Catatan pribadi tentang apa saja

Rabu, 28 Juli 2010

Serahkan pada Ahlinya

   N ggak usah nunggu kiamat 2012 kalau pengen denger letusan dahsyat atau nggak 
usah beli petasan buat anak-anak jelang puasa tapi lihat saja kejadian2 tentang 
meletusnya kompor gas eh salah tabung gas deng! mungkin udah pada bosen yak denger brita2 kayak gini,di tambah postingan gue ini yang mau membahas tentang 
perkomporan ini..maaf kalo membosankan. 

sebagai orang yang sehari-harinya bersinggungan dengan barang-barang yang bernama kompor,tabung,regulator,selang dan kawan-kawanya gue bisa mengerti kekhawatiran masyarakat akan terjadi hal-hal seperti itu. oh iyah gue belum pernah crita-crita soal kerjaan..selain hobi makan dengan mata tertutup dan nulas nulis nggak jelas di blog,gue adalah seorang pekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran "perkomporan",karyawan biasa bawahan malahan,bahasa lebih halusnya;gue adalah budak dari sebuah sistim pencari laba yang memperlakukan gue laksana mesin/robot,tempat gue kuliah dulu adalah pabrik pencetak mesin itu,sebuah mesin yang bernama tenaga kerja/karyawan/buruh yang dalam literatur ekonomi merupakan satu dari empat faktor produksi selain tanah,modal dan kewirausahaan.

Ironis kalo gue boleh bilang,sebuah sistim seperti ini yang ciri utamanya adalah penghisapan manusia atas manusia lain dan anehnya gue tetep bangga dengan smua itu apa lagi tetangga-tetangga gue,nyokap gue bahkan juga ikut-ikutan bahwa untuk mengukur kesuksesan adalah kerja mapan,tunjangan hari tua terjamin dan syukur-syukur kalo bisa menjadi pegawai negeri, untuk alasan yang terakhir ini bahkan menjadi syarat  mutlak "Calon menanti Ideal" 
***
ok coba cek ke dapur kalian kalo ada kompor dengan merk "Q*****UM* nah itu salah satu produk dari perusahaan gue,tapi jangan liat yg satu tungku (produk yg di bagi gratis) lihatlah kompor dengan sistim elektrik ada 3 tungku di atasnya dengan nyala api warna biru mempesona, nah kereen kan..? itu kompor "Q****UM" namanya.. biar gampang liat aja acara farah quin klo lagi masak tuh kompor gue..! susah amat njelasinnya.. :( . sengaja gue pake inisial "Q****UM" sebab klo di tulis lengkap takutnya kalimat ini ke indek di google terus temen2 kantor pada nyasar ke blog ini dan ini malapetaka bagi gue..biar gampang inisial "Q****UM" gue ganti dg sebutan begini "Kompor kita".. *sound cool ..hikz

ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan konversi minyak ke gas,"kompor kita" mendapat jatah bwt ngadain kompornya,dan ini merupakan berkah tersendiri bagi seluruh awak perusahaan.terutama dari bagian marketing,mereka berpelukan karena setidaknya meringankan beban mereka dalam berpromosi mengenalkan produk ke konsumen dan bonus penjualan yang meningkat ini yang lebih penting,smentara dari bagian penagihan jg pada nangis bahagia karena nilai tagihan otomatis naek dg sendirinya bonus2 jg mengalir lancar,begitu jg dari bagian2 lain spt delevery,gudang dll, cuman di bagian gue ajah yang hanya bisa gigit jari sebab naik/tidaknya jumlah penjualan tidak berpengaruh pada gaji gue..:(

tapi seiring dengan euforia tadi,"Kompor kita" juga menghadapi persoalan yang tak kalah pelik berupa komplain dari konsumen dan ini yang membuat pusing tujuh keliling terutama dari divisi teknisi termasuk di dalamnya "mbak2-yang-kerjanya-nrima-telpon-dari-konsumen".keluhan yang paling berasa adalah soal jeleknya kualitas tabung plus regulator,selang dan antek2nya.dan ini jauh2 hari sudah terjadi sebelum berita2 tentang meledaknya tabung gas membahana di seluruh negeri.

