Catatan pribadi tentang apa saja

Rabu, 17 Februari 2010

Tragedi Bani Sadum

     Adalah Bani Sadum umat Nabi Luth as,menurut riwayat Bani Sadum amat memuja kepuasan seksual,muda-mudinya bergaul bebas,kapan dan dimana saja menghendaki,laki-laki menggoda perempuan dan langsung berhubungan.Bila laki-lakinya suatu saat kurang bernafsu,perempuanlah yang mengambil inisiatif menggoda.yang namanya nafsu tak akan pernah puas,merekapun menggunakan cara baru yakni laki-laki bersebadan dengan laki-laki,perempuan bermain cinta dengan perempuan.pemusnahan kaum Nabi Luth ini terekam dalam Al- Qur'an " Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu (terjungkir-balik sehingga) yang di atas ke bawah, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.." (Surat Huud ayat 82).dan menurut kitab Perjanjian Lama, kaum Nabi Luth ini tinggal di sebuah kota bernama Sodom. Sehingga karena itu praktek homoseksual saat ini kerap disebut juga sodomi.(sumber:harunyahya.com)



    Sudah berapa banyak kasus penyimpangan seksual di negeri kita?saya kira kita sudah terlalu sering  mendengar berita-berita kasus penyimpangan seksual seperti sodomi,pedophil dll, seperti yang terjadi baru-baru ini ada kasus guru ngaji menyodomi muridnya

Jakarta, RMOL. Guru ngaji madrasah ini bernama Endang Ilyas Ruhiyat (36). Di kampungnya, Cibeureum RT 01/03 Nangerang, Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Endang yang masih membujang ini cukup disegani. Setiap usai solat zuhur dan magrib, dia mengajar mengaji Al-Quran kepada anak-anak berusia 11 tahun hingga 12 tahun.Tapi sekarang Endang harus melupakan kegiatan mengajarnya. Ya, Selasa (16/2) siang, dia digelandang ke Polsek Cigalontang gara-gara diduga telah menyodomi 9 orang muridnya.(sumber : rakyatmerdeka.co.id )
     saya berharap setelah membaca berita ini anda langsung paham kenapa negeri kita amburadul seperti ini.Bagaimana Gusti Allah tidak marah dan memberi cobaan yang bertubi-tubi kepada kita,saya dan anda dan semuanya,kalau seorang guru ngaji saja akhlaknya sudah begini.saya tidak bisa membayangkan bagaimana traumatiknya si korban dan pengaruhnya terhadap perkembangan psikologis mereka ketika menanjak dewasa.belum lagi karena mereka hidup sekampung,bagaimanakah kehidupan anak-anak itu yang tiap hari melihat "monster" yang mengerikan,tetapi mengajar ngaji.jangan-jangan si guru ngaji itu juga tega bercerita tentang kaum Nabi Luth yang di siksa Allah gara-gara melakukan praktik sodomi itu?lalu bagaimana anak-anak itu harus melewati hari-hari yang penuh kebohongan dan kemunafikan itu? subhanallah..

Kita kadang terkecoh dengan penampilan seseorang (apalagi kejahatan kelamin itu sangat pribadi kasusnya) karena kita tidak bisa menilai dan melihat dengan mata telanjang (dalam arti sekilas pandang),masyarakat kita memang terlalu percaya kepada para penjaja,termasuk penjaja agama,mereka dengan gampang berubah menjadi monster sambil menampilkan wajah alim dan prilaku sopan,kebanyakan orang tua percaya  begitu saja dan menyerahkan anak-anaknya kepada para pedophile yang berkedok pengajar,guru,ustadz,dsb.maaf.saya bukan bermaksud untuk "ngompori" anda supaya melarang anak-anak anda mengaji di surau (saya juga "produk" surau).hanya saja dengan perubahan jaman dan kebobrokan moral dan akhlak sekarang saya cuma berharap anda berhati-hati,aparat keamanan cuma bisa membantu pasca kejadian.padahal,biasanya kasus pelecehan seksual lebih banyak di pendam karena rasa malu,gengsi dll.

    kita harus kritis terhadap siapapun termasuk guru ngaji,bukan memusuhi dan melecehkan mereka,tetapi berhati-hati dan tidak "taken it for granted" mentang-mentang orang yang harus dihormati dan pintar dalam urusan agama.kalau memang monster harus berani bilang monster


37 komentar:

  1. Astaghfirullah hal adzim! Gak bisa komentar, sesak dada ini!

    BalasHapus
  2. Harus dihukum seberat-beratnya!

    BalasHapus
  3. jgn kecil hati mas, sepanjang ada Upaya kita utk memperbaikinya,pasti akan lebih baik. Saya yakin bahwa Thaifah/Pembawa Kebenaran akan Terus ada hingga Qiamat.... Masih banyak orang yg lurus

    BalasHapus
  4. Orang yg secara formal dikenal taat secara ritual memenuhi ajaran agama yg di peluknya tidak menjadi jaminan ia tdk cacat secara sosial

    BalasHapus
  5. salam sobat
    memang benar mas AAN,,
    kita kadang terkecoh dengan sosok penampilan luarnya ya,,
    kelihatan keren,dikira baik juga ahklaknya,ternyata tidak,,duh,,kecele,,

    BalasHapus
  6. Makanya mba nura,,saya termasuk orang yang gak terlalu tertarik dg sikap memonopoli kebenaran..

    BalasHapus
  7. Astaga....

    mencari sosok yang baik sekalipun masih sulit kita jumpai, bahkan ditempat yang menurut kita bisa disebut tempat menuntut ilmu dan tempat yang baik-baik, ternyata masih ada saja orang jahat di dalamnya.

