Catatan pribadi tentang apa saja

Kamis, 01 April 2010

harus berapa kasus lagi?

"Ternyata derajat kerohanian juga bisa batal,tentu saja status rohaniah seorang sufi,kiai,pastor,pendeta,biksu dan para tokoh penjaga gawang rohani lainya lantas mengenal batal juga.." sepenggal kata itu saya temukan dalam kumpulan tulisanya Mohammad Sobari atau yang sering di kenal kang sobari,lebih lanjut di katakan disana,banyak tindakan yang bisa membikin batal seperti itu,makin tinggi maqom derajat (rohani) seseorang,makin banyak hal yang bisa membatalkanya.sebab orang-orang seperti itu ibarat secabik kain putih,setitik nila pun cukup untuk menodainya.

lalu saya ingin mencoba menghubungkan dengan kasus yang lagi anget-anget nya.siapakah pihak yang paling terpukul dengan munculnya kasus Gayus Tambunan (GT)? Polri?. Bukan! Susno Duaji? Bukan, pikir lagi! Sri Mulyani Indrawati (SMI)?. Benar! SMI adalah figur yang paling terpukul dan benar-benar menjadi sasaran empuk setelah petualangan GT berakhir di Lucky Plaza, Singapura, semalam. Kenapa? Menurut media dan sementara pakar, karena SMI paling membanggakan diri sebagai pelopor reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan yang mendapat pujian di mana-mana, termasuk mendapatkan hadiah (Award) dari pihak dalam dan luar negeri.


Khususnya adalah keberhasilan reformasi di Dirjen Pajak yang konon menghabiskan trilyunan rupiah, hasil pinjaman dari Bank Dunia! Kasus perpajakan yang terbongkar karena "nyanyian" Susno Duaji (SD) setelah dipecat sebagai Bareskrim ini menampilkan sisi buruk dan hipokrit dari apa yang selama ini paling digembar-gemborkan oleh Kementerian Keuangan, yaitu sukses dalam reformasi birokrasi (dengan label "organisasi berbasis kinerja").

Nyatalah dengan terbongkarnya penyelewengan miliaran rupiah di kantor perpajakan itu, bukan saja Kementerian Keuangan telah melakukan kebohongan publik, tetapi juga membuka sebuah pertanyaan publik "bagaimanakah tanggungjawab Menteri Keuangan dalam kasus ini?" Tentu saja yang paling bijak adalah bersikap "wait and see" karena drama GT dan para pejabat Polri dan kejaksaan Agung yang dianggap kong-kalikong masih sedang diselidiki. Sejauh ini baru MA yang sudah mengeluarkan statemen bahwa anak buahnya yang bertugas di Pengadilan Negeri Tangerang tidak melakukan kesalahan prosedural apapun. Kendati demikian, Komisi Yudisial (KY) masih belum puas dan melakukan pemeriksaan sendiri terhadap para hamba wet yang dianggap terkait dengan pembebasan GT dari jerat hukum. Mungkin bisa cepat tetapi bisa juga lambat mesin hukum ini berjalan. 

Sementara itu proses politik, baik di Merdeka Utara maupun di Senayan tampaknya akan semakin kencang karena makin hari makin bertambah saja kejutan-kejutan yang muncul. Pihak Merdeka Utara tentu akan disibukkan lagi dengan adanya "novum" berupa skandal perpajakan yang akan menghantam SMI. Pihak Senayan tentu selain mencoba mengolah nyanyian SD menjadi sumber popularitas politik, juga sebagian lagi akan menjadikan kasus pajak ini untuk menggedor SMI agar mundur dari jabatannya.

Walhasil, SMI tidak mungkin akan bisa tidur nyenyak dalam tempo singkat karena bukan saja upayanya membongkar kausu pajak milik Ical akan kehilangan bobot, tetapi juga ia mesti bebersih rumahnya sendiri karena ulah anak buahnya di kantor perpajakan! Apapun hasil penyelidikan atas Gayus dan para pejabat Polri, maka SMI tetap belum bisa membersihkan diri secara mudah. Tudingan bahwa reformasi birokrasi di Kementeriannya gagal akan tetap sulit dihindari dan upayanya untuk menyeret penggede Golkar pun akan tenggelam di kubangan lumpur Lapindo yang sebentar lagi justru akan dinyatakan sebagai lokasi wisata geologi oleh Presiden SBY! 

Politik memang selalu penuh kejutan, dan apa yang dihadapi oleh SMI saat ini barulah awal dari semua yang akan berkembang nanti,dan apa SMI telah " batal " ? wallauhu a'lam
Selamat menonton, saudara!! dan maaf kalo postingan ini bikin tambah mumet saudara2 smuaaa......


*sebagai komentar atas artikel yang di muat di INILAH.COM





28 komentar:

  1. ijin baca dulu gan,,panjang bener :o

    BalasHapus
  2. @ soul,,gw dah minta maaf kalo postinganya bikin mumet..:g

    BalasHapus
  3. Malam kak!

    aq baru mo baca nich, duluan komentnya!

    BalasHapus
  4. gak ikutan komen ah...
    secara aku juga kerja di DJP...

