Catatan pribadi tentang apa saja

Minggu, 28 Maret 2010

ketika resluitingmu terbuka...

Ada begitu banyak persoalan hidup yang menjadi begitu buruk keadaannya cuma karena lupa. Seseorang yang lupa membawa kunci mobilnya tetapi sudah keburu mengunci pintunya, sering harus mengalami soal-soal dramatis yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Seluruh acara penting seharian bisa rusak berantakan. Rencana pertemuan bisnis, makan siang dengan keluarga atau menjamu kolega, bisa cuma digantikan dengan sekadar muter-muter mencari tukang kunci.lebih tragis lagi kalau ada yang lupa mematikan kompor dirumah,baru ingat setelah ia di kantor,dengan terburu-buru ia menelpon tetangganya,sialnya tetangga yang dititipin pesan untuk mematikan kompor lupa bahwa ia mendapat amanah untuk mematikan kompor,ada lagi seorang ibu rumah tangga lupa mengawasi anaknya karena sang ibu lebih asyik chating di warnet,akibatnya si anak lepas dari pengawasan dan jatuh dari apartemenya..ini hanya sekedar contoh akibat penyakit lupa.

Lupa untuk soal-soal yang tampaknya remeh, tetapi betapa dramatik akibatnya, termasuk kelupaan si kawan saya ini, ketika tanpa sadar resluitingnya masih terbuka. Saya melihatnya sejak dari kejauhan. Tepatnya tidak cuma saya, melainkan seluruh orang yang ada di sekitar saya, ada kelompok bapak, ada kelompok ibu. kemalangan selanjutnya, ia datang dari jurusan yang keliru, sepi dan sendiri, dan berjalan menuju ke pusat gerombolan. Ia solah-olah seperti jagoan yang melangkah tenang ke sekumpulan gangster yang meskipun banyak jumlahnya, tapi hanya akan ketakutan kepadanya. Jadi seluruh mata sedang melihat sang jagoan yang percaya diri, tetapi dengan resluiting menganga.

Kesialan lanjutannya, lubang celana itu begitu jelasnya, karena ia adalah jenis kawan saya yang rapi, yang selalu memasukkan bajunya ke celana. Kesialan seterusnya, ia cuma punya saya yang dikenalnya. Ia tak mengenal orang banyak itu, termasuk ibu-ibu yang sudah mulai menahan tawa dan merah padam atas bukaan celananya. Beban berat terletak di pundak saya, karena martabat sahabat saya ini tergantung pada apa keputusan saya. Jika saya mengingatkan kelalaiannya langsung di saat itu juga, ia pasti akan bunuh diri karena malu tak terkira. Tapi jika ia saya diamkan saja, saya akan menjadi orang jahat yang membiarkan aib saudara.
 
Saya dilanda konflik batin yang hebat. Sebuah konflik yang saya redam hingga kini. Saya tetap mengajak kawan ini berbincang seolah-olah tak ada apa-apa. Berbincang sambil berdiri, menyangkut soal politik, soal negara dan nasib bangsa. Sok sekali perbincangan kami ini. Bukan karena kami benar-benar hendak mengurus negara, melainkan agar gerombolan di sekitar kami ini muak lalu membubarkan diri. Sampai njontor bibir saya memperpanjang perbincangan sampai orang-orang itu akhirnya bernar-benar bubar. Hari itu menjadi hari paling melelahkan dalam hidup saya demi membuat ketentraman sesama. Seseorang yang harus dibiarkan untuk tidak menyadari, kalau perlu sampai ajal menjemputnya, betapa ia telah menjadi sumber tertawaan diam-diam. Rasanya memang ada jenis kenyataan, yang tak perlu dibeberkan, demi sebuah ketentraman.



 

31 komentar:

  1. tukeran link ya, linknya sudah saya pasang tapi masih nofollow, klo berkenan konfirm ya biar bisa diganti jadi dofollow...
    silahkan cek pada huruf I...

    BalasHapus
  2. aduh..sebenernya saya pernah mengalami nih,,waktu di sma,,malu banget pas lagi di depan kelas lagi...jadi inget...hehehehe

    BalasHapus
  3. ih, lucu ya,,
    masalah restliting kebuka biasanya pas jaman2 SMP dulu,,jd lucu klo diinget,hehe..

    nice,

    BalasHapus
  4. Weuh, pernh jg mas temen saya ngalami ky gny ;-)..uhuiyz..

    BalasHapus
  5. Hehee..kayanya semua pernah deh ngalamin yang kaya gitu..
    malu banget
    hahaha

    BalasHapus
  6. Hahaha. .judul postingannya mantep bener gan !! Hahahaha. .

    met pagi ya sob.