    BalasHapus
  8. ini harus ditangani secara serius ..sodomi itu semacam virus yg bs menulari..anak yg di sodomi bs jadi akan menjadi pelaku penyodomi di kemudian hari jika tdk di tangani secara serius,gmn masa depan bangsa ini?

    mari kita perbaiki moral saudara - saudara kita, dengan memulainya dari kita sendiri. insyaallah qiyamat masih jauh. amin.

    BalasHapus
  9. sama seperti nuansa pena,tak bisa komentar di tulisan ini....

    selain istigfar....

    BalasHapus
  10. hemhm..... sodoMie ya....? rasa apa tuh??? ayam bawang atau kari ayam.....:29

    BalasHapus
  11. mampus neh...adis baru beranjak gede...musti extra hati-hati ngawasinnya...tengkyu sam atas infona

    BalasHapus
  12. memang nafsu itu takkan pernah ada habisnya. baik nafsu syahwat, nafsu makan, nafsu membunuh dll

    BalasHapus
  13. yang seharusnya mengayomi dan membimbing malah tidak bisa jadi tuntunan. mau dipercayakan kepada siapa penerus bangsa ini. salam SUKSES n GO FREEDOM

    BalasHapus
  14. setuju bahwa harus hati-hati terhadap hal-hal itu.
    sangat memprihatinkan, simbol-simbol keagamaan disalahgunakan, ditempatkan pada tempat yang begitu rendah. dulu pernah juga baca berita, 3 orang kerudung, cadar, ternyata laki-laki, merampok di satu rumah.

    BalasHapus
  15. tidak ada kata yang pas tuk diucapkan, btw saya setuju/sependapat dengan artikelnya. Salam

    BalasHapus
  16. wah sodom dah marak nih semenjak robot gedek itu...hehehe

    BalasHapus
  17. met siang,,
    telat neee..

    benar thu kang,, penampilan bisa menggambarkan
    kepentingan, tapi gak bisa menngambarkan akhlak,,
    nice..

    BalasHapus
  18. aq pernah punya pengalaman pas waktu masih sekolah, saat itu aq lagi kurang enak badan aq masuk d uks, tiba2 ada seorang guru masuk lihat keadaan q, saat itu ruang uks lagi sepi, aq sendirian, pertama cuma tanya2 keadaan q, terus nawarin makanan setelah itu aq dipijitin lah lama kelamaan kok g bener ini guru, paka meraba2 segala, akhirnya dengan sekuat tenaga aq aq langsung meloncat dan lari masuk ke kelas biar badan q masih lemes, ternyata beberapa hari kemudian aq baru tahu kalau pengalaman itu bukan hanya aq aja yg ngalamin tp anak2 yg lain juga pernah ngalamin khususnya para siswa laki2, khususnya kelas yg d ajar guru itu. pernah ngalamin, akhirnya setahun kemudian saat aq sudah lulus dr sekolah pas aq kuliah d kampus aq baca koran ada berita demo d sekolah aq dulu protes karena siswanya diperlakukan d\tidak senonoh oleh guru itu dan akhirnya guru itu d keluarkan dari sekolah dari pada mencemarkan nama baik sekolah. kok jadi cerita gini yah g nyambung bgt

    BalasHapus
  19. kita musti berhati2 nih.. penampilan yang bagus tidak menjamin dalemannya (akhlaq maksudnya) bagus juga.. Jangan sampai deh, anak2 kita jadi korban, sebagai orang tua kita harus extra hati2..

    BalasHapus
  20. buzzyeeeeet'
    tanda-tanda kiamat makin buanyak, berarti kiamat udah dekat Bung'.. inyOng sholate aben tak pepeki ah...

    BalasHapus
  21. Hai,

    datang mau ngucapin

    happy lunar
    happy valentine's day
    happy ash wednesday

    buat yang merayakan, yang nggak merayakan semoga bulan penuh cinta ini selalu membawa kebahagiaan dan kedamaian...

    Ninneta

    BalasHapus
  22. yups katakamlah salah meski pahit...

    BalasHapus
  23. Kunjungan perdana...! wah...kasus penyimpangan seksual memang sedang marak. Dunia memang makin edan....

    BalasHapus
  24. Sekalian minta ijin follow blognya mas...!!

    BalasHapus
  25. memang mas... kadang penampilan itu bisa menipu... apa yang baik di luar belum tentu juga demikian di dalam... persis banget kalo kita makan jambu biji yang kelihatan mulus di luar... pas dikunyah... ehhh... ternyata banyak ulat di dalamnya... hiiiii... btw.. ada award untuk mas di rumah saya...

    BalasHapus
  26. wAah kOk ada ya oRang kayak giTu.,

    BalasHapus
  27. hayooo ada yg brani blak2an gitu gak? sapa takut hoho

    BalasHapus
  28. benar sekali, yg salah katakan salah.
    hukum tetap dijalankan!

    BalasHapus
  29. perempuan lebih banyak yg jadi korban, walaupun ada juga korban laki-laki.
    tetap harus waspada dalam menjaga anak-anak dan diri kita sendiri.

    BalasHapus
  30. ternyata penyimpangan seksual sudah ada sejak jaman dahulu kala ya ???

    BalasHapus
  31. maaf baru bisa berkunjung ...lagi manyak masalah ni..

    BalasHapus
  32. ngeri yaa...

    semoga Allah senantiasa melindungi seluruh keluarga dan teman teman kita. dari bahaya yang seperti itu

    BalasHapus
  33. Memang jelek ya prilakun bani sadum.Sangat pantas Alloh menghukumnya

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com