Catatan pribadi tentang apa saja

Jumat, 07 Mei 2010

Temuan KPK tentang Pemborosan biaya Haji

Saya jadi teringat dengan sebuah guyonan begini: "Nanti di akhirat, bisa jadi Tuhan akan menyediakan neraka khusus untuk sebagian besar orang-orang yang ketika hidup pekerjaannya mengurusi Ibadah Haji, dan ternyata yang paling banyak berada di sana dulunya bekerja di departemen Agama."

Ketika saya membaca berita ini, pikiran saya melayang kepada guyonan "hitam" itu tadi. Soalnya, mengerikan benar bahwa menurut Wakil Ketua KPK terdapat indikasi pemborosan RATUSAN Miliar di Depag, khususnya dalam masalah penyelenggaraan haji..(berita detik 06/05/2010) Tentu saja semua ini bukan rahasia lagi, karena sepanjang sejarah mulai Orba sampai sekarang, hakekatnya penyelenggaraan haji Indoneisa, menurut pengamatan saya, adalah sebuah proses sistematis pemerasan plus penindasan yang dilakukan elite Penguasa (atas nama negara) terhadap rakyat, khususnya ummat Islam yang ingin menunaikan ibadah agar sempurna keislaman mereka.


Bagaimana tidak? rasanya seumur-umur tidak pernah ada sebuah laporan evaluasi terhadap penyelenggaraan haji di Republik ini yang dilakukan secara independen dan terbuka untuk warganegara, sehingga semua aspek yang rentan dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) bisa diketahui, diidentifikasi, lalu diberantas secara tuntas. Alih-alih, malah pada masa Orba penyelenggaraan haji sudah dibakukan seperti sapi perahan yang susunya dikumpulkan untuk Penguasa, lalu dibagikan sedikit-sedikit kepada segelintir elite Islam dan selebihnya dipergunakan untuk membiayai hegemoni negara melalui proyek-proyek ke"islaman": pembangunan mesjid seluruh Indonesia yang seragam, sumbangan-sumbangan untuk kegiatan pendidikan Islam, musabaqoh tilawatil Qur'an, dll.

Sementara itu pelayanan penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun tidak ada atau kecil sekali peningkatan mutunya. Mirip sebuah kaset rusak, nyanyian tentang keluhan para jemaah haji Indonesia tidak pernah bergeser atau "mbulet" di seputar masalah-masalah: pemondokan jauh, petugas Haji yang arogan dan memikirkan diri sendiri, pelayanan kesehatan yang jauh dari memadai, keamanan yang nyaris tidak ada bagi jemaah dan harta milik mereka, transportasi yang berdesak-desakan, dan yang memilukan: soal katering yang sering bermasalah soal delivery dan mutunya! Padahal, yang namanya tim pemantau DPR, tim independen yang dibuat Depag, dan seterusnya selalu ada dan biayanya juga tak kecil. Ketika di buka ruang bagi swasta untuk ikut berpartisipasi dalam kerja penyelenggaraan Haji dan Umroh pun, misalnya dengan ONH dan Umroh Plus, ternyata terjadi penyalahgunaan amanah yang luar biasa sehingga bukan saja membuat jemaah Haji terlantar, tetapi negara kita menjadi sasaran ejekan dan cemooh oleh bangsa lain. Baik sektor negara maupun sektor swasta, tampaknya bermadzhab sama.

Agar supaya masalah menjadi makin memalukan, tingkat korupsi dalam bidang ini pun tampaknya tak pernah surut. Bahkan salah satu mantan Menteri Agama pun harus mendekam dalam penjara gara-gara masalah korupsi terkait, antara lain, penyelenggaraan Haji ini! Ini semua berlaku dalam sebuah Kementerian yang dipercaya mengurus masalah ibadah dan keagamaan. 

Jika kita mau jujur, pertanyaannya adalah:

1. Mungkinkah Tuhan akan membiarkan sebuah bangsa yang setiap tahun elitnya melakukan penyelewengan dan korupsi besar-besaran atas nama beribadah kepadaNYa? 

 

2). Apakah ummat yang dibohongi dan diperas setiap tahun itu tidak ada satu pun yang berdoa agar Tuhan memberikan laknat kepada para penyelenggara Haji yang KKN itu? 

