Catatan pribadi tentang apa saja

Minggu, 09 Mei 2010

Ketika Celebs Nyalon


mengenai judul di atas "nyalon" tidak sama artinya dengan pergi ke salon untuk perawatan diri yah..,nyalon ya nyalon ato mencalonkan diri..maaf saya tidak bisa membuat judul yang baik  dan benar apa lagi seo friendly

Bukannya mau ikut ngurus rumah tangga atau pribadi orang, cuma karena tertarik mengikuti para celebs yang semakin banyak menghiasi wacana dan kegiatan politik di negeri ini. Terus terang saja, secara prinsip, saya sama sekali tak punya keberatan apapun dengan membludagnya para celebs dalam parpol, sebagai wakil rakyat seperti Rachel Maryam calon eksekutif daerah seperti Jupe, Inul, dst, eksekutif daerah (Dede Yusuf, Rano Karno), dll. Ini pertanda positif bahwa demokrasi benar-benar membuka pintu bagi mereka yang punya keinginan dan kemampuan berkiprah dalam politik. 



Juga, barangkalai menjadi wahana pembelajaran bagi warganegara yang bertanggung jawab terhadap bangsa dan negaranya, sehingga politik (dan posisi politik) tidak hanya menjadi monopoli orang-orang yang berlatarbelakang politisi belaka. Sama juga dengan saya, yang berlatarbelakang akademis, pernah juga mencicipi berkiprah di politik dan ternyata hasilnya lumayan juga: di samping ada pengalaman juga bisa memberikan manfaat terhadap konstituen, partai, dan bangsa.

Tentu semuanya punya syarat dan ketentuan. Kendati seorang celebs, tetap saja tidak hanya modal nampang doang kalau mau jadi politisi profesional dan sukses. Sayangnya, saya masih belum ketemu (mungkin saya keliru) satu atau dua celebs yang bener-bener punya masa depan cemerlang dan mampu berperan cukup sentral dalam kiprah mereka di dunia politik. Orang seperti Keke (Rieke Diah Pitaloka), mungkin agak lain, karena sejak lama dia sudah terlibat dalam aktivisme dan gerakan politik melalui gerakan mahasiswa, LSM, dan partai. Tapi umumnya, para celebs yah... biasa-biasa saja dan malah melanjutkan kegemaran hanya untuk menjadi asesoris (maaf) kendati kali ini dalam ruang politik. Kalau cita-cita mereka hanya ingin mempertahankan kebekenan dan popularitas saja, saya yakin akan keliru karena politik jelas berbeda dengan dunia begituan (gemerlap)!

 

Kehebohan Jupe sebagai calon Bupati Pacitan atau soal rencana cerai Rachel, misalnya, menampilkan sisi yang sering menjadi sorotan publik. Kadang, sorotan itu memang vulgar dan menampilkan kemunafikan yang ada dalam publik tentang siapa yang boleh dan tidak boleh jadi calon eksekutif (hari gini masih bicara soal aturan yang mau melarang orang jadi calon di pilkada dengan argumen moral yang sangat lembek). Tapi tidak jarang, penampilan para celebs dalam wacana dan kiprah politik juga menjadi pertanda merosotnya kualitas politik (statemen mereka yang terkesan tanpa menggunakan pemikiran yang serius, penampilan dalam sidang-sidang DPR yang di bawah rata-rata, dan juga kesan mereka hanya seperti peribahasa Jawa "timun wungkuk jogo imbuh" alias cuma dipakai sebagai tambah-tambahan saja atau votegetters.

 

Semoga urusan rumah tangga Rachel Maryam segera beres (apapun keputusan yang diambil), dan bukan malah nanti (dengan alasan apapun) mengganggu kinerjanya di DPR-RI. Demikian juga urusan Jupe yang sedang berjihad melawan gempuran kaum sok moralis berhasil dan jangan sampai justru kaum celebs punya dalih untuk menuding bahwa demokrasi dan politik di negeri ini cuma seolah-olah saja. Soal menang dan kalah dalam kompetisi politik, hanyalah masalah kedua, yang perlu mendapat perhatian utama adalah apakah demokrasi akan mampu diterapkan secara murni dan konsekuen di negeri ini.



ilustrasii gbr by cak ripin

32 komentar:

  1. Tak ada satu argumen pun yang dapat mematahkan semangat demokrasi. Maka sah-sah saja siapapun yang mau mencalonkan diri sebagai wakil rakyat, misalnya, termasuk para seleb sekalipun...

    selam mereka juga memiliki kapabilitas dan kuntabilitas, apanya yg keliru? hehe..Sepakat deh!

    BalasHapus
  2. @Bahauddin Amyasi
    namun pertanyaan yg mendasar apakah ini salah satu bentuk kegagalan partai dalam regenerasi kader,atau hanya sekedar menjadikan artis sebagai pendulang suara untuk maju dalam pilkada,dgn mengabaikan kapabalitas serta manajemen pemerintahan

    BalasHapus
  3. Siapa tahu juga ada blogger yang 'nyalon' bagaimana?

    BalasHapus
  4. gimana ya kalau seleb nyalon,,saya komentar cuman seleb yang jadi wakil rakyat mudah2an bisa mengemban amanat rakyat kecil bukan ketenaran..banyak orang pintar di negri ini yang jujur dan bisa mengemban bukan mentenarkan bung!!!
    Tapi kandas dengan politik dan uang bung!!!

