Catatan pribadi tentang apa saja

Kamis, 29 Juli 2010

Birokrasi oh birokrasi

   G ue masih ngebayangin kenapa dulu kita nggak di jajah sama Inggris saja,kenapa Inggris dulu harus menyerahkan kembali Indonesia ke tangan belanda pada tahun 1816 itu? hitung-hitungan kasar gue sih kalo yang njajah kita Inggris,mungkin negara kita akan makmur,basa Inggris mungkin jadi bahasa resmi ke dua,rakyatnya tiap hari ber cas cis cus ngomong inggris mulu..dan survei membuktikan daerah bekas jajahan Inggris rata-rata makmur,hmm gue nggak akan mengkuliahi anda tentang pelajaran sejarah.

Adalah teman gue namanya Banjar yang harus banting tulang menjadi pelayan di sebuah restoran masakan Indonesia di kota Rijswijk (belanda), menjadi mahasiswa di negeri orang,Pemuda itu  harus membanting tulang dan merasakan lelah nya bekerja sebagai part time untuk menambah uang saku untuk menambah biaya hidup,agar bisa bekerja di restoran itu Banjar harus menunjukan surat keterangan tinggal sbg pelajar Indonesia,nah untuk mengurus surat itu banjar harus ke KBRI dg syarat harus membawa "sebuah- surat-lagi" terus untuk mendapatkan "sebuah-surat-lagi" banjar juga harus menunjukan "sebuah-surat-lagi-dan-lagi" , bisa kebayang kan gimana ribetnya urusan birokrasi disana?
oh iya tadi gue nulis kalo banjar tuh temen gue,itu nggak bener..jadi mulai sekarang pernyataan kalo gue temenya Banjar mulai detik ini juga gue tarik,,soalnya gue kenal dia tapi dia nggak kenal gue..hehe.gue kenal dia dalam Novel "Negeri Van Orange" selain banjar di sana ada wicak,Daus,dan Lintang mereka berkisah dalam novel itu tentang perjuangan meReka menuntut ilmu di negeri belanda

Nampaknya warisan dari Belanda sampai saat ini masih banyak di temui,walaupun pemerintah kita memang bekerja keras untuk menghapus paling nggak mengurangi ribetnya sistim birokrasi seperti itu tapi bahwa di lapangan masih banyak kita temui praktek-praktek semacam itu,ini yang tidak bisa di bantah.

Contoh kasus;seorang keluarga tidak mampu berobat ke rumah sakit,apakah ketika pasien tiba langsung mendapat pelayanan yang baik? ternyata si pasien harus menunjukan surat rujukan dari puskesmas,puskesmas akan mengeluarkan surat rujukan kalo pasien bisa nunjukin surat keterangan tidak mampu (askeskin) dari RT setempat,maka nglencerlah si pasien itu ke rumah RT,sampai di rumah RT si pasien masih di tanya surat2 lagi? " pak...tujuan saya kesini kan mau minta surat kok malah di mintai surat sih.."? mungkin begitu kalo pasiennya ngomong. Jadi pameo yang mengatakan orang miskin di larang sakit memang benar adanya.. !@#$%^&*(  eh salah yang bener ini (*&^%$#@!

Walaupun tidak sesulit mengatasi kemacetan di jakarta,tapi contoh kasus yang gue alami bisa menjadi bukti yang laen betapa ribetnyabirokrasimode;on masih bersemayam dalam mental semua pejabat kita dan mudah-mudahan kita bisa ngambil Ibrah dari cerita gue ini..hikz

awal sebuah tragedi

Air,bagi gue adalah kebutuhan vital maka ketika air tidak mengalir tapi meteran air jalan terus ini yang tidak lucu,sebagai warga negara yang baik maka gue menggunakan hak bertanya yang memang di jamin oleh UU.ringkas nya gue bertanya ke kantor yang ngurusin perairan (bukan ke petugas ulu-ulu yak!) dengan membawa bukti rekening air,dari penjelasan petugasnya memang terjadi kesalahan dan berjanji akan segera memperbaikinya. well,berhubung di rumah gue cuman ada 4 orang maka kebutuhan akan air bersih bisa di tekan seminimal mungkin,ini bukan berarti gue nggak mandi lho ..enak ajah.
terhitung mulai bulan juni praktis gue hanya make air yang dari meteran, hanya untuk urusan masak dan minum untuk keperluan mandi,nyuci2 dll gue langsung pasang sanyo (penyedot air) jd ngambil airnya dari tanah. so.. bisa di bilang meteran air selama bulan mei nggak jalan,ya jalan sih cuman berapa kubik ajah.

