Catatan pribadi tentang apa saja

Selasa, 30 Maret 2010

Rumahmu (Bukanlah) Surgamu

sebelum.....
sesudah....
RUMAHMU bukanlah surgamu, terutama kalau engkau bangun dari duit yang keliru. Misalnya, dari hasil menggelapkan pajak atau jadi makelar kasus. Rumah itu, akhirnya hanya akan dipotret wartawan bukan untuk dikagumi, melainkan untuk dicurigai. Untuk dibanding-bandingkan dengan berapa besar gajimu, lalu pantaskah dengan gaji sebesar itu engkau punya rumah semewah itu. Dan rumah itu akhirnya hanya akan engkau kosongkan karena ia sama sekali tak mendatangkan ketenteraman.

Seluruh mata akan melihat rumahmu tetapi bukan untuk bertamu. Seluruh keindahannya: air mancur, kebun bunga, luasnya halaman, megahnya bangunan, tak lagi menjadi ajang kekaguman tetapi sekadar pengundang cibiran. Rumah cibiran, itulah akhirnya yang menjadi namanya yang baru. Adakah rumah yang cuma penuh cibiran layak menjadi hunian? Tidak. Terutama karena sejatinya ia cuma bangunan dan bukan ruang. Karena cuma ruang yang punya watak memberi tempat untuk dihuni. Cuma pemberian itulah watak yang ramah kepada hidup dan ini selaras dengan hukum penciptaan. Alam ini dibentuk selama milyaran tahun agar layak huni. Jika terlalu dingin, ia dipanaskan. Jika terlalu panas, ia didinginkan.
Begitu pula watak air yang mengisi lautan dengan ketepatan takaran. Oksigen itu bahkan santun sekali. Baru di ketinggian ia menipis. Tetapi di kerendahan,tempat manusia berlalu lalang, ia menebal itu pun dalam ketebalan yang sopan pada paru-paru. Ia tidak gegabah dengan menggelontorkan O2 dalam jumlah berlebihan yang membuat seluruh benda-benda mudah kebakaran. Jadi seluruh watak alam ini, lebih dulu dipenuhi watak memberi baru kemudian ia layak huni.

Begitu pula dengan rumah. Sebaik-baiknya rumah harus dibangun dari etos memberi, bukan meminta, apalagi menjarah dan mencuri. Jika engkau mengantar tetanggamu makanan yang dia telah mencium aromanya, rumahmu akan aman terjaga. Itulah kenapa pagar mangkok sering disebut lebih kuat dari pagar tembok. Memberilah maka engkau akan menerima dalam kelipatan yang tak engkau sangka-sangka. Sungguh nasihat yang mestinya tak perlu diajarkan lagi karena ia telah sedemikian lama terbukti. Kini, jika engkau lebih memercayai kekuatan meminta katimbang memberi, maka memintalah terus, kalau perlu mencurilah. Kuraslah uang negara semaumu, tileplah hak-hak rakyat sesukamu. Jadikan barang-barang yang bukan milikmu itu untuk membangun bahkan istana pribadi. Dan percayalah, ia tak akan berarti apa-apa kecuali cuma akan diminta kembali secara paksa dengan cara yang tak pernah engkau duga pula.
 
 sumber gbr       :http://forum.detik.com/showthread.php?t=167312
             artikel  :Parodi mas prie Gs

 

36 komentar:

  1. @ wawank,,knapa wank? ck..ck..ck,hehe

    BalasHapus
  2. terima kasih atas pencerahannya,...
    tapi rezeki setiap orang berbeda2 tergantung usahanya masing2, yang diharapkan adalah orang yg punya rezeki lebih mau berbagi dengan yang kekurangan...

    BalasHapus
  3. @ dimas..makasih atas koment nya,sbenernya artikel yg sy copas ini lebih menyoroti soal yang lagi hangat2nya di bicarakan..

    BalasHapus
  4. Trims pencerahannya, cari yang halal dan mari sebagian kita shadaqahkan!

