Catatan pribadi tentang apa saja

Minggu, 07 Maret 2010

Cantik Sejati vs Kecantikan Semu di Televisi kita

Kulit kuning langsat, hidung mancung, postur tubuh tinggi semampai (bodi aduhai), baru sempurna. Orang akan bilang, perempuan itu cantik. Sementara seorang perempuan ketika melihat laki-laki berbadan kekar, dada bidang ditumbuhi bulu, hidung mancung, akan bilang laki-laki itu macho. Sejumlah perempuan pun kemudian rajin memakai whitening lotion untuk memutihkan kulitnya, seperti yang ditampilkan dalam iklan di layar kaca itu. Tak jarang pula mengoperasi hidungnya biar tambah mancung atau payudaranya biar tampak lebih berisi, rajin mengkonsumsi obat antikolesterol untuk melangsingkan tubuhnya. Semua itu dilakukan karena keputihan, kemulusan, kemolekan tubuh adalah ukuran kesempurnaan bagi perempuan untuk disebut cantik, seksi.


akhirnya definisi cantik adalah perempuan yang berkulit kuning langsat, berhidung mancung.Seksi adalah perempuan yang berbibir tipis, langsing, berbodi serba proporsional. Sebaliknya, bila tidak memenuhi kriteria tersebut maka seorang perempuan tidak layak menyandang predikat cantik. Para laki-laki juga sama. Mereka berobat untuk menumbuhkan bulu didadanya. Ketika ustadz gaul yang berjenggot lagi ngetren, sejumlah pria pun berusaha menumbuhkan jenggotnya. Atau rajin fitnes untuk memiliki bentuk tubuh seperti yang diidamkan oleh para perempuan seperti yang ditampilkan dalam iklan suplemen penambah stamina. Aha... Dari mana sebenarnya definisi cantik, ganteng, gagah, seksi itu? Sadar atau tidak, definisi itu terbentuk oleh lingkungan sekitar.

Penilaian itu direkonstruksi oleh orang-orang disekitar kita. Di mana kita berada, di mana kita tinggal, dengan siapa kita bergaul, semuanya akan mempengaruhi pada penilaian kita. Dengan kata lain, penilaian itu tergantung pada komunitas yang memaknainya.

Di zaman serba-teknologi ini,(sekali lagi) media memegang peranan yang amat penting. Tayangan sinetron, infotainment selebritis, show anak band hingga iklan kecantikan atau obat kuat di televisi yang banyak digandrungi oleh kaum muda, laki-perempuan, ternyata banyak menyuguhkan definisi kesempurnaan kalangan tertentu. Bintang film, bintang sinetron dipilih perempuan yang berkulit putih, berpostur tubuh proporsional, sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi penontonya bahwa kesempurnaan, kecantikan itu seperti yang ada di layar kaca.

Sungguh naif, orang-orang kampung yang menonton sinetron itu sekaligus juga mengkonsumsi gaya hidup (life-style) para selebritis. Mereka berdandan, bersolek, ala selebritis. Sementara apa yang dipertontonkan di layar kaca itu tak sepenuhnya sesuai dengan realita di sekitar kehidupan mereka. "konsumerisme-metropolis" saling bertabrakan. Dan anehnya, hal itu dianggap wajar .

Kembali kepada definisi kecantikan, kegantengan, keseksian seperti yang ditampilkan lewat televisi, bagaimana dengan penduduk Papua, yang notabene berkulit gelap, berambut keriting, berbibir lebih tebal, sama sekali beda dengan definisi kecantikan yang dipertontonkan oleh layar kaca. Apakah mereka harus memakai whitening lotion agar kulitnya berubah menjadi putih, agar mereka bisa disebut cantik, atau operasi bibir agar mereka bisa disebut seksi?

Dalam kondisi masyarakat yang majemuk ini, definisi cantik di Indonesia perlu diubah. Bahwa cantik tak harus berkulit putih seperti bule, karena orang Indonesia rata-rata berkulit sawo matang, bahwa cantik tak harus berhidung mancung, bahwa seksi tak harus berpayudara besar, dll.

Maka ketika akan mengadakan Miss Indonesia, kriteria fisik yang dipatok tak perlu diterapkan standar Miss Universe, tapi dengan standar orang Indonesia. Dan tentunya dengan 'rasa' orang Indonesia pula, yang terdiri dari beragam suku, dengan beragam warna kulit, dan selera.

