Catatan pribadi tentang apa saja

Minggu, 08 November 2009

Paradok masa kini


kita mempunyai gedung yang semakin tinggi
tapi kesabaran yang semakin rendah
jalan yang semakin lebar
tapi sudut pandang yang semakin sempit
semakin banyak membelanjakan
tapi semakin sedikit yang dimiliki
semakin banyak membeli
tapi semakin sedikit yang dimiliki

punya rumah yang semakin besar
tapi kehidupan rumah tangga yang semakin terpencil
semakin banyak tersedia kesenangan
tetapi semakin sedikit waktu untuk menikmatinya
semakin banyak pengetahuan
tapi semakin sedikit kebijaksanaan
semakin banyak para ahli
tapi justru semakin banyak masalah
semakin banyak obat
tapi juga semakin sedikit ketenangan
kita memiliki semakin banyak barang dan kepemilikan
tetapi semakin berkurang nilainya
kita semakin banyak bicara
tapi sedikit mendengar

kita belajar untuk mencari nafkah kehidupan
tetapi gagal menemukan kehidupan
kita telah banyak menambah tahun dalam kehidupan
tetapi gagal untuk merasakan kehidupan dalam tahun tahun yang dijalani
kita telah berhasil pergi kebulan dan kembali 
tetapi punya masalah pergi kedepan rumah untuk menemui tetangga
punya penghasilan yang tinggi
tetapi moralitas yang semakin rendah
kita belajar untuk membuat udara lebih bersih
tapi kita mengotori jiwa kita sendiri
kita belajar untuk memisahkan atom atom
tapi tak sanggup memisahkan prasangka-prasangka buruk kita

kita memiliki kuantitas yang berlimpah ruah
tapi kualitas yang semakin langka
ini adalah waktu dimana ada orang semakin tinggi posturnya
tapi makin pendek karakter kepribadianya
keuntungan finansial membumbung tinggi
tapi hubungan dengan sesama semakin dangkal
makin banyak hiburan
tapi makin sedikit rasa kebahagiaan
makin banyak makanan
tapi makin berkurang nutrisinya
ini adalah saat dimana keluarga berpenghasilan ganda
tapi perceraian dimana mana
makin banyak rumah yang indah
tapi makin banyak rumah tangga yang pecah






dari berbagai sumber




















13 komentar:

  1. Puisi yang dalam maknanya, menggugah nurani kita. Semoga banyak yang tersadar

    BalasHapus
  2. salam sobat
    puisinya mantap.isinya
    memang kenyataan ya,,
    semakin menjulang tinggi gedung2 di negara kita
    semakin rendah kesabaran dan kesadaran .
    semakin banyak membeli
    semakin sedikit kita memiliki.

    BalasHapus
  3. wessss,,mantab nih puisinya
    sukses terus ya browww

    jd ente operator net nih???

    BalasHapus
  4. he he,,
    ngk sengaja nie alias kebetulan
    label postingnya sama title Blog Q

    ngk apa2 ya,,,,,,,

    BalasHapus
  5. @ ms muchlisin , mba nura ,mksh ya
    @ ms moenas..kadang2 jd Op wrnet ms..
    @ parjinhss..gpp tdk masalah, he he

    BalasHapus
  6. Wuizzzz kereeen,,,
    comment Author nya ada hightlight nya...

    Mantaaap

    BalasHapus
  7. postingan yang pantas untuk direnungkan

    BalasHapus
  8. iya yah... klo kita renungkan emang bener juga.. Kita bekerja keras untuk mendapatkan segalanya, tp setelah kita dapatkan, kita malah ga bisa menikmatinya..

    BalasHapus
  9. @ parjinhss makasih ini berkat tutorialmu mas..
    @ willyo Alsyah..smoga kita mempunyai banyak waktu untuk Merenung
    @ mba Lina salam kenal mksh kunjungan dan komentnya,smoga kita menjadi hamba yang slalu bersyukur...amin

    BalasHapus
  10. tulisan diatas pantas kita simpan sbg bahan renungan,...

    bagus bgt sob.

    mksh udh mampir ya...

    BalasHapus
  11. Semua berbanding terbalik..
    Ekosistem tak lagi berimbang..

    Nice Post.. Chan tunggu kunjungannya..

    http://langitmenghitam.blogspot.com/
    http://www.amierchan.co.cc/

    BalasHapus
  12. tulisan yang sungguh menginspirasi mas...

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com