    BalasHapus
  5. Susah jg ya sob, dh ga ad yg bsa dpercya. Pemimpinx aj g2..cpdh ;-)..bukan mumet mbacax ..tp muyak ma oragx..hehe

    BalasHapus
  6. @ digital,,makasih sob,
    @ wawank..malam jg wank,,gmna kbr hr ini??mudah2an sehat slalu..
    @ Riesta..sy dudah minta maap..hikz,btw makasih bngtlah udah mampir..
    @ Rataosae..kita tunggu aja kelanjutanya,dijamin bakalan tambah mumet..

    BalasHapus
  7. Politik memang penuh kejutan...

    BalasHapus
  8. kalo saya sih lbih memilih cuek, ga terlalu mengikuti perkembangan berita" yg semacem itu, lha wong bwt nyukupin kbutuhan sehari-hari aj masih kudu ngos"-an..
    dari dulu juga masih apatis ma pemerintahan yang terasa sekali kurang memperhatikan nasib rakyat (kcuali ktika masa kampanye [LOL])
    btw, skalian mo nanya arti / maksud "hipokrit" dan "novum" tu apa sih..?
    trims.. ^_^

    BalasHapus
  9. jujur saja, postingannya sangat menarik dan penyajiannyapun lugas, terima-kasih sahabat sudah membuka wacana baru. Salam

    BalasHapus
  10. Kalo saya sendiri menilai
    sebenarnya Sri Mulyani adalah seorang ekonom yang jenius
    hanya ia sedang berada ditengah konflik politik
    ya begitulah kalo cendikiawan tiba2 harus berhadapan dengan masalah2 politik
    sulit menemukan titik

    BalasHapus
  11. brother ga berani comentar cz kalu aQ disana belum tentu aQ juga bisa...
    sadar brother kemampuan aQ belum cukup untuk comentar hehehehe

    BalasHapus
  12. Ya... kurang tepat jg sih menyalahkan SMI dg kasus gayus. Karena segimanapun ketatnya atasan mengawasi para bawahannya yg sekian byk itu, pasti ada kecolongan juga. Itu membuktikan, manusia tidak bisa sempurna dalam mengawasi suatu hal spt Tuhan yang ga pernah kecolongan dalam mengawasi makhlukNya.

    Kembali ke individu masing2. Smoga aja ke depannya para individu yg amsuk ke dirjen pajak, atau dirjen2 pemerintahan lainnya yg terseleksi adalah org2 yg kapabel dan amanah dalam pekerjaannya. Amieeeen

    BalasHapus
  13. nanti juga bakal terungkap siapa aja yg terlibat dengan kasus ini...

    BalasHapus
  14. ga bikin mumet kok, malah mencerahkan..

    BalasHapus
  15. wah panjang baget artikelnya sOb..
    oYa sOb lInk telah berada di home page..
    di tuNggu backliNknYa ya..

    BalasHapus
  16. kunjungan malam temeenn ....
    Nice postingan
    oia temen, gymna cara ngenampilin smilley di blogspot ..
    kmren gw uda pernah nyoba, tapi pas kode na dimasukin, ehh gambar na kgaak keliatann ...
    tolong donk info na
    ditunggu boz ...
    hahhahahahahahah

    BalasHapus
  17. Keenakkan menjabat, jadi lupa tugas!

    BalasHapus
  18. makasih infonya, jarang2 ngikutin berita terkini

    BalasHapus
  19. Tapi secara gw... Tetep salut dgn SMI. Tegar bgt tu 'Kartini'. Klo dirimu pd posisinya An... ana tak yakin.. wkkkk....ada yg meradang neh...
    Colly doody morry ya young man... sengaja..!! he he he..

    Salam 'salut'..

    BalasHapus
  20. @ rock,,banyak kejutan disana,,setubuh..
    @ chi..hiprokrit artinya sikap yang"semuci-suci" n "novum" bukti baru dalam dunia hukum..
    @ jhonson,sama2 mas..ini cuman postingan komentar bwt berita disana..
    @ Itik bali..dilema memang ibu kita satu ini,seprofesional apapun orangnya kalo dah masuk ranah politik kayak'nya seperti itu..
    @ daniel..gpp brother,udah datang sy jg dah seneng..
    @ Alrezam,,lebih kasian mana sm saya??
    @ Kucing tengil..dimana2 ya atasanya yang di salahin..
    @ dimas, mari kita kawal proses ini..
    @ pandi,,makasih pandi,,sukses slalu,salam,
    @ ngeposting ni yee..mksh jg ke tkp dulu yap,
    @ The benz..cari aja di gogle sob,biasanya templte juga ngaruh..
    @ nuansa pena..begitulah,

    BalasHapus
  21. @ teko,sama2 kawand..
    @ sri ayu..iya mba..emang kalo orang koment tuh paling bisaaaa,kalo di suruh maen baru tau kaya' apa rasanya,,tp ini dalam rangka mengkritisi buuu..hehe

    BalasHapus
  22. siaapp booss..
    ane langsuung k TKP niih
    hhohoohohohooh :c

    BalasHapus
  23. apapun makannya...hasilnya tetep bau juga bung...udah kronis penyakit di negri ini...musti diamputasi..

    BalasHapus
  24. memang terkadang sgh menggelikan ketika diangkat akan bilang bahwa jabatan adalah amanah, akan tetapi bila "ada apa2" ndak mau mundur ......

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com