh parah ) kecuali gbr mobil itu asli lho..masih mulus kan??



21 komentar:

  1. hari gini masih ada jalan bopeng? hohoho,
    keep posting kak..

    BalasHapus
  2. mobil banyak yang baru sedangkan jalan tetep aja di tambal...peluang bopengnya pasti cepet yah...

    BalasHapus
  3. Jalan ditempatku diperbaiki belum 1 bulan sudah bolong lagi!

    BalasHapus
  4. ini akibat dari korupsi., mengapa cepat bolong spy anggaran/proyek ada lagi untuk d korup...

    BalasHapus
  5. Malah dulu di daerah Demak sewaktu saya lewat, jalannya setengah bopeng, setengah tidak. Dan tidak ada tanda2 akan diperbaiki. Hm.. saya jadi heran dengan kerja pemerintahnya

    BalasHapus
  6. jalan bopeng ya mas? wah... kayaknya itu ada gambaran dari banyak pejabat di negeri ini... jadi sedihhhhh...

    BalasHapus
  7. terimakasih sudah pada mampir sahabat2ku,,

    ternyata masih banyak bukan hanya jalan yang pada bolong2,, mari kita tambal,,( sok mikir )

    BalasHapus
  8. @ mas Goen,, apa iyah?? kayaknya sih iya,,hehe
    makasih udah mamir

    BalasHapus
  9. jalanan kaya gini yang bisa membuat orang celaka....

    BalasHapus
  10. @ wilyo,, makanya cari jalan yang lurus, jalan yang diridhoi Tuhan,,

    BalasHapus
  11. Ini masalah proyek Sob, kalo jalannya mutu kelas satu, proyek perbaikan jalan kan jadi jarang, hehehe

    BalasHapus
  12. Tidak heran sobat.... ditempat saya kota Medanpun masih banyak yang begitu, yang herannya saya mengapa kalau menempel jalan yg berlubang seperti tempel ban, alhasil tidak ada yang bertahan lama. Syukur saja akhir tahun ini sudah mulai banyak yang diperbaiki, hanya pesannya ya dibuat rata dan tahan lama, jangan seperti compang camping karena tempel hanya ditempat yg bopeng saja.

    BalasHapus
  13. liat jalan2 yg berlubang gitu, apa masih tega uang rakyat buat beli mobil mewah untuk para pejabat ? mendingan uangnya buat perbaiki jalan aja yah...

    BalasHapus
  14. Hahaha..setuju sekali, ini adalah salah satu ironi menjelang tutup tahun 2009.
    Pergantian mobil pejabat yang ‘sudah mewah’ ke mobil yang ‘lebih mewah lagi’, sangat tidak cocok di tengah2 situasi ekonomi negara yang masih kacau seperti sekarang ini, di tengah-tengah masyarakat kecil yg tengah hidup di bawah garis kemiskinan; hal ini sekaligus semakin memperjelas kurangnya kepedulian Pemerintah pada masyarakat kecil.

    Mudah2an penyediaan fasilitas yang wah untuk para pejabat dipikir ulang dengan sumber kesadaran diri, dan andaikata akhirnya kesadaran diri itu tidak muncul juga, hanya bisa berharap semoga dibarengi dengan peningkatan kinerja para pejabat yang diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia, khususnya rakyat kecil. Mungkinkah? :D Mudah2an..
    Buat Blog

    BalasHapus
  15. biasakan orang tuh kalau d atas lupa

    BalasHapus
  16. @ lina@hapyy,,tetep aja mba,di jalan kelas 1 juga,,

    @ mba lina, yah wajarlah mba,klo ngga gitu yg ga wajar namanya..hehe

    @ membuat blog, alih alih mengurangi kemacetan malah nambah mobil baru yak,,eh tp klo mobil baru yang itu mah ngga kena macet

    @ Risky,,mbok sekali kali lihat kebawah gitu ya..hohoho

    BalasHapus
  17. harusnya tuh dana pembuatan jalannya gak di korupsi jd bisa buat jalan nya yg bagus dan kuat,gak asal jadi aja...cepet berlubang deh.

    soal mobil baru pejabat ?? hemm,...enak bgt ya jadi pejabat @_@

    BalasHapus
  18. mohon dukungan temen2 blogger vote blog ku untuk menang award, hadiahnya 100% di sumbangkan di website itu sendiri untuk mensupport 'FIGHT GLOBAL HUNGER' program.
    mohonnnn dukungannya pls visit my blog for more details. thank you.

    *by RichaRie*

    BalasHapus
  19. mobilnya keren euy,....
    slam kenal yah sob..

    BalasHapus
  20. Duh itu mobil punya sopo to Aan? Jomplang banget ama kondisi jalannya ya? jangan2 itu mobil nyasar lagi. he he he..
    Bicara ttg jomplang, bukankah dunia ini memang penuh dengan hal yang berpasang-pasangan ? Ada gelap ada terang, ada cerah ada mendung, so ada mobil mulus tentu ada jg dong jalan krepak peak kayak gitu. Yang ginian buat hidup makin hidup. gak setuju..?? Yo wes lah. MAturnuwun wae. he he he

    Met taon baru H & M. Semoga makin 'berisi' ne blog. Keep intouch

    BalasHapus
  21. yap beginilah dunia selalu ada yang njomplang,,alih2 mengatasi kemacetan, alih2 memperbaiki jalan yang bopeng malah "kulakan" mobil,,

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com