    BalasHapus
  7. hahahahhahaha .... :-D
    Pertamaaxxx lagi Gan ..
    :i:

    BalasHapus
  8. Hi zob...,
    dah lamanich ku ga' blogwalking smpe2 ku kRa_in tD sLah aLamat trnyata benar...
    hanya saja template'y baru ya zob....

    BalasHapus
  9. pilihan yang sulit, namun tetap harus memilih !.

    BalasHapus
  10. gak pa2 mas,hiburan untuk ibu-ibu dan kaum hawa....

    BalasHapus
  11. saya juga pernah mengalami kejadian serupa sahabat.malunya minta ampun....

    BalasHapus
  12. aq pernah ngalamil sekali yg g pernah aq lupakan. resleting q terbuka dah gt pas aq g pakai DC lg he..... he.... malu bukan main, cew lg yg ingetin. t aq dulu juga sering lihat cew resletingnya terbuka pas aq dlu mash kerja d warnet..... mau aq ingetin aq takut tuh cew malu, g aq ingetin jd pemandangan q, y dah aq biarin aja

    BalasHapus
  13. rasanya kok udah pernah liat ya gambar ini ?? dimana ya, lupa ih...

    BalasHapus
  14. wahhh jadi inget waktu masa sekolah sObat,,
    saya dulu pernah kejadian seperti ini hIngga di ketawain teman2 saya sOb..

    oya sObat saya mOhon izin nI sOb, saya mengajak sObat untuk bertukar link dengan bLog saya,,
    lInk sObat udh saya pasang dengan nama " AAN WORLD ".

    jika sObat berkenan di tUnggu kUnjungan balik dan bAcklinknya ya sObat,..,

    BalasHapus
  15. kalau saya, ya cepat2 diingatkan sob. kasian nti makin lama makin jadi bahan tertawaan :)
    ya tentu dgn trik2 tertentu lah, jgn sampai ada yang tersakiti hatinya, setuju?

    BalasHapus
  16. hehehe..lain kali tegur aja mas daripadi kena dampak malu sepanjang masa, hihihi :D

    BalasHapus
  17. gan gw pernah tuh ngalamin pas diskul lari2 resleting belum ditutup hha.. gan mampir ke blogq plus komen... buka materi algoritma euclid...

    BalasHapus
  18. wah.. terus kelanjutannya gmn ? dikasih tahu ga klo reslitingnya kebuka ? ato dibiarin aja sampe dia sadar dewe saat mau buang air di kamar kecil ???? hehehe... ngebayanginnya jd pengen ketawa :D

    BalasHapus
  19. @ dimas,,okeh saya cek dulu yap,,

    BalasHapus
  20. @ hendro prayitno..maap sy tdk bermaksud membuka luka lama sob,,xixixi

    BalasHapus
  21. @ hdscene,Rataose,itik bali..iyah maap juga dech,bukan sy bermksd membuka aib kalian smua..huahaha

    BalasHapus
  22. @ sou stalker,The Benz..makasih udah mampir,salam sukses..

    BalasHapus
  23. @ jhosnson,,sebuah dilema
    @ merawat komptr..smoga tidak terulang
    @ aktifis sendal jepit..hiburan dan etung2 amal..hikz
    @ info dlm kubus n Rizky,,kita smua pnya pengalaman yg sama,padahal kt blm pernah ketemu sblmnya yak..ehehe
    @ dimas,gbr sy ambil di brosing mas..lupa nyebutin sumbernya..maap,
    @ ngeposting,,ok, ntar sy liat dulu y..

    BalasHapus
  24. @ Darin n dv,ngga semudah itu sob,,*dilema
    @ dhea,,mudah2an pengalamanmu ngga ada yg liat yak..stt..jgn ngomong sapa2 yak..
    @ mba lina,,kelanjutanya gw biarin aja tuh,kalo inget jg ketawa ndiri,,hahaha

    BalasHapus
  25. klo saya.... baju yang di peke kebalik...sering banget terjadi, bahkan sampe berlalu 1/2 harian tanpa sadar klo baju yang di pake kebalik....bkn 1 atau 2 kali saja tp sering...xixixixi...teledor

    BalasHapus
  26. Knjungan malam sob, ;-) wah gawat tu lo mpe ga xdar resluitingx kebuka..,pasang muka tembok aj kalee ya;-)..

    BalasHapus
  27. @ osy..gitu ya mba..hehe :a

    @ rataose..met malam jg..:q

    BalasHapus
  28. @Mbak Osi: selamat pagi kawan,...akhir2 ini nggak pernah kebuka resleting saya,...:o

    BalasHapus
  29. Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya.
    Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.
    Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.

    Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
    Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.
    Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.
    Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
    Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
    Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
    Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.
    Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.
    Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com