Catatan pribadi tentang apa saja

Senin, 09 Agustus 2010

Safari

Kalo sebagian dari kita ada yang lagi menikmati Keong racun,sementara IHSG sedang merespon Redenominasi,sementara saya cukup merespon banyaknya iklan sirop di tivi sebagai tanda kalo bentar lagi puasa.

Puluhan tahun yang lalu...
Sudah menjadi tradisi bahwa setiap bulan Ramadhan Pak Camat beserta jajaranya selalu mengadakan kegiatan turba (turun kebawah),menyerap aspirasi dari masyarakat dan bersilaturahmi dengan warganya selanjutnya kegiatan ini di namakan Safari Ramadhan.

Desa Nestapa Jaya dengan Bpk Drs Suka miskin sebagai kepala desanya akan menjadi target pertama untuk safari kali ini,desa itu tergolong desa "miskin".maka setelah membentuk semacam Pansaf (panitia safari),di adakanlah persiapan untuk mulai kegiatan itu,nah secara kebetulan Kang Sukar di rekrut menjadi panitia sebagai asisten driver,atau bahasa ilmiahnya "kenek".kawan,ijinkanlah hamba menggambarkan barang sebentar sosok kang sukar ini,karena tokoh kita yang satu ini akan menentukan jalanya cerita selanjutnya

di lahirkan dengan nama lengkap Sukarjo,manusia kontroversial,laki-laki berwajah dangdut,bapak 5 anak ini walaupun nama panggilanya sukar,tapi kehidupanya nggak sukar-sukar amat,walaupun ia tergolong keluarga tidak mampu.bekerja serabutan biar dapur bisa ngebul,dan pernah di cap sebagai warga yang membangkang karena tidak mengikuti program KB." ya gimana lagi to pak..jangankan beli tv lha wong listrik aja saya tidak mampu pasang,jadi karena tidak ada hiburan di rumah..maka istri yang tiap malam "ngehibur" saya,jangan salahkan saya kalo saya punya banyak anak.." kata kang Sukar dengan wajah lempeng dotkom ketka di ajak ngobrol sama Pak Camat. begitulah kawan, Sukarjo alias kang Sukar boleh di kata beliau adalah respresntasi dari kaum yang di namakan "wong cilik"

Kantor kecamatan...
"Bantuan yang akan di sumbangken harap di siapken sebaik-baiknya karena desa yang akan kita kunjungi pertama adalah desa Nestapa Jaya" Ujar pak Camat memberi briefing

"semua sudah siap pak..,beberapa dos berisi pakaian pantas pakai untuk di sumbangkan" jawab bapak Manpol (mantri polisi) dengan mantap,karena menurutnya kebutuhan akan sandang termasuk kebutuhan primer.

"baiklah sodara-sodara,sebagai pejabat pengabdi rakyat seharusnya kita memperhatikan kebutuhan masyarakat kita,kalo semuanya di rasa sudah siap mari kita berangkat sekarang,," pak camat menutup briefing itu dengan ucapan doa karena sebentar lagi akan berangkat ke lokasi.kang Sukar tampak gagah dengan setelan kemeja warna putih dengan clana hitam,benar kawan baru kali ini ada kenek yang fashionable

Desa Nestapa Jaya...
"Selamat Datang Rombongan Bpk.Camat di desa Nestapa Jaya" begitu kira-kira spanduk dan baliho yang terpampang di sepanjang jalan desa,umbul-umbul dengan berbagai corak tampak tampak gagah berkibar-kibar,rumah-rumah penduduk mendadak jadi cerah karena habis di cat,dan toko material ketiban untung kalo ada acara semacam ini,sangat meriah kawan sumpah dech bahkan kalo di kalkulasi biaya untuk beli spanduk dll itu lebih besar dari nilai sumbangan yang di berikan rombongan pak Camat.Rombongan di sambut pak Suka Miskin sebagai kepala desa Nestapa Jaya.singkatnya secara simbolis pak camat menyerahkan bantuanya sambil mengingatkan kepada semua yang hadir agar selalu meningkatkan rasa empati kita kepada sesama

Restoran Selera Suka-suka...
Di tengah perjalan pulang pak Camat memberi perintah pada pak mantri agar rombongan mampir ke restoran sambil buka puasa sekaligus evaluasi kegiatan safari tadi,kemudian perintah itu di teruskan dari pak mantri ke kang Sukar,selanjutnya dari kang Sukar baru di sampaikan ke sopir,kenapa pak camat tidak memberi perintah langsung ke sopir? kawan, inilah Birokrasi.
benar saja,Bus rombongan merapat ke area parkir,kang sukar melongok ke arah jendela dan di lihatnya tulisan besar dengan bahan perak " Restoran Selera Suka-suka 100 % halal".

"kang,sampeyan ikut masuk ke dalam ajah" ajak salah seorang rombongan."terimakasih pak,saya nunggu disini saja" jawab kang sukar agak malu,ia sudah menyiapkan air putih dan kolak buatan Ny,Sukar tentunya sekedar untuk berbuka.karena terus di desak akhirnya Kang Sukar mau juga,dengan wajah yang mengisyaratkan "apa sih sebenarnya makanan orang kaya itu?" 

duduk di posisi mojok kepalanya berputar putar ke atas sambil memandang sekeliling,untuk pesan makanan ia ngikut saja pada yang lain,karena mau mesen nama menunya susah untuk di sebutkan ! kata kang sukar pasrah
Setelah makan selesai merekapun salat maghrib berjamaah,usai sholat pak Camat lantas membuka acara evaluasi.