perlu di ketahui "kompor kita" adalah spesialis produk kompor,jadi produk yang kita tawarkan hanya kompor,sedangkan produk pendamping kayak selang,tabung,regulator dll , tidak menyediakan,,ya cara gampangnya sih kalo kalian beli kompor minyak ,kan nggak mungkin juga dong sekalian dengan minyaknya, 

dan percaya enggak percaya kita sering bermain-main dengan nyawa gara-gara tabung biadab ukuran 3 kg dg warna kuning taik itu (maap kalo terlalu vulgar)..apalagi anak2 marketing yang tiap hari kalo di ibaratkan tidurpun bantalan kompor.mulai dari seal di tabung,regulator yang jauh dari kesan aman,selang yang robek2 nggak karuan dll sudah menjadi menu tiep hari. iya kalo kita2 sih udah biasa tp gimana coba dengan orang2 awam,,? " yah ini mah nunggu waktu letusaanya ajah.." seloroh si temen gue itu..dan ini udah lama kejadianya

dan pengen tau komentar2 para konsumen kami soal tabung gas? read this..

Kalau tabung gas ditarik untuk DIMUSNAHKAN itu bru Benar dan Baik Pak ....tp klu ditarik... hanya untuk menyenangkan hati rakyat kemudian dipermak kiri-kanan & dikembalikan kerakyat-dipasarkan, ...maka sama sj MEMBODOHI RAKYAT..........

menarik lagi opini dari warga di salah satu koran; untuk mengatasi carut marut soal tabung gas ini serahkan pada swasta aja,tp kalo soal harga kebutuhan pokok pemerintah harus mengambil alih dari tangan swasta..jadi pemerintah harus bijak dalam hal2 seperti ini ,

Jujur saja, Apa sih yang bisa dibanggakan dari pemerintahan sekarang ini? Tidak ada program jenius yang bisa dibanggakan oleh rakyat. Kalau terus-terusan rakyat meninggal karena tabung gas meledak, apa yang bisa dikatakan?’’ tukas Pakar media massa yang juga Guru Besar Ilmu Komunikasi FISIP-UI, Ibnu Hamad.

jadi pak..serahkan pada saiaaaa untuk urusan tabung menabung ini,, hikz










16 komentar:

  1. untung emak ane di kampung lebih suka masak pake kayu,klo ga bisa was2 terus ane ^___^

    BalasHapus
  2. @ Zan sebua pilihan yang tdk terlalu buruk..mungkin perlu di pikirkan jg konversi dari gas ke kayu bakar..

    BalasHapus
  3. gimana kalo kita beralih lagi ke kayu bakar?

    BalasHapus
  4. Masalah Tabung Gas, ne ad info terbaru..! Simak yo..!

    Pemerintah
    akan mengganti warna tabung gas 3kg menjadi warna merah kuning kelabu, merah muda dan biru karena berdasarkan lagu balonku warna hijau
    yang meledak seperti kejadian akhir2 ini.

    Sekian
    info terkini.

    Salam 'Mbledug...!

    BalasHapus
  5. semoga Allah swt memberikan jalan yang terbaik :D

    BalasHapus
  6. iya ih jd parno liat tabung itu..

    BalasHapus
  7. @ pak tani..mari kita pikirkan bersama..tp sy nggak yakin deh..hihi

    BalasHapus
  8. @ Sriayu ..kirain sy serius tuh bu..taunya lagu balonku yak..ckckck

    BalasHapus
  9. @ Seiri Hanako.. iya nih mbak kita lagi di indonesia..*yg bilang hongkong emang sapa yak..ehehe

    BalasHapus
  10. @ elok langita..aminnn ya lok..mudah2an di beri kemudahan,

    BalasHapus
  11. @ MATA HATI..tetep waspadalah...*pesan bang napi

    BalasHapus
  12. di rumah saya masih pake kayu bakar, tinggal ambil, ga beli... LOL
    kayaknya permasalahannya makin memanas, banyak tabung gas meledak, ga akan berhenti kayaknya sebelum gas2an itu dibenahi secara bner, terus juga faktor human eror pasti ada kan, nasib berarti.......

    BalasHapus
  13. program yang terburu2 di akhir masa pemerintahan ya beginilah akibatnya...

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com