Bisakah kita memahami, bahwa di sebalik kelegaman kulit orang Papua itu tersimpan kecantikan, ketebalan bibir itu menyimpan kesensualan dengan ukuran sendiri. Bagaimana keuniversalan kecantikan, kegantengan, keseksian seorang?Untuk memahami perbedaan, pertanyaan ini tak perlu diperdebatkan, karena tiap orang punya ketertarikan masing-masing, tiap orang memiliki daya pikatnya sendiri, dan semua tak bisa dipakai ukuran yang umum.

Beranikah Anda memaknai sebuah kecantikan secara lain dari versi orang kebanyakan, memaknai cantik yang tak harus sama dengan komunitas Anda, atau mengatakan cantik yang berbeda dari kecantikan yang diajarkan oleh televisi? 
 

21 komentar:

  1. LOKOMOTIF, datang!! ijin amankan posisi pertama yaaa

    BalasHapus
  2. beeani jawabnya!! karena ukuran cantik memang bukan dari kulitnya melainkan dari tingkah lakunya yang santun..

    BalasHapus
  3. cantik kata org sih relative. maksudnya apa juga gak ngerti deh. cantik yg jelas sih enak di pandang mata :P

    BalasHapus
  4. kecantikan abadi adalah kecantikan dari dalam....dan terkadang membuat kita jadi cinta...

    BalasHapus
  5. Baru kali ini saya dengar ada orang minum obat anti kolesterol untuk melangsingkan tubuh. Biasanya untuk melangsingkan, yang digunakan adalah obat-obat diuretik yang merangsang untuk kencing terus. Sedangkan obat-obat anti kolesterol digunakan oleh pasien yang hasil pemeriksaan darahnya menunjukkan kelebihan kolesterol, biasanya orangnya sudah lanjut usia atau pernah stroke.

    BalasHapus
  6. saya paling sering sering lihat orang kampung yang bergaya sinetron,padahal mereka lebih cakep kalo ngikut gaya2an githu...

    BalasHapus
  7. cantik bukan cuma luarnya aja....
    kan ada yg namanya inner beauty...kalo dalemnya busuk, mau secantik apapun tetep gak disukain...sama kayak duren busuk...luarnya msaih bagus tau2nya dalemnya udah busuk...

    BalasHapus
  8. cantik dengan hati saja ^___^

    **ada award buat kamu dan ikutan yukz Berbagi kasih melalui T-shirt :)**

    http://riaadria.blogspot.com/2010/03/berbagi-kasih-melalui-t-shirt.html

    BalasHapus
  9. kalau buat saya,cantik sih relatip,maksudnya sapa si gak mau dapat pasangan cantik,tapi kalau penampilannya cantik,tapi perilakunya ngawur,ya mending gak usah. .Hehehe. .

    salam kenal bro,,blognya udah saya follow :13

    BalasHapus
  10. kulit mulus cantik bahenol dan sebagainya asal jangan disalah gunakan saja tuh badan,betul gak kawan!

    BalasHapus
  11. cantik itu terpancar dari hati..
    cantik itu luwez..

    BalasHapus
  12. menurutku cantik tuh relatif kok, tiap orang mempunyai penilaian sendiri trhadap kriteria cantik.. aku jg lbh suka seseorang yg punya daya tarik dari sex appeal, meski org itu ga sebegitu cantik..

    BalasHapus
  13. kecantikan itu memang relatif tergantung siapa yang menilai namun tentunya ada juga pandangan umum mengenai kecantikan ...

    BalasHapus
  14. ich waw... fotonya keren... *Fokus pada foto

    BalasHapus
  15. TEtap kita punya apa sendiri apa yang di mata kita cantik.
    Artikel yang kritis..

    BalasHapus
  16. walau bagaimanapun yang tampak di luar itu bisa saja menipu... yang paling utama adalah kecantikan yang berasal dari dalam...

    BalasHapus
  17. wow,cantik sekali ya..
    gambarnya.info menarik kawan,makasih....

    BalasHapus
  18. artikel yang informatif sobat,terimakasih sudah berbagi...
    mari berbagi..

    BalasHapus
  19. bener bung...liat aja ajang putri-putrian...senyumnya gak sampai kemata tuh...hanya senyum terpaksa

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com