Catatan pribadi tentang apa saja

Selasa, 02 Maret 2010

film kolosal berbudget milyaran rupiah

hari ini kita di suguhi tontonan dari panggung senayan sebuah episode panjang berjudul "Century", udah bosen kali ya? beberapa coretan yang lalu juga sudah sering mbahas, ending episode ini bagaimana? mungkin itu pertanyaanya,tapi  kalau saya boleh bertanya "dapat apa saya dari kasus ini selain rasa bosen, dsb? *dapet berita buat postingan laah..hehe*

pada tahun 2004 pernah terjadi insiden saling pukul antara anggota dewan,dan tadi siang kejadian itu terulang kembali dalam sebuah panggung di senayan dengan episode "rapat paripurna kasus bank century", jadi kalau alm Gus Dur dulu pernah dawuh kalau anggota DPR itu kaya anak TK,ada benarnya juga,masih mending anak TK,kalau TK kan lagi lucu-lucunya,kalaupun petakilan toh itu wajar namanya juga anak-anak,tapi ini bukan anak TK lagi,tapi anak SMP/SMA yang lagi masa puber / ABG labil yang masih dalam pencarian jati diri,seneng cari perhatian dan suka tawuran (maaf ngga smua loh! ), yah itulah para wakil kita yang dulu kita pilih, saya terus terang dulu golput jadi maaf ya saya tidak ikut "nanggung dosa" kalau kelakuan para wakil rakyat itu tak ubahnya seorang preman berdasi..

Apapun sebabnya kericuhan tadi siang, peristiwa ini adalah tragedi politik dalam skala sangat besar. Para wakil rakyat yang diberi amanah oleh para pemilihnya, ternyata tidak berhasil menjaga kewibawaan lembaga dan memberi bukti kepada publik nasional dan internasional, bahwa demokrasi di Indonesia sudah berjalan dengan baik dan dapat dibanggakan. Justru sekali lagi para wakil rakyat dipenuhi dengan emosi tinggi ketika mengadakan sebuah permusyawaratan yang hasilnya sangat ditunggu publik mengenai masalah yang sangat besar: skandal Bank Century. Apakah hasil itu akan memberi peluang bagi pengusutan selanjutnya atau sampai di sini saja, publik ingin tahu (kecuali saya!)

alih-alih proses permusyawaratan itu terjadi dengan baik, malah yang muncul adalah perkelahian dan tindakan brutal sesama anggota yang konon terhormat itu! Iniah hari yang hitam dalam riwayat DPR pasca Reformasi. Hari yang akan dikutuk oleh rakyat Indonesia karena para wakilnya telah menyia-nyiakan harapan mereka. Inilah hari yang akan dibicarakan dalam waktu lama dengan penuh sinis, nyinyir, dan kemarahan oleh publik.


gbr bawah suasana kericuhan di dalam.gbr atas ricuh di luar gedung DPR


 berantem gak berantem kayak'nya ngga' ngaruh buat hidup saya....  inilah  film kolosal berbudget milyaran rupiah dengan figuran berhonor ratusan juta yang belum tentu laku dipasaran.

*Nb. besok ada episode kedua*
sumber gbr :Fb suara rakyat


31 komentar:

  1. hahaha... film yang sangat menarik sob...

    BalasHapus
  2. Sayang sekali para wakil rakyat yg terhormat sampai bisa 'kehilangan kendali' spt itu dan ditonton oleh seluruh rakyat pula.

    BalasHapus
  3. Besok masih ada kelanjutannya.., jadi pengen tahu apakah besok 'lebih seru'..?! hehehe

    BalasHapus
  4. jadi penasaran jg nih sama sidangnya century ini,... ^_^

    BalasHapus
  5. hohoho... mantaap, cepet amit yah updatenya.. hehe... saya junga ngikutin nih dari tipi..

    BalasHapus
  6. sepertinyamenarik nich filmnya,,,,

    BalasHapus
  7. centuri lagi centuri lagi.. sampe bosen liat tipi hehe

    BalasHapus
  8. semoga episodenya cepat berakhir.....dan menghasilkan keputusan yang baik bagi bangsa dan negara.

    (kalau saya sih lebih suka : katakan yang benar itu benar, yang salah itu salah)

    BalasHapus
  9. Anarki di dalam gedung, anarki pula di luar sidang. Itukah bagian dari drama film itu? :57 :60 :61 :31

    :28

    BalasHapus
  10. berdampak sisemik bagi kelangsungan pemerintahan hihi..

    BalasHapus
  11. kalo bagi saya,sehari ngga' BW bisa berdampak sistemik bagi blog ini,,hehe

    :37

    BalasHapus
  12. hihihi... emang bener-bener kayak sinetron ya mas... yang udah pasti ketauan endingnya... pasti ya yang kayak begituan... benar-benar memuakkan!!!

    BalasHapus
  13. Selamat pagi sobat aan...

    BalasHapus
  14. waduh wakil rakyat tp koq bgtu :30

    BalasHapus
  15. kalo gtu aku nunggu episode ke 2nya... hehehe

    BalasHapus
  16. wah film buatan anak negri tuh bro heheheh..... contoh kok kaya gitu yah.... :47

    BalasHapus
  17. gimana yah 2014 nanti, masih adakah yang mau ikut milih ? atau bener keduluan 2012 kiamat ? hehehehhe

    BalasHapus
  18. Yeee...jd kemarin itu golput ya??
    Idiihhh payah jg adek satu ne. he he he...

    Keep in touch..!!

    BalasHapus
  19. waktu mahasiswa dulu, saya paling gak betah kalo ada sidang umum BEM, baik itu bem fakultas, jurusan, atau sidang umum BEM universitas ... eh pas liat di DPR, kagak jauh beda ... jadi males liatnya

    BalasHapus
  20. photo nya itu lho mas.....

    hmhmmhm....,endonesa banget gitu loch.wkwkwk

    BalasHapus
  21. Apakah wakil rakyat yang berkelahi itu menunjukkan memang bekerja dan memperjuangkan kepentingan rakyat?

    BalasHapus
  22. pejabat tak ubahnya seperti " preman berdasi " mantap!!!!!

    BalasHapus
  23. Wah...
    Kok bisa sperti itu yah..

    BalasHapus
  24. film yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh komponen bangsa ini, pasti seru, rame, gregetan... n asyiiik ditonton. diluar demo di dalam debat yang nonton jadi gregetan.

    BalasHapus
  25. kalau TK masih mendingan agak tulus tapai kalau yang ini ...... he 3 ... bisa2 ...ulus ...

    BalasHapus
  26. Saya juga sempat menonton "film itu"
    hmmmm pertunjukkan yang bagus... bagus kalau tidak dicontohi...

    BalasHapus
  27. :16 ha ha ha anak tk sekarang pun lebih pinter, sudah bisa ngeNet dengan harga laptop yang super murah!

    BalasHapus
  28. Untung saja hasilnya lebih memihak kerakyat! Tapi belum selesai lho! :26

    BalasHapus
  29. bener sam masih ABG = Atas Bawah Goyang... :61

    BalasHapus
  30. sangatseru ini filmnya.... para pemainnya murni alias tanpa scriptdan tanpa sutradara, hanya indonesia yg bisa

    BalasHapus
  31. Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya.
    Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.
    Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.

    Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
    Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.
    Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.
    Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
    Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
    Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
    Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.
    Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.
    Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.

    BalasHapus

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Sekitar Kita | Powered by Blogger
Design by Saeed Salam | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com