Catatan pribadi tentang apa saja

Kamis, 20 Mei 2010

Menyikapi "Everybody Draw Mohammed Day!."

Hari ini, 20 Mei 2010, selagi bangsa Indonesia merayakan Hari Kebangkitan Nasional, ummat Islam di seluruh dunia memprotes jejaring sosial Facebook. Alasan protest massif tersebut adalah pemuatan sebuah halaman (page) yang mengajak pengguna Fb (fbers) untuk menggambar Nabi Besar Muhammad saw, yang disebut "Everybody Draw Mohammed Day!." 

Pembuat halaman tersebut, konon, tidak bermaksud melakukan pelecehan dan penghujatan kepada agama Islam, tetapi sebagai pernyataan bahwa ia tidak takut kepada ancaman dari pihak atau kelompok yang menghalangi kebebasan berbicara. Reaksi terhadap halaman fb ini telah mulai menyebar ke seluruh dunia, dan khusunya negara-negara yang memiliki penduduk mayoritas Muslim, dapat dipastikan reaksi tersebut negatif. 

Persoalan ini merupakan sebuah issu yang sangat sensitif dan kompleks. Di satu pihak, ia berkaitan dengan keimanan  ummat Islam yang sejatinya merupakan hak dasar yang harus dilindungi. Namun di pihak lain ada pula hak dasar yang disebut kebebasan berbicara, yang juga harus dilindungi. Tabrakan seperti inilah yang  memerlukan kemampuan resolusi, apalagi bila issu ini telah mengglobal. Terlepas apakah statemen pembuat halaman tadi tulus, ataukah ada niat jahat dari pihak lain yg ingin mendompleng issu ini, yang pasti adalah munculnya keresahan yang sangat serius dari ummat Islam yang bisa jadi berdampak eksplosif.

Hal lain yang perlu diperhatikan semua pihak adalah, bahwa issu ini membuktikan semakin pentingnya pemahaman terhadap teknologi, khususnya teknologi informasi, yang memiliki daya ubah sangat besar terhadap tatanan kehidupan manusia dan peradabannya. Belum lagi kalau kita nanti bicara mengenai dampak bioteknologi seperti hasil penelitian "stem cell" yang menghebohkan di negara-negara maju, karena ia langsung bertabrakan dengan etika dan moralitas yang dipegang oleh agama-agama yaitu sampai dimana manusia diperbolehkan meniru ciptaan Tuhan berupa organ-organ tertentu milik manusia yang bisa jadi suatu saat akan berkembang menjadi "cloning" manusia itu sendiri! 

Bangsa kita dan khususnya ummat Islam di Indonesia tentu memiliki hak sepenuhnya menuntut agar pelecehan terhadap ajaran agama dan figur yang dimuliakan oleh agama dihentikan dan diberikan sanksi. meskipun demikian, jangan sampai kemarahan dan tuntutan ini melebar sampai pada sikap  anti terhadap teknologi dan kemajuan teknologi. Demikian juga, jangan sampai protes terhadap halaman facebook yang menghujat ini dipakai oleh kekuasaan untuk menutup akses warganegara RI terhadap jejaring sosial yang juga memiliki dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat.

Ironi yang muncul dari issu ini adalah, adanya kesamaan harapan antara penghujat Nabi Muhammad saw dengan para pihak yang anti kepada kebebasan berpendapat: yaitu mereka ingin agar ummat Islam menjadi pihak yang teraniaya dan terkebelakang. Karenanya, para pemimpin negara kita dan Ummat Islam di negeri ini mestilah ikut bersama-sama ummat Islam seluruh dunia mencari solusi yang tepat, tegas, dan produktif. Bukan sekedar kemarahan yang sifatnya hanya sebentar tetapi destruktif, yang justru hanya akan membuat mereka yang menginginkan Islam dan Ummat Islam mundur mendapatkan hasil yang mereka targetkan. Teknologi, bagaimanapun juga, adalah ciptaan dan kreasi manusia, sehingga pasti ada cara yang bisa dipakai untuk melakukan kontrol



30 komentar:

  1. Sepakat dengan postingan di atas..
    Profil Fb saya juga tak gante dengan banner di atas..

    Semoga semuanya menjadi pelarajan bagi kita semua...

    BalasHapus
  2. seperti tuh si pencetus ide bisa Lebih mencermati pasaL 28F tentang kebebasan berpendapat, dan undang tentang penistaan agama.
    ------------------
    ijin menggondoL banner Link untuk di bawa puLang.

    BalasHapus
  3. @6941343146938753783.0
    wah sampe segitunya ngganti poto profil,,hehe tp okelah sebarkan ke yang lain..

    BalasHapus
  4. @2513759008044778428.0
    ngga ngerti juga sih ttg pasal itu oom,,yg jelas ini provokasi utk umat islam kayak'nya,
    -----------
    itu baner grupnya,kalo mau gabung silahkan,

    BalasHapus
  5. kujungan rutin...
    yaa setiap agama memang harus dihargai
    ketika saling menghargai pasti akan ada damai..