    BalasHapus
  5. sama-sama panggung sandiwara semua itu bung...

    BalasHapus
  6. Memang dunia skr ini bener-2 bersaing dlm keterpurukan, ngga pejabat, ngga org biasa, ngga artis semua berlomba ingin mjdkan dunia ini hingar bingar penuh kebebasan sebebas-bebasnya, kl dilarang / tak boleh larinya pelanggaran HAM ? gmn nih ????

    BalasHapus
  7. Ini sekaligus menjadi ujian dan kritik bagi partai politik yang belum mampu menghadirkan kader-kader terbaiknya menjadi calon pemimpin yang memenuhi eksepktasi publik.

    Salam ukhuwah

    BalasHapus
  8. Celeb juga warga negara indonesia yang punya hak untuk nyalon...tapi banyak yang gak tau diri he he

    BalasHapus
  9. sah2 saja bila kalangan celebritis terjun kedunia politik terlebih mereka punya "modal" popularitas & kemampuan berbicara, hanya yang perlu digaris-bawahi hendaknya janganlah bersifat instan, belum apa2 sudah dicalonkan menjadi ini & itu, seharusnya melalui tahapan2 sehingga mereka matang didunia yang baru.

    BalasHapus
  10. gag apa-apa selagi punya kemampuan dan bertanggung jawab !!

    BalasHapus
  11. mungkin banGsa kita sudah kekurangan kader2 pemimpin yang bisa dipercaya kali ya, makax ladang yang harus jadi ladang politikus pun diembat sama seleb...

    jika mereka kemudian terpilih, mudah2an bisa memberikan jawaban bahwa mereka memang layak untuk nyalon. dan bukan asal nyalon...

    nico posting gan...

    BalasHapus
  12. siapapun yg mao nyaLon monggo2 mawon, tapi... ada tapinya nih.
    perLunya memperhatikan kembaLi kapabiLitas dari yg mao nyaLon, baik itu dari sisi yg bersangkutan u/ berkaca diri (siapakah aku?, mampukah aku?, maupun para caLon pemiLihnya jgn sampe saLah dLm memiLih org yg akan membawa keberhasiLan demokrasi di negara ini.

    BalasHapus
  13. eeh, kalo jupe bneran jadi bupati, apa ga semakin tegang tuh kalo rapat..?

    [just kidding..]

    BalasHapus
  14. @8575663203964987758.0
    sy dukung mas..hehe

    BalasHapus
  15. @7597863696709069575.0
    sepakat bung hendro..seprofesional apapun orangnya kalo udah lihat duit ijoo dech..hehe tp masa sih sepesimis gitu..

    BalasHapus
  16. @5050226879003459225.0
    bung lebond minat juga engga jadi artisnya???

    BalasHapus
  17. @4903366400990186200.0
    kebebasan yang bertanggung jwb ngga malanggar HAM mba..

    BalasHapus
  18. @6379143728987657221.0
    bisa jadi seperti itu,Parpol gagal dalam pengkaderan,shg yg muncul ya kaya gitu..jgn pilih parpol,pilihlah orangnya

    BalasHapus
  19. @1667838801165213783.0
    yg tau diri juga ada,yang ngga tau diri banyak..
    celebs juga manusia..

    BalasHapus
  20. @8530195163874015873.0
    tapi kebanyakan instan bung..cepat saji gitu..

    BalasHapus
  21. @4989557239307097574.0
    saking banyaknya yg mampu,jd bingung nyari yg bener2 mampu

    BalasHapus
  22. @7863866610131100391.0
    kalo mo main sinetron ya ngga usah bikin album nyanyi gitu ya sob..hehe jadi ngga dobel2 gitu

    BalasHapus
  23. @3131520100817104990.0
    pada akhirnya kembali ke masayarakat utk menilai,tp jgn di berikan pilihan seadanya gitu ya oom..sepakat ngga nih?hehe

    BalasHapus
  24. @5740610215546292732.0
    Justru ngga bikin ngantuk chi..apa lagi kalo sidang di DPR..di jamin ngga ada yg tidur di ruang sidang tuh anggota Dewan..

    BalasHapus
  25. @5495151457356975125.0
    ndre..ok thanks

    BalasHapus
  26. G' heran lah celebs 'nyalon'. La wong dunia panggung sandiwara kok, konon lagi 'panggung senayan' or 'panggung2 pemerintahan' lainnya. Bukan kah... Lucu Sekali (negri ini.!)
    he he he...

    Tapi kalo ada guru 'nyalon' cemana..??
    Request... tulis artikel na ya.. ha ha ha...

    BalasHapus
  27. @920019715757676050.0
    tp yg bikin males akting nya itu lho bu..gmna nanti kalo jd org pemerintahan..kebawa lagi aktingnya..klo guru okelah..hehe

    BalasHapus
  28. salam sobat,,
    lama absen neh aku,hehehe..

    begitulah demokrasi, tak memandang status,
    selagi kuat dan tahan,,tetap maju,,

    nice,

    BalasHapus
  29. @8512097437506282621.0
    ya itulah democray

    BalasHapus
  30. @2435270328898082159.0
    makasih kawand...

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com