Catatan pribadi tentang apa saja

Sabtu, 27 Maret 2010

Tikus dan kecoa

tidak mudah memecahkan dilema,meski untuk persoalan yang sederhana,karena definisi sederhana itu relatif,selalu berbeda antara satu dan lain kepala,sederhana bagi anda belum tentu bagi saya,misalnya saja persoalan bagaimana menghadapi tikus dan kecoa.
saya belum tahu alasan Tuhan menciptakan kedua makhluk itu,walaupun saya meyakini bahwa sesungguhnya tak ada sesuatupun yang diciptakan sia-sia olehNya,tapi sejauh ini saya belum mendengar apa manfaat kedua hewan itu bagi kehidupan manusia.sementara menunggu jawaban itu datang....

 siang itu saya tampak jengkel karena beberapa hari ini setiap masuk rumah selalu mencium bau tidak sedap,sudah beberapa kali saya mengendus ke seluruh sudut rumah tapi tak ditemukan juga sumber bau tak sedap itu dan naga-naganya bau tak sedap itu berada di atas eternit rumah,dan sejauh yang saya tau kalau ada bau tak sedap itu pasti bau kentut dan sesuatu yang di atas eternit pasti itu tikus,," tikus sialan berani beraninya kentut di rumahku..." begitu saya memberi kesimpulan.

lain tikus lain pula kecoa,serangga jenis ini harus puas di kastakan sebagai hewan penghuni kakus dan comberan,maka begitu ia keluar dari wilayah teritorinya apalagi berani terbang ketempat yang salah misalnya nekat nyolonong ketempat makan atau tempat tidur maka ganjaranya adalah kematian .pendek kata tak ada hak hidup untuk hewan yang malang lagi jorok itu.

begitulah kedua hewan itu,dalam pikiran kita menganggap mereka musuh dan memang begitulah adanya,maka itulah tujuan diciptakanya racun serangga dan racun tikus.padahal kalau menurut saya hewan-hewan itu tidak sepenuhnya mengganggu kita / tak ada niatan untuk mengganggu kita,alesan saya ya karena itu tadi,mereka salah tempat.coba saja kalau tikus tetap berada di istananya (di got misalnya) barangkali tak ada perang melawan tikus-tikus itu,juga bagi kecoa yang kadang keluar dari markasnya barangkali ia hanya ingin jalan-jalan sebentar nyari angin gitu.

anggaplah perang yang sengit,lagi brutal dan agak tidak bermutu dengan para tikus dan kecoa ini adalah jenis perang yang di maklumkan,tidak perlu fatwa untuk hal itu,karena dimanapun selalu ada kejahatan yang selalu harus di perangi,ada pencopet yang harus kita tangkap,ada koruptor yang harus kita adili dan ada buronan penilep pajak saya yang harus kita kejar
ini bukan penyadap tapi alat pembunuh tikus dan kecoa,dapatkan di toko terdekat!



.

35 komentar:

  1. Bwahahaha. .kalo di rumah ane,musuh beratnya nyamuk bro ! met malam n met nyantai ya.

    btw,kalimat penutupnya kayak lg promosi nih. .Hahaha. .

    BalasHapus
  2. Ikut AMANKAN KEDUAXXXXXX...
    Memang Ciptaan TUhan tidak ada yang sia-sia..
    bener sob, kalau ndak ada tikus, mana laku tuh alat pembunuh tiku...
    thanks ya kunjungannya.. kunjungan balik nih.. :D
    dan salam kenal..

    BalasHapus
  3. walah telat nih.. IKz...

    BalasHapus
  4. ihh...sadis bgt alat pembunuhnya=D

    BalasHapus
  5. wah,,,pas banget niy...
    aku lagi bermasalah ma kecoa niy...

    BalasHapus
  6. nyamuk... kecoa.. klu dah kawin gmn ya sobt???
    hohohoh.. :D

    BalasHapus
  7. Mantap eiy..hehe..salut sob. coretan penuh makna..salam

    BalasHapus
  8. ambil sisi baik dr kedu hewan tersebut, sisi baiknya pasti ada, bgtpun juga manusia, dibalik sisi jahatnya pastia ada sisi baiknya

    BalasHapus
  9. ha...ha... kecoa juga suka keluar buat cari angin ya...? .... baru tahu aku... he..he...

    BalasHapus
  10. segala sesuatu memang ada lawannya...
    ada baik ada buruk
    ada pro ada kontra dll
    semua saling bertentangan...

    BalasHapus
  11. pokoknya kalo ada tikus leat di plapon, saya udah siapin kertas yang diuntel2 dibungkus plastik bekas laundry itu..

    empuk buat bikin suara lebam di plapon. :D

    BalasHapus
  12. ni mmg anti serangga ngn binatang liar ni..hihi..

    BalasHapus
  13. kecoak sih gw gak geli bung...tp kl tikus...jangan harap bisa hidup dirumah gw...

    BalasHapus
  14. kenapa kocoa tercipta untuk dimusuhi manusia?

