Catatan pribadi tentang apa saja

Minggu, 14 Maret 2010

Konflik tak berujung:israel vs Palestina

Jujur saja, saya sering mengucapkan syukur kepada Tuhan bahwa saya tidak terlahir sebagai warga bangsa Palestina, tetapi Indonesia. Tetapi hampir bersamaan saya, sebagai ummat Islam dan manusia merdeka, juga berdo'a agar saudara-saudara saya bangsa Palestina secepat mungkin dibebaskan oleh Allah dari penderitaan yang tak terperikan lebih dari 60 tahun lamanya.

derita yang dialamai bangsa ini barangkali tak ada yang dapat mengungguli. Bukan saja ia berada dalam penjajahan dan hidup dalam sistem apartheid yang dilegitimasi negara-negara adikuasa seperti AS, Inggris, dll., tetapi yang lebih parah adalah fakta bahwa bangsa ini juga sedang mengalami sebuah proses kepunahan . Ironisnya, proses itu berlangsung tiap hari dan ditonton oleh milyaran manusia di muka bumi melalui jejaring media dan sistem informasi global. Saya  sudah agak lama tak lagi mau menonton TV yang menayangkan berita tentang bangsa Palestina, dan hanya mengikuti berita melalui media cetak, internet, radio dan jejaring sosial. Mengapa? Karena saya sudah hampir tak punya kapasitas untuk tega menyaksikan penderitaan manusia yang begitu jelas dan nyata namun tak kunjung dapat diselesaikan, seolah-olah, oleh siapapun!



Tentu saja akan tidak fair membandingkan penderitaan yang pernah dirasakan oleh berbagai bangsa sepanjang sejarah, seperti Holocaust bagi umat Yahudi, pembantaian Nanking bagi  China, pembantaian bangsa Armenia oleh Turki, pembantaian Stalin terhadap rakyatnya di Rusia, Ukraina, dsb. Namun penderitaan bangsa Palestina memiliki derajat yang sangat tinggi bahkan bisa disetarakan dengan yang saya sebut senbelumnya, atau malah mungkin lebih.


Mengapa? Karena bangsa Palestina mengalami penjajahan, penghilangan etnik pada sebuah era di mana hampir seluruh bangsa di dunia telah memahami apa itu HAM, telah memiliki organisasi-organisasi internasional seperti Mahkamah Hukum Internasional, PBB, dan segala macam yang fungsinya adalah menyelesaikan penindasan dan kriominalitas terhadap kemanusiaan. Bahwa di dunia tetap ada masalah-masalah dan konflik antar bangsa serta peristiwa seperti terorisme internasional, ya. Tetapi apabila kejahatan tersebut dilakukan terhadap sebuah bangsa dengan begitu sistematik dan canggih dan "tampak" legitimate, maka hal ini benar-benar sebuah peristiwa kemanusiaan yang paling mengerikan dalam sejarah manusia.

Orang bisa saja menyalahkan para pemimpin Palestina, dunia Arab, dan dunia Islam, baik masing-masing atau ketiganya digabung jadi satu, dan ada rasionalitas untuk itu. Namun bagi saya, yang paling "mengerikan" justru adalah kesalahan ummat manusia yang membiarkan hal ini terus tanpa henti dan menyaksikannya setiap jam dan hari, seolah tanpa bisa melakukan apa-apa! Manusia di seluruh penjuru dunia ini seolah telah berada dalam "tawanan" psikologis kekuatan pelaku kriminalitas terhadap bangsa Palestina selama ini. Saya yakin bahwa cukup banyak rakyat Israel yang membenci situasi ini dan menginginkan bangsa Palestina hidup sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat, dan bermartabat. Namun pada akhirnya, kenyataan yang paling dominan adalah terjadinya sebuah "pembiaran" secara kolosal dan global terhadap penderitaan sebuah bangsa. Terlepas apakah bangsa Palestina itu mayoritas Muslim atau bagian dari bangsa Arab, namun secara etik rasanya pembiaran ini juga membuat seluruh umat manusia telah berjamaah dalam kriminalitas tersebut.

Apakah yang bisa saya lakukan? Yang jelas saya tak punya kapasitas untuk pergi ke Palestina dan berjuang bersama saudara-saudara saya secara langsung. Sayangnya, saya juga tidak dapat diyakinkan bahwa perjuangan dengan kekerasan yang selama ini dibela oleh para pejuang Palestina dan sebagian kelompok solidaritas Palestina adalah pilihan yang tepat. Saya memilih solusi dua negara: Israel dan Palestina yang merdeka, berdaulat dan bermartabat.