    BalasHapus
  5. @ anhmad,,setubuh mas..jgn lupa pula mbayar pajak,zakat juga..

    BalasHapus
  6. Artikel yang sangat bermanfaat aan...

    BalasHapus
  7. met malam gan,saya lagi ngeronda nih. .
    hehehe. .

    BalasHapus
  8. pencerahan yang sangat bermanfaat...

    BalasHapus
  9. @ rock n faiz..smoga brmanfaat mas,salam
    @ soul stalker,,malam jg gan,eh jam segini ngronda apaan yak,,ehehe

    BalasHapus
  10. salam sobat
    benar mas AAN,,kalau rumah dibangun dengan uang hasil korupsi,mencuri atau meminta,,itu bukan surga .
    wah ,ganti template lagi nich...

    BalasHapus
  11. Knjungan mlam sob, eh dpt pencrahan..trims yo salam

    BalasHapus
  12. Sunduull akkhhh gan ...
    hehehehehhehehe :)

    BalasHapus
  13. @ nura..milih mana mba,rumah sederhana tp halal,apa rumah mewah tp korupsi,,kalo sy milih rumah mewah tp halal,,heheheee
    @ ratasoe..yup sama2 gan,
    @ the benz..ok' thanks sundulanya,

    BalasHapus
  14. artikel yang menarik dan mencerahkan,makasih sob dah sharing

    BalasHapus
  15. Wah... Hebat ya... ? sekali berubah langsung jadi sebuah istana yang megah.... hehm...... padahal dia ga ikutan Bedah Rumah.

    BalasHapus
  16. @ angger,,yup sama2..
    @ mlaten,dia ikutan bedah rumah tp bkan dari SCTI tapi dari stasiun pajak ,,hohoho

    BalasHapus
  17. yach buat para pejabat tu harus baca ni postingan...
    hahahha
    target ane cepet punya rumah hehehe
    salam kenal ya ditunggu kunjungan di blog ane kalau brother ada waktu :)
    salam kenal dari ane

    salam blogger

    BalasHapus
  18. Hmm...Para Petinggi penting nih baca kayak gini.. Keren sob artikelnya...keep blogging

    BalasHapus
  19. benar banget sobat,,
    artikelnya bagus banget,,
    kata katanya sangat menyentuh kawan

    BalasHapus
  20. @ daniel n akhtam n blog dunia..makasih atas kunjunganya ,,slm bloger :a

    BalasHapus
  21. mudah-mudahan rumahku selalu surgaku, selamat pagi sahabat

    BalasHapus
  22. kalau begitu ceritanya sob, bisa jadi Rumahmu Nerakamu.. hehe..
    berkunjung di pagi hari..

    BalasHapus
  23. Walaupun rumahku kecil tapi penuh kebahagiaan!

    BalasHapus
  24. Rumah adalah tempat yang mungkin akan kita tinggali seumur hidup, seharusnyalah dibangun dari hasil kerja keras (halal) dan bukan dari tindakan yg tidak semestinya (haram .. korup). btw puct. rumah yg dibawah masih 1 kelurahan dengan saya.

    BalasHapus
  25. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  26. bener2 sarat akan makna yg dalam di postingan ini...
    lebih baik memberi daripada meminta...udah lama sekali kalimat itu..

    BalasHapus
  27. HAH... sebelum dan sesudah itu emang dari foto rumah yg sama??? hasil bedah rumahkah??? atau.....

    BalasHapus
  28. wah...bener2.. lumayan tuh

    BalasHapus
  29. pencerahan yang menyenangkan.. buka dilanda kebingungan... plus komen bro..

    BalasHapus
  30. mudah2an artikelnya dibaca sm orang2 yg punya rejeki berlebih biar ga terlalu riba sama hartanya :(

    BalasHapus
  31. emang bener mas kalau jadi buronan di rumah ngak tenang he he:o

    BalasHapus
  32. Rumah adalah surga kita didunia tentu saja harus dibangun dari usaha dan kerja keras yang halal.

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com