    BalasHapus
  6. Permisi saya mampir yah.. tapi setuju banget tuh...

    aku follow yah.. dan kalo bisa sih tukeran link..

    yah yah yah???

    BalasHapus
  7. @6474126526311987365.0
    makasih kunjunganya mbak..smua agama mengajarkan kedamaian,

    BalasHapus
  8. @1745084349469592152.0
    silahkan...salam hangat dan salam kenal :D

    BalasHapus
  9. kadang-kadang orang pinter malah keblinger yo bung...

    BalasHapus
  10. gini nie yg ngaku kreatif tp malah menyesatkan n termsk sara cwape dech -_-

    iyuaaa mksh annnn,,driQ oL kl lg gda uas aja nie,kl mw uas oL g bs tmbh ancur nilai,,wkwkw XD

    Miss Rinda - Personal Blog

    BalasHapus
  11. Aq lagi berusaha keras ngga buka FB sampai tanggal 30 Mei 2010. Hatiku terluka...kenapa kita tidak beragama dengan saling menghormati sih?....

    BalasHapus
  12. artikelnya sangat luar biasa sahabat. Salam

    BalasHapus
  13. Kebebasan berpendapat memanglah harus kita hargai namun demikian tentunya dengan tidak menyudutkan keyakinan pihak lain terlebih lagi ungkapan kebebasan yang secara substansi tidak memberi manfaat kepada masyarakat banyak.

    BalasHapus
  14. terlalu sob kebebasan berpendapat dijadikan alasan untuk menistakan sebuah agama

    BalasHapus
  15. Kalau Boycott facebook , bukan solusi karena akan timbul media baru buat begituan , solusi yang tepat adalah kumpulkan orang 2 yang sengaja berpihak pada yang menggambar Nabi itu ,maunya apa , dan tidak ada tawar menawar dalam hal ini menurut saya,karena jelas 2 Muslim menentang hal itu tatapi mereka masih cari gara2.

    BalasHapus
  16. saya rasa tetap ada batasannya. kebebasan berekspresi harus memperhatikan nilai yg dipegang teguh pihak lain, apalagi kalau menyangkut hal yg prinsip dlm agama. saya pribadi tdk setuju kegiatan itu. sdh jelas itu hal prinsip dalam islam. mengapa tetap diterobos?

    BalasHapus
  17. Ada2 aja sih orang2 nih...huhhh..

    Ayo mas ajari donk... kok komenku sebekumnya ga direply sih ???

    BalasHapus
  18. @7844295612819824326.0
    udah banyak orang pinter bung..

    BalasHapus
  19. @2296562329389730552.0
    okeh...siplah,mari kit berkreasi tp jangan yang "sara2" gitu yah..

    BalasHapus
  20. @1100917207200866325.0
    jangan salahin fb nya dong mba,kasian fb jadi kambing hitam mulu,,ehehe
    =============
    mari kita jaga persatuan dan kesatuan..

    BalasHapus
  21. @8832838377268500625.0
    salam hangat mas,mohon bimbinganya,

    BalasHapus
  22. @4458042512471391244.0
    sayang sekali ya mas,kerukunan yang sdh terjalin ini jgn sampai ternoda gara2 ulah sebagian oknum aja..

    BalasHapus
  23. @3843927565580360019.0
    sy yakin ada agenda besar di belakang ini semua mas Raja...

    BalasHapus
  24. @4164425409939162786.0
    solusinya bukan dg boykot-boykotan,sependapat sob..kalo di liat dr info di page yg udah di blokir itu sih kata mereka tujuanya cuman mengekspresikan kebebasan pendapat..tp sy ngga yakin cuman itu tok..

    BalasHapus
  25. @7986884920710251755.0
    perosalan kaya' gini menjadi sensitif mas..smoga ke depan tdk ada lagi hal2 spt ini..hidup rukun damai..

    BalasHapus
  26. @5284037908389829920.0
    iya yah mba lina,,namanya jg manusia suka yg aneh2 nyari masalah mulu..maaf jg mba klo komentnya blm sempet di reply ..namanya jg manusia..

    met weekend y..

    BalasHapus
  27. @5764114913158385471.0
    tambahan bwt mba lina..biar komentar bisa menjorok kaya gini caranya gampang mba..klik tulisan "Id komentar" dan bla..bla..bla..hehe,,kayaknya udah ada panduanya deh mba ada tuh di atas,di bawah tulisan "Bagaimana pendapat anda?" atau di formulir sblm kotak komentar...

    mksh,

    BalasHapus
  28. bebas bicara sich boleh2 aja tapikan harus ada etikanya...

    BalasHapus
  29. brengsek banget tuch orang yang bikin ide seperti itu...

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com