Namun, jujur saya juga tak yakin bahwa negara-negara adikuasa cukup memiliki keberanian dan ketulusan untuk mendorong solusi tersebut menjadi kenyataan, kendati secara formal telah menjadi komitmen mereka. AS di bawah Obama yang sebentar lagi katanya mau ke indonesia, misalnya, yang semula memberi harapan baru bagi munculnya terobosan bagi tercapainya solusi itu, juga mulai buram. Berita kedatangan Joe Biden, Wapres AS, ke Israel yang disambut dengan pengumuman pembukaan pemukiman baru Israel di Yerusalem Timur, adalah contoh paling mutakhir pelecehan-2 terhadap komitmen tersebut oleh Israel. Dan seperti biasa, elite politik AS dan di Eropa akan diam dan "memahami" pelanggaran tersebut dan paling-paling memberi teguran untuk konsumsi media.


Akankah saya masih hidup untuk menyaksikan lahirnya sebuah negara-bangsa Palestina yang merdeka, berdaulat, dan bermartabat? Saya tak terlalu yakin selama umat manusia di seluruh dunia tidak mampu membuat elite penguasa Israel dan pendukungnya di Barat tunduk terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan. Setelah 60 tahun lebih upaya itu dilakukan, justru bangsa Palestina menghadapi sakratul maut secara gradual, sistematis, dan seolah-olah legitimate!


korban palestina.ilustrasi gbr diambil dari sini

18 komentar:

  1. kalo orang yahudi emang udah dikutuk dari sononya gitu sob.....

    sebenarnya ya..gimana kita menyikapi aje....terutama bagi kaum palestina....ya mesti ....berjuang dong...

    dan kita dukung.....siiiip...dukuung palestinaaaaa...

    BalasHapus
  2. Mas, Indonesia meraih kemerdekaan dengan dua cara, angkat senjata (kekerasan) dan diplomasi. Orang- orang Palestina sudah melakukan dua-duanya. pertanyaanya, gimana caranya selain hanya "keharusan" Israel dan Palestina menjadi negara berdampingan?

    BalasHapus
  3. Semoga konflik segera berakhir...

    BalasHapus
  4. hak asasi manusia g berlaku buat negara yg menguasia macem AS, inggris dan bolokurowone.... termasuk israel, israel dan palestina, kayanya masih sulit u/ berdampingan, selamat negara yg juga ikut menguasai masih ikut campur, macem AS dan ameriki eh salah amerika. tp kita hanya bisa berdoa saja....

    BalasHapus
  5. disini saya hanya bisa memberikan dukungan doa pada negara2 korban perang, mudah2an semua bisa cepat berakhir...

    BalasHapus
  6. miris dan perih ya bila kita lihat kisah dan berita ttg rakyat palestina ^^

    betapa hidup saudara kita begitu menderita,smg mereka diberikan kekuatan ya....

    BalasHapus
  7. pandi hanya bisa mendukung apa yang diperjuangkan rakyat palestina secara moril, sumbangan materil sekemampuan dan do'a.. semoga Allah meridhai apa yang saya berikan, agar penderitaan saudara2 di palestina berkurang atau memberikan mereka harapan..

    BalasHapus
  8. duh.. ngiris banget yah lihat foto2 diatas.. Banyak orang2 tak bersalah yang menjadi korban, bahkan anak2 kecil yang tak berdosa..
    Sampai kapan penderitaan mereka akan berakhir yah.. semoga Allah selalu memberi kekuatan bagi mereka2 yang sengsara..

    BalasHapus
  9. Pagi mas...

    He..he.. Maaf ya kalo komennya gak sesuai dgn artikelnya...

    Ini saya datang sambil membawa award spesial buat mas..

    Mohon diterima ya....

    Terima kasih sebelumnya...

    Chika

    BalasHapus
  10. kenapa masih selalu ada perang, apa dunia ini tidak cinta kedamaian yang tentunya lebih indah... btw baju baru ya bro keren nih

    BalasHapus
  11. atas nama kemanuasiaan, seharusnya PBB bisa lebih berperan untuk mengatasi masalah tersebut !!! tidak hanya menjadi boneka dari negara2 tertentu.

    BalasHapus
  12. sayapun bersyukur terlahir dan tinggal di Indonesia, namun demikian kitapun harus peduli dengan nasib Saudara kita di Palestina. Salam

    BalasHapus
  13. Semoga Palestina segera merdeka,...Semoga Allah membantu para mujahid disana untuk mengalahkan orang2 israel,...kita hanya mampu menyumbang do'a dan sebagian harta kita untuk Palestina tercinta ,..

    BalasHapus
  14. emang dasar yahudi yg diberi otak tapi gak diberi hati...

    BalasHapus
  15. suatu saat israel akan dilaknat oleh allah. dan israel akan diperangi oleh dunia karena perang dunia III tetap akan terjadi...yang sasaran target utama dunia adalah israel..

    BalasHapus
  16. ya allah berikan kekuatan untuk rakyat palestina melawan zionis biadap.. hanya karna dengan ijin mu mereka mampu melawan zionis biadap,,

    BalasHapus
  17. Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya.
    Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.
    Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.

    Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
    Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.
    Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.
    Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
    Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
    Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
    Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.
    Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.
    Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com