    BalasHapus
  15. Kayaknya alatnya keren nich... hahaha...

    BalasHapus
  16. kalo tidak ada tikut filem tom and jerry nggak Okey jadinya hehehe

    BalasHapus
  17. ternyata ada alat penyadap tikus ama kecoa, canggih banget.. bangganyaa si tikus sama si kecoa, dibuatin alat canggih kayak gitu.. hihihihiii

    BalasHapus
  18. buat saya tikus dan kecoa adalah pemangsa hewan yang lebih kecil, untuk pelengkap rantai makanan.... hehe!

    BalasHapus
  19. Wah harganya gak dicantumkan! kami perlu alat ini!
    Terima kasih atas doanya untuk anak kami!

    BalasHapus
  20. alat itu ampuh ngga sob tuk membunuh tikus dan kecoa ... dan namanya apa dan belinya dimana ya ?

    BalasHapus
  21. alatnya kayak film ghostbuster aja ya he he he
    pinjam ya alatnya aku mau usir mereka di rumah ane

    BalasHapus
  22. kalo ga ada tikus ntar kasian si pussi...^^

    BalasHapus
  23. saya paling jijik dengan kecoa ....!!!

    BalasHapus
  24. hadir lagi sahabat,,,
    lama ne ga ngeblog,hehhe..jd rindu semuanya..

    tikus dan kecoa, lucu,hehe
    yg paling bikin dosa tikus kantor thu,haha
    bener ga,,?
    kalo tikus rumahan Gpp juga lah..

    BalasHapus
  25. Sou Stalker, musuh kita sama. tapi di rumahku nyamuk cuma satu, tapi temennya buaaaannnyak sekaleee.....

    BalasHapus
  26. jadi inget film kecoa yang nolong tuannya menemukan cinta sejati

    BalasHapus
  27. hadir lagi disini mass aan.... cari2 back link gt

    BalasHapus
  28. trimakasih atas infonya. oh yah, anda ingin dollar gratis kunjungi www.neobux-bisnis.co.cc

    BalasHapus
  29. tikus dan kecowa itu diciptakan untuk mati ditangan manusia..hehehe

    BalasHapus
  30. kalau aku sich geLih ma kecoa...
    pas ni aLatbWat bantu_in aku..

    BalasHapus
  31. racun kecoa, obat kecoa, pembasmi kecoa, anti kecoa
    30gr - Rp. 105.000
    500gr - Rp.1.000.000
    1000gr - Rp.2.000.000

    Kemas & Pengiriman: 1000 gr, 500 gr,30 gr

    Keterangan: adalah Anti Kecoa berbentuk gel berwarna hijau dengan menggunakan bahan aktif Boric Acide 0, 01 % yang diformulasikan secara khusus, memiliki masa aktif 25 hari setelah diaplikasikan, sangat efektif untuk membasmi semua jenis kecoa yang ada di Indonesia yang memiliki dua iklim.

    Dengan berbekal teknologi IGR ( Insect Growt Regulator ) dan MIB ( Methabolic Inhibitor Bait ) , menjadikan pengendalian kecoa sangat efektif sampai tingkat 99 % , dengan cara merusak sistem methabolisme dan pencernaan serta menghambat perkembangan kecoa. Kecoa yang memakan gel akan mengalami kerusakan sistem mathabolisme sehingga tidak mampu mencerna zat makanan dalam tubuhnya, mengakibatkan kecoa selalu membuang kotoran terus menerus dan pada akhirnya mati lemas.

    Sebelum mati biasanya induk kecoa selalu membawa makanan ( gel ) dan ditempatkan disekitar telur kecoa sebagai persediaan makanan disaat telur kecoa menetas, dan pada akhirnya anak kecoa yang baru menetas akan mati karena memakan gel yang ada disekitarnya, dan dengan memanfaatkan sifat kanibalisme pada kecoa, gel ini juga dapat memberikan Efek Domino yakni kematian beruntun, kecoa yang mati bagian tubuhnya akan dimakan oleh kecoa yang lain sehingga menyebabkan kematian karena terkontaminasi racun yang terkandung dalam bangkai kecoa yang dimakan, dan begitu seterusnya.

    Metode Baiting
    1. Menggunakan umpan khusus kecoa
    2. Tidak beracun, bahan MIB Sodium Boric, relatif tidak beracun bagi manusia.
    3. Mematikan seluruh jenis kecoa dan kecoa mati disarangnya.
    4. Umpan bekerja 24 jam dan umpan mampu bertahan selama 25 hari.
    5. Aplikasi dapat dilakukan kapan saja, praktis dan efisien.
    6. Aman bagi kesehatan, tanpa ada kontaminasi pestisida.
    7. Bebas dari bau dan percikkan aplikasi insektisida.

    Hub. rifki
    hp. 0812 80 2324 83

    BalasHapus
  32. Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya.
    Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.
    Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.

    Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
    Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.
    Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.
    Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
    Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
    Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
    Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.
    Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.
    Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com