Catatan pribadi tentang apa saja

Rabu, 25 November 2009

Mall dan Permen

mungkin kita sering mengalami ketika kita berbelanja di mal,uang kembalian kita ada yang berbentuk permen,katakanlah uang kembalian kita yang seharusnya Rp 6.100,kita akan menerima dalam bentuk 1 lembar pecahan lima ribuan (Rp 5.000),1 lembar pecahan seribuan ( Rp 1.000) dan 1 buah permen, permen ini kita asumsikan sebagai pecahan seratus rupiah ( Rp 100 ).
berangkat dari asumsi itu maka saya ingin membuktikan kebenaranya dan ingin mempraktekan langsung,


hal pertama yang saya lakukan adalah mencari mall untuk di jadikan tempat praktek,karena biasanya di mall itulah kita bisa mendapatkan kembalian dalam bentuk permen itu dan perlu diketahui mall di tempat saya tidak seperti mall di tempat tampat lain atau  kota besar lainya yang memang pantas di katakan mall,tapi di tempatku yang namanya mall yaaa... gitu dech!



kedua, saya mencari teman untuk di jadikan partner,terus terang bagiku kalo  jalan kemana mana sendiri terkadang ada rasa ngga pede gitu, makanya saya ajak seorang teman, dan teman saya itu mengajak adiknya,, jadilah saya,temen saya,adiknya temen saya

ketiga, kalau biasanya orang pergi ke mall berpakain serapih mungkin,tapi kami bertiga dalam urusan pakaian kita memakai gaya sesederhana mungkin.Celana pendek kombinasi kaos garis garis di padu dengan sendal jepit merk "swallow" dengan tetap menjunjung norma norma kesopanan.
keempat, setelah persiapan dirasa matang,persiapan akhir yaitu kami melaksanakan "briping". saya,teman saya dan adik teman saya itu yang masih duduk di bangku SD mengevaluasi segala sesuatunya dan tak lupa berdoa demi kelancaran misi ini.

singkat cerita Tibalah kami di TKP, sebuah toko besar tepat dihadapan kami di depanya tampak tulisan "Selamat datang di Mall (anu) "Pada mulanya kami sempat ragu dan berniat untuk tidak melanjutkan aksi ini,tapi dengan kebulatan tekad dan semangat membara dan demi suksesnya misi ini tentunya perasaan itu kami buang jauh jauh.

          "..Assalamualaikum.." salam pembuka di lontarkan teman saya kepada seorang bapak berpakain seragam seperti satpam, dan saya yakin itu satpam karena di seragamnya ada tulisanya "Satpam ( anu ) ", satu persatu kami menyalami bapak satpam itu layaknya acara tahlilan,setelah ngobrol ngalor ngidul yang saya kira juga ngga penting2 amat akhirrnya kami masuk.Hiruk pikuk pembelanja di tambah riuhnya abg,saya sebut abg karena jelas dari kostum yang di pakai yaitu putih abu2, ada juga yang putih biru tua, malahan ada yang putih merah ( bocah SD ) yang sedang melakukan aksi kongkow kongkow. 
        setelah kami masuk kulihat teman saya begitu girangnya melihat tumpukan pakaian beraneka warna ada Baju,kaos , jaket.tentu saja perasaan gumun berkecamuk dalam dadanya,seolah olah baru kali ini memasuki gedung besar dengan berbagai macam isinya yang disebut toko,karena toko itu besar maka dinamakan mall. tapi perasaan gumun langsung saya tepis,saya mengingatkan ke teman saya itu dengan falsafah jawa yang sangat terkenal pada jaman dulu itu " aja gumanan,aja kagetan " 

       "...dagangan samene akehe kok laka sing dodol ya... dagangan segini banyak kok ngga ada yang jualan " ini kata teman saya dengan logat khas pemalangan. 
       "....hush..kae loh sing nganggo seragam kae ya sing dodol.. hush..itu loh yang pake seragam itu yang jualan " bisik saya 
       " ...owalah,,ayu ayu kok sombong banget,masa dewek mene ora di tekoi, nggolet apa mene mas mbok koyo ngono??"...owalah ayu ayu kok sombong,masa kita kesini ngga di tanyain mau beli apa mas?? gitu kek..." 

       inilah yang di namakan mall dimana seorang pembeli dituntut aktif,kalau kita mau tanya soal harga ya tinggal tanya ke mbak2 itu tampaknya teman saya itu sudah menemukan baju pilihanya,ditentengnya baju itu dan berjalan ke arah SPG (istilah keren untuk penjaga toko )
         ".... kiye pira mba..?"... ini berapa mba? tanya teman saya dengan wajah polos tanpa dosa 
         "...itu harganya ada di label..." mendengar jawaban mba2 tadi temen saya langsung diam,mungkin dalam hatinya berkata " di tanya bukanya njawab" 
         ".. kiye jare kon nang label, mbok gantian ngono sing takon nang ngendi si label kuwe"...." ini katanya disuruh ke label,gantian kamu yang nanya dong dimana letak si label itu " kata teman saya seperti biasa dengan wajah tanpa dosa mengadu padaku.. 