 

3). Mungkinkah mutu penyelenggaraan Haji akan bisa berangsur baik kalau tidak pernah ada sebuah akuntabilitas publik selama puluhan tahun? dan, 

 

4) Apakah kultur menipu dan menjarah uang ummat Islam yang sudah puluhan tahun itu akan bisa dihapus dalam waktu dekat?

Saya sama sekali tidak kaget atau heran dengan temuan KPK. Justru saya akan kaget kalau sampai Menteri Agama lalu melakukan pembenahan secara fundamental sehingga tahun depan, misalnya, tidak ada jemaah yang mengeluh soal pemondokan. Itu saja.

18 komentar:

  1. makasih sob udah follow,,,

    aku follow balik ya
    makasih jua udah mampir

    BalasHapus
  2. Republik ini semakin memprihatinkan saja ya..

    BalasHapus
  3. Cepat atau lambat orang akan membenarkan tekat Terrorist ,karena hancur tapi jelas dari pada budaya korupsi dan termasuk seperti KPK tentang hal ini sobat kalau itu benar jadi apa warna Indonesia , ha ha h mengenaskan ini

    BalasHapus
  4. yang berururan dengan kepentingan banyak orang biasanya sih mempunyai potensi korupsi yang cukupanlah ... he 3x

    BalasHapus
  5. Kemarin aq trm email dari seorg teman. pd akhir emailna ia menulis bigini..:
    "Kejahatan akan berhasil dgn sukses jika orang2 benar memilih diam."
    Entah knp stlh baca klmt tsbt kok jd 'merinding'.

    BalasHapus
  6. d indonesia apaupun kl dah lihat yang namya uang matanya jd ijo, pas melakukan berbagi macam cara ah cp deh

    BalasHapus
  7. @ Aby..mksh jg
    @ mundo,n ivan Lebih sedihnya kalau kita bertanya, jawabnya naik haji harus ikhlas,dan jangan terlalu banyak bertanya,.
    @ Jhonson..yg menyangkut hajat hidup orang banyak pasti potensi korup ya bung..
    @ sri ayu.."diam"disana mengandung bayak arti kali y bu..,artinya apa bu??

    BalasHapus
  8. @ Rizky..kuat2in imanya aja ya sob..hehe

    BalasHapus
  9. Tmbh bobrok aj sob ya, "pimpinanx" aj kena kasus aplagi ya di"bawahx"..koq bsanya ya? Ap mereka dh kehilangan hati nurani. Agama dijdikan sbg tameng bwt menjalan trik mereka..tp Tuhan tdk tinggal diam..liat aj akhirx nanti..nasib mereka seperti pepatah..sudah jatuh tertimpa tangga juga..

    BalasHapus
  10. @ Ratasoe Bagi sebagian birokrat dan pebisnis penyelenggara Haji, ibadah haji adalah sebuah "proyek" sebuah "komoditi" yang tak ada urusannya dengan moral dan tanggungjawab etis.

    BalasHapus
  11. Indonesia. apapun departemennya, apapun agamanya, apapun partainya, tp namanya ABU-ABU DI GARUK TERUS

    BalasHapus
  12. @ oom rame,apa mksdnya nih om?tp walau bagaimanapun tetep cinta indonesia lah! sepakat om?hehe

    BalasHapus
  13. Sobat Kalau Bisa Ikuti terus Perkembangan Info tentang ini sob ,,

    BalasHapus
  14. Akan sangat mengejutkan bila korupsi bisa terkikis sampai 50% saja (tidak perlu muluk2 80-100%), kenapa ? karena bukankah kita lebih suka yang bersifat formalitas, bahkan banyak sekali yang berkedok sosial ...... seperti dana bantuan bagi yang terkena bencana ... ! padahal sebagian lari .... ?! kita, masyarakat bahkan Pemerintah pun tahu tapi ... tetap saja terulang terus !

    BalasHapus
  15. ternyata korupsi dah menjalar kemana-mana ya.. :(

    BalasHapus
  16. orang mau ibadah koq ya masih dikorup...dasar sial tikus teramat pintar...apa karna sang kucing yg kurang ditatar

    BalasHapus
  17. kok semua instansi pada ancur yah??

    BalasHapus
  18. Wah.. koruptornya ga pandang bulu nih, ga takut kena azab dan sengsara yah...

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com