Tapi anehnya tagihan bulan juli yang nota bene pemakaian bulan mei tagihanya masih tinggi alias seperti kayak gue masih make air dari meteran.untuk ke dua kalinya gue make hak bertanya gue..nah disinilah gue temuin pelayanan buruk,terlalu banyak birokrasi untuk mengurusi perairan ini.. duuh! 
Seperti biasa gue di suruh nunjukin rekening airnya,terus gue di suruh ke bagian pelayanan,di situ gue harus nunggu lama banget ternyata di ruangan yang katanya bagian pelayanan nggak ada orangnya,tau kemana orangnya? lagi maen catur euy! setelah ketemu orang bagian pelayanan gue di suruh nunggu katanya ada petugas yang akan datang ke rumah.

dan sampai sekarang gue masih lagi nunggu petugasnya...

oh iyah hampir bulan agustus jadi gue mo ngucapin 

merdeka..!!!
merdeka..???

18 komentar:

  1. merdeka...
    merdeka sebelum kita di telanjangi dengan paksa lagi

    BalasHapus
  2. keren artikelnya bro,
    sudut pandang lihat masalahnya oke..

    salam

    BalasHapus
  3. mendekati HUT kemerdekaan ini semestinya ada reformasi birokrasi. Lebih cepat lebih transparan dan lebih baik lagi

    Salam ukhuwah

    BalasHapus
  4. Birokrasi= ???? MAish rumit sob di Indonesia. Mau bikin KTP adja harus muter2 dulu. Tapi dengan birokrasi kita juga dijari taat akan aturan :)

    BalasHapus
  5. Iya mas.
    nggak tau nih kenapa di negeri kita kayak gene.

    BalasHapus
  6. itulah "hebatnya" kita sob, bukan masalah birokrasi sebenarnya akan tetapi lebih kepada orang2 yang menggunakan birokrasi sebagai senjatanya ... sampai2 ada istilah kalau bisa diperlambat mengapa harus dipercepat ...! ironis ... mengingat kita sudah lama Merdeka ...!

    BalasHapus
  7. ya beginilah birokrasi sob,. kebanyakan aturan.
    saat ini juga menurut saya Indonesia juga masih dijajah. tp dengan kata lain.

    BalasHapus
  8. birokrasi = mbuletisasi... :D
    Sudah jadi ciri khas bangsa kita kali sob, klo kita tuh sukanya mbuletisasi..

    BalasHapus
  9. setuju dengan pendapat mas johnson,birokrasi itu hanya senjata, bila berada ditangan yang tepat maka senjata itu akan menjadi sangat berguna, begitupun sebaliknya, jadi semua itu kembali kepada pelaksananya sendiri.

    BalasHapus
  10. endonesia tanah air ku. rumah masih ngontrak dan air harus beLi, Listriknya mahaL Lagi. hehehe...

    BalasHapus
  11. kata birokrat: kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah ...

    BalasHapus
  12. kenapa kok masih kaget to mas... INDONESIA gitu lohhhhh!!!

    BalasHapus
  13. Sebuah sindiran yang pedas buat para birokrat, meskipun kita sebenarnya tidak ingin dijajah, tapi juga tidak ingin dipersulit birokrasi, apalagi dipalak atas nama birokrasi.

    BalasHapus
  14. Andaikan... 'KALO BISA D PERSULIT, NGAPAIN D PERMUDAH' itu manusia... Iiihh..sudah ku bunuh dia...! Huh..!!

    Anyway, ap kerennya cas cis cus beringgris ria tiap hari..?? Mending Arabic lage.. he he he..! suka2 ane la yau..! wkkkk

    Salam Hangat nyaris Gosong..!

    BalasHapus
  15. Selamat datang di Indonesia.. klo ada uang semuanya beres! tak ada kata2 lagi yang bisa terucap melihat seperti ini.. karena semua umpatan, makian, serta kritikan sudah tak mempan lagi rasanya.. karena otak mereka telah membeku dan teracuni bau uang2 itu...

    MERDEKA!

    BalasHapus
  16. Msmpir dulu sob dihari minggu sambil kembali menyusun toturial yang rada ribet, tapi tenang adja nggak seribet birokrasi Indonesia

    BalasHapus
  17. Lama gak berkunjung. Maz pemalange ngendi? aku klalen :D

    BalasHapus
  18. Ha ha ha ha

    Begitulah, makan gajih buta..

    Menyebalkan! Aku jg pernah complaint hal yg sama tp saat dia g datang2 ya aku teror pake di telp agar mereka cepet datang...:)

    Harus di paksa kadang :D

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com