            owalah dasar ndeso,yang namanya label itu kan harga yang tertera dalam sebuah produk,biasanya berupa stiker kecil dan ada tulisan harganya disitu.berhubung saya tidak ingin membuat kecewa teman saya itu akhirnya kami sepakat untuk mencari tahu dimana posisi label itu berada .
        "..stoppp..hayoo, apan nyolong ya.." .." berhenti.. mau ngapain , nyuri ya?" suara pak satpam dengan jelas terdengar di telinga kami 
      "..mboten pak saestu,kulo mboten badhe nyolong,malahan kulo niki badhe madosi njenengan pak.." .." tidak pak beneran kami tidak mau mencuri, justru kami mau menemui bapak " keringat dingin bercucuran menjawab pertanyaan pak satpam itu. 
      "..terus maksudmu piye??" "..terus maksudmu gimana?" itu pak satpam yang nanya 
      "..ngaten lo pak..rencange kulo niki badhe tumbas rasukan,nah terose mbak2 sing teng ngriko supados ningali wae teng Label nek badhe pirso regine, lah,,niki badhe madosi label pak..!"  
      "..begini loh pak,, teman saya ini mau beli baju, kata mbak2 itu harganya ada di label,nah kami ini mau menuju ke label pak.." sedikit penjelasan saya kepada pak satpam. 
dan pak satpampun mulai ragu untuk melancarkan tuduhanya karena tidak cukup bukti maka selayaknyalah kasus ini di SP3 kan! 
      "... iki loh mas, sing jenenge label,, ya regane nong kono kuwi " "...ini loh mas yang namanya label,harganya ya disitu " kata pak satpam sambil menunjukan harga baju itu..
       "..jadi harganya.."??!!?" 
*** 
bahwa baju yang rencanya akan di beli harganya setara satu ekor anak kambing,maka dikembalikan saja baju itu ketempat semula. 
bahwa rencana A gagal kami melanjutkan ke rencana B 
*** 
       akhirnya kami membeli perlengkapan rumah tangga seperti gunting kuku,pembersih muka,body lotion,parfum,krim anti jerawat,shampo anti ketombe,pewarna rambut... halaaaahh bukan itu maksudnya, emang kita mo buka salon bo..! 
setelah menimbang,mengingat dan sebagainya kami sepakat untuk membeli odol dan sabun mandi..hikz,,, kalo tau cuman beli itu mah..di warung sebelah rumah juga ada ngga usah pergi ke mall,tapi berhubung tujuan kami ke mall adalah demi misi seperti yang diatas. 
setelah mengambil barang barang yang akan di beli kami melibatkan diri dalam antrean menuju petugas kasir,mata kami berpatroli mengamati para pembelanja yang lain dan akhirnya patroli kami terfokus ke arah meja kasir,kami melihat perilaku orang yang membayar dan bagaiman si kasir melayani. 
"...hmmm kabeh sing podo mbayar oleh permen euy.." '.. hmmm semua yang mbayar dapat permen euy" mata kami setengah jelalatan ketika memandangi orang orang itu membuang permen yang di berikan kasir tadi ke atas pot tanaman hias yang letaknya kira kira dua meter dari meja kasir 
"...sebelas ribu sembilan ratus rupiah " kata kasir. 
salah satu dari kami mengeluarkan dompet,diambilnya pecahan uang satu lembar 10.000,dua lembar 1.000 "..ini kembalianya mas.."seru kasir sambil memberikan satu permen 
"..loh mba harusnya kembalianya kan 100 rupiah" 
"..maaf ngga ada 100-an, di ganti permen.."
"..jadi permen ini harganya 100??" '..ya mari bu.." 
kata sang kasir sambil mempersilahkan ibu yang antre di belakang kami. i
    inilah yang kami sebut sebagai pengusiran secara halus, dan kami paham itu. kami pun berlalu tapi tak menuju pintu keluar , kami melangkah kearah pot tempat orang orang tadi membuang permen pemberian kasir,satu demi satu permen di pungut,hingga terkumpul 20 biji 
"..mba mau menukarkan.." teman saya menginterupsi sang kasir 
"..tukar apa mas?" 
"..menukarkan permen..." 
".. loh memang kenapa kok permenya di tukar? " 
" kata mbak tadi satu permen di hargai 100 rupiah nah sekarang kita dapat 20 biji berarti dapat 2000 ribu rupiah kan? " 
"..wah ya ngga bisa gitu mas.." 
"..ngga bisa gimana lah tadi mba bilang sendiri kalo satu permen dihargai 100, sekarang giliran saya kembalikan mba malah berkelit.." 

          perdebatan berlangsung lama,kami tetap bersikukuh bahwa argumen kami benar dan kami merasa menjadi korban pemberian permen secara paksa, sementara pembelanja yang lain tertegun melihat kami. barangkali dalam hati mereka juga mengakui bahwa kami memang benar, tapi begitulah potret masyarakat kita yang selalu membiarkan seseorang berjuang sendiri dan baru ikut ikutan nimbrung begitu ada tanda tanda bahwa orang tadi bakalan mau menang.