 "meskipun baru hari pertama,tapi hikmah dari safari sudah kita rasakan,kita menjadi semakin tahu bahwa masih banyak penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.Bukankah begitu sodara-sodara?"

 "ya..betul..betul.." para rombongan manggut2 mendengar pidato pak camat,walaupun nggak ada yang bertepuk tangan dan menggebrak-gebrak meja tapi pidato pak camat itu tampak memberi semacam pencerahan kpd rombongan Safari itu.

Melihat hanya kang Sukar saja yang tidak "meng iya-kan" pak Camat jadi penasaran ingin tahu mengapa kang Sukar tak ikut menjawab

"Apakah kamu tidak merasakan penderitaan orang miskin Kar? tanya pak Camat
"Biasa-biasa saja pak" jawab Kang Sukar lugu
"lho..biasa saja bagaimana,sebagai makhluk yang di beri kepekaan hati nurani harusnya bisa tersentuh ketika di hadapkan pada hal-hal yang mengharukan____jadi kamu tidak merasakan penderitaan mereka?

"Saat berkumpul dengan mereka perasaan saya biasa-biasa saja pak,sebab saya ini juga seperti mereka.Justru pada saat ngumpul dengan pejabat-pejabat seperti inilah saya benar-benar merasa miskin"

Gara-gara mendengar jawaban Kang Sukar yang polos itu,maka buru-buru acara evaluasi di tutup.Dan safari selanjutnya Kang Sukar tak di ikutkan karena di anggap akan menjadi "batu sandungan" kali ini wajah Kang Sukar benar-benar Sukar tak terperi !

***
nah begitulah kawan,sungguh aneh berdiskusi tentang kemiskinan sambil makan di restoran mewah, Jadi pelajaran moralnya adalah siapkan Uang sebelum anda meninggalkan Restoran..*gubyak!




16 komentar:

  1. wah nice yah abotu kang sukar,
    bagus sekali jawaban terkahirnya saat berkumpul dgn para pejabat itu,,,hmm

    sedikit mengena para pejabat2

    nice sobat, salam..

    btw, ganti kostum neh coretannya,,
    nice, link langit senja masih terpasang ga yah, hehehe, kid :)

    BalasHapus
  2. "...laki-laki berwajah dangdut..."
    Hmm...ini sih bahasa Andrea Hirata. hek hek hek..!
    Lagi2 huruf kapitalnya rouble tuh...!

    Anyway...itu pesan moral nomor berapa..? Birokrasi toh..?

    Salam Hangat Hampir Dingin
    Kopi kaleee...(Cinta di Dalam Gelas)

    BalasHapus
  3. hhmm ....
    yang baru saya tahu .. ada ya tradisi para pejabat turun kebawah ... ?
    bagus lah kalo begitu ..

    BalasHapus
  4. Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin!

    BalasHapus
  5. Untuk semuanya Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin!

    BalasHapus
  6. saya tertarik dengan percakapan di musola antara camat, bawahan dan kang sukar...hehehe...kasihan Kang Sukar yang ditanyain seperti itu padahal ia merasakn penderitaan yang sama dengan mereka yang hidupnya susah...klau saya mah tersinggung jadi kang sukar...
    klau tangkapan saya dari cerita di atas seperti ini...sebenarnya kalau bangsa ini masih berniat menghapuskan kemiskinan, para pejabat bagusnya jangan bertanya masalah bangsa dengan orang ahli segala macam hal yang pasti sama kayanya/sama-sama bukan orang susah karena mereka cuma menguasai teori dan tidak merasakan penderitaan...tapi langsung bertanya kepada orang-orang yang susah dan miskin karena mereka yang merasakan apa yang disebut kemiskinan...hehehe...smuga bener...

    BalasHapus
  7. kayak jaLan raya yang mau diLaLui pak mantri, biasanya mendadak Lancar kaLau beLiau mau Lewat dan habis itu mendadak maLah jadi macet totaL. secara tidak disadari priLaku tersebut sudah menyuLitkan pengguna jaLan raya Lainnya.

    BalasHapus
  8. yang di atas ya di atas yg di bawah ya di bawah, ga ada ketemunya emang, sukar sekali...... mantep gan postingannya..... :D

    BalasHapus
  9. hehehe... meski cerita ini bernada serius, tp cukup lucu juga gaya bahasa mas aan.. hehehe

    BalasHapus
  10. saya mampir tuk ucapkan selamat menjalankan ibadah ramadhan, semoga diridhai dan mendapat barokah. amiin..

    BalasHapus
  11. Jadi memang kenapa angka kemiskinan di negeri ini tak berkurang (bahkan mungkin bertambah), karena itu tadi bicara kemiskinan sambil makan enak di restoran mewah, sambil tidur di hotel berbintang.
    Jadi komoditas penting di negeri ini bukan cuma berupa pangan, tapi juga kemiskinan.

    BalasHapus
  12. Salam Kenal dariku, artikel menarik :D Sekalian mau bilang Met Puasa bagi yang puasa. Met sejahtera bagi yang gak njalanin. Semoga selamat & damai dimuka Bumi. Amin :D

    BalasHapus
  13. ihh, an, cerita ini keren sekali. bisa kamu olah jd cerpen, trus kirim bwt lomba annida-online. hadiahnya jutaan loh an!
    aku dukung ya, soalnya temanya cocok bgt ama ceritamuu :)

    BalasHapus
  14. hehe suka sama jawabannya bang Sukar. Ngena tuh, btw jangan lupa mampir ke postinganku yang judulnya "MInta Tolong" ya, thx ^^

    BalasHapus
  15. asik critanya, walaupun "nyentil" banget :D

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com