Catatan pribadi tentang apa saja

Rabu, 12 Mei 2010

Saga Pak Susno ,part 2

Sebenarnya, kasihan juga Pak Susno Duaji (SD) ini, andainya beliau bukan seorang jenderal polisi berbintang tiga. Orang sehebat beliau ternyata begitu mudahnya terkecoh oleh mainan politik yang bernama "Satgas Anti Mafia Hukum."(selanjutnya kita sebut Sargas saja). Bukankah semua orang yang rada berpikir sudah bicara dan memperingatkan, bahwa barang ini cuma mainan untuk mengecoh masyarakat agar mereka tidak lagi mempersoalkan follow up kasus Centurygate? Kalau soal kemampuan dan efektifitasnya memberantas korupsi dan mafia hukum, anak belum sekolah pun pasti sudah tahu, bahwa Satgas gak punya gigi. Ia bukan lembaga penegak hukum. Ia juga tidak punya kapasitas untuk melakukan peyidikan, penangkapan, maupun penahanan. Apalagi membantu seseorang yang sedang kena masalah hukum, seperti Pak SD. Satgas, tak lebih adalah semacam decoy atau alat untuk mengalihkan perhatian publik dari urusan besar dan maha serius dan punya implikasi politik luas: Centurygate dan sebelumnya tentu adalah Cicak vs Buaya.

kalau soal "mainan" hukum yang menarik perhatian, tentu di negeri ini bejibun: ada soal pajak, ada soal arwana, ada soal judi, dsb dst. Tapai apakah Satgas memang berwewenang membedah dan menyelesaikan masalah korupsi secara tuntas tas tas? I don't think so. Karena ia tak lebih hanyalah sebuah "decoy" maka tentu saja dia tak dibekali kekuatan sungguhan. Seperti layaknya orang-orangan di sawah yang dipakai untuk menakuti burung-burung, maka Satgas mestinya hanya boleh dianggap "the straw man" oleh orang-orang selevel pak SD.

SD paham bahwa Satgas itu barang mainan, setelah semuanya terlambat, setelah ia ternyata menjadi tersangka dan ditahan oleh koleganya sendiri serta di lembaga yang dibelanya mati-matian selama berpuluh tahun: Polri. Susno mengeluh bahwa Satgas tak dapat diandalkan, karena ungkap SD seperti di kutip di detik kemaren  
"Buktinya saya dijerat dengan kasus rekayasa, tapi Satgas diam saja. Mestinya mafia yang diusut dahulu, nyatanya syarat yuridis tidak terpenuhi, saya dijadikan tersangka."
Sesal dahulu ,dipenjara kemudian! SD barangkali sekarang baru insyaf betapa politik yang dimainkan oleh elite di negeri ini ternyata bisa demikian licin dan halusnya, sehingga seorang yang sudah malang melintang di bidang penegakan hukum pun bisa kena bujuk rayunya. Mungkin SD juga terlalu naif untuk percaya kepada media yang juga selama ini menyanjung si Satgas, apalagi ketika berhasil mengajak pulang Gayus Tambunan (GT) dari Singapura. Padahal, belakangan baru diketahui bahwa proses pemulangan tersebut adalah karya bagian intelijen Polri, bukan Satgas! 

Moral dari cerita SD ini adalah bahwa kita tidak boleh terlalu percaya kepada hal yang terlalu bagus untuk dianggap benar, alias "too good to be true". Justru kita mesti kritis kalau sesuatu yang terlalu bagus itu disorongkan kepada kita, apalagi kalau barang itu datangnya dari elite kekuasaan. SD harus meletakkan kepercayaannya kepada para pengacara dan publik yang serius untuk mendukung apa yang diperjuangkannya. Sekarang dan di masa yang akan datang. Bukan kepada para penguasa! 
*******


+Betapa Menangisnya Para Pendiri Republik ini yg telah mengorbankan Harta dan Nyawa yang susah payah memerdekakan bangsanya kalau mengetahui Bangsanya kini, para pemimpinya berlaku licik dan culas
-Di negeri para perampok, seorang pencopet pun lantas jadi yang paling terhormat...


30 komentar:

  1. Yah hanya Alloh yang tahu kebenarannya....!!! Allohua'lam...!!

    BalasHapus
  2. Baca postingan di atas jadi teringat lingkaran setan kekuasaan...
    Haduh...kasihan ya!
    Pelan-pelan tapi pasti, sedikit demi sedikit telah banyak para elit yang ditelanjangi oleh Tuhan....Na'udzubillah!

    BalasHapus
  3. @2450271344779544984.0
    Maka anehlah kalau ada yang heran mengapa bencana alam datang bertubi-tubi di negeri ini. kemaren ada gempa 5.8 SR di Meulaboh, Aceh.... Inna lillahi wa Inna Ilaihi Roji'uun..

    BalasHapus
  4. @9028339474608323383.0
    yg jelas ada dosa besar yg harus dipertanggungjawabkan oleh para penguasa ini

    BalasHapus
  5. hmmmmmmmm, poLitik oooh poLitik janganLah engkau disana jadi poLi_tikus yg seLaLu menggerogoti bangsa ini dan pandai mencari tempat-tempat persembunyian.

    BalasHapus
  6. gk ngerti politik
    pusing

    BalasHapus
  7. engga berani baca.. ntar nya kepikiran mulu..hahaa... numpang comment aja.. ^________^

    BalasHapus
  8. bicara hukum ...? aih terlalu banyak "aktor" dengan bakat dan potensi yang sangat luar biasa ! hanya sangat disayangkan potensi dan bakat "mereka" tidak pada tempat yang sebenarnya ... !

    BalasHapus
  9. dewasa ini terlalu banyak kasus yang terjadi ... dan sungguh menggelikan adalah ketika orang2 yang seharusnya bertanggung jawab baik secara moral maupun jabatan yang melekat berbicara lantang mengenai "kebenaran" !!! semuanya hanya menunjukkan ketidak-mampuan mengelola institusi berikut jajaran dibawahnya !!!

    BalasHapus
  10. betooolll ^0^ sekarang ini kasus saling timpa , perhatian kita ke yang paling atas , kasus lama tak beres timbull yang panas lagi,,
    "-Di negeri para perampok, seorang pencopet pun lantas jadi yang paling terhormat..."
    Tidak begitu sobat ,sebenarnya nya kata terhormat itu karena penghargaan bagi dia kala mencapai pretasi awal sebelumnya,
    namun ketika ia terbukti bersalah baik merampuk ato mencopet dll ,
    sebenarnya Hina banget dia akan perbuatannya Semua media memuat kejelekan itu Bahkan Malaikatpun udah mencatat photo2 org2 gituan tapi gak tahu mau diapain ,

    BalasHapus
  11. kasus ini sebenarx malah buat masyrakat tambah bingung. Aq muak sebenarnya dengan polisi. Di pikiranQ, sekarang ini nggak ada tuh Polisi yang bener. Semuanya mata duitan. Pengen ngeludahi aja ngeliatnya....

    mudah2an aja pak susno diberi kemudahan dan ketabahan

    BalasHapus
  12. ternyata lebih lucu dari pada srimulat neh ya an...btw...link lu dah nempel di sidebar dari dulu koq bung...

    BalasHapus
  13. @1886951040209212837.0
    nge Blog juga butuh politik lho om..

    BalasHapus
  14. @1372889252118577392.0
    sante aja aby..

    BalasHapus
  15. @4765976965102306566.0
    ngga baik untuk anak-anak..haha

    BalasHapus
  16. @8849466126434759728.0
    seribu persen benar pak..

    BalasHapus
  17. @2500013053561831394.0
    sampai ada yang make sumpah2 mengatas namakan Tuhan sgala lho pak..

    BalasHapus
  18. @4194365149226027461.0
    Mundo..kalo smua penduduknya perampok,trs ada yg sukses jd pencopet itu kan hebat to..?ehehe,media juga provokator yg baik..*bukan termasuk sy..haha

    BalasHapus
  19. @3518122937679155262.0
    jgn terlalu ekstrim gitu lah mas,,ntar kalo polisinya mogok masal gimana?toh kita juga yg repot kn?

    BalasHapus
  20. @5933091672123451143.0
    duuh malah kangen sama srimulat nih bung...btw mksh ya,

    BalasHapus
  21. maaf banget nih.
    saya bingung mau komen apa.
    jadi komen alakadarnya aja :D

    BalasHapus
  22. @5461853967404739699.0
    akbar..silahkan jangan sungkan2..hehe

    BalasHapus
  23. ya, negeri kita masih harus belajar banyak untuk penegakan hukum yang sebenarnya....

    BalasHapus
  24. sobat kalo Koruptor tertangkap kira2 ditembak kakinya apa tidak ya?

    BalasHapus
  25. ma'af salah maksud saya kalo percuri atau perampok kan bisa kena tembak kakinya tapi kalo koruptor cocoknya ditembak apanya ya?....
    i'm so sorry to heard that.. ha ha ha

    BalasHapus
  26. Kalimat terakhir sangat menarik dan perlu kita renungkan: Di negeri para perampok, seorang pencopet pun lantas jadi yang paling terhormat...

    Salam ukhuwah

    BalasHapus
  27. Dengan bergulirnya waktu semoga terjadi perbaikan dan pembenahan yang signifikan di bidang hukum. Tentunya butuh waktu tidak secepat membalik telapak tangan. Ayo kita dukung upaya pemerintah dalam menangani penegakan hukum.

    BalasHapus
  28. sindiran yang tepat untuk para panguasa negeri ini teater yang baru saja kelar kami pentaskan ,,

    abu-abu aku

    BalasHapus
  29. Allahlah yang tahu segalanya ,,
    semoga negeri ini menjadi lebih baik lagi !!

    BalasHapus
  30. susno.. tenarnya melebihi artis..

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com