cerita ini sebenernya hanyalah rekayasa saja, sebenernya antara pak satpam, kami (saya,teman saya dan adiknya teman saya ) , SPG, dan sang kasir sudah saling mengenal sebelumnya,, tapi fakta bahwa di mall sering ada kembalian berupa  permen itu yang tidak bisa terbantahkan.. 
dan berikut barang buktinya :







inilah TKP



 
adiknya teman saya




teman saya ; wajah tak berdosa itu...





ini saya; aktor intelektual (tak mau di publikasikan fotonya )





barang bukti




































































































































16 komentar:

  1. wah,, lagi penelitian soal permen ya sob..??? huehehehe,, menarik cerita rekayasanya

    BalasHapus
  2. memang kenyataan hampir disetiap mall..uang kembaliannya adalah permen ... postingan ini rekayasa tapi sebenarnya sangat nyata di lapangan..

    BalasHapus
  3. Saya kadang milih membelikan barang lain agar uangnya pas (bulat ribuan) dari pada dikasih permen 4 buah (Rp. 400) atau malah 9 buah (Rp. 900)

    BalasHapus
  4. g cuma d mall aja atuh so.... aq juga sering beli sesuatu karena g ada uang receh d ganti dg permen, tp y gpp deh, buat mut2an

    BalasHapus
  5. akhire inyong rampung maca ne,,,
    critane apik kie he he he he

    Mall e sing perek( deket ) Alun2 Pmlg kie mesthi
    he he he he h

    apa ana maning Pmlng Malle sa liane sing kue kang ????

    Jiaaaah..... q biasa blanja maring kue Mall

    Sukses lah kang permen e he he he he

    BalasHapus
  6. wah... selamat ya mas... ternyata misinya berjalan sukses... soal permen emang njengkelin banget... kira-kira apa emang disengaja ya harga barang-barang di mall musti dibikin antik... biar ada alasan tuk ngasih permen?

    BalasHapus
  7. wah ada juga org2 yg ga menghargai permen.. masa dikasih permen malah dibuang di POT ? klo aku sih ya langsung diemut aja..hihihihi...
    Memang banyak kok mal2 yg menerapkan kembalian uang receh pake permen gitu,klo dihitung2 emang kita yg rugi, namun bagi masing2 org mungkin dipikir ruginya sedikit ajalah gpp.. :D

    Btw, adegan rekayasanya bagus juga.. bakat jadi sutradara sekaligus artis tuh..hehehe

    BalasHapus
  8. hm... rekayasa?
    tapi saya juga sering dikasi permen.. bukan satu aja.. 3 malah...

    BalasHapus
  9. >> faja..iya nih sob lag meneliti "permen" dan hasilnya sangat memuaskan..huehehe

    >> willyo n Gelza..yah bukankah kemaren2 dinegara kita jg banyak "rekayasa2" kasus.. xixixixi

    >> hss.. klo deket alun2 itu "supermarket" selain itu ada lagi kok,,memang sampeyan tau maring pmlg kang?? dalam rangka apa seh??

    >> risky,mas goen mba lina,,ini rekayasa,,sbenernya aku cuman ngobrol2 ma satpam n kasir doang,,tapi klo permen yg di buang di pot itu fakta ..asli loh..! hehehe

    BalasHapus
  10. buset, iseng amat nyari kembalian permen,,, hahahaha...
    samaaaa,,, sekalian komeng, sekalian shoutbox... met kenal dah ah...

    BalasHapus
  11. salam sobat
    wah samaditempat saya sana,juga pasti dikasih permen,,dari pada uang 0,5 reyal.
    siiipdeh bripingnya...

    BalasHapus
  12. hemm,,,.. memang sudah wajar,, 100an diganti permen... hehehe...

    di wnet t4 ina bekerja jg bgitu...
    hehehehe...

    BalasHapus
  13. >> affan,, nah itu baru pinter,, komeng+kenalan+nangkring di shotbox..hehe

    >> mba Nura n ina,, memang udah menjadi kebiasaan umum kale y..

    BalasHapus
  14. wah postingan yang cerdas mas...sarat makna
    bagus.bagus.bagus

    BalasHapus
  15. haha.. lain kali kalo belanja Rp.10.200 (sepuluhribu dua ratus rupiah), ngasih aja uang Rp.10.000 + 2 buah permen.. hihihi...
    di Amrik, dolar masih dihitung dari 1, Indonesia 100 udah langka.. ckckck...

    BalasHapus
  16. wah....aku juga pernah, dikasih kembalian pake permen pas nelpon pake wartel, terus pas mau nelp lagi gak ada uang kecil aku bayar pake permen...
    si tukang wartel melotot tapi saya bilang "mas...ini permen tadi dari sini dan masih utuh....tadi kan uangku gak ada kembalian uang kecil dibalikin permen...dan sekarang aku gak ada uang kecil jadi permen ini buat bayar"

    akhirnya terima